Indonesia
NovelToon NovelToon
PEMBANTU KECIL JAGOANKU

PEMBANTU KECIL JAGOANKU

Status: tamat
Genre:Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Karena fitnah dari calon suami saudara tirinya, Rita diusir dari rumah. Seluruh keluarga menolak kehadirannya di rumah ayahnya. Bahkan sang ayah tidak bisa membelanya untuk bisa tetap tinggal, karena rumah ini milik keluarga ibu tirinya.
Hidup Rita cukup beruntung. Dia mendapat pekerjaan sebagai pembantu di rumah keluarga kaya atas belas kasihan seorang pembantu disana. Semua berjalan baik-baik saja, sampai dia bertemu Putra, anak dari sang pemilik rumah yang baru pulang dari Amerika.
Bagaimana perjalanan cinta Rita dan Putra, ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Lamaran

Dua hari telah berlalu. Rita tidak mengiyakan keinginan sang Nenek juga tidak membantahnya. Dia hanya bisa mengurung dirinya di dalam kamar sebagai bentuk protesnya.

Rita tidak tahu harus bagaimana, membujuk Nenek agar mengizinkannya kembali ke kota. Rita ataukah menerima keinginan Nenek?

Rita tidak ingin membuat Nenek sedih. Karena itu hari ini Rita memutuskan keluar untuk membantu Nenek bekerja mengawasi para pekerja di sawah dan kebun.

"Rita, akhirnya kamu mau keluar juga," ucap Nenek dengan nada gembira.

"Maafkan Rita, Nek. Dua hari ini telah membuat Nenek sedih. Rita mau bantu Nenek, boleh?" tanya Rita dengan nada manja.

"Apa yang tidak untuk cucu kesayangan Nenek," jawab Nenek Sri sambil tersenyum.

Rita terlihat sangat bahagia melihat senyuman Neneknya. Rita memang sangat manja jika di depan Neneknya. Makanya saat di luar orang mengabarkan kalau Rita berani memukul orang, Nenek pasti tidak akan percaya. Kalaupun memukul, pasti orang itu sudah berbuat salah padanya.

Nenek mengajak Rita pergi ke sawah dan ladang. Di sana Rita bertemu dengan banyak pekerja yang sudah lama bekerja pada Nenek. Mereka kebanyakan ibu-ibu dan bapak-bapak tetangga sekitar.

Rita melihat-lihat usaha pertanian Nenek sudah sangat maju. Ada tanaman cabe, tomat dan bawang merah. Semua sudah sampai tahap akhir. Artinya sebentar lagi panen.

Rita sangat senang melihat cabe sudah mulai merah dan tomat yang buahnya sudah tampak besar-besar dan siap panen.

"Kapan panen Nek?" tanya Rita.

"Seharusnya hari ini sudah bisa di panen. Tetapi, Nenek ingin kamu melihat-lihat dulu bagaimana bahagianya kita saat semua usaha kita bisa membuahkan hasil. Besok kamu bisa bantu panen," jawab Nenek senang.

"Siap, Nek." Rita tersenyum bahagia.

Setelah melihat-lihat lahan pertanian, Nenek meneruskan membawa Rita ke lahan persawahan yang cukup luas. Padi yang sudah mulai menguning menambah ceria hati Nenek. Tahun ini, bisa dikatakan kalau usaha pertanian Nenek berhasil.

Rita mulai merasakan jika pekerjaan Nenek cukup berat. Meski seorang diri, masih bisa menjalankan usaha ini dengan baik. Sebenarnya, anak Nenek bukan cuma ibunya Rita, tetapi ada adiknya yang sekarang lebih memilih tinggal di luar negeri. Setelah kuliah dan mendapatkan pekerjaan di Amerika.

Tetapi meskipun pamannya tinggal di Amerika, dia masih memilih menikahi wanita yang sudah menunggunya sejak kuliah. Pamannya pernah mengajak Neneknya ikut mereka ke luar negeri, tetapi Nenek menolak karena ingin merawat Rita yang ibunya sudah meninggal. Nenek tidak tega membiarkan Rita ikut ayahnya yang sudah menikah lagi. Maka dari itu, Rita sangat menyayangi Neneknya.

Tanah warisan peninggalan Kakek memang sangat luas dan keluarga Rita terkenal sebagai keluarga terkaya di desa mereka.

Tidak terasa hari sudah sore, Rita dan Nenek bergegas pulang ke rumah. Istirahat sebentar lalu mandi. Rita berusaha mendekati Nenek, siapa tahu ada kesempatan untuk membujuk Nenek agar mengizinkannya kembali ke kota.

Malamnya tiba-tiba ada beberapa orang datang. Rita bergegas membukakan pintu. Rita sangat terkejut ketika melihat mereka tersenyum saat melihatnya. Sepertinya Rita mengenal mereka.

"Rita, lupa sama ibu?" tanya seorang ibu-ibu.

Rita tersenyum dan mencoba mengenalinya. Ternyata dia adalah Bu Rini, ibunya Rendi teman sekaligus tetangga Nenek.

"Bu Rini?" tanya Rita.

Semua tampak tertawa mendengar pertanyaan Rita. Rita lalu menyalami mereka satu persatu. Ada paman dan bibinya juga.

"Nenek ada?" tanya pak Dodi, suaminya Bu Rini.

"Ada, silakan masuk. Rita panggilkan Nenek dulu," ucap Rita sopan.

Orang-orang itu duduk di ruang tamu dan belum sempat Rita memanggil Neneknya, Neneknya sudah keluar duluan saat mendengar suasana rumah sedang ramai.

Rita bergegas masuk kamar setelah Neneknya keluar. Bik Kinah sudah menyiapkan minuman untuk mereka. Rita kini melanjutkan pembicaraannya ditelepon dengan Putra. Sedang asyik-asyiknya berbicara dengan Putra, terdengar suara Bik Kinah memanggilnya. Katanya Nenek yang memanggil Rita keluar.

Rita bergegas keluar kamar dan lupa mematikan panggilan dari Putra. Rita memasukkan ponselnya di saku celananya.

Ternyata, di ruang tamu ini, sudah terjadi pembicaraan serius. Bu Rini dan suaminya datang untuk melamarnya.

Semua mata tertuju padanya. Mereka ingin mendengar jawaban dari Rita secara langsung karena Nenek juga tidak ingin memaksa Rita.

"Maaf, bukannya Rita menolak. Tetapi Rita saat ini sudah memiliki calon sendiri," jawab Rita.

Semua orang tampak terkejut mendengar jawaban Rita. Bahkan Nenek lebih terkejut lagi. Karena setahu Nenek, Rita belum memiliki kekasih. Tetapi Nenek mengerti, jika Rita tidak ingin menikah muda.

"Tetapi, setahu kami kamu belum pernah pacaran. Apakah kamu memiliki pacar di kota, Nak?" tanya Bu Rini lembut.

"Njih Bibi. Anak teman Ayah," jawab Rita.

"Bukannya Nenek tidka mau memiliki besan kalian, tapi kalian dengar sendiri, Rita sudah memiliki calon," ucap Nenek agak sungkan.

"Baiklah, kami mengerti. Kalau begitu, kami pamit pulang," ucap pak Dodi lalu bersalaman dikuti yang lain.

Setelah kepergian mereka, Nenek meminta Rita untuk tetap duduk. Rupanya ada sesuatu yang ingin Nenek Sri katakan.

Rita sudah sangat cemas dan khawatir. Apakah Nenek akan memarahinya karena telah menolak lamaran orangtua Rendi? Lagipula kenapa Rendi membiarkan orang tuanya datang melamar tanpa meminta persetujuan darinya terlebih dulu?

1
I Dw Ny Manasamadhi
ceritanya masih ngawur patesan cuman dikit dapat Vote,,Kesimpulannya Jelek
Risya
yg kamu lumpuhkan itu pasti itu anak bu Kinar 😀😀😀
vanilla attack
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
Zizi Suartini
lanjut thor ceritanya semakin seru dan meneganng kan heheh semangat thor
peto
Aku mah anti mendua deh Thor! Aku di sini menunggumu~
SugaryHeaven
Duh, ini cerita bikin gemes!
Hulk
jadi penasaran,lanjut Thor semangat,Jan lama-lama ya,ceritanya bikin ku jadi kepo banget,seru dah,tambahin yg baper juga dong
Prabu Marbun
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
virshere ads
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
Garden Rose
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
Hustle Flyswat
Virtual hug buat author 🤗 keep up the good works!
SizzlingTeapot
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
Kepala Pil
authorrr kamu hebatttttttt nggak nyesel dech bacanya seruuu bingit endingnya itu lho wowowowowowo woooooowwww
BeijingBand
semangat Thor jangan lupa up
Cakrabirawa Tarihoran
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
DavidTheDancer
Next thor, biar aku bisa jadi first comment di bab selanjutnya haha
HotBabe
Ngegantung lagi aja.. dan kenapa pula gantung pas bagian yang seru huaaa gasabar banget deh aku jadinya
Intan Haryanti
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
💞 Lily Biru 💞
cerita yg menarik dan sungguh menakjubkan... semangat... sukses selalu kakak
Eni pua: Terima kasih Kak🙏🥰
total 1 replies
DazzledSweetie
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!