Indonesia
NovelToon NovelToon
KASTIL BINTANG

KASTIL BINTANG

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Radeya

Saat berusia sepuluh tahun, Paman Berg membawa Alesia putri dari Bella Alexandria ke sebuah pulau terpencil di segitiga Bermuda, sebuah pulau yang dilindungi oleh kabut dan gugusan karang, ke sebuah kastil yang atapnya ditaburi oleh bintang dan diliputi oleh kekuatan.
Setiap tiga ratus tahun sekali kekuatan Kastil Bintang akan melemah, dan dinding penahan gunung Utara akan runtuh, setiap tiga ratus sekali keluarga Alexandria ditakdirkan untuk berjuang mempertahankan Kastil Bintang dari serangan Amenthis dan gunung Utara.
Mampukah Alesia bersama keluarganya mempertahankan Kastil Bintang hingga malam berakhir, Sanggupkah Alesia mengalahkan Amenthis dan membalaskan dendam kematian dari kedua orangtuanya.
Sebuah kisah tentang kekuatan dan keberanian untuk melindungi keluarga, sebuah kisah tentang keajaiban Kastil Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radeya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Busur Cahaya

Nyonya Lucy memejamkan mata dan mengatakan sesuatu dengan lirih hingga aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan.

Aku melihat jarum yang berdetak pada jam bintang, jam sepuluh empat puluh lima menit, lima belas menit lagi dia akan berdentang. Aku melihat Paman dan Bibi Dorian yang berwajah tegang, Ronald yang tampak mengantuk, Miska yang menatap jam dengan kaku. Aku tidak tahu mengapa keluarga Dorian begitu menginginkan pedang Alexandria, tapi bagiku pedang Alexandria adalah jalan untuk membalas kematian ayah dan ibu, aku memejamkan mata dan berharap kastil bintang akan memberikan pedang Alexandria untukku, lima belas menit yang terasa lambat karena kami menunggu.

Jam bintang akhirnya berdentang sebelas kali memecah keheningan. Aku membuka mata dan membaca tulisan yang muncul di kaca jam:

'Para pangeran dari masa dulu akan menentukan siapa yang memegang takdir dari pedang Alexandria'

"Itu sudah diputuskan," kata Nyonya Lucy.

Tidak ada nama yang disebut, jadi aku dan Miska akan pergi ke atap kastil, menemui pangeran dari masa dulu yang entah itu siapa. 

Di pinggir aula Bibi Dorian memekik. "Lihat itu sayang." 

Bibi Dorian menunjuk ke arah Miska, sebuah garis emas bercahaya muncul di atas kedua  telapak tangan Miska. Garis emas itu melengkung membentuk busur, garis emas yang lainnya muncul menghasilkan anak panah.

Miska memegang busur dan anak panah berwarna emas di kedua tangannya, wajah Miska secerah panah yang bercahaya.

Bibi Dorian berlari untuk memeluk Miska dengan erat, aku mendengar Paman Dorian berkata pada putrinya.

"Kastil Bintang membantu kita, dia memberimu busur cahaya yang melegenda! Kau akan menjadi pemegang pedang Alexandria," seru Paman Dorian.

Paman Berg menarik lenganku, membawaku menjauh dari Nyonya Lucy dan dari keluarga Dorian.

"Setidaknya aku masih punya Smith dan Wesson ku," kataku berusaha tersenyum.

Aku berharap Kastil Bintang memberiku sesuatu tapi dia tidak memberikanku apa-apa, itu sedikit membuatku kecewa.

Paman Berg mengambil peluru dari saku nya dan meletakkannya di telapak tanganku, aku menghitungnya, tujuh peluru.

Aku mendongak pada Paman Berg, pelurunya terlalu sedikit, setidaknya aku butuh satu kotak penuh untuk bisa berlomba dengan busur cahaya yang berkilau.

Paman Berg memberitahu. "Aku tidak punya waktu banyak untuk mencari peluru lagi di dalam lemari."

Aku mengingat lemari Paman Berg yang berantakan.

Aku berkata, "Jika Paman mencari peluru di lemari itu, paman butuh waktu seminggu lebih untuk menemukannya, terima kasih untuk pelurunya," kataku sambil memasukkan tujuh peluru di tanganku ke dalam saku jaket.

Aku teringat kalau Paman Berg punya senjata besar di menaranya.

"Bagaimana jika aku meminjam Remmington?" tanyaku.

Senjata milik Terminator itu akan sangat membantu, Paman Berg mengerutkan kening tanda kalau dia sedang berpikir lalu dia memutuskan bahwa dengan senjata sebesar itu aku hanya akan menembak kakiku sendiri.

Aku mengambil Mike dan memberikannya pada Paman Berg.

"Beri dia sesuatu, dia belum makan sejak pagi," kataku.

Paman Berg harus memegang Mike dengan erat karena Mike segera meronta mengerang, dan mengumpat.

Mike memprotes."Kau tidak bisa mengambil keputusan sendiri!"

"Kau tidak bisa ikut ke sana," kataku, "tetaplah di sini, itu perintah."

"Aku akan ikut kemanapun kau pergi," sahut Mike.

"Mike," kataku, "kita tidak sedang mencari tikus yang berkeliaran di dalam atap rumah, tenang saja aku akan kembali."

"Kau berbohong padaku! Kau tidak bisa meninggalkanku!" pekik Mike.

Mike mengeram dia mengayun-ayunkan kedua kaki depannya, menunjukkan kuku kakinya yang tajam dan bersih.

Mike mengancam. "Aku akan mencakar mu setelah kau kembali, kau harus kembali agar aku bisa mencakar mu"

Aku berjanji. "Aku akan kembali."

Paman Berg mengapit Mike yang masih meronta di lengan kanannya.

"Aku akan menjaganya," seru Paman Berg.

"Apa paman punya saran?" tanyaku.

"Aku tidak bisa membantumu," kata Paman Berg, "hanya pemegang kunci kastil yang pernah ke atap kastil dan orang-orang terdahulu yang pernah ke sana hanya menurunkan cerita yang tidak jelas, para Torc yang berusia lebih tua dari kita yang suka menceritakannya, untungnya seorang Torc datang padaku tadi pagi."

"Siapa?"

Paman Berg merendahkan suaranya dan berkata, "Kakek Willie mu, dia menitipkan ini padamu." 

Paman Berg mengambil sepotong roti keras yang dibungkus dengan kertas dari sakunya dan memberikannya padaku.

"Ini pertolongan yang luar biasa," kataku.

Aku langsung memakan roti di tanganku, perutku lapar dan aku butuh tenaga untuk mengalahkan Miska.

Paman Berg berkata, "Kakek Willie juga bilang, saat kau di atap kastil selalu lihatlah ke atas langit, berhati-hatilah dengan apa yang jatuh dari langit dan dengan tanah yang kau pijak!"

"Aku akan mengingatnya," kataku.

Aku tersenyum tapi jantungku berdegup kencang.

Paman Berg meletakkan tangannya di bahuku. 

Paman Berg berkata, "Kau putri dari Bella dan Irian kau memiliki semua yang kau butuhkan untuk mendapatkan pedang Alexandria."

Aku melihat dari seberang aula, Paman dan Biibi Dorian sedang memakaikan pelindung besi di dada, lutut, dan siku Miska, aku bertanya pada Paman Berg "Kenapa keluarga Dorian begitu menginginkan pedang Alexandria?"

"Karena mereka keluarga Dorian," kata Paman Berg, "keluarga Dorian menginginkan semuanya, mereka tidak akan membiarkan siapapun mengambil apapun dari Kastil Bintang tanpa melewati mereka terlebih dahulu. Keluarga Dorian selalu ingin dicatat dan menjadi sejarah, jika bisa, mereka akan merebut kunci kastil juga."

Nyonya Lucy menghampiriku, di sampingnya Miska membuntuti dengan baju pelindung dan busur panah berkilau di tangan.

Nyonya Lucy memandangku. Dia berkata, "Apa kau sudah siap, Alesia?" 

Aku mengikat rambutku ke belakang, memasukkan peluru ke dalam pistol, memperbaiki ikatan sepatuku, menepuk kepala Mike dan mengangguk pada Nyonya Lucy. 

Aku sudah siap atau tidak, aku akan tetap melangkah maju.

Aku dan Miska berjalan di belakang Nyonya Lucy, kami menaiki tangga hingga ke lantai empat lalu masuk ke dalam menara timur dan menaiki tangga berputar. Nyonya Lucy membuka pintu menara dan kami masuk ke lantai lima, lantai tertinggi di Kastil Bintang. Aku tidak pernah naik sampai setinggi ini dan tidak ada apa-apa di lantai lima hanya ada ruangan kosong dengan udara yang pengap dan tiang-tiang yang menyangga langit-langit. Aku bertanya-tanya kapan terakhir kali seseorang naik ke lantai lima, aku mendengar bunyi burung bangau yang bertengger di salah satu jendela kecil yang berbentuk lingkaran.  Aku bisa melihat bekas kaki kami di lantai yang berdebu yang kami lewati.

Nyonya Lucy membawa kami sampai di tengah ruangan, dia mengambil kunci yang di kalung di lehernya dan menunjukkan kunci itu ke depan dadanya. Nyonya Lucy berkata pada ruang kosong di depannya, pada sesuatu  yang tak  terlihat oleh kami. 

"Aku! Lucy Alexandria pemegang kunci kastil, berikan kami jalan ke atap Kastil Bintang."

Setelah itu, langit-langit di kepala Nyonya Lucy berderak, menjatuhkan debu ke lantai, sebuah garis pintu berbentuk segi empat muncul di langit-langit lalu sebuah anak tangga yang terbuat dari kayu tiba-tiba bermunculan satu persatu berpilin dari atas hingga ke bawah, tepat di depan kaki Nyonya Lucy.

Nyonya Lucy berbalik menatapku dan Miska. Dia berkata, "Tidak semua orang mendapatkan kesempatan bisa naik ke atap kastil bintang. Atap kastil bintang adalah hati dari kastil, jantung dan pikiran kastil dan pulau ini, dia mencerminkan apa yang sedang terjadi dan akan terjadi di dalam Kastil Bintang. Dalam masa damai atap kastil adalah tempat terindah yang bisa kalian temui, tapi dalam masa buruk seperti sekarang atap kastil akan berubah menjadi mimpi buruk, jadi perhatikan langkah kaki kalian, dan kembalilah dengan selamat."

Nyonya Lucy mengeluarkan dua bola kristal kecil seukuran bola golf dari saku bajunya. Bola kristal itu berisi debu di dalamnya. Nyonya Lucy memberikan bola kristal itu, satu untukku dan satu untuk Miska.

Nyonya Lucy berkata, "Jika kalian ingin kembali ke sini, pecahkan bola kristalnya dengan tangan kalian, hanya itu satu-satunya jalan keluar dari atap Kastil Bintang."

Nyonya Lucy memeluk kami berdua, aku bisa mencium bau bunga Lily dari tubuhnya. Miska menaiki anak tangga lebih dulu dan aku mengikutinya. Miska menjulurkan tangannya untuk mengangkat pintu yang berada di atas kepalanya, dia masuk ke dalam pintu di langit-langit dan menghilang. 

Aku mendongak menatap lubang di atas kepalaku, lubang itu menuju ke tempat yang gelap, aku menghela nafas lalu mengikuti Miska naik dan masuk ke dalam  atap Kastil Bintang.

1
julius
karya yg bagus. gaya bahasa juga bagus. menunjukkan kualitas sang penulis
julius
cerita yg bagus. pemilihan bahasanya juga bagus, menunjukkan kualitas penulisnya. semangat terus author..💪💪💪
Willyam Loius
Iseng mampir... abis baca yg satu ini, hmm lumayan menarik!!
Maki Umezaki
Kalau tidak update, penggemar setiamu bakal hilang nih
ღYaraღ
Gak sabar next chapter.
Calliope
Jlebbbbb!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!