Indonesia
NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Fakta Besar

Marissa langsung menatap Rashid dengan tidak percaya, matanya mulai terasa memanas, bukan hanya karena rasa marah dan malu, tetapi juga kecewa. “Jangan bersikap seperti orang gila, Rashid.”

Kalimat Marissa itu justru membuat emosi Rashid semakin tersulut. Tanpa bertanya lebih jauh, tanpa memberi Marissa kesempatan menjelaskan, tangannya terangkat dan sebuah tamparan mendarat di pipi perempuan itu.

Plak!

Suasana ballroom seketika membeku, Marissa memegangi pipinya yang terasa perih dan panas, sedangkan matanya membelalak karena terkejut.

Beberapa orang langsung berdiri, terkesiap sekaligus tak menyangka bahwa Rashid bisa seberani itu menampar pipi perempuan di hadapan banyak orang.

Karin yang berada cukup jauh bahkan ikut menoleh ketika mendengar suara gaduh. Sedangkan Harland mengerutkan kening. Galendra yang melihat kejadian itu langsung mengubah ekspresinya, ia paling tak suka jika ada pria yang berani mengangkat tangannya pada wanita. 

Tetapi, meskipun ia begitu marah, Galendra tak mau ikut campur dalam masalah kedua orang itu. 

Sebelum ada yang mencegahnya, Marissa sudah lebih dahulu kehilangan kesabarannya. Ia menatap Rashid dengan mata berkaca-kaca karena marah. “Kau menamparku? Apa kau sadar yang kau lakukan itu?!”

Rashid masih terbawa emosi. “Apa kau juga sadar dengan sikap rendahanmu itu?! Dasar wanita jal*ng!”

“Cukup! Wanita jal*ng katamu? Aku? Wanita jal*ng? Lalu kau apa? Pangeran?” Marissa tertawa getir. “Kau benar-benar laki-laki brengsek, Rashid! Kau langsung menuduhku tanpa bertanya dulu padaku. Apa kau tahu siapa dia?” 

“Aku tidak perlu tahu! Yang jelas kau memang wanita penggoda!” sentak Rashid kasar. Sama sekali tak peduli dengan perasaan wanita di hadapannya. 

Marissa melanjutkan dengan suara bergetar, kesabarannya sudah benar-benar habis. Ia bahkan tak lagi memedulikan tatapan orang-orang yang terasa seperti menghakiminya. 

“Apa kau tahu apa yang kurasakan selama ini? Tidak, kan? Selama ini aku harus sabar menghadapi semuanya sendirian. Kau selalu sibuk dengan urusan perusahaanmu, kau juga sibuk memikirkan mantan istrimu itu, bahkan malam ini pun matamu masih mencari perempuan itu!”

Beberapa tamu saling berpandangan, kini masalah keduanya semakin melebar menjadi permasalahan rumah tangga yang tak seharusnya diumbar di hadapan banyak orang.

Tak ingin pesta itu berubah menjadi tontonan drama murahan, Galendra langsung memerintahkan dua orang penjaga untuk menarik kedua orang tersebut keluar. 

Rashid masih tak terima, ia terus meronta dan meminta untuk tetap tinggal di sana. Sementara Marissa yang terlanjur sakit hati langsung pergi pulang dengan menggunakan taksi, ia sudah tak peduli lagi apa yang akan Rashid lakukan di sana.

“Lepas! Lepaskan aku! Biarkan aku kembali masuk dan bertemu dengan Pak Galendra!” teriak Rashid di luar ballroom. 

Dua penjaga itu menatapnya datar, tak mengatakan apa-apa tetapi sikap keduanya menunjukkan bahwa Rashid tidak diperbolehkan lagi untuk masuk.

“Sialan! Semuanya kacau gara-gara Marissa!” kesalnya sambil berkacak pinggang. Ia mengusap wajahnya kasar, rasa kesalnya tentu belum hilang.

“Itu bukan karena Marissa, tetapi karena dirimu sendiri.” 

Rashid menoleh dengan terkejut, menatap Kinara yang malam itu tampil cantik dan elegan. Untuk sesaat, ia merasa terpesona. Kinara yang berdiri di hadapannya malam itu, benar-benar berbeda dengan Kinara yang dikenalnya. 

“Kendalikan dirimu, Brengsek! Apa kau tidak pernah melihat wanita cantik?” sindir Kalandra yang tak suka melihat Rashid menatap Kinara dengan intens.

Pandangan Rashid beralih ke Kalandra yang berdiri di samping Kinara dengan posesif. “Kalian lagi,” keluhnya sambil berkacak pinggang. “Mau apa kalian di sini? Jangan bilang kalian sengaja mengikutiku?” 

“Cuih! Mengikutimu? Percaya dirimu setinggi langit. Apa kau tidak tahu siapa kami?” Kalandra balas menatap Rashid dengan rendah, seolah-olah pria itu tak berhak berada di sana.

Kinara menyenggol lengan sang kakak. “Sudahlah, Kak.” 

“Tidak bisa, Ra. Pria sepertinya ini harus diberi pelajaran! Kau tidak ingat dia sudah mempermalukan kita hari itu?” balas Kalandra tak terima. 

Rashid memandang keduanya bergantian. “Sebenarnya kalian itu siapa?” tanyanya penasaran, apalagi saat melihat interaksi keduanya yang begitu akrab. “Dan kau, Kinara. Mau apa kau datang ke pesta ini? Apa kepentinganmu untuk datang? Jangan bilang kau mau menemani pria simpananmu ini?” 

“Apa katamu tadi?! Pria simpanan?!” Mata Kalandra membelalak tak percaya. 

“Jaga bicaramu, Rashid,” tegur Kinara tegas, tatapannya jelas menunjukkan kebenciannya terhadap pria itu. “Kau tidak bisa bicara seperti itu pada kakakku.” 

“Apa? Kakak? Pria ini adalah kakakmu?” 

Belum selesai keterkejutan Rashid, tiba-tiba pintu gerbang dibuka dan Galendra muncul dari dalam bersama dengan 4 orang pengawal. Mengabaikan keberadaan Rashid, Galen langsung mendekati Kinara. 

“Kenapa begitu lama? Ayah dan Ibu sudah menunggu di dalam,” katanya dengan lembut. Pandangannya kemudian berpindah kepada Kalandra. “Kau dari mana saja, Kala? Mengapa begitu lama?!” 

“Ah, soal itu … kau tahu ‘kan adik kita ini membutuhkan waktu lebih lama untuk bersiap,” alibinya sengaja mengucapkan kata ‘adik kita’ dengan cukup keras. 

“A-apa? Kakak? Adik? Kinara adik Galen? Itu artinya … artinya Kinara adalah putri bungsu keluarga Santoso?” Rashid terkejut bukan main. Bahkan saking terkejutnya, ia sampai mundur beberapa langkah ke belakang.

Berbeda dengan Rashid yang tampak terkejut luar biasa. Mereka bertiga justru sepenuhnya tak melihat keberadaan Rashid, seolah pria itu hanyalah pajangan. 

Belum selesai keterkejutan Rashid malam itu, tiba-tiba Sagara dan Shena datang menghampiri ketiganya.

“Kenapa kalian mengadakan reuni di luar sini? Ayo masuk, sebentar lagi acara utamanya akan segera berlangsung.” Shena menyapa mereka dengan hangat.

“Setelah 5 tahun tak bertemu, kalian jadi tak tahu tempat, ya? Setidaknya ajaklah aku. Apa kalian sudah tidak menganggapku sebagai kakaknya Kinara juga?” 

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Rashid kembali dibuat ternganga. Apalagi saat melihat Sagara dan Shena ikut bercengkrama bersama Kinara dengan begitu akrab. 

Mereka kemudian berjalan masuk kembali dengan Galendra, Sagara dan Kalandra yang mengelilingi Kinara dan Shena, seolah ingin melindungi perempuan itu. 

Begitu gerbang besar yang menjadi pembatas kembali ditutup oleh penjaga, Rashdid baru tersadar. “Tu-tunggu dulu! Kinara! Kita perlu bicara!” teriaknya dari luar. Dengan sekuat tenaga ia mengguncang gerbang besar itu, berharap bisa masuk kembali.

Tetapi, sebelum Rashid sempat membuat keributan lain, dua penjaga itu menariknya pergi dari depan gerbang dan mendorongnya hingga ke jalan. 

“Pergilah dari sini, sebelum kami memanggil polisi,” ancam salah satu penjaga, melirik Rashid dengan sinis. 

Terlalu terkejut dengan fakta yang baru saja diterimanya, Rashid sampai merasa tungkai lututnya melemas. “Apa … apa yang sebenarnya terjadi? Apakah yang aku dengar tadi tidak salah?” 

Rashid mengajak rambutnya asal, merasa gusar, frustasi, bingung sekaligus kesal pada dirinya sendiri. “Bagaimana aku bisa tidak tahu?” monolognya merasa bodoh. “Kau benar-benar bodoh, Rashid! Kau bodoh sekali!” 

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semoga mereka selamat 😣
Dini Anggraini
ini pasti do'a Kirana dan air mata Kirana yang telah jatuh terlalu banyak mangkanya rumah tangga pelakor dan rasyid gak berkah ada saja cobaannya kak. 🥰
Dini Anggraini: kinara kak salah ketik saya 🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
laki tukang selingkuh itu kl bikin Salah dng jalang nya selalu minta maaf.
tp kl bikin Salah dng istri sah gk pernh minta maaf.

gedek banget semoga karma nya makin menyakit kan buat Rasyid Dan Marisa
Lee Mba Young
gk seru jalang gk keguguran. hrse keguguran trus gk bisa hamil lagi 🔥 biar nnti Rasyid selingkuh 🤣.

cm gitu tok gk seru banget.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cerita yg sangat menyentuh 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kau tidak bisa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tidak akan bisa 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasakan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
🥺🥺🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu kesalahanmu sendiri 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
baru sadar ya 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mengacak rambutnya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sembarangan, bertemu ortu lah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kinara
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Lihat sendiri kan kelakuannya 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kau hanya akan mendapat malu 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!