Indonesia
NovelToon NovelToon
Revenge

Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Dendam Kesumat / Chicklit
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Benediktus Budi

Lika adalah gadis berusia dua puluh tahun saat ini, dan pada usia empat belas tahun ia mengalami hal pahit dalam hidupnya.
Dalam sebuah pesta dihotel, ketika ia sedang mabuk ia di perkosa oleh tujuh orang pria.
ketika ia sadar ia merasa bersedih. Beruntung pada saat itu salah satu dari ketujuh pemerkosa meninggalkan jejak ponsel dan Lika pun segera membawa ponsel itu pulang sebagai alat bukti.
setibanya dirumah, ternyata kedua orang tuanya tidak menerima keadaan Lika. Mereka pun mengusir Lika dari rumah dan tidak pernah diakui.
LIka pada saat itu sangat sedih dan hendak mengakhiri hidupnya.
Pada saat anak itu hendak mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari jembatan ke sungai, tiba-tiba ada seorang pria yang menolongnya. Berkat pria itu dan temannya Lika tidak jadi bunuh diri.Justru ia belajar bela diri dan menggunakan berbagai macam senjata dari kedua orang penolongnya.
Kini tujuannya mencari mereka semua untuk dihabisi.
Berhasilkah LIka melancarkan aksi balam dendamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benediktus Budi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taruhan Nyawa

Matahari baru saja muncul dari peraduan, tetapi di pulau itu sudah terlihat ramai sekali.

 Salah satu di bagian pulau itu tampak sebuah arena tanding. Di arena tanding itu sudah banyak sekali penonton

yang berdatangan dari berbagai tempat, wilayah dan Negara. Karena di sekitar tepi pulau tersebut tampak berbagai macam kapal tertambat disitu.

 Arena itu pun sudah tiga perempat bagian terisi. Ketika para penonton mulai ramai, tiba-tiba dari balik salah

satu tempat di sekitar arena tersebut terdengar suara auman keras. Suara itu sepertinya sangat kelaparan.

 Tepat sekali, di dalam situ ada empat ekor singa yang sedang kelaparan. Keempat hewan itu sengaja dikurung

disitu selama tiga hari tanpa diberi makan dan minum. Yang menyebabkan singa-singa itu terdengar makin buas.

 Auman singa-singa tersebut mengejutkan para tahanan termasuk Lika.

 Salah seorang dari tahanan segera berkata, “Kali ini, jika kita ada kesempatan untuk kabur, lebih baik kabur

saja. Karena kita akan dijadikan tontonan berikut santapan dari para singa-singa itu!”

 Lika yang mendengar itu malah semakin geram. Ucapnya sambil menarik jeruji besi tempat tahanannya, “Enak

sekali mereka-mereka itu! Harusnya merekalah yang menjadi santapan para singa yang kelaparan. Bukan kita!”

 Beberapa orang diantara para tawan bersorak-sorai membenarkan ucapan tahanan baru.

 Mereka bersorak-sorai hanya sekedar bersorak-sorai saja. Tidak berani lebih dari itu. Karena taruhannya nyawa.

 Ketika mereka sedang ribut, terdengar suara langkah kaki. Tak lama kemudian muncul Herman bersama dengan

kaki tangannya. Ia pun tampak menyeringai seperti singa yang kelaparan.

 Tanpa basa-basi lagi, Herman pun menyuruh para anak buahnya membuka pintu tawanan itu dan mengelurkan mereka semua dari sana. Tentunya termasuk Lika juga.

 “Kita semua mau dibawa kemana?!” tanya Lika dengan ketus.

 Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Herman yang menjadi penjaga pulau itu tertawa. Lalu dengan nada mengejek ia berkata, “Rupanya Jagoan kita yang satu ini sudah mulai ketar-ketir!” sambil tangannya menjepit kedua pipi Lika. Bersamaan dengan itu mulutnya segera di tempelkan ke bibir Lika tanpa LIka bisa berbuat banyak. Karena kedua tangannya sudah di ikat kebelakang lebih dahulu.

 Beruntung perbuatan itu hanya di lakukan sekejap saja. Dan ia pun segera memberi tanda agar membawa mereka semua ke tempat arena tersebut.

Ternayta di arena tersebut selain banyak para penonton, ternyata ada juga bandar taruhan. Para penonton lebih

banyak memilih Singa yang menang ketimbang para tahanan yang menang.

 Maklum saja mereka lebih memilih singa, karena singa itu sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dalam keadaan lapar

dan buas.

 Melihat banyakan yang memilih singa daripada para tawanan, Herman segera merubah strategi. Awalnya wanita yang ia anggap kuat akan ia keluarkan paling akhir, tetapi kali ini berbeda.

 Herman menganggap Lika paling kuat diantara yang lain, sehingga ketika ia berhasil menjatuhkan salah satu singa

dengan tangannya, maka para penoton itu akan mengalihkan lagi taruhan kepada para tahanan.

 Barulah setelah itu, ia akan memasukan tahanan yang paling lemah, sehingga para penonton tidak akan pernah

menang dalam taruhan tersebut.

 Para penonton semakin beringas ketika melihat tuan rumah mengeluarkan tawanannya. Terutama para kaum Adam. Mereka seperti belum pernah melihat wanita sama sekali.

 Begitu suasana semakin panas, orang suruhan Herman segera membunyikan gong agar supaya semua tenang.

 Gong itu pun mengejutkan hewan-hewan liar yang ada di dalam pulau tersebut, termasuk singa-singa yang terkurung di dekat salah satu tempat duduk penonton.

Ketika suasana sudah tenang, barulah orang suruhan Herman yang lain naik keatas mimbar. Ia pun menyampaikan kata sambutan yang cukup singkat dan padat serta aturan main yang di selanggarakan untuk pertandingan tersebut dan selain itu pula mengumumkan taruhan yang telah di berikan kepada penonton yaitu sepuluh banding nol.

 Sepuluh untuk singa dan nol tentunya untuk tahanan.

 Melihat perbandingan yang cukup menyolok itu membuat Herman semakin yakin akan kemenangan pertama yang akan diraih oleh Lika.

 Gong kedua pun di bunyikan. Berarti pertandingan akan segera dimulai.

 Sebelum Lika memasuki arena, Herman mendekati dan berbisik di dekatnya, “Kau harus memenangi pertandingan ini, jika kau tidak mau jadi santapan hewan yang sedang kelaparan.”

 Gadis itu hanya mendengus pelan, tanpa peralatan senjata ia memasuki arena pertandingan. Tak lama kemudian

muncul singa keluar secara perlahan dari balik kandangnya.

 Singa itu memperhatikan Lika dengan seksama.

 Lika pun memperhatikan dengan tajam kedua mata singa itu, dan terjadilah adu kontak mata. Sepertinya mereka sedang saling menjajaki satu dengan yang lain.

 Hingga akhirnya singa itu mengaum keras, lalu berlari kearah Lika dan melomat menerjang kearah Lika.

 Dengan mudahnya Lika mengelak dengan menundukkan tubuhnya sehingga singa itu lewat tepat diatas kepala.

 Singa itu sepertinya merasa penasaran, ia membalikan badan dan sekali lagi mengambil ancang-ancang untuk

melakukan gerakan seperti sebelumnya.

 Lika yang merasa dapat lolos dari serangan pertama, tampaknya lebih mawas diri lagi untuk menghadapi serangan

kedua.

 Entah siapa yang memberikan senjata, tiba-tiba dari tempat duduk penonton seseorang melemparkan sebuah tombak kearahnya dan sayangnya tombak itu jatuh agak jauh dari tempat dia berdiri. Justru jatuhnya juga di dekat tempat duduk penonton yang paling depan.

 Dan penonton yang lain pun ada yang merasa kesal dan berteriak, “Masukan satu singa lagi!”

 Penonton yang lain pun ikut-ikutan pula berteriak untuk meminta dimasukannya satu ekor singa lagi.

 Suara penoton justru membuat singa yang ada di dalam arena merasa risih dan terganggu.

 Lika pun mencari kesempatan dan berlari cepat untuk mengambil tombak tersebut, sayangnya singa itu mengetahui tindak tanduk Lika sehingga ia pun mempercepat langkah larinya untuk menyerang lagi.

 Lika berhasil mengambil tombak itu, dan dengan cepat diarahkan ke singa, tetapi tidak sampai melukai si singa.

 Si singa segera pergi menjauh dan berlari berputar-putar arena untuk mencari celah lagi.

 Herman yang tadinya tidak mau memasukan singa, kini ia harus melakukan itu. Selain teriakan para penonton dan

juga ia kesal ketika Lika tidak membunuh singa itu di saat si gadis dengan mudah untuk mematikannya.

 Begitu muncul lagi seekor singa, para penoton semakin riuh dan berteriak, “Santap mangsanya!”

 “Santap mangkasnya!”

 Sesungguhnya naluri hewan lebih tajam daripada naluri manusia. Ketika hewan itu lebih nyaman maka walaupun

dalam keadaan lapar, hewan-hewan buas itu jarang untuk memangsa.

 Lika yang melihat munculnya satu ekor singa lagi justru membuat dia mengambil sikap berdiri diam di tempat. Dia

tidak bergerak sama sekali. Ia yakin kalau dia tidak memulai, maka singa-singa itu pun tidak akan mulai bergerak seperti tadi ia berusaha untuk mengambil tombak.

 Kini para penonton yang mulai kepanasan dan kesal sendiri melihat tahanan dan hewan buas itu saling diam satu

sama lain tidak bergerak sama sekali.

 Hingga akhirnya Herman berteriak, “Pemenangnya adalah tahanan!”

1
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 👍
Voltus
hari ini akan lanjut ka. di tunggu ya
Elisabeth Ratna Susanti
waduh,mau diapain anaknya?
Elisabeth Ratna Susanti
mampir di karya keren ini 😍 langsung like and favorit ❤️
Intan Haryanti
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
Voltus: Terima kasih juga ka
total 1 replies
blush.and.ochre
Makasih Thor udah buat cerita sebagus ini~
Voltus: Terima kasih juga ka
total 1 replies
theseafiles
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
Voltus: Terima kasih ka
total 1 replies
champagnefabulous
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
Voltus: Terima kasih ka
total 1 replies
PrincessFuzzie
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
Voltus: di usahakan lanjut terus ko ka. 1 hari 1 bab.
total 1 replies
indigosparkle
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:› semangat ya author
Voltus: Terima kasih ka
total 1 replies
Eli Usada
Bener apa bener Thor, kalau digantung itu sakit. Kalau kamu ngerti perasaan aku, kamu enggak akan ngegantung cerita ini Thor!
Voltus: autornya juga bingung ka. 😅😅
total 1 replies
vanillaatack
up thor,seru banget sumpahhhh
Voltus: Terima kasih ka🙏🙏
total 1 replies
Windy Miller
mantep ceritanya kk😉. update gila"an dong KK😁 sayangnya cerita bagus kayak gini pembacanya dikit😥
Voltus: terimakasih ka. akan di usahakan ka. 🤗
total 1 replies
Labuh Ardianto
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Voltus: Terima kasih ka. pasti update sehari 1 kalau lagi engak gabut ka. 🤭
total 1 replies
SizzlingTeapot
Udah aku masukin ke rak buku dong~ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat~~
Voltus: terimakasih ka
total 1 replies
Golden Hokky
Semangat kakak, semog nambah terus yg baca...
Liszzah
semangatt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!