“Kita tidak bisa memaksakan kenyataan kalau pekerjaan kita membuat semua perasaan ini terhenti, Reina. Kau boleh ke London jika itu adalah keputusan ayahmu. Kau harus jadi putri dan pebisnis yang baik dan hebat di sana,” ujar Raka yang pada akhirnya memutuskan untuk membiarkan satu-satunya wanita yang dicintainya itu pergi.
Ada pertemuan kembali yang masih bisa diharapkan. Sebuah resep kolaborasi yang dalam episode kedua pertemuannya dengan Reina nanti, akan jadi formula baru dalam pekerjaan mereka. Raka yang sedari awal bertemu Reina tanpa sengaja, masih mungkin untuk mengulang komedi cinta mereka pada sebuah keputusan baru nantinya.
Komedi cinta yang diharapkan keduanya, sebagai suatu perulangan drama yang harus diperjuankan. Apakah Raka bisa mewujudkan perpisahan mudah itu menjadi pertemuan baru lagi?
Raka, seorang chef di restoran ternama di Madura menjalin cinta terlarang dengan Reina, anak dari seorang pebisnis muda yang kabur dari tempat ayahnya di London dan menjadi pelayan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirmala Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
“Sial, kenapa
Reina semakin dekat Raka. Padahal lebih cantik aku dibandingkan dengan Reina,”
ucap Nafa marah ketika melihat hubungan Reina dan Raka semakin dekat. “Aku
harus melakukan sesuatu, lihat saja, besok sudah tidak akan ada wanita sialan
itu,’’ sambung Nafa.
Nafa pun langsung mengambil ponselnya dan menelepon
seseorang. Kali ini rencananya harus berjalan dengan lancar, agar Reina bisa
segera dia singkirkan. Nafa tersenyum menyeringai, hari ini Nafa akan menyuruh
Reina untuk menggantikan dirinya mengantarkan pesanan orang.
Memang restoran milik Raka itu bisa pesan online dan
Nafa lah bagian yang mengantar makanan karena jika Reina yang mengantarkan
makanan, Raka takut Reina akan nyasar.
“Reina, aku boleh minta tolong nggak sama kamu?” Nafa
pun menghampiri Reina yang sedang mencuci piring.
“Minta tolong apa, Nafa?” tanya Reina tidak merasa
curiga dengan Nafa.
“Kamu mau nggak gantiin aku buat nganterin orderan
makanan? Kepalaku pusing banget,’’ jawab Nafa dengan wajahnya yang dibuat-buat
memelas.
Reina menoleh kearah Nafa, dan memang Reina melihat
jika wajah Nafa itu pucat. Namun, jika Reina menolak nanti para pelanggan pada
kabur karena tidak tepat waktu . Akan tetapi, Reina juga takut nyasar karena
memang dirinya tidak tahu jalan.
“Ayolah, Reina. Karyawan lain lagi pada sibuk, kalau
aku paksain nanti malah kenapa-napa,’’ lanjut Nafa yang terus berusaha merayu
Reina.
“Baiklah, kamu istirahat saja. Semua pesanan biar aku
yang antar,’’ ucap Reina terpaksa menerima permintaan Nafa.
Nafa tersenyum senang. “Terima kasih, Reina. Kamu
memang gadis yang baik,’’ ucap Nafa. ‘Bagus,
ini yang aku harapkan. Sebentar lagi aku akan mendapatkan Raka,’ sambung Nafa
dalam hati.
“Kamu bisa saja, oh iya, ada berapa orderan yang
masuk?” tanya Reina.
“Cuma ada dua kok, yang jauh-jauh biar karyawan
laki-laki yang nganterin,’’ jawab Nafa.
“Baiklah, kalau begitu aku siap-siap dulu,’’ ucap
Reina yang diangguki sama Nafa.
Reina pun mengganti bajunya dan segera bersiap-siap
untuk mengantarkan makanan. Sedangkan Nafa, dia tersenyum menyeringai lalu mengirim
pesan kepada seseorang. Sebelum berangkat Reina menemui Raka terlebih dahulu,
perlahan Reina mengetuk pintu ruangan Raka.
“Masuk,’’
Dengan cepat Reina masuk kedalam. Sedangkan Raka , dia
hanya tersenyum ketika melihat kekasih hatinya yang datang menemui dirinya.
“Cinta, kamu mau kemana?” tanya Raka yang melihat
Reina memakai baju yang berbeda.
“Aku mau gantiin Nafa buat nganterin orderan makanan,”
jawab Reina kemudian duduk didepan Raka.
“Memangnya, Nafa kenapa?” tanya Raka lagi.
“Kamu ini banyak tanya kali, Nafa lagi nggak enak
badan. Makanya aku yang gantiin dia,’’ kata Reina terkekeh.
“Apa kau yakin, cinta? Kan, kamu nggak tahu daerah
sini …,’’ kata Raka.
“Nggak apa-apa deh, kan sekalian aku belajar.”
“Tapi kamu harus hati-hati, kalau ada apa-apa langsung
kabari aku,’’ ucap Raka yang nampak khawatir dengan Reina.
“Siap Chef,’’ ucap Reina sedikit meledek kekasihnya
itu.
Raka terkekeh, dia sangat gemas dengan tingkah Reina
yang sangat lucu. Dan setelah pamit Reina pun bergegas keluar lalu membereskan
makanan yang akan diantarkan. Sesudah menaruh makanan ke dalam box, Reina
langsung berangkat.
“Target sudah berangkat, kalian harus siap-siap,’’
ucap Nafa memberi intruksi kepada orang suruhannya yang nantinya akan
mengeksekusi Reina. “Selamat tinggal, Reina,’’ lanjut Nafa tersenyum
menyeringai.
**
Reina mengendari motornya dengan penuh sukacita karena
baru pertama kali ini dia mengantarkan orderan makanan. Dengan modal maps
akhirnya Reina sampai dirumah pelanggan yang pertama, Reina mengambil
makanannya dan bergegas mengetuk pintu rumah pelanggan pertamanya.
“Selamat siang, apa benar ini rumahnya Ibu Lili?”
tanya Reina dengan ramah dan sopan.
“Iya betul, karyawan baru ya?” jawab Ibu Lili.
“Iya benar, Bu. Kebetulan teman saya lagi nggak enak
badan makanya saya yang menggantikan,’’
ucap Reina tersenyum kepada Ibu Lili.
“Oh begitu, terima kasih ya Mbak, sudah mengantarkan
pesanan saya,’’ ucap Ibu Lili.
“Sama-sama, Bu. Kalau begitu saya permisi dulu, masih
ada yang harus saya antarkan,’’ pamit Reina.
“Iya, Mbak. Hati-hati dijalan,’’ ucap Ibu Lili yang
diangguki sama Reina.
Reina pun langsung pergi meninggalkan Bu Lili dan
menuju ke alamat selanjutnya. Dengan pelan tapi pasti Reina mengendarai
motornya dengan pelan, karena tangan Reina sedikit kaku soalnya sudah lama dia
tidak naik motor sendiri. Biasanya Reina selalu membonceng Raka jadi, Reina
masih takut-takut.
Akan tetapi, ketika sedang melewati jalanan sepi.
Reina melihat ada sebuah mobil hitam yang menghalangi jalan. Dengan ragu dan
sedikit takut Reina pun mengendarai motornya lalu mendekati mobil tersebut
takutnya ada yang kecelakaan dan tidak ada orang yang tau.
“Aku turun saja kali ya, siapa tahu memang ada
kecelakaan tugal?” Reina pun melepas helmnya dan segera turun untuk mengecek
orang yang ada didalam mobil tersebut.
Reina mengintip dijendela mobil dan dia melihat ada
orang didalamnya. Akan tetapi, ketika Reina ingin mengetuk jendelanya tiba-tiba
ada seseorang yang membekap Reina dari belakang. Reina terkejut dan awalnya
memberontak, namun tak lama Reina pun jatuh pingsan.
“Buruan masuk!” ucap seseorang yang ada didalam mobil.
Akhirnya Reina pun dimasukkan kemobil dan para
penculik itu melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat. Sedangkan disisi lain,
Raka yang ada di restoran pun perasaannya mendadak tidak enak. Dia teringat
dengan Reina, karena ingin memastikan kekasihnya itu baik-baik aja. Raka pun
terus menelepon Reina, namun tetap saja tidak diangkat.
“Reina, kenapa nggak diangkat? Apa dia sedang dijalan?”
Raka terus-terusan menelepon Reina dan tidak diangkat juga.
Karena khawatir Reina tak kunjung mengangkat
teleponnya, Raka pun memutuskan untuk mencari keberadaan Reina. Sebelum itu,
Raka meminta alamat pemesan makanan onlinenya, setelah mendapatkan alamatnya
Raka bergegas untuk mencari Reina.
Tak hanya itu, Raka meminta tolong Sekretaris Ken
untuk mengerahkan anak buahnya untuk mencari Reina. Sedangkan Nafa, dia
penasaran kenapa Raka pergi secara terburu-buru.
“Chef Raka mau kemana?” tanya Nafa.
“Apa saya harus memberitahumu kemanapun saya pergi?
Mending kau kerja dan jangan suka ikut campur sama urusan orang lain.’’ Raka
menjawab dengan nada yang ketus dan wajahnya terlihat datar.
“Bu-bukan begitu Chef, kalau begitu saya permisi dulu,’’
ucap Nafa yang gugup kemudian pergi meninggalkan Raka.
“Cih, buang-buang waktu saja. Aku harus segera
menyusul Reina,’’ ucap Raka.
Raka mengendarai motornya dan menuju ke alamat
pelanggannya yang pertama. Sedangkan tempat lain, Sekretaris Ken yang sudah
lebih dulu mencari keberadaan Reina dengan tidak sengaja melihat sebuah motor.
“Itu bukannya motor punya restorannya Tuan muda?
Kenapa ditengah jalan?” Sekretaris Ken pun menghentikan mobilnya dan turun. “Ada
motornya tapi orangnya kagak ada, Nona Reina pergi kemana ini?” sambung
Sekretaris Ken.
Karena tidak kunjung menemukan keberadaan Reina.
Sekretaris Ken pun menelepon Raka dan memberitahu kalau dirinya menemukan motor
yang dikendarai Reina akan tetapi, Reinannya tidak ada.