Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembaca Pikiran / CEO / Rumahhantu / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: juannita

" Hai Aini.... !!" sapa seseorang dan kurasa aku mengenal siapa orang itu tapi siapa yah

"yah... siapa yah??" tanyaku sambil mengingat ingatnya

" kamu lupa yah,.. ini aku Devan" jawabnya sambil tersenyum manis, maniiiiss sekali sampai sampai aku sempat terhipnotis oleh senyumannya.
Bersamaan dengan itu aku lihat Devan diikuti oleh seorang wanita pucat matanya cekung hitam melingkar,. seketika itu jg refleks aku memalingkan muka secepatnya.
" iya kak aku ingat,.. ada apa yah!?" ucapku sambil tersenyum kaku agak cuek,.. sebisa mungkin ku jauhi kak Devan aku males ketemu mahluk astral gk jelas lagi.

Yah dari lahir aku punya kelebihan yang tidak semua orang punya kelebihan diatas manusia normal pada umumnya, aku bisa melihat mereka yang tak kasat mata, mereka sejatinya hidup berdampingan dengan kita hanya saja orang orang tertentu yang bisa melihatnya termasuk aku,.

Jujur apakah aku harus senang ataukah sedih karena bagiku itu semua adalah dilema, terkadang aku sering dibuat kaget karena kemunculan mereka yang tiba-tiba, apalagi dengan wajah yang... yah semua pasti tahulah ada yang serem ada yang biasa aj bahkan ada yang menyerupai nenek nenek aaiissshhh.... semua bikin pusing menurutku

"Aini... kenapa ngelamun??" sambil melambaikan tangan tepat kearah mukaku
" eh i iya kak... ada apa. kenapa kak?? " kataku gagap

" Kamu kenapa ngelamun huh... ngelamunin aku yah ???

" iisshhh ... pede" ucapku manyun
" udah kak aku duluan yah !!?" kataku siap siap naik angkutan umum,. yah karena sedari tadi aku memang lagi nunggu angkot

" Eh... Aini tunggu dulu Aku pingin ngomong sama kamu" kata kak Devan lagi

"maaf kak jangan sekarang Aku mau kerja kak... takut telat ini jamnya udah mepet banget kak,.. lain waktu aja yah... !? "ucapku sambil tersenyum manis,. tapi akor mataku tak lepas dari mahluk wanita tadi.

"tapi Aini... " ucap kak Devan
" maaf kak... " kataku sambil memohon
" yah udah lain kali harus bisa yah... ?"
aku tidak menjawab hanya mengacungkan jempol aja
" yah udah hati hati... " kata kak Devan sambil melambaikan tangan...
" Hhmm... dasar mahluk gak ada akhlaq" ucapku dalam hati sambil bernafas lega

" Neng... harus tetap hati hati dan tetap rendah hati juga neng harus selalu waspada jangan percaya dengan siapapun kecuali diri sendiri hanya orang terdekat neng saja yang bisa dipercaya,.. itupun gak semua" ucap Kakek Kakek yang duduk didepanku
" eh.... " belum sempat aku bertanya kakek itu lanjut bicara
" ingat selalu membantu tanpa pamrih,. hatimu baik Neng sangat baik dan terlalu baik malahan,. tapi kelemahanmu cuma satu gampang percaya dikarenakan welas asih yang kamu miliki,. adakalanya Neng harus jadi tega agar tidak mudah diperdaya ingat itu Neng" ucap Kakek itu panjang lebar...

tapi kakek ini siapa belum sempat bertanya sikakek tersebut sudah turun dari angkot sambil memberikan sebuah bungkusan kecil yang berbalut kresek hitam
" ini untuk Neng dipakai yah Neng buat perlindungan dari segala jenis gangguan" ucapnya sambil tersenyum lalu
kakek itu turun

belum juga berterima kasih dan bertanya lebih sikakek itu sudah turun dari angkot,.
andai saja waktu tidak mepet sudah pasti aku ikut turun dan bertanya pada kakek itu sebenarnya kenapa kakek memberikan bungkusan kecil itu apa alasannya.
tapi pas aku liat kebelakang lewat kaca mau memastikan kakek tersebut lanjut kemana eh... kakek itu sudah gak ada ditempatnya,.
cepet amat yah jalannya padahal ini jalanan padat orang lalu lalang,.

Aini adalah seorang gadis biasa tapi dia adalah seorang Titisan seorang indigo yang diturunkan turun temurun dari buyut buyutnya,

Tapi siapa yang menyangka dibalik kepolosan gadis itu tersimpan kekuatan yang besar yang tersimpan

Yukk simak lika liku kehidupan seorang gadis indigo dan dibumbu bumbui kisah romantis yang tak biasa 🤩😍😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juannita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Malam ini cuaca nampaknya cerah Hafiz duduk di balkon kamar pandangannya kosong dia merasa separuh jiwanya hilang.

" Kenapa takdir harus seperti ini ya Allah,. jujur aku tidak kuat hatiku tidak sekuat itu ,.. " kembali Hafiz teringat tawa lepas Aini.

Gadis yang selalu bersemayam di hati kini sudah sangat jauh dari jangkauan,hatinya pilu bahu hafiz bergetar hebat terdengar tangis pilu seorang Hafiz dengan Isak tangis tergugu.

Hatinya sangat sakit berkali-kali dia memukul dadanya sendiri, dibalik sikap tenang yang ditunjukkan tersembunyi tangis pilu dihatinya nyatanya dia tidak sekuat itu.

Lama dia tergugu dalam tangis kalau boleh dia ingin sedikit lebih egois ingin merebut pujaan hatinya dari seseorang yang sekarang sudah jadi tunangan nya.

Dengan mengusap kasar wajahnya nampak wajah yang semula putih kini sudah memerah sembab sehabis menangis.

"Astaghfirullah,.. seharusnya aku tidak mengeluh mungkinkah ini takdirku yang tidak berjodoh denganmu Ai..??" gumam hafiz pelan bertanya pada diri sendiri.

"Ai... secepat inikah kau melupakan ku Ai... kenapa kau tidak bersabar sedikit lagi??" ada rasa marah bercampur kecewa.

"Aaaaahhhh..." sedikit berteriak keras Hafiz menumpahkan kekesalannya.

Dia yang terbilang sangat tenang dan kalem kini uring uringan hanya karena cinta. Yah selemah itu hatinya jika sudah dihadapkan dengan rasa cintanya terhadap Aini.

Kalau saja mama tidak berulah mungkin aku dan Aini sekarang sudah bahagia,'Brengsekk.... Aaaaahhhh...." umpat Hafiz.

Akhirnya tubuhnya pun luruh lemas seolah tak bertenaga dengan masih tersisa sedikit Isak Hafiz mendongakkan kepalanya keatas,dengan mata terpejam kemudian terbuka secara perlahan teringat kembali kenangannya bersama Aini.

Kini wajah yang semula sayu sedih perlahan mulai tersenyum mengingat semua tentang Aini.

Kembali dia memejamkan matanya berharap esok harinya keadaan akan lebih baik lagi kalau memungkinkan dia berharap agar ada keajaiban bahwa waktu telah kembali seperti sebelum dia tertidur lama setelah kecelakaan yang menimpa dirinya dengan sahabat yang merangkap sebagai kakak angkatnya Aini.

"Maafkan aku Candra... karena ulah manusia yang berstatus sebagai ibuku kau meregang nyawa,.." gumam Hafiz lirih.

Sett

wussss

Seketika angin berhembus menerpa wajah sembab Hafiz,tanpa disadarinya ada sesosok bayangan yang mengawasi hafiz,wajah sendunya menampakkan gurat kekecewaan dia ingin menampakkan dirinya tapi itu diluar kuasanya.

Yah... sosok itu adalah arwah dari Candra, sebenarnya selama ini arwahnya masih belum tenang selama Aini belum menemukan kebahagiaannya.

Karena sebuah janji yang dulu pernah tersematkan bahkan setelah dia meninggal pun arwah nya tidak tenang, kecelakaan yang merenggut nyawanya karena ulah seseorang membuat dia tidak tenang.

Wussss

Sekian detik akhirnya sosok Candra pun menghilang bersama dengan angin,Hafiz yang merasakan ada sesuatu dia menoleh kekiri dan kekanan dia merasakan seperti ada sesuatu yang mengawasi nya sedari tadi tapi dia tidak tahu itu apa pasalnya suasana malam ini sepi hanya suara senandung binatang malam lah yang terdengar.

Sementara itu Pak Harun yang tadi sudah masuk kekamar putranya tapi tak mendapati dimana putranya berada pak Harun pun berpikir mungkin dibalkon,tapi disaat pak Harun hendak menghampiri putranya urung terdengar di cuping telinganya Isak tangis sang putra.

Hatinya sakit melihat betapa hancurnya putranya kalau saja dari dulu dia sedikit tegas terhadap istrinya mungkin putranya tidak akan mengalami kecelakaan dan menyebabkannya koma.

Hatinya ikut sakit merasakan betapa pilunya hati sang putra,takdir seperti apakah kedepannya untuk putranya,yah disaat mendapati putranya sudah terbangun dari tidur panjangnya betapa kaget dan bahagia nya pak Harun.

Dalam keadaan yang masih lemas dia melihat putranya sedang disuapi putri bungsunya makan bubur, dipeluknya Hafiz tubuhnya bergetar karena tangis bahagia yang tak terkira.

"Kau sadar Nak... " sambil memeluk putranya pak Harun berkaca kaca nampak bulir bening jatuh dari kedua matanya

"kau sadar... papa bahagia sekali sangat bahagia,katakan apa yang kau rasakan saat ini..? apakah masih ada yang terasa sakit?? bagaimana dengan kepalamu apakah masih sakit dan pusing??" pak Harun memberondong dengan serentetan pertanyaan dengan bertubi-tubi saking bahagianya.

Hafiz menggeleng pelan sambil tersenyum kemudian berkata

"Saya hanya rindu Aini pa... sangat rindu dimana Aini apakah dia baik baik saja??" pandangannya kosong matanya pun sendu membayangkan apa yang Aini lakukan sekarang?, tidakkah dia juga merindukan ku. Seperti itulah yang ada dipikiran Hafiz

Pak Harun pun terdiam beberapa saat,hatinya pilu meskipun dalam keadaan seperti inipun dia tak melupakan Aini.

Betapa besar cinta Hafiz untuk Aini tapi ... pak Harun tidak bisa mengatakan apa apa lantaran janjinya kepada Aini tadi pagi.

Yah,tadi pagi pak Harun dikejutkan dengan kedatangan Aini dikantornya.

Awalnya pak Harun biasa saja tapi pada saat Aini mengatakan mampu membuat Hafiz sadar pak Harun harus berjanji pada Aini agar tak mengusik kehidupannya lagi.

Aini harus menjaga hubungannya dengan tunangannya dia takut akan ada fitnah kedepannya lagi karena tak menutup kemungkinan apa yang pernah dilakukan oleh ibunya hafiz tidak terulang lagi.

Pada saat itu pak Harun hanya diam dia sedikit tidak senang dengan syarat yang diajukan oleh Aini, pasalnya pak Harun tahu bagaimana rasa cinta putranya terhadap gadis itu.

Kalau dia sadar apa yang akan dia katakan pada putranya jika dia bertanya tentang Aini.

Sangat berat tapi keputusan Aini tidak bisa diganggu gugat,disamping pak Harun ingin putranya segera sadar dia juga tak punya pilihan lain.

Akhirnya diapun setuju dengan semua syarat yang diajukan oleh Aini, banyak teka teki tentang gadis itu pak Harun sendiri bertanya tanya dalam hati dengan cara apa Aini agar Hafiz segera sadar pada saat ini dari segi tingkatan dokter saja sudah banyak yang menyerah lalu bagaimana Aini bisa melakukan itu?.

Apakah dilakukan dengan ritual khusus? nampaknya Aini mengerti kegundahan hati pak Harun gadis itupun tersenyum hangat.

"Jangan khawatir Om... apa yang Aini lakukan tidak ada ritual khusus hanya saja sedikit beresiko,tapi apapun itu akan Aini lakukan demi kak Hafiz agar segera sadar dari tidurnya " sedikit menunduk Aini pun segera mendongakkan kepalanya.

Terlihat jelas mata indah milik Aini berkaca hingga bulu matanya berkedip kedip agar bulir bulir bening tidak terjatuh dari muaranya.

"Kalau boleh jujur Aini juga masih sayang kak Hafiz,tapi hanya ini yang bisa Aini lakukan Om..." masih dengan kepala mendongak keatas tak lama kemudian Aini pun berkata

"Jangan khawatir semua pasti baik baik saja setidaknya hanya ini yang bisa Aini lakukan dan ini yang terbaik." pak Harun seketika merasa bahwa ini tidak sesederhana itu lalu apa yang disembunyikan gadis itu.

"Semua yang terjadi sudah digariskan oleh Allah Om... mau dipaksa seperti apapun kalau Allah berkehendak lain kita bisa apa..." terjeda Aini pun berdiri

"Sebaik apapun rencana kita kedepannya belum tentu itu yang terbaik justru dibalik semua itu ada kemungkinan mengandung unsur negatif yang tanpa kita sadari.

Percayalah Om... rencana Allah pasti yang terbaik untuk kita" nampak senyum Aini terpancar dengan manis.

Pak Harun masih bergeming banyak yang ingin dikatakan kepada gadis yang ada dihadapannya ini ,tapi entah mengapa mulutnya seakan terkunci,

Tenggorokan nya pun tercekat masih dengan memandang sendu gadis tersebut pak Harun pun menghela nafas pelan.

"Oke Aini pamit ... " tanpa menunggu lebih lama lagi Aini pun pergi dari ruangan pak Harun .

1
Merrice Sri Novita
d tunggu thor
Nur Aini Juanita: siap... 💪💪👍🙏
total 1 replies
Nayla Raffasya
ayo donk Thor up lagi ,lagi seru" nya ngga di lanjutin ceritanya
aku suka banget sama cerita mu
Nur Aini Juanita: hai kakak insya Allah cerita kau yang telah pergi akan kembali update maaf lama baru bisa balas karena ada akun dibeberapa platform yang mencoba plagiat karya saya jadi saya berhentikan sementara
total 2 replies
Biah Kartika
lanjuttt
Tuti Dwie
makanya jgn bodoh kamu adit....nyesel kan
Biah Kartika
Seruuu.. lanjut thor
Tuti Dwie
suami paling bodoh si luh udh lah mending aini sm nico aja talqk 3 g bs kembali kan
Nur Aini Juanita
semangat bestie ku... Aini pasti bahagia dg jalan yang berbeda karena sejatinya jodoh Tuhan yang atur,. endingnya pasti happy
Tuti Dwie
knp jd kaya gtu sih thir ak jd g demangat baca nya lah maaf ya thor ak g tega ssm aini kalo kaya gini knp harys sepeeti ini sih terlau bngt aku kluar baca nya thir ga kuat
Tuti Dwie
semoga aini dan aditya baik" saja ya thor aku g nau kalo aini dan anaknya jd korbqn si mak lqmpir astfi itu ga sudi deh kalo sampe aini kalah
Tuti Dwie
mknya jgn jd ibu yg bodoh mm rosa ....rasain kan aini jd kesel dan narah
Biah Kartika
kenapa aini gak ambil itu bungkusan dr mama Rossa, hm..
Tuti Dwie
kesel ih k mm risa jd ga tau diri semoga aini dan aditya baik" saja ya thor kasian adit dan aini
Tuti Dwie
wah luciana bersama sugar dady berarti luciana udh ga perawan dong bahaya nih ponakan aditya
Tuti Dwie
semoga aini dan aditya sellau di lindungi ah jgn dampe adit celaka
Tuti Dwie
akhirnyq setuju jgaini menikah hayo mama risa cepet nikahin biar aini aman ...
Menik Surati
q tunggu selanjutnya.bagus
💖 C I N T A 💖
karyanya bagus, ceritanya tidak bertele-tele
qu suka. semangat thor, aq mendukungmu
Nur Aini Juanita: makasih kk atas support nya
total 2 replies
Nur Aini Juanita
hehe rahasia
Tuti Dwie
semoga adit dan aini sellau di jaga sama allah ya thor semoga mereka bersua jidoh sampe akhir jangan pisahin adit sama aini
Nur Aini Juanita
hehe udah ada yang penasaran nie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!