Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Cinta Chef Raka

Resep Cinta Chef Raka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nirmala Pena

“Kita tidak bisa memaksakan kenyataan kalau pekerjaan kita membuat semua perasaan ini terhenti, Reina. Kau boleh ke London jika itu adalah keputusan ayahmu. Kau harus jadi putri dan pebisnis yang baik dan hebat di sana,” ujar Raka yang pada akhirnya memutuskan untuk membiarkan satu-satunya wanita yang dicintainya itu pergi.
Ada pertemuan kembali yang masih bisa diharapkan. Sebuah resep kolaborasi yang dalam episode kedua pertemuannya dengan Reina nanti, akan jadi formula baru dalam pekerjaan mereka. Raka yang sedari awal bertemu Reina tanpa sengaja, masih mungkin untuk mengulang komedi cinta mereka pada sebuah keputusan baru nantinya.
Komedi cinta yang diharapkan keduanya, sebagai suatu perulangan drama yang harus diperjuankan. Apakah Raka bisa mewujudkan perpisahan mudah itu menjadi pertemuan baru lagi?
Raka, seorang chef di restoran ternama di Madura menjalin cinta terlarang dengan Reina, anak dari seorang pebisnis muda yang kabur dari tempat ayahnya di London dan menjadi pelayan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirmala Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

  “Sial, kenapa

Reina semakin dekat Raka. Padahal lebih cantik aku dibandingkan dengan Reina,”

ucap Nafa marah ketika melihat hubungan Reina dan Raka semakin dekat. “Aku

harus melakukan sesuatu, lihat saja, besok sudah tidak akan ada wanita sialan

itu,’’ sambung Nafa.

Nafa pun langsung mengambil ponselnya dan menelepon

seseorang. Kali ini rencananya harus berjalan dengan lancar, agar Reina bisa

segera dia singkirkan. Nafa tersenyum menyeringai, hari ini Nafa akan menyuruh

Reina untuk menggantikan dirinya mengantarkan pesanan orang.

Memang restoran milik Raka itu bisa pesan online dan

Nafa lah bagian yang mengantar makanan karena jika Reina yang mengantarkan

makanan, Raka takut Reina akan nyasar.

“Reina, aku boleh minta tolong nggak sama kamu?” Nafa

pun menghampiri Reina yang sedang mencuci piring.

“Minta tolong apa, Nafa?” tanya Reina tidak merasa

curiga dengan Nafa.

“Kamu mau nggak gantiin aku buat nganterin orderan

makanan? Kepalaku pusing banget,’’ jawab Nafa dengan wajahnya yang dibuat-buat

memelas.

Reina menoleh kearah Nafa, dan memang Reina melihat

jika wajah Nafa itu pucat. Namun, jika Reina menolak nanti para pelanggan pada

kabur karena tidak tepat waktu . Akan tetapi, Reina juga takut nyasar karena

memang dirinya tidak tahu jalan.

“Ayolah, Reina. Karyawan lain lagi pada sibuk, kalau

aku paksain nanti malah kenapa-napa,’’ lanjut Nafa yang terus berusaha merayu

Reina.

“Baiklah, kamu istirahat saja. Semua pesanan biar aku

yang antar,’’ ucap Reina terpaksa menerima permintaan Nafa.

Nafa tersenyum senang. “Terima kasih, Reina. Kamu

memang gadis yang baik,’’ ucap Nafa. ‘Bagus,

ini yang aku harapkan. Sebentar lagi aku akan mendapatkan Raka,’ sambung Nafa

dalam hati.

“Kamu bisa saja, oh iya, ada berapa orderan yang

masuk?” tanya Reina.

“Cuma ada dua kok, yang jauh-jauh biar karyawan

laki-laki yang nganterin,’’ jawab Nafa.

“Baiklah, kalau begitu aku siap-siap dulu,’’ ucap

Reina yang diangguki sama Nafa.

Reina pun mengganti bajunya dan segera bersiap-siap

untuk mengantarkan makanan. Sedangkan Nafa, dia tersenyum menyeringai lalu mengirim

pesan kepada seseorang. Sebelum berangkat Reina menemui Raka terlebih dahulu,

perlahan Reina mengetuk pintu ruangan Raka.

“Masuk,’’

Dengan cepat Reina masuk kedalam. Sedangkan Raka , dia

hanya tersenyum ketika melihat kekasih hatinya yang datang menemui dirinya.

“Cinta, kamu mau kemana?” tanya Raka yang melihat

Reina memakai baju yang berbeda.

“Aku mau gantiin Nafa buat nganterin orderan makanan,”

jawab Reina kemudian duduk didepan Raka.

“Memangnya, Nafa kenapa?” tanya Raka lagi.

“Kamu ini banyak tanya kali, Nafa lagi nggak enak

badan. Makanya aku yang gantiin dia,’’ kata Reina terkekeh.

“Apa kau yakin, cinta? Kan, kamu nggak tahu daerah

sini …,’’ kata Raka.

“Nggak apa-apa deh, kan sekalian aku belajar.”

“Tapi kamu harus hati-hati, kalau ada apa-apa langsung

kabari aku,’’ ucap Raka yang nampak khawatir dengan Reina.

“Siap Chef,’’ ucap Reina sedikit meledek kekasihnya

itu.

Raka terkekeh, dia sangat gemas dengan tingkah Reina

yang sangat lucu. Dan setelah pamit Reina pun bergegas keluar lalu membereskan

makanan yang akan diantarkan. Sesudah menaruh makanan ke dalam box, Reina

langsung berangkat.

“Target sudah berangkat, kalian harus siap-siap,’’

ucap Nafa memberi intruksi kepada orang suruhannya yang nantinya akan

mengeksekusi Reina. “Selamat tinggal, Reina,’’ lanjut Nafa tersenyum

menyeringai.

**

Reina mengendari motornya dengan penuh sukacita karena

baru pertama kali ini dia mengantarkan orderan makanan. Dengan modal maps

akhirnya Reina sampai dirumah pelanggan yang pertama, Reina mengambil

makanannya dan bergegas mengetuk pintu rumah pelanggan pertamanya.

“Selamat siang, apa benar ini rumahnya Ibu Lili?”

tanya Reina dengan ramah dan sopan.

“Iya betul, karyawan baru ya?” jawab Ibu Lili.

“Iya benar, Bu. Kebetulan teman saya lagi nggak enak

badan makanya  saya yang menggantikan,’’

ucap Reina tersenyum kepada Ibu Lili.

“Oh begitu, terima kasih ya Mbak, sudah mengantarkan

pesanan saya,’’ ucap Ibu Lili.

“Sama-sama, Bu. Kalau begitu saya permisi dulu, masih

ada yang harus saya antarkan,’’ pamit Reina.

“Iya, Mbak. Hati-hati dijalan,’’ ucap Ibu Lili yang

diangguki sama Reina.

Reina pun langsung pergi meninggalkan Bu Lili dan

menuju ke alamat selanjutnya. Dengan pelan tapi pasti Reina mengendarai

motornya dengan pelan, karena tangan Reina sedikit kaku soalnya sudah lama dia

tidak naik motor sendiri. Biasanya Reina selalu membonceng Raka jadi, Reina

masih takut-takut.

Akan tetapi, ketika sedang melewati jalanan sepi.

Reina melihat ada sebuah mobil hitam yang menghalangi jalan. Dengan ragu dan

sedikit takut Reina pun mengendarai motornya lalu mendekati mobil tersebut

takutnya ada yang kecelakaan dan tidak ada orang yang tau.

“Aku turun saja kali ya, siapa tahu memang ada

kecelakaan tugal?” Reina pun melepas helmnya dan segera turun untuk mengecek

orang yang ada didalam mobil tersebut.

Reina mengintip dijendela mobil dan dia melihat ada

orang didalamnya. Akan tetapi, ketika Reina ingin mengetuk jendelanya tiba-tiba

ada seseorang yang membekap Reina dari belakang. Reina terkejut dan awalnya

memberontak, namun tak lama Reina pun jatuh pingsan.

“Buruan masuk!” ucap seseorang yang ada didalam mobil.

Akhirnya Reina pun dimasukkan kemobil dan para

penculik itu melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat. Sedangkan disisi lain,

Raka yang ada di restoran pun perasaannya mendadak tidak enak. Dia teringat

dengan Reina, karena ingin memastikan kekasihnya itu baik-baik aja. Raka pun

terus menelepon Reina, namun tetap saja tidak diangkat.

“Reina, kenapa nggak diangkat? Apa dia sedang dijalan?”

Raka terus-terusan menelepon Reina dan tidak diangkat juga.

Karena khawatir Reina tak kunjung mengangkat

teleponnya, Raka pun memutuskan untuk mencari keberadaan Reina. Sebelum itu,

Raka meminta alamat pemesan makanan onlinenya, setelah mendapatkan alamatnya

Raka bergegas untuk mencari Reina.

Tak hanya itu, Raka meminta tolong Sekretaris Ken

untuk mengerahkan anak buahnya untuk mencari Reina. Sedangkan Nafa, dia

penasaran kenapa Raka pergi secara terburu-buru.

“Chef Raka mau kemana?” tanya Nafa.

“Apa saya harus memberitahumu kemanapun saya pergi?

Mending kau kerja dan jangan suka ikut campur sama urusan orang lain.’’ Raka

menjawab dengan nada yang ketus dan wajahnya terlihat datar.

“Bu-bukan begitu Chef, kalau begitu saya permisi dulu,’’

ucap Nafa yang gugup kemudian pergi meninggalkan Raka.

“Cih, buang-buang waktu saja. Aku harus segera

menyusul Reina,’’ ucap Raka.

Raka mengendarai motornya dan menuju ke alamat

pelanggannya yang pertama. Sedangkan tempat lain, Sekretaris Ken yang sudah

lebih dulu mencari keberadaan Reina dengan tidak sengaja melihat sebuah motor.

“Itu bukannya motor punya restorannya Tuan muda?

Kenapa ditengah jalan?” Sekretaris Ken pun menghentikan mobilnya dan turun. “Ada

motornya tapi orangnya kagak ada, Nona Reina pergi kemana ini?” sambung

Sekretaris Ken.

Karena tidak kunjung menemukan keberadaan Reina.

Sekretaris Ken pun menelepon Raka dan memberitahu kalau dirinya menemukan motor

yang dikendarai Reina akan tetapi, Reinannya tidak ada.

1
Rahma Inayah
si raka bkn dr td suruh org mu buntuti reina stlh rena hilag br bertindak telme..sdh tau reina gk hafal jln knp km lepas bgtu sja skrg hilg br kelabakan ..moga aja reina selamat gk di apa2in oleh penjaht suruan nafa.
Rahma Inayah
mampir thor
Bunga Syakila
menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!