Indonesia
NovelToon NovelToon
KONTRAK PENIPUAN

KONTRAK PENIPUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Y. A

Setelah sebuah vidio pertengkaranku tersebar dan viral dimedia sosial, seseorang tiba-tiba datang menawari kontrak kerja.

"Bukankah aku hanya menjadi asisten biasa? Kenapa isi kontraknya bertambah banyak?"

Jika aku gagal mengusir pacar-pacar bos anehku ini, aku harus membayar konpensasi karena pelanggaran kontrak!

Ini penipuan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y. A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jujur atau tidak?

Seminggu berlalu begitu saja. L menyita ponsel Sakura pada malam kedatangan mereka.

Saat ini, dia sedang menunggu ayahnya pulang. Setiap malam ayahnya selalu menghindarinya karena Sakura yang begitu kekeh ingin kembali bekerja.

'Bagaimana keadaan Dan saat ini? Apa dia mencariku? Kenapa aku kawatir begini?'

"L!"

Sakura memanggil L yang baru saja kembali dari luar.

"Tidak bisakah kamu memberikan ponselku?"

"Tidak."

"Kalau gitu aku pinjam pun_"

"Ayahmu juga melarangku memberi pinjaman. Seperti yang aku katakan sebelumnya, kamu tidak boleh berhubungan lagi dengan Direktur Gemilang."

'Apa jujur adalah jalan satu-satunya? Tapi ini rahasia Dan.'

"Apa benar kamu menyukainya?"

"Hah? Kenapa kamu menanyakan hal itu?"

"Ayahmu curiga kamu jatuh cinta padanya setelah seminggu ini kamu terus keras kepala, karena itu kamu tidak mau meninggalkannya kan?"

Sakura memberikan ekspresi yang menunjukkan hal sebaliknya. Membuat L terlihat lebih tertarik dengan topik tersebut. Dia mengajak Sakura duduk terlebih dahulu.

"Kalau bukan jatuh cinta, kamu pasti punya alasan yang kuat. Apa itu? Apa karena fasilitas? Uang?"

"Apa aku terlihat matre dimatamu?"

"Tentu saja tidak, aku mengenalmu sejak lama tapi manusia kan mudah berubah."

'Itu sama saja kamu menuduhku, sialan!'

"Ini sebuah janji, aku tidak bisa mengatakannya padamu."

L mengingat pertemuannya dengan Kenzie dua hari yang lalu. Mereka bertemu secara tidak disengaja. L mengenal Kenzie, tapi tidak sebaliknya. Karena pembicaraan Kenzie yang menyebut namanya saat itu, L sengaja mencuri dengar. Saat itu L sedang menemui rekannya yang sedang menyamar disebuah bar.

Flashback

Kenzie kesana bersama sekretarisnya. Dia sepertinya hanya ingin minum dan menghilangkan stres. Dia setengah mabuk saat L menghampiri temannya yang tepat di belakang mereka.

"Sakura... Kamu tidak bisa pergi begitu saja... Idiot itu jadi gila. Aku juga jadi merasa marah karena kamu pergi."

Kenzie berceloteh cukup keras. Dia memandang gelasnya lalu meminum isinya sampai habis.

"Pak, kita harus pulang. Anda punya jadwal pagi besok." kata sekretarisnya.

"Hah! Kamu juga tidak berguna. Menemukan satu orang saja tidak bisa!"

L menyuruh temannya diam dengan isyarat. Dia ingin fokus pada pembicaraan dibelakangnya.

"Saya sedang mencarinya, Anda jangan terlalu kawatir."

"Jangan kawatir? Aku harus menjadi kakak yang baik lagi gara-gara bajingan itu! Sakura aku butuhkan untuk menjinakkan anjing gila yang sedang mengamuk pada tuannya. Jadi dia harus ditemukan!"

Suara Kenzie sudah tidak lurus lagi, terkadang kuat terkadang lemah.

"Saya mengerti, tapi... Bukankah Presdir menyuruh Anda mengendalikan Pak Dan tampa asistennya. Presdir ingin mereka menjauh satu sama lain juga, Pak."

Kenzie mengangkat kepalanya, lalu melempar gelas ditangannya dan mengenai dada sekretarisnya. Gelas itu jatuh dan pecah dibawah kakinya.

"Kamu idiot! Aku tidak peduli pada keinginan Ayah. Menemukan Sakura bukan untuk melanggar perintah... Perintah itu bukan untukku. Jadi aku tidak masalah menangkapnya ditanganku." Kenzie memandang telapak tangannya, lalu menyeringai. Matanya mulai tidak fokus.

"Apa Anda tertarik dengan gadis itu?"

"Hahahaha! Tertarik? Aku? Ah... Aku tertarik ya? Apa ini namanya tertarik?"

Kenzie semakin parah, dia menatap kedua tangannya sebelum bersandar di sofa. Kedua kakinya ia naikkan ke atas meja.

"Pak, Anda sudah mabuk. Sebaiknya kita pulang sekarang."

Flashback end

'Sangat kekanakan untuk orang dengan usia segitu. Tapi, apa anak ini tidak hanya dekat dengan bungsu keluarga itu, tapi juga si sulung?'

"Apa yang kamu pikirkan? Tidak bisakah kamu berkompromi? Aku tidak suka ingkar janji, tahu!"

"Berikan aku alasan yang menarik. Kenapa kamu harus menghubungi bos mu? Apa dia akan jadi gila karena berpisah darimu? Dia menyukaimu atau apa?"

'Dia banyak tanya deh!'

"Kalau tidak ada alasan yang masuk akal, aku akan permisi. Aku butuh mandi karena baru saja berguling-guling ditanah."

"Tunggu!" cegah Sakura. "Apa... Apa kamu mendengar kabar terkait Dan?"

"Maksudmu Danique atasanmu itu?"

Sakura mengangguk dengan raut cemberut.

"Hahaha! Aku dengar dia sedikit jadi gila."

L berdiri, lalu melangkah pergi. Tapi Sakura segera menahannya, memegang lengan pria itu dengan kuat.

"Dari siapa kamu mendengarnya? Apa maksudmu dengan menjadi gila?"

L menatap Sakura yang terlihat panik itu dengan wajah penasaran.

"Kamu tidak seperti orang yang menyukainya sebagai wanita, tapi kamu juga menjadi panik saat aku bilang dia jadi gila. Katakan, janji apa yang kamu buat itu."

"Aku tidak bisa bilang... Kumohon jawab saja pertanyaanku!"

Sakura setengah merengek. Dia mengeluarkan jurus memelas yang dulu bisa membuat L luluh.

"Aku tidak sengaja bertemu anak sulung keluarga itu di bar saat bertugas. Dia menyebut namamu dan mengatakan harus menemukanmu."

"Kenapa?"

"Mana aku tahu, harusnya kamu yang lebih tahu. Kenapa dia mengatakan hal itu?"

"Tunggu! Ayo duduk dulu dan jelaskan dari awal!"

L menurutinya, dia pasrah duduk dan mulai mengulang kalimat yang diucapkan Kenzie.

"Nah, jadi apa maksudnya itu? Apa kamu pengasuh anak yang disebut idiot itu? Tapi melihat Danique saat itu, aku pikir dia tidak seperti anak autis seperti yang dikira banyak orang."

'L memang sangat pintar. Dia langsung sadar kalau Dan tidak seperti yang dirumorkan padahal hanya sekali bertemu.'

"Dia memang tidak autis."

"Jadi, dia sengaja berprilaku seperti itu?"

"Ini rahasia! Jangan bilang pada Ayah juga!"

"Aku pikir beberapa orang akan menyadarinya, jd itu tidak rahasia sepenuhnya. Ayahmu juga meragukan rumor itu terakhir kali kami bicara tentangnya."

"Ya, dia tidak autis."

'Tapi dia mengalami trauma yang sangat buruk, dia telah menahan rasa sakit begitu lama. Karena itu dia membutuhkanku, orang yang dipercaya olehnya.'

L memyadari ada hal lain yang membuat ekspresi Sakura terlihat sangat kawatir saat ini. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menyodorkannya pada Sakura.

"Hubungi saja, tapi bicaralah didepanku. Kamu juga dilarang menyebutkan lokasi rumah ini."

Sakura menatap L dengan sumringah. Dia langsung menyambar ponsel itu.

"Tapi aku butuh melihat nomornya di ponselku." katanya, dia tidak ingat nomor Dan.

"Direktur PT.Gemilang. Itu nama kontaknya disana."

"Kamu punya kontak pribadinya?"

L hanya mengangkat kedua bahunya. Mengatakan dalam diam bahwa itu bukan sesuatu yang sulit baginya.

'Ah... Aku lupa dia polisi yang cukup pintar.'

Sementara itu, dikantor Dan. Saat ini dia sedang duduk dinatas sofa. Sejak Sakura menghilang, dia menjadi sangat sensitif.

Bahkan Farel kesulitan menghadapinya. Dan tetap bekerja, tapi dia menjadi lebih emosional. Orang-orang menjadi sangat waspada padanya, terutama Heri yang sering terkena amukannya.

Heri sudah dua kali mendapat lemparan pena, sekali lemparan vas dan terus-terusan menghadapi keadaan Dan yang tiba-tiba saja kesulitan bernapas.

Farel pada akhirnya harus berada di dekatnya dan membatalkan semua praktik di rumah sakit.

"Ayo pulang, Dan. Kamu tidak bisa melanjutkan pekerjaan dengan keadaan begini."

"Obatnya, tambahkan dosis obatnya."

"Tidak bisa! Aku sudah memperingatkanmu terakhir kali! Itu akan berbahaya!"

"Obatnya!" bentak Dan.

Dia menatap Farel dengan tajam. Tangannya masih bergetar, dia juga kehilangan tenaganya. Dia akhirnya bersandar.

Ayahnya baru saja dari sana. Melihat keadaanya yang dikabarkan sakit karena tidak menghadiri pertemuan dengannya dan direktur lain. Setelah pertemuan itulah Dan menjadi kambuh kembali.

Tadi Farel membantu Dan untuk membuat alasan. Dia mengatakan bahwa Dan demam dan daya tahan tubuhnya menurun karena stres. Tentu saja Farel tidak akan mengatakan keadaan sebenarnya.

Karena itu, lagi-lagi Kenzie disuruh mengatasi sifat Dan yang menurutnya saat ini sedang kambuh. Dan memang akan bersikap tenang di depan Kenzie untuk membuatnya diandalkan sang ayah. Dan ingin membuat kebencian Kenzie meluap-luap tampa bisa melampiaskan padanya dengan benar.

Ponsel Dan berdering. Heri melihat nomor baru yang tak dikenalnya.

"Pak, seseorang menghubungi Anda dengan nomor baru."

"Angkat!"

"Halo?"

Mata Heri melebar dan langsung memberikannya pada Dan.

"Sakura." katanya.

Meski dengan tubuh bergetar, Dan duduk dengan benar dan langsung mengambil ponselnya.

"Sakura! Kamu... Kamu dimana? Kenapa kamu pergi!"

Napas Dan semakin tersengal-sengal. Dia mencengkram dadanya dan jatuh bersandar ke sofa. Matanya nyaris terpejam. Sakura bahkan bisa mendengar napas tidak teraturnya dengan jelas.

"Kamu sakit lagi?"

Dan menutup matanya, suara Sakura yang terdengar kawatir membuatnya sedikit tenang.

"Dimana?"

"Aku... Masih dikota ini. Aku dirum..."

Klik!

Sambungan diputus. Dan melepaskan ponsel itu karena dia tiba-tiba saja kehilangan kesadarannya.

"Dan!"

Ditempat lain, Sakura menatap L dengan raut memohon lagi.

"Sudah aku bilang jangan katakan lokasi."

"Aku cuma mau bilang rumah ayahku, sama sekali tidak menyebutkan alamat L!"

Ponsel L berdering. Nomor baru menghubunginya.

"Sepertinya mereka tidak menyerah. Halo?"

"Kamu siapa? Bukankah tadi nomor ini dipakai Sakura?"

"Sepertinya kamu salah sambung."

"Tidak! Aku tahu Sakura disana. Katakan padanya Dan membutuhkannya. Aku adalah Farel, dia tahu siapa aku."

"Baiklah."

L yang mematikan sambungan. Dia melirik Sakura yang jelas penasaran dan menunggu penjelasan.

"Kamu bahkan dengan psikiaternya. Jadi, jujur padaku. Apa Danique memiliki penyakit mental?"

Sakura menjadi gelisah. Dia bingung apakah harus jujur atau tidak.

'Apa tadi itu Farel? Jadi L juga tahu Farel? Kalau aku jujur, apakah L akan memihakku?'

1
Ratulangi
cept uf lg ea ka hbis seru kish & ALUR cerita ny.. ✌🙏😁💪💪
fleurlovin
Ealah tanggung jawab thor! Aku jadi lupa waktu gini grgr baca ceritanya
SongbirdGarden
thor sehat-sehat ya supaya terus berkarya
SoftMambo
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
skyeandstaghorn
Makasih thor... hiks sampe terharu aku tuh hiks. walaupun gatau berapa lama ga update tapi aku masih inget ceritanya kok.
Prasetya Wibowo
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu😊💪🙏
Anita
Mohon dukungannya ya teman-teman. like, komen dan share nya ditunggu... 😄🙏
ForGoodluck
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
SnowySecret
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
Berkilau
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
Labuh Ardianto
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Haikal Haira
makasih up nya author
Haikal Haira
selalu semangat baca karya author,,, semangat y author,,,, lanjutkan novel yg ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!