"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehangatan pagi
Sayup-sayup suara adzan shubuh berkumandang di masjid komplek, membelah keheningan fajar yang dingin. Sinar temaram garis biru makan membayang dibalik jendela.
Nayshi terbangun lebih awal.
la membuka matanya perlahan dan menikmati keheningan pagi yang begitu menenangkan. Di sampingnya Nadia masih tidur terlentang, namun kakinya mengambil space Nayshi. "Nad, Nad. " gumam Nayshi pelan dan terkekeh melihat pola tidur sahabatnya ini.
Perlahan la turun dari kasur agar tidak membangunkan Nadia.
Setelah la mengambil wudhu dan segera melaksanakan shalat Nadia terbangun. "Nay, Udah subuh?" tanya Nadia dengan suara khas bangun tidur.
Sudah, Nad. Maaf yaa jadi ganggu Lu tidur, " sahut Nayshi.
Nadia perlahan bangkit dan duduk diatas kasur sambil mengucek-ngucek mata. "Apa sih, ga ada yang terganggu. Tiap pagi juga Gua bangun buat doa fajar, "
"Oh Kristen juga bangun subuh? kirain Gua ganggu Lu tadi, hehehe! " ucap Nayshi.
"Ya udah Gue shalat, Lu doa teduh. "lanjut Nayshi dengan senyum hangat.
Kini Nayshi tengah melaksanakan shalat dengan khusyuk, dan Nadia berdoa juga dengan khusyuk. Dua keyakinan yang berbeda, melambungkan doa kelangit yang sama.
Setelah Nayshi selesai shalat dan berdoa, la bangkit untuk memeluk Nadia. " Makasih Ya Nad, entah berapa banyak makasih yang udah Gue ucapkan itu ga akan pernah cukup. Gue bersyukur banget dihidup yang cuman sekali bisa jadi sahabat Lu, "
Nadia membalas pelukan itu seraya menepuk pelan bahu Nayshi. "Gue lebih bersyukur punya sahabat Lu. Lu yang ga pernah ngatur-ngatur Gue, Lu yang juga selalu ada buat Gue, pokoknya kita itu Bestie goals.
Nayshi terkekeh pelan dalam pelukan itu, dan merasakan kehangatan yang membasuh sisa trauma.
Matahari mulai meninggi, menyapa pemukiman dengan sinar hang mengikis sisa embun Suara kicauan (kicau-kicau mania😁) dari dahan pohon depan rumah Nayshi.
Selesai bersiap dan mandi, Nadia serta Nayshi turun ke meja makan untuk sarapan bersama Mamah dan Papah. Aroma harum nasi goreng spesial buatan Mamah memenuhi ruangan itu.
"Harum banget Nay! " ucap Nadia dengan menghirup aroma itu seakan menikmati.
"Nasi goreng nyokap Gue ga akan pernah gagal, dijamin Lu pasti suka. " sahut Nayshi sambil merangkul bahu Nadia.
"Pagi. Pah, Mah, " sapa Nayshi lembut dengan senyum yang lebih segar dari sebelumnya.
Mamah berbalik dari balik kompor. "Pagi Sayang, bagaimana tidurnya nyenyak? "
Papah yang sedang membaca koran pun langsung melipat koran tersebut. "Ga ada mimpi buruk kan? " tambah Papah yang khawatir tengah malam trauma putrinya kembali lagi.
"Aku nyenyak tidurnya dan ga ada mimpi buruk, " Jawab Nayshi dengan senyum manisnya.
"Tante, masak apa? Aromanya harum dan enak banget, tanya Nadia basa-basi serya melangkahkan kakinya mendekati Mamah.
Masak Nasi goreng, Nad. Kamu harus cobain, ini makanan kesukaan Nayshi selain beef pasta dari calon mertua, " jawab Mamah dan dengan sengaja mencairkan suasana.
"Oh iya Tante itu pasti, bahkan makannya aja sampe senyum-senyum. " tambah Nadia membuat Nayshi tersenyum malu.
Saat Nayshi mau membalas candaan itu, tiba-tiba ada kurir yang mengirim paket pagi-pagi. "Paket! Kak Nayshi Nirwana! "
"Paket?" tanya Nayshi bingung, karena la tak memesan paket apapun.
"Papah aja yang ambil, paketnya. " ucap Papah yang langsung bangkit dari duduknya.
Tak lama Papah kembali dengan buket bunga daisy dan sweet pea serta paper bag full marun dengan peta Navy.
"Nih buket bunga dari calon suami. " ledek Papah sembari memberikan buket serta paper bag itu pada putrinya.
"ehem ehemm, pagi-pagi udah dapet kiriman bunga aja Nona Daisy, " ledek Nadia sambil terkekeh bersama Mamah dan Papah melihat pipi Nayshi yang merah merona.
"Hustt! diem! mau baca surat dari calon suami." sahut Nayshi malu-malu.
[Selamat Pagi Nona Daisy.
semoga keindahan Daisy dan sweet pea mampu mengikis rasa takut serta dari kejadian kemarin.
To:Prince Daisy]
"Ohh, sekarang panggilannya bukan Keenan lagi tapi Prince Daisy. " ledek Nadia yang tadi langsung berlari menghampiri Nayshi dan ikut membaca surat tersebut.
"Nona dan Prince Daisy. " tambah Mamah seraya menaruh nasi goreng hangat di hadapan mereka.
Saat Nayshi ingin membuka paper bag, ponselnya berbunyi notif pesan masuk.
Keenan: Nona Daisy, apakah paketnya sudah sampai? itu didalamnya ada pancake coklat, semoga rasa manisnya mampu mengikis kepahitan kemarin.
"Uhhh! puitis-nya, "goda Nadia la sangat senang menggoda sahabatnya ini.
Nayshi memalingkan wajah Nadia paksa. "Tuh nasi gorengnya udah jadi, Lu makan aja. "
"Nad, makan dulu aja. Orang lagi kasmaran jangan diganggu, " ucap Mamah seraya memberikan nasi goreng kepiringnya.
"Siap Mah. " sahut Nadia sambil terkekeh.
"Kamu ini Nad, demen banget godain Nayshi. " Ucap Papah sambil terkekeh melihat interaksi itu.
"hehehehe! Suka banget sama reaksi Nayshi kalo digodain, pasti blush on alaminya muncul. " sahut Nadia membuat Papah dan mamah terkekeh.
Nayshi hanya mendengarkan obrolan itu dengan pipi merah merona sambil tangannya mengetik balasan.
Nayshi: Paketnya baru sampai Prince Daisy. Makasih untuk buket dan pancake-nya serta kalimat puitis yang bikin Aku diledek Nadia.
Keenan: Hahahaha! Saya tebak pasti pipi kamu merah merona?
Nayshi membaca itu senyum-senyum karena tebakan Keenan benar.
Nayshi: Bener banget, makanya Aku diledekin sama Nadia. Mana Papah sama Mamah juga ikutan, rasanya Aku pengen kabur.
Keenan: Jangan kabur dong, nanti Saya bingung nyarinya.
Keenan: Ya sudah Kamu nikmati kehangatan sama mereka dengan canda tawa yang membuat pipi Kamu merona, Aku mau berangkat ke Kantor dulu nanti malam Aku izin mampir yaa!
Nayshi: Iyaa, Pak CEO. Tapi Kalo Kamu cape gausah dipaksa mampir.
Keenan: Siap calon Istri CEO. Rasa cape bukan penghalang untuk bertemu Kamu Nona Daisy, dan sudah kamu makan jangan dibalas lagi.
Nayshi langsung menaruh ponselnya dengan terus senyum-senyum sambil tangannya menyendok nasi.
"Aduh! jadi pengen deh ada yang chat pagi-pagi, biar hidup Gue kayak Lu senyum-senyum gitu! ucap Nadia sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya.
"Hahahaha! iri ya? pasti Lu bentar lagi juga bertemu dengan seseorang, apa lagi Lu kan cegil. " ledek Nayshi sambil terkekeh.
"Semoga aja jodoh Gue, Dia, " celetuk Nadia tanpa mikir sambil mengulas senyum-senyum dan membayangkan seseorang itu.
"Dia siapa? Lu udah punya Crush baru?" tanya Nayshi dengan wajah terkejut.
"hmm... Anak buah calon mertua Lu. " sahutnya malu-malu.
"Kevin?" tanya Papah memastikan.
"Hehehehe! Iya Om, " sahut Nadia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kevin anak yang baik juga itu, tapi yaa energinya berbanding kebalik sama Kamu yang selalu full energi," ledek Mamah.
"Ih Tante, Aku juga bisa kok anggun," duduk selayaknya perempuan.
"Paling bertahan lima menit doang, " ledek Nayshi membuat semua tertawa.
Rasa trauma Nayshi kini mulai memudar berganti canda tawa yang mewarnai sarapan pagi ini.