Menjadi kekasih Bayaran untuk seorang tuan muda yang di desak pacaran oleh sang nenek.
Pertemuan kedua orang yang sama-sama saling membutuhkan satu sama lain ini, akan kan membuat kedua nya saling cita? Atau sekedar bekerja sama saja?
Rosa artis kecil yang baru mulai berkarir baru saja di pecat dari pekerjaan nya karena tidak bisa datang syuting film dengan peran sebagai pengemis.
Aksa yang di desak pacaran oleh sang nenek karena sudah begitu mapan.
"Seratus juta, buat nenek ku benci dengan mu,jika berhasil aku tidak akan kencan buta lagi.
"Deal!."
Bagaimana kah nasip kedua orang itu selanjutnya? Ayo ikuti terus kisah dari Kekasih Bayaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Sungguh Rosa yang melihat ini sudah terlihat seperti drama di sinetron saja.
"Aksa, kau temani Rosa pergi saja, aku baik-baik saja."Ucap Oliv.
"Kak,kau tidak perlu terlalu pengertian, dulu saat orang tua nya mas Aksa meningal hidup nya juga berantakan,lalu papa kita juga yang datang membantu nya, reportin dia sedikit memang nya kenapa?"Ucap Rohan dengan lancang nya.
Mendengar ucapan itu, Aksa pun merasa berhutang kepada kedua orang itu.
"Rosa, itu, hari ini, aku tidak temani kau syuting dulu ya."Ucap Aksa kepada Rosa.
"Baik lah,aku akan pergi sendiri."Ucap Rosa yang kemudian berjalan keluar dari villa.
Sementara Oliv memijat kepala nya sambil tersenyum kecil.
Hari itu, Aksa pun tidak menemi Rosa ke lokasi syuting nya.
Hal ini membuat hati Rosa sedikit sedih, karena biasanya dia selalu di temani Aksa untuk melalui masa sulit dalam menghafal dialog.
Sore itu pukul 05:40
Hari masih sedikit ternag, karena jadwal syuting nya tidak begitu lama, Rosa lun kembali pulang ke vila.
Akan tetapi, saat dia tiba di halaman depan villa, dia melihat Oliv dan adik nya sedang jalan-jalan di taman samping villa.
Karena merasa curiga dengan apa yang mereka bicarakan, Rosa pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti dan menguping mereka di balik-balik pohon dekat taman.
"Kak, kaki mu kan sudah sembuh, turun jalan sendiri lah, aku lelah mendorong mu."Ucap Rohan kepada Oliv.
"Kecilkan suara mu itu, bahaya jika kedengaran orang."Ucap Oliv.
"Aku tinggal dulu."Ucap Rohan yang kemudian meningal kan kakak nya sendiri di taman itu.
"Ternyata hanya pura-pura? Akting mereka cukup bagus, hah, lihat saja kalian."Batin Rosa yang kemudian berjalan pergi menghampiri Oliv.
"Heem, jalan-jalan sore ya?"Tanya Rosa kepada Oliv.
"Kau sudah kembali?"Tanya Oliv kepada Rosa.
"Hmm, aku lihat-lihat, kaki mu ini tidak ada luka sama sekali, bagus-bagus saja."Ucap Rosa memperhatikan kaki Oliv dari dekat.
"Bukan luka di luar, tapi luka di dalam, tidak bisa di lihat dengan seperti itu."Tutur Oliv.
"Iya kah?"Ucap Rosa yang kemudian mencubit paha Oliv dengan kedua tangan nya.
Namun Oliv hanya tersenyum dan tidak merasakan sakit sama sekali.
"Wanita ini cukup tahan juga, lihat saja dia."Batin Rosa yang entah kerasukan apa saat itu mengambil sanggul yang tadi dia gunakan untuk syuting film.
Sanggul itu terlihat runcing sekali.
Terlihat wajah panik Oliv.
Rosa pun mulai mencucuk ujung sanggul tersebut ke paha Oliv.
"Mengapa dia tidak sakit? Aktingnya bagus juga, apa ini cuma trik nya saja?"Batin Rosa kaget karena seperti nya Oliv tidak merasakan apapun.
"Berhenti!"Ucap Rohan yang berlari menghampiri Rosa.
Di belakang nya juga ada Aksa.
"Kaki kakak ku sudah seperti ini,kau masih ingin menyakiti nya?"Ucap Rohan menyingkirkan sanggul tersebut.
"Akting mu ternyata lebih bagus dari kakak mu ya."Ucap Rosa dengan wajah marah nya.
"Rosa, kau ini maksudnya apa ya?"Tanya Oliv.
"Jangan pura-pura lagi, omongan kalian berdua aku sudah mendengar nya, kaki mu emang gak bermasalah."Marah Rosa.
"Kalau tidak bermasalah, lalu ini apa? Kakak ku sudah seperti ini,masih saja di fitnah."Ucap Rohan memberikan surat keterangan dokter tentang kaki kakak nya."mas Aksa, pacar seperti ini yang kau cari? Dia benar-benar kejam."Ucap Rohan.
Sementara Rosa menatap dan membaca surat keterangan tersebut.
Bersambung ....