Indonesia
NovelToon NovelToon
IBU TIRI LUAR BIASA

IBU TIRI LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta Murni
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Karena tak tahan dengan desakan keluarga dan masalah yang bertubi menghimpit keluarganya, Sutami(28tahun) menerima pinangan Juragan Waluyo(45tahun), seorang duda kaya yang memiliki seorang putra dan dua putri yang berbeda watak.

Menjadi ibu tiri bukan impian Sutami, tapi demi menyelamatkan kehormatan keluarga dari stigma 'perawan tua pembawa sial', maka pernikahan pun dilangsungkan.

Mampukah Sutami menjalankan perannya sebagai istri sekaligus ibu tiri?
Bagaimana cara Sutami menghapus stigma masyarakat tentang 'ibu tiri jahat?’

Mari berimajinasi bersama. Semua tokoh dan kejadian dalam cerita hanya sebuah karangan. Jika ada kebetulan yang dibetulkan, silahkan disalahkan kebetulannya yang disama-samakan.
Semoga semua berbahagia. —yosh—

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA... ATAU KESALAHAN?

Di balik kulkas yang gelap, Sutami berdiri kaku sambil menahan napas. Tak jauh darinya, Mbak Rini mengangkat telepon. "Halo, Bu Lita," jawab Mbak Rini.

"Kirana ke mana, kok HP-nya nggak bisa dihubungi?" suara Bu Lita di seberang terdengar jelas dan ketus. "Aku mau pesan set kosmetik yang dijual Kirana itu lagi, yang paket glowing kemarin. Tolong bilangin ya, sisihkan satu untukku."

Mbak Rini melirik ke arah tangga menuju ke lantai dua. "Waduh, Non Kirana belum pulang, Bu. Dari tadi sore belum pulang. Katanya ada tugas kelompok di rumah teman," jawab Mbak Rini.

"Belum pulang? Ya sudah kalau begitu. Bilangin nanti kalau sudah pulang ya, Rin. Penting."

Tut... tut... tut... Telepon ditutup sepihak tanpa sempat Mbak Rini menanggapi lagi.

Mbak Rini menatap ponselnya dan menghela napas. Ia bergumam pelan, tanpa tahu ada yang mendengarkan. "Ya ampun, kasihan Non Kirana. Itu punya Bu Lita, masih banyak yang sebelumnya belum dibayar...."

Mendengar itu, Sutami langsung keluar dari persembunyiannya. "Mbak Rini," panggil Sutami.

"Y ampun!" Mbak Rini terlonjak kaget, hampir menjatuhkan ponselnya. Wajahnya langsung pucat. "Bu... Bu Sutami! Ibu... Ibu kan sudah pergi naik taksi?"

Sutami menatap Mbak Rini dengan serius. "Barusan Mbak Rini bilang apa? Kasihan Kirana?" tanya Sutami, mengulang tepat gumaman itu.

Mbak Rini gelagapan. Ia menunduk, tangannya meremas ponsel kesayangannya itu. "Ti... tidak, Bu... Saya... saya hanya..." Ia gugup luar biasa. "Saya sudah berjanji sama Non Kirana untuk nggak bilang ke siapa pun, Bu."

Sutami melangkah mendekat dan memegang lengan Mbak Rini dengan lembut. "Mbak, tolong. Saya mohon. Saya istrinya Pak Waluyo. Saya juga ingin menjaga Kirana. Katakan dengan gamblang, ada apa?" desak Sutami.

Mbak Rini akhirnya tidak kuat lagi. Ia menoleh ke ruang tengah dan ke arah tangga, memastikan tak ada siapapun lagi di rumah itu, lalu berbisik dengan cepat.

"Bu Lita itu masih punya banyak tunggakan sama Non Kirana, Bu. Sudah hampir dua juta. Itu uang jualan online Non Kirana. Tapi entah kenapa setiap Bu Lita minta ngambil lagi set skincare, Mbak Kirana nggak bisa menolak. Padahal jelas-jelas belum dibayar yang sebelumnya."

Sutami mengernyit. "Kenapa Kirana tidak bisa menolak?"

"Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Mbak Kirana, Bu. Entah kenapa penyihir sadis itu selalu punya cara untuk membujuk Mbak Kirana, atau mungkin dia tahu sesuatu tentang Mbak Kirana yang kita tidak tahu?" ucap Mbak Rini dengan nada kesal menyebut Bu Lita.

Sutami mengernyit lebih dalam. "Seperti... apa... contohnya?" tanya Sutami.

Mbak Rini menoleh lagi ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada yang mendengar. "Ya, entah, mungkin... maaf ya Bu. Mungkin aib atau sesuatu yang memalukan yang Mbak Kirana lakukan, dengan begitu Bu Lita, penyihir keji itu menggunakannya untuk menekan Mbak Kirana."

"Aib? Sesuatu yang memalukan?" ulang Sutami pelan.

Seketika ada clue untuk Sutami. Otaknya yang kalut sejak siang kini mulai berpikir jernih.

'Apa yang sebenarnya terjadi, aku harus mencari tahu sendiri untuk bisa membantu menyelesaikannya. Mungkin dengan begitu aku bisa mengambil hati Kirana,' batin Sutami.

Tepat saat itu, ponsel Sutami yang ada di saku jaketnya berdering keras, ternyata Bu Wati menelepon lagi.

📞"Berangkat belum? Keburu malem, Tami!" suara Bu Wati terdengar cemas di telepon.

Sutami tersentak. Ia baru ingat taksi masih menunggunya di tikungan. "Eh, iya-iya, saya berangkat ini, Bu!"

Sutami memutus panggulan telepon dan menatap Mbak Rini. "Mbak Rini, tolong, nggak usah bilang ke Kirana kalau hari ini kita bicara seperti ini, ya. Biar nanti jadi tanggung jawabku," pinta Sutami dengan sungguh-sungguh. "Aku jadi pergi ke cafe menemui temanku ya. Titip Dara. Kalau Kirana pulang, bilang saja aku sudah tidur."

Mbak Rini mengangguk cepat. "Iya, Bu. Saya mengerti. Ibu hati-hati."

Sutami pun berlari kecil kembali keluar dari pintu samping dapur, menuju tikungan di mana taksi masih menunggunya, dengan sebuah misteri baru di dalam kepalanya tentang Kirana dan Bu Lita.

.....

Malam semakin larut, tapi di salah satu cafe yang cukup ramai di dekat kampus, Kirana masih duduk gelisah di sudut paling belakang.

Gadis SMA itu duduk dengan hoodie yang ia tarik sampai menutupi sebagian wajahnya. Di depannya, ada dua gelas kopi yang sudah dingin. Satu untuknya, satu untuk seseorang yang ia tunggu. Jari-jarinya terus meremas strap tasnya. Jualan skincare-nya seharian tidak begitu laku karena ia terlalu cemas.

Tak lama kemudian, pintu kantor kecil yang ada di dalam cafe itu terbuka.

Kirana langsung berdiri dengan senyum lega.

Tapi senyumnya langsung membeku saat melihat pria yang ditunggunya tidak sendirian.

Seorang pria tampan berbadan atletis itu bernama Reylan, 24 tahun, pemilik cafe Senja Kopi. Ia muncul bersama seorang wanita cantik nan seksi dengan rok pendek, keduanya tertawa, dan di depan pintu itu, keduanya cipika-cipiki dengan mesra.

Mata Kirana terbelalak kaget, kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuh.

Wanita itu kemudian pergi sambil melambaikan tangan genit ke Reylan. "Bye, Sayang. Nanti telepon aku ya."

Darah Kirana langsung terasa naik hingga ke pucuk kepala. Ia berjalan cepat menghampiri Reylan yang baru saja berbalik masuk.

"Aku ini apa bagimu, Rey?" tanya Kirana dengan suara bergetar karena tangis yang ia tahan.

Reylan terkejut melihat Kirana ada di sana. Wajahnya yang tadi ramah langsung berubah sinis. "Kenapa? Kamu anak kecil nggak mau menikmati hidup bersamaku, kau terlalu kolot, Kirana. Buat apa aku mempertahankan kamu? Aku butuh wanita yang benar-benar mencintaiku dan mau melakukan apapun untukku!" jawab Reylan dengan ketus.

Air mata Kirana mulai mengalir. "Memangnya apa yang kurang dariku! Uang modal untuk cafe-mu ini, aku andil banyak! Tabungan jualanku, uang THR dari Ayah, semuanya aku pinjamkan ke kamu, Rey!" seru Kirana, suaranya mulai meninggi.

Reylan langsung menarik tangan Kirana dengan kasar. "Jangan mengigau! Jangan campurkan urusan pekerjaan dengan hubungan kita!" bentaknya pelan namun menusuk.

"Bagaimana bisa tidak aku campurkan? Itu uangku! Kamu janji akan kembalikan bulan lalu, atau setidaknya berhenti mengundang wanita lain di belakangku!" balas Kirana.

"Kirana, jangan berisik di sini, malu sama pengunjung," ujar Reylan sambil melirik ke meja kasir. Beberapa pengunjung sudah mulai melihat ke arah mereka.

"Aku punya hak atas cafe ini, Rey! Aku yang membantumu saat kamu tidak punya apa-apa!" Kirana sudah tidak peduli lagi dengan beberapa mata yang menatap aneh padanya.

"Kita bicarakan di dalam," desis Reylan. Ia mendorong pintu kantornya dan menarik paksa Kirana masuk ke dalam.

Ruangan itu kecil, berantakan, dan berbau rokok.

Reylan menutup pintu dengan kasar, wajahnya berubah total. Tidak ada lagi senyum tampan, yang ada hanya wajah pria licik yang menyebalkan.

"Putuskan dulu kapan kau akan melalui malam yang panjang denganku, baru setelahnya aku akan berhenti bermain-main dengan wanita lain," ucap Reylan dengan enteng. Ia duduk di atas meja, menatap Kirana dari atas hingga ke bawah. "Kau mau aku setia? Buktikan kalau kau benar-benar cinta. Jangan cuma modal uang jualan skincare receh itu."

Kirana merasa risih dan memilih berdiri menjauh, memeluk tasnya erat-erat dengan tubuh gemetar.

"Rey... aku... aku takut. Aku masih... aku tidak bisa seperti itu. Aku sudah memberikan semua yang aku punya..." isak Kirana. Gadis pintar yang biasanya galak di rumah itu kini terlihat begitu bodoh karena cinta buta.

Reylan tidak peduli. Ia turun dari meja dan berjalan mendekat. "Takut apa? Kamu sudah 18 tahun lebih, Kirana. Semua cewek juga akan takut pada awalnya. Kamu bilang cinta aku, tapi kamu tidak mau berkorban. Jadi jangan salahkan aku kalau aku cari di luar," rayunya. Suaranya dibuat selembut mungkin, tapi matanya licik.

Tepat saat pria itu hampir menyentuh bahu Kirana untuk menjelajahinya,

BRAK!

Pintu kantor itu dibuka paksa oleh seseorang dari luar. Begitu keras hingga mengenai dinding.

Kirana dan Reylan sama-sama terlonjak kaget dan menoleh ke arah pintu.

...****************...

Bersambung....

1
Sri Supriatin
Coba mampir nich thor😍😍😍
yosh—: silakan, kk. tapi snacknya habis, bawa sendiri ya.😁
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jadi senjata tuh sama Rosa 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Suaminya mungkin bersih tapi istrinya 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh gawat😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
uangnya dapet malak penjual makanya receh 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
banyak yg seperti itu 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih 😏
Sartini 02
arka....arka bikin malu aja..../Frown/
Zainuddin -
dewasa, tapi otak gak di gunakan? kau laki²😡
sutiasih kasih
trlambat arka....
nyeselmu tak ada guna🙄🙄...
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
typo mu udah ngalahin emak sama ibu, bang 🤣😄
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: masih belum separah emak sama ibu sih 🤣
total 2 replies
Sartini 02
lanjut kak..😄
yosh—: syap kk✨😁
total 1 replies
Zainuddin -
keren, cerita hidup,
yosh—: Terimakasih banyak kk✨🙏🏻
total 1 replies
Zainuddin -
tambah donk pendek banget🔥🔥🔥
yosh—: Masih diusahakan ya kk. ✨🙏🏻
Terimakasih✨
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kok bab nya jadi pendek2 sih? kan jadi gak kenyang
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ya kerasa lah 🤣
total 2 replies
sutiasih kasih
sumber kehncuran arka....
nikmati racun yg ditebar oleh perempuan yg km anggp malaikat arka😅😅😅
sutiasih kasih
hbis ini lnjut ke kntor polisi....
msa pelaku bebas berkeliaran...
biar si lita lngsung di pecat jdi istri pak joko....
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bersiaplah Bu Lita 🤣
yosh—: gembel aja apa cukup? bagaimana kalau dibuat....😂
total 3 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sama Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!