Sesion 2 sequel DUDA KEREN YANG TAMPAN
Kisah ini menceritakan tentang putra-putrinya Yudha Pradipta dan Kania Larissa, yang sedang tumbuh remaja.
Keluarga kecil Tommy Wijaya dan Intan Wicaksono, beserta dengan putra-putrinya yang sudah beranjak remaja.
Kenzi Pradipta anak sulung dari pernikahan terdahulunya dengan mendiang istrinya, mommynya Kenzi.
Kenzi menjadi primadona di sekolahnya, ketampanannya mewarisi dari Daddy-nya yang terkenal sangat tampan, meskipun sudah memiliki lima orang Anak, tetapi pesonanya seperti seorang CEO yang belum pernah menikah.
Banyak teman-teman sekolahnya yang mengejar-ngejar Kenzi, meskipun Kenzi hanya menganggapnya teman, tetapi mempunyai arti yang berbeda dengan teman-teman perempuannya.
Sedangkan di sisi lain Kenzi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, Khairani Az-zahra Putri perempuan yang menjadi pujaan hatinya.
Sedangkan Khairani Az-zahra Putri tidak ingin berpacaran, maunya langsung menikah saja, menurutnya pernikahan itu adalah ibadah.
Akankah takdir cinta mereka berdua bisa bersatu di pelaminan?
Apakah keduanya akan memilih jalan masing-masing untuk bahagia, atau malah mereka sudah di jodohkan dari kecil?
Temukan jawabannya "Takdir Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miopay_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Happy reading
Pagi menjelang Aira sudah bangun dari mimpi indahnya, bila tidak ada halangan dan rintangan pagi ini Aira dan temannya Nessa akan bertolak ke negeri Paman Sam.
Harapan Aira tidak muluk-muluk, hanya ingin melihat peragaan busana yang di selenggarakan di New York Amerika Serikat.
Selesai membersihkan tubuhnya. Aira membuat sarapan terlebih dahulu guna untuk mengisi perutnya yang sudah berbunyi minta di kasih makan.
Setelah sarapan, dan membereskan kekacauan yang baru saja Aira buat, kini Aira sudah berada di dalam kamar sembari menunggu Nessa menghampirinya.
Dengan pakaian terbaiknya Aira sudah berada di depan cermin, memoleskan bedak tipis-tipis, dan mewarnai bibirnya yang tidak boleh Aira lupakan sesibuk apapun, baginya pergi tanpa makeup seperti orang sakit-sakitan.
Setelah merias dirinya dengan sedemikian rupa, Aira sudah beranjak dari duduknya kala mendengar suara pintu apartemen ada yang memebet bel apartemen nya.
"Ting Tong......!"
Suara bel di sebelah pintu rumahnya terdengar sampai di kamarnya, sekali, dua kali tidak Aira jawab karena dirinya dalam posisi sudah pewe
Bunyi suara bel ketiga baru Aira menjawab suara bel yang belum mau berhenti, sedangkan dirinya sangat malas bila harus keluar kamar bila itu tidak penting.
Cekkklllekkk
Suara pintu apartemen Aira buka secara pelan, tidak ingin gegabah hanya ingin memastikan bahwa tidak ada tamu jadi-jadian ke apartemen nya.
"Ara, buka pintunya! Ini aku Nessa teman mu di kampus!" suara Nessa sengaja di tempelkan di daun pintu, berharap Aira segera membukakan pintu untuknya.
"Hai kirain tadi siapa? Aira takut aja membukakan pintu, takut anak tamu tak diundang." Tutur Aira.
Aira wanita yang sangat waspada, takut terjadi gimana-gimana? karena dia di.negara London seorang diri.
"Nungguin dari tahun lalu, di bukakan pintu baru tahun ini!" sahutnya Nessa kesal, banyak orang berlalu lalang masuk apartemen memperhatikan dirinya.
"Silahkan masuk!" Aira mempersilahkan temannya masuk ke unit apartemen nya, membukakan pintu lebar-lebar supaya bisa mudah untuk masuk ke dalam.
♥♥♥♥♥♥♥
Setelah mereka berdua melakukan perdebatan alot nya, tidak ada yang mau mengalah dan di salahkan.
Akhirnya Aira mengalah demi tiket yang sudah di pesan jauh-jauh hari, sayang kalau di lepas begitu saja karena badmood dengan Nessa.
Mereka berdua sudah berada di dalam taksi menuju bandara, tidak ada yang saling berbicara, mereka berdua sibuk dengan ponsel di tangannya.
Aira senyum-senyum sendiri membaca pesan dari orang tua, dan Adik-adik nya, sudah lama Aira rindukan keberadaan nya.
Mobil taksi melaju sangat cepat meninggalkan unit apartemen nya, Aira sampai tertidur di dalam taksi, bila tidak di bangunkan Aira akan terlambat untuk naik pesawat.
"Ara, bangun sudah sampai bandara."
"Sampai mana, Nes?
"Bandara Ra, bandara! buka kelopak matanya supaya bisa melihat nya."
Dengan perlahan Aira membuka kelopak matanya, menyesuaikan cahaya matahari di sekitarnya bandara, awalnya sangat berat tetapi waktu mengajarkan nya untuk dewasa dan mandiri.
**********
Dua gadis cantik yang memiliki persamaan tahun, bulan yang sama waktu kelahirannya memiliki paras yang cantik, mereka berdua bak seperti Matahari dan bulan yang susah untuk di pisahkan satu dengan lainnya.
Setelah turun dari mobil taksi kedua berjalan beriringan menggeret kopernya masing-masing, mereka sibuk dengan mengamati jalanan yang di lalui nya.
Satu menit menempuh perjalanan dengan kakinya, kedua gadis cantik sudah memasuki area bandara, dengan langkah pelan keduanya sudah melakukan bording pas bertepatan dengan pemberitahuan pihak bandara.
Sejenak mereka duduk di ruang tunggu yang telah tersedia, tidak membutuhkan waktu lama ada pemberitahuan tentang pesawat yang akan lepas landas dari bandara lainnya....
Memasuki ruang tunggu pesawat, tidak ada kata yang terlontar di bibir tipisnya. Mereka sibuk menggeret kopernya, pikirannya sedikit tidak tenang, atas perubahan yang dialami pemilik maskapai penerbangan karena terjadi delay satu jam lamanya.
"Pakai acara pesawat delay lagi, iiiissshhh!" gerutu Aira yang mengumpat kesal dengan pihak manajemen bandara.
"Sabar Ara, pasti ada kesalahan teknis yang membuat pihak bandara memberitahu secara mendadak dengan penundaan penerbangan yang molor satu jam." Ujar Nessa yang sudah duduk di sebelahnya Aira, Aira nampak wajahnya ditekuk persis seperti anak kecil yang tidak di kasih permen.
"Aira hanya menjawabnya dengan mendengus kesal, hatinya sungguh dongkol dengan perubahan jadwal penerbangan."
Nessa dan Aira sudah masuk ke dalam kabin pesawat, sudah memasang sabuk pengaman, dan ponselnya sudah di silent dalam mode mati.
Pesawat sudah mengudara meninggalkan bandara Heathrow airport London, pesawat sudah terbang tinggi di angkasa.
Mereka berdua lebih memilih memejamkan matanya untuk menghalau rasa kesalnya, Aira sudah lebih dulu tertidur di kursinya.
Nessa pun juga sama mereka sama-sama sudah bermimpi indah di dalam pesawat.
Perjalanan London ke New York menempuh waktu kurang lebih 7 jam lamanya, mereka sudah mendarat cantik di bandara John F. Kennedy New York.
"Welcoming New York." ucap keduanya sembari merentangkan kedua tangannya.
Sebelum mereka turun dari pesawat.
Keluar dari pesawat dengan satu tangannya menggeret kopernya, dan satu tangannya lagi untuk menjinjing tas yang berisi ponsel, dompet, dan beberapa uang yang di sediakan sewaktu-waktu ada keperluan dadakan.
Mereka berdua langsung berjalan ke kantin yang tersedia di bandara, sudah duduk di ruang tunggu kantin sebelum beranjak memilih menu makanan. Mengistirahatkan tubuhnya itu lebih baik sembari mengisi perutnya yang sudah keroncongan minta diisi.
Gadis berparas cantik sedang menikmati makan siangnya, keduanya sangat kelaparan dengan mulutnya yang terus menerus mengunyah makanan.
Sesekali Aira bersuara untuk memuji masakan yang di makannya, Nessa pun juga menimpali ucapan Aira dan berpendapat sama.
♥♥♥♥♥♥♥
Setelah mengisi perutnya, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat penginapan yang tidak jauh dari tempat acara pekan mode New York.
Sesampainya di tempat penginapan yang sudah Aira pesan dua minggu sebelumnya, mereka meminta kunci kepada petugas hotel yang berada di ruang informasi.
Selesai mendapatkan kunci, mereka menyusuri lorong-lorong hotel untuk menemukan kamarnya.
Meskipun ini bukan hotel termegah di kota New York, setidaknya hotel ini lebih layak untuk dijadikan tempat tinggal sementara selama mengikuti new York fashion.
Kebersihan lingkungan, kamarnya sangat terjaga dengan baik, fasilitas di dalam kamar pun juga lengkap.
"Ahhh empuknya..." Aira merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Namanya kasur pasti empuk lah." jawabnya Nessa.
"Ara yang mandi siapa dulu Aku atau Kamu?" tanya Nessa yang sudah melepas pakaian luarnya, menyisakan kaos pendek, dan celana pendek.
"Kamu dulu aja Nes, Aku ingin tidur sebentar." ucap Aira dengan kelopak mata yang terpejam.
Aira memilih istirahat dulu sebelum bersih-bersih tubuhnya, karena rasa kantuknya lebih mendominasi .
gempur terossssss jangan kasi kendor sampe encok 🤭😅😅😅
Aira hamidun kh itu ???? klo bener hamidun berarti bang Ken tokcer 😅😅😅😅😅