Seorang gadis yang suka mempelajari beragam macam phobia melalui buku-buku yang ada diperpustakaan. Dia adalah mahasiswi dari prodi BK di Universitas Epistemolog. Kesehariannya yang biasa saja berubah Sampai ia bertemu dengan makhluk seperti boneka bulat berbulu yang bisa berbicara di perpustakaan (pangeran Alger). Nama gadis itu adalah Sari. sementara sahabat karibnya yang bernama Wina juga menemukan boneka berbulu yang bisa berbicara di kamar kostnya. Kedatangan 2 Bola berbulu pangeran Alger dan Putri Elpida adalah meminta dua sahabat itu untuk membantu melawan penyihir yang merusak dunia mereka yaitu Phile Kingdom.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni mawadah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sad story or ending
Wina berhenti berbicara pada philip melalui batinnya. Dan Elpida yang menunjukkan dirinya kembali kebentuk bulatnya. "Wina.. aku lapar.." Ucapnya dengan Wina yang menciptakan makanan Elpida melalui kekuatannya. Elpida makan sementara Wina masih memperhatikan wajahnya di kaca.
Ep.29
"Kau kenapa?" Tanya Elpida.
"Apa aku cantik? Hah.." menghela nafas dan melihat bayangannya lagi dan mengingat teman-teman nya yang lain terlihat cantik. "Apa-apaan pertanyaan ku ini.." Ucap Wina mencuci mukanya lagi sementara Elpida tersenyum.
"Kau cantik Wina.." Ucap Elpida.
"Tentu saja, tidak ada yang akan mengatakan aku jelek dihadapan ku..." Batin Wina terdengar oleh Philip yang sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa teman bisnisnya. "Apa yang dipikirkan gadis itu sekarang?" Pikir Philip. "Elpida sama seperti orang-orang yang mencoba menyenangkan aku dengan mengatakan aku cantik.." Batin wina terdengar oleh Philip lagi dengan Wina yang tersenyum pada Elpida menyembunyikan kesedihannya. "Trimakasih Elpida.." Ucap Wina yang berkata dalam hatinya dengan sendu "Aku harus menghargai ucapan baik orang-orang.. Walau ini benar-benar mengganggu pemikiranku.. tapi, haa.. sebenarnya apa yang kupikirkan.. Allah menciptakan makhluknya dengan indah.. aku seharusnya bersyukur kan? Tapi mengapa harus ada pertanyaan seperti itu terus di kepalaku!! Aku merasa tidak cantik.." Batin Wina.
Philip menghela nafas membuat Jaka dan teman bisnis mereka terkejut dan mulai merasa aura gelap. "Apa kita melakukan kesalahan? Apa ada yang salah dalam penjelasannya?" Semua tersirat dalam pandangan teman bisnisnya. "Lanjutkan!" Kata philip dengan aura yang berbeda.
Semalaman itu Wina tak bisa tidur dan memandangi pemandangan diluar kaca jendela. Dia membuka pintu balkon dan keluar ke balkon menikmati angin malam. Melihat semua pemandangan kota besar ini.
"Sial! Kenapa pikiran seperti ini mengganggu ku? Rasanya malam ini aku merasa tak layak menjadi siapapun.. perasaan tak pantas untuk hidup.. tak pantas dicintai.. mengapa aku se-insecure ini ya Allah.." Batin Wina yang membuat Philip melihat ke arah balkon kamar. Philip baru saja pulang dan masuk ke kamar dengan Jaka yang langsung merebahkan diri dikasur.
Philip membuka pintu balkon dan mendapati Wina yang menutup matanya menikmati angin malam. "Apa yang kau pikirkan?" Tanya Philip.
Wina membuka matanya dan melihat ke asal suara. "Kau terbangun?" Tanya Wina.
"Aku baru pulang.."
"Dari mana?" Tanya Wina penasaran.
"Urusan orang dewasa.." ucap Philip.
"Cih.. Aku juga dah dewasa pun.. Bisnis yah? Gak nyangka yah.. kamu punya bisnis juga didunia manusia.." Ucap Wina.
"Aku kan manusia.." Ucap Philip.
"Iya.." Ucap Wina dengan batin "tapi kamu campuran dunia lain juga.. Gak mungkin kan philip suka sama aku? Gak gak.. dia baik sama aku karena ada kitab ijabah di tubuhku.. terus juga elpida adik kandungnya juga samaku.. dia melindungi banyak hal sebagai pangeran.. apa yang kuharapkan?" Philip hanya diam mendengar semua kalimat Wina.
"Gak tidur? Kan baru pulang.. ntar capek loh!" Ucap Wina.
"Ntar aja.." ucap philip.
"Cowok kelihatannya pada suka begadang yah.."
"Kamu sendiri begadang? Bukan cowok aja kan berarti?" Tanya Philip.
"Mu.. tau aku author novel gak?" Tanya Wina dengan agak takut.
"Tau kok.. kenapa? Kamu takut masalah novel kamu yang judulnya 'My Fantasy Prince' itu?" Tanya Philip tanpa beban.
"Kau..."
Philip tersenyum melihat ke arah Wina "Aku sudah membacanya.. tak disangka gadis sepertimu bisa membuat kisah romantis.." Ucapnya tersenyum.
Wina malu dan langsung menumbuk bahunya. "Kau tau nama tokohnya.." tanya Wina ragu-ragu dengan Philip menghela nafas.
"Namaku? Ayolah itu hanya novel.. dan kau menulisnya sebelum bertemu denganku.. mungkin kau memang sudah ditakdirkan menjadi penyelamat Phile Kingdom dengan menuliskan permasalahan kami bahkan sebelum bertemu aku takkan menganggap kau merencanakan kejahatan untuk kami... Itu tugasmu sebagai author yang memiliki imajinasi.."
"Syukurlah.." Ucap wina menghela nafas. "Sepertinya dia juga menjelaskan bahwa dia tak memiliki perasaan padaku.. ha.. Wina.. bangunlah.. siapa juga yang akan menyukai mu? Lalu.. dia juga berbeda.." batin wina.
"Wina.." Ucap Elpida yang berbentuk gelang dipergelangan tangan Wina tiba-tiba mengejutkan Wina dan Philip. "Kau tidak tidur?" Tanya Wina.
"Aku terbangun karena kitab ijabah memberitahuku kau tidak baik-baik saja ..." Ucap Elpida.
"Ha? Apa maksudmu?" Tanya Wina mencoba mengontrol perasaannya. "Aku kira kau kenapa -napa... Apa kau benar baik-baik saja?" Tanya Elpida dengan anggukan Wina.
"Eh? Philip? Kau tidak tidur juga?" Tanya Elpida.
"Tidak.. aku kebetulan saja melihat wina disini jadi aku menyapanya sebelum tidur.." ucap Philip.
"Baiklah.. tolong yah.. aku mau kembali ke mode tidur.. selamat malam!" Ucap Elpida langsung ke mode tidur.
"Malam.." Ucap Wina tersenyum pada Elpida. Philip yang melihat itu memalingkan wajahnya dan hendak masuk ke kamarnya lagi. Dia menggeser pintu kaca balkon dan berhenti melihat wina. "Kau hebat.." Ucap Philip membuat Wina yang mengelus elpida sebagai gelang berbulu jadi berhenti dan melihat ke arah Philip. "Ha?"
"Kau hebat.. Kau langsung mau membantu Elpida saat tau kami membutuhkanmu.. kau baik, dan kau cukup cantik melakukan semua itu.." Ucapan Philip membuat Wina bingung harus bagaimana meresponnya. Namun batinnya "astagfirullah.. nih kaum adam kenapa?"
"Tidurlah lagi.. istirahat.." Ucap Philip dengan Wina yang masih terpaku menatapnya. "Aku pernah baca bahwa para gadis sangat mudah insecure dimalam hari.. jadi sebaiknya kau tidur dan jangan overthinking.. pikirkan hal positif.." Ucap Philip lagi dan mulai melangkah masuk hendak menutup pintu kaca balkon.
"Dia kenapa?" Ucap Wina yang langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu kaca balkon dan menutup wajahnya dengan selimut sambil tersenyum malu. "Cantik? Astagfirullah wina.. sadar!! Dia kaum adam!! Sadar Astagfirullah dosa.." Batin Wina membuat senyum tipis di wajah Philip.
"Entah sejak kapan aku bisa mendengar suara hatinya... Tapi, ini membuatku mengerti perasaannya.. dia hawatir aku akan kembali ke Phile Kingdom nantinya walaupun aku menyukainya.. dia hawatir kami takkan berakhir bahagia seperti yang ia tuliskan.." Batin Philip melihat novel 'My Fantasy Prince' dengan raut wajah sendu.
"Tapi, novel itu.. Sad ending.. romantis namun, menyakitkan.." Batin Wina tidur dengan tidak nyaman.