Reinkarnasi jiwa senjata senjata intelegence dan terkutuk dari dunia lain menjadi manusia di dunia modern.
Kisah enam orang pemuda dan pemudi yang merupakan senjata intelengence terkutuk di kehidupan sebelum nya di dunia lain.
Bumi, tahun 4030 AD, manusia hidup di dalam kota yang di lindungi oleh dome karena bumi sudah tidak bisa di huni akibat perang dunia di tahun 3950 AD sd 4000 AD. Radiasi memenuhi seisi planet. Binatang binatang dan makhluk hidup lainnya yang berada di luar dome, bermutasi menjadi monster radiasi yang menjijikkan.
Kehidupan di dalam dome terbagi menjadi dua kaum, yaitu kaum elit dan kaum kumuh. Enam anak muda yang ingin hidup senang dan bahagia di tempat kaum elit, harus berjuang mati matian demi mendapatkan tiket untuk tinggal di sana. Padahal mereka semua adalah keturunan dari kaum elit yang di singkirkan. Dengan mengingat jati diri mereka, bisa kah mereka mencapai impian nya ?
Genre : Action, fantasy, sci fi, 100% fiksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dajo Gunz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Back to slums part 1
Keesokan harinya, ke enamnya bangun pagi pagi sekali, setelah bersiap mereka langsung pergi menuju kawasan kumuh dengan menggunakan mobil. Tetsuo langsung memacu mobil nya menuju sekolah lama mereka yang di biarkan rusak dan tidak di perbaiki. Penduduk yang sebelumnya berada di shelter sudah kembali menghuni kembali rumah rumah mereka dan beraktifitas seperti biasanya. Makoto dan Nanako langsung pergi ke stasiun bersama Ryoma dan Reina karena kereta sudah beraktifitas kembali seperti semula. Sedangkan Tetsuo dan Kana pergi ke apartemen lama milik Kana menggunakan mobil karena lain arah dengan yang lainnya. Setelah selesai, mereka berjanji akan berkumpul kembali di sekolah lama mereka.
[POV] Makoto dan Nanako.
Makoto dan Nanako yang naik kereta bersama dengan Ryoma dan Reina, turun lebih dulu setelah melewati 5 stasiun. Setelah turun dan keluar dari stasiun, keduanya berjalan menuju apartemen milik Makoto. Ketika sedang berjalan, keduanya melihat beberapa orang berpakaian kantor sedang masuk ke dalam sebuah convini store. Keduanya langsung mengenali kalau mereka adalah penjaga karena mereka membawa senjata yang di gantung di punggung mereka. Keduanya langsung masuk kedalam convini itu dan berpura pura sebagai pasangan. Ketika masuk, beberapa orang tadi sedang berada di counter. Mereka sepertinya membeli makanan dan sedang membayar. Tak lama kemudian mereka keluar dari convini dan berjalan membawa kantung belanja.
“Kita ikuti mereka Nana chan….”
“Tapi apartemen mu Mako ?”
“Bisa nanti…..”
Makoto dan Nanako langsung mengikuti mereka. Ternyata mereka berjalan menuju sebuah tanah kosong yang di gunakan sebagai pembuangan bangkai mobil mobil dan suku cadangnya. Mereka menoleh ke kanan dan kiri memperhatikan sekeliling nya. Makoto dan Nanako langsung mengaktifkan fitur menghilang nya dan berdiri di belakang mereka. Seseorang dari mereka menekan sebuah tombol di dalam mobil yang sudah hancur. Tiba tiba, tumpukan mobil bekas yang seperti gunung bergeser, di bawah nya ada anak tangga menuju ke bawah. Orang orang itu masuk ke dalam sambil berbincang bincang santai. Makoto dan Nanako mengikutinya masuk ke dalam. Ketika semua sudah masuk, gunung mobil bekas di atas bergeser kembali dan menutup pintunya.
“Hmm mereka mau ke shelter lagi ?” Tanya Nanako melalui telepati.
“Rasanya tidak, tangganya tidak terlalu tinggi dan lorong ini juga terlihat ujung nya.”
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di ujung lorong. Orang orang itu keluar dan mereka tiba di sebuah bangunan berbetuk seperti rumah. Di belakang nya ada bangunan seperti gudang yang di jaga oleh beberapa orang penjaga. Keduanya melihat banyak orang memakai seragam pekerja dan masker putih. Para pekerja itu sepertinya orang orang dari kawasan kumuh yang di pekerjakan di sana. Makoto dan Nanako berlari menuju ke dalam gudang di belakang yang banyak pekerja keluar masuk membawa box. Makoto dan Nanako dengan diam diam masuk ke dalam gudang.
Ternyata di dalam terdapat sebuah kendaraan seperti tank besar yang menarik sebuah trailer berukuran dua kali dari tank itu. Beberapa orang masuk ke dalam trailer untuk mengambil barang barang di dalam. Makoto membuka salah satu box itu, di dalam nya terdapat senjata senjata yang di gunakan dalam perang.
“Untuk apa senjata senjata ini, Kira san pernah mengatakan soal status milik tentara yang bisa mengeluarkan semacam armor, rupanya ini ya….” Gumam Makoto melalui telepati.
“Sepertinya iya, apa mereka mau membuat pasukan di sini ?” Tanya Nanako.
“Tapi untuk apa ? mereka mau melawan apa ?”
Mereka masuk lebih ke dalam lagi dan melihat ada sebuah ruangan di dalam. Nanako masuk ke dalam ruangan dan Makoto berjaga di luar. Di meja kerja di dalam ruangan, ada banyak berkas berserakan. Sebuah kertas berwarna biru menarik perhatian Nanako, dia langsung memfotonya dan memanggil Makoto untuk masuk. Keduanya melihat berkas biru yang besar itu.
“Ini…apa mereka membangun benteng di luar dome ?” Tanya Makoto.
“Itulah sebab nya aku panggil kamu Mako….bukan cuma benteng, mereka sepertinya membangun komplek militer juga di luar dome…lihat ini…” Nanako memperlihat kan beberapa berkas biru lagi yang berisi blueprint beberapa bangunan.
Makoto menemukan sebuah map bertuliskan rahasia. Dia langsung membukanya. Di dalam nya ada foto foto makhluk yang belum pernah mereka lihat, besarnya mungkin sama seperti dome dan beberapa makhluk lainnya yang mereka juga belum pernah lihat, segala ukuran dan aneh bentuknya. Mereka menamakan makhluk makhluk ini URMC (Unidentified Radiation Mutation Creatures). Di dalam map itu juga menuliskan beberapa kejadian pada saat kubah dome tertembus dan beberapa monster masuk ke dalam dome. Di balik laporan kejadian itu, ada dua buah lembar kertas bertuliskan project super human dan project war machines.
“Sekarang aku mengerti apa yang mereka lawan, memang benar, monster sebesar ini adalah ancaman bagi kita, tapi tetap aku tidak setuju dengan metode mereka…..” Ujar Makoto.
“Aku akan foto semua berkas ini untuk di bawa dan di perlihatkan kepada yang lain.”
Nanako langsung memfoto semua berkas berkas itu. Makoto juga membantu memfoto berkas berkas lainnya dengan menggunakan smartphone nya. Selagi mereka asik membuat foto berkas berkas itu, tiba tiba beberapa orang berpakaian apd masuk ke dalam trailer. Mereka duduk di kursi mereka masing masing di depan mereka. Pintu trailer di tutup dan mereka merasakan kendaraan berjalan.
“Eeeeh……..” Keduanya tanpa sengaja terjebak di trailer dan ikut pergi bersama trailer.
Keduanya langsung mencoba menghubungi teman teman nya menggunakan telepati tapi tidak bisa. Ada sesuatu yang menghalangi kekuatan telepati mereka. Makoto dan Nanako mulai menjadi sedikit panik. Akhirnya mereka pasrah menunggu kemana trailer itu membawa mereka.
-----------------------------------
[POV] Ryoma dan Reina.
Cerita kembali ketika Makoto dan Nanako sudah turun dari kereta, Ryoma dan Reina meneruskan perjalanan untuk bertemu dengan teman Ryoma sewaktu dia masih di SMP. Wajah Ryoma terlihat sedikit tegang.
“Ryo, kamu sebenarnya mau bertemu siapa ?” Tanya Reina yang melihat wajah Ryoma.
“Um…aku mau bertemu dengan teman masa kecil ku, waktu aku sendirian di sini, aku sempat tinggal bersama di rumah nya, ada peninggalan mama yang mau aku ambil di sana.” Balas Ryoma.
“Oh begitu, habis ini temani aku ke apartemen ku ya….”
“Iya, aku temani…kita sudah mau sampai.”
Tak lama kemudian, kereta sampai di stasiun tujuan Ryoma. Keduanya langsung turun dan keluar dari stasiun. Ryoma yang mengenal daerah itu langsung memimpin jalan menuju rumah teman masa kecil nya. Keduanya melewati sebuah sekolah SMP tempat Ryoma dulu bersekolah. Sewaktu kecil, semenjak mama nya di jemput oleh papa nya, Ryoma tinggal sendirian di rumah nya, bingung dan takut selagi sendirian, membuat Ryoma tidak pernah keluar dari rumah. Sampai suatu hari ada beberapa anak datang ke rumah nya karena di anggap rumah kosong. Mereka masuk ke dalam dan bertemu dengan Ryoma yang waktu itu sangat kurus dan kotor. Salah satu dari anak itu mengajak Ryoma ke rumah nya dan sejak itu Ryoma tinggal di sana dan di sekolahkan sampai SMP yang barusan mereka lewati. Sepanjang jalan Ryoma menceritakan semuanya kepada Reina.
“Berarti kamu berhutang budi dengan nya……” Reina menanggapi cerita Ryoma.
“Benar, kalau saat itu aku tidak bertemu dengan Natsumi nee san, aku pasti sekarang sudah mati.”
“Sebentar, namanya siapa tadi ?” Tanya Reina yang mulai sedikit cemburu.
“Natsumi nee san, nama lengkap nya Hodou Natsumi, kenapa ?” Tanya Ryoma yang bingung melihat wajah Reina.
“Cantik ?”
“Hmm cantik dan imut…..” Ryoma meledek Reina yang terlihat cemburu.
“Begitu….kalau di banding…..”
Belum selesai Reina bicara, tiba tiba dari belakang mereka seseorang berlari dan langsung memeluk Ryoma dari belakang dengan erat. Sepertinya orang itu baru keluar dari convini store yang baru saja mereka lewati.
“Ryo…….apa kabar…..aku kangen….” Wanita yang tingginya hampir sama dengan Ryoma dengan rambut lurus berwarna hitam berkata di telinganya.
“Eh…apa kabar Natsumi nee san ?” Tanya Ryoma.
“Hahaha baik, kamu mau ke rumah ?” Tanya Natsumi.
“Iya nee san, aku mau ambil barang mama yang aku bawa waktu itu, sekarang aku tinggal di kawasan elit.”
“Woooow…….aku ikut dong kesana….” Teriak Natsumi senang.
“Ehem…..bisa tolong lepaskan pelukan nya ?” Tanya Reina yang wajah nya sudah sangat kesal.
Natsumi langsung menoleh melihat Reina. Dia melepaskan pelukan nya dan langsung merangkul lengan Ryoma. Natsumi melihat Reina yang berwajah cemberut.
“Um…dia siapa Ryo ?” Tanya Natsumi sambil menoleh ke Ryoma dan menunjuk Reina.
“Oh dia adalah…..”
Belum selesai Ryoma menjawab, Reina langsung mendekap lengan Ryoma yang sebelah nya dan berteriak.
“Aku istrinya…….” Teriak Reina.
“Haaaah….kamu sudah menikah Ryo ?” Tanya Natsumi sambil mencubit pipi Ryoma.
“Eh…ah…ceritanya panjang nee san…..” Jawab Ryoma bingung.
Natsumi langsung melepaskan lengan Ryoma dan berjalan ke depan Reina yang masih mendekap lengan Ryoma dengan erat.
“Halo, nama ku Kobayashi Natsumi…salam kenal ?”
Mendengar Natsumi mengucapkan nama Kobayashi, Ryoma dan Reina langsung menoleh satu sama lain.
“Sebentar nee san, bukankah nama nee san Hodou ya ? kenapa jadi Kobayashi ?” Tanya Ryoma.
“Oh, aku ikut nama suami ku, sebenarnya kita punya rumah di kawasan elit tokyo, tapi karena dia sedang bertugas di sini, jadi tinggal di rumah papa dan mama di sini. Kenapa ?” Tanya Natsumi.
Ryoma dan Reina menjadi tertergun, tapi sebenarnya mereka bukan tertegun melainkan berdiskusi melalui telepati.
“Rei chan….jangan jangan suami Natsumi nee san….”
“Iya Ryo, dugaan kita pasti sama…apa aku boleh sebutkan nama asliku ?” Tanya Reina.
“Jangan dulu, kamu pakai samaran saja dulu….lihat situasi, kamu lihat kan bagaimana tanggapan oni san mu waktu bertemu di hotel itu.”
“Aku mengerti, pokok nya aku tidak akan melepaskan tangan mu, tolong cegah aku kalau aku lupa…..”
“Serahkan padaku Rei chan….”
Natsumi melihat Ryoma dan Reina yang tertegun, dia melambaikan tangan nya di wajah keduanya.
“Hoiiii…kenapa bengong ?” Tanya Natsumi.
“Oh hahaha maaf nee san, aku tidak menyangka kalau nee san sudah menikah….”
“Hah dasar, lalu siapa nama istrimu….?” Tanya Natsumi.
“Kenalkan nee san, nama ku Mori Reina, sebenarnya belum istri sih, baru calon istri hehe.” Jawab Reina.
“Nah kan, tadi padahal galak sekali pas baru bertemu hahaha….tenang saja Reina chan, Ryoma sudah aku anggap adik ku sendiri dan aku sudah punya suami juga.” Natsumi memegang kepala Reina.
“Nama suami nee san siapa kalau boleh tau ?” Tanya Reina.
“Eijiri, Kobayashi Eijiri….kenal ?” Tanya Natsumi.
“Aku tidak kenal, kamu kenal Ryo ?” Tanya Reina.
Ryoma mengerti perasaan Reina sebab tangannya dan badannya yang mendekap lengannya bergetar. Dia menahan amarah dan sedih nya sampai gemetar.
“Aku juga tidak kenal….” Jawab Ryoma sambil menoleh kepada Reina dan tersenyum.
“Jangan khawatir Rei chan….aku di sebelah mu.” Ryoma berkata melalui telepati.
“Iya, terima kasih Ryo……” Jawan Reina melalui telepati.
“Baiklah, ayo kalian ikut ke rumah, sudah lama kan ga main ke rumah….kenalkan Reina chan ke papa dan mama hehe.” Ajak Natsumi sambil menggandeng keduanya.
Mereka langsung berjalan mengikuti Natsumi yang menarik mereka. Sepanjang jalan Natsumi mengajak mereka berbincang bincang. Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar untuk ukuran rumah di kawasan kumuh. Natsumi langsung mengajak mereka ke dalam. Di dalam, Ryoma dan Reina bertemu dengan papa dan mama Natsumi, kedua orang tua Natsumi langsung menghampiri Ryoma dan memeluk nya karena Ryoma sudah di anggap keluarga mereka sendiri. Ryoma memperkenalkan Reina kepada mereka. Setelah itu mereka semua duduk di sofa dan berbincang bincang. Ryoma mengatakan maksud dia datang ke sana, yaitu untuk mengambil kalung emas berliontin berlian yang dia titipkan di sana. Natsumi langsung naik ke lantai dua.
Tak lama kemudian dia membawa turun sebuah kotak panjang dan memberikan nya kepada Ryoma. Ketika di buka, Ryoma memastikan kalau kalung itu adalah kalung peninggalan ibu nya. Kemudian dia menyimpan nya di dalam kantung celana nya. Tiba tiba smartphone Natsumi berbunyi, setelah melihat layar nya, dia langsung mengangkat nya. Ternyata yang menelpon nya adalah suami nya, dia mengatakan kalau dia harus berangkat keluar dome dan minta tolong kepada Natsumi untuk membawakan pakaian ganti ke kantornya. Sepertinya Natsumi juga di ajak untuk pergi keluar dome oleh suami nya. Ryoma dan Reina mendengarkan dengan seksama pembicaraan mereka karena Natsumi menhidupkan speaker nya supaya kedua orang tuanya mendengar.
Setelah telepon di tutup, Natsumi langsung berdiri dan masuk ke kamarnya untuk membereskan barang barang nya. Ryoma dan Reina bertanya kepada kepada orang tua Natsumi, kapan Natsumi menikah dan bagaimana pernikahan nya. Kedua orang tuanya sangat bangga dengan menantunya, karena kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik ketika Natsumi menikah 2 tahun lalu. Natsumi menikah tepat setelah Ryoma pergi dari rumah untuk bersekolah. Ryoma menggenggam tangan Reina yang terlihat sedih karena oni san nya tidak mengenalinya, tapi dia juga lega kalau oni san nya bukan orang jahat kalau mendengar perkataan kedua orang tua Natsumi. Dia juga melihat Natsumi terlihat bahagia dan senang bersama oni san nya. Setelah itu, Natsumi keluar dari kamarnya membawa tiga buah koper.
“Ryo…bisa bantu antar aku ? bawaan ku banyak nih….” Tanya Natsumi.
“Hei Nat chan….kamu ga boleh begitu, Ryo kun kan baru datang, kamu naik taksi saja kesana.” Papa nya menasihati nya.
“Tidak apa apa ossan, aku bantu Natsumi nee san saja, iya kan Rei chan ?”
“Iya, kami berdua tidak cape kok, sekalian kami juga harus pamit soalnya.” Tambah Reina.
Akhirnya Ryoma dan Reina membantu Natsumi membawakan koper koper milik nya dan pergi menuju kantor Eijiri setelah berpamitan. Ternyata kantor Eijiri tidak terlalu jauh, mereka akhirnya sampai, di depan kantornya yang merupakan sebuah gudang, Eijiri terlihat sedang menunggu sesuatu. Natsumi langsung menghampiri nya bersama Ryoma dan Reina. Setelah memastikan kalau betul suami Natsumi adalah Eijiri dan menaruh kopernya, Ryoma dan Reina berdiri agak menjauh. Natusumi langsung memeluk Eijiri yang balas memeluk nya. Eijiri langsung mengatakan sesuatu kepada Natsumi dan mereka langsung serius berbicara. Tak lama kemudian sebuah tank besar yang menarik sebuah trailer besar datang di depan kantor.
Eijiri langsung menghampiri pengemudi tank yang keluar. Trailer di belakang nya terbuka, karena penasaran, Ryoma dan Reina menghampiri trailer itu. Mereka berdua melihat ke dalam.
“Eh……kok kalian di sini ?” Tanya Makoto, Nanako, Ryoma dan Reina secara bersamaan melalui telepati.
Ryoma dan Reina langsung menghilang dan masuk ke dalam trailer bersama Makoto dan Nanako. Sedangkan Natsumi di luar, bingung dan sibuk mencari karena Ryoma dan Reina menghilang. Sementara itu, di kejauhan ada sebuah mobil berhenti dan langsung parkir.