Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Naura

Cinta Tulus Naura

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Sriyanti

Naura adalah gadis polos yang ingin membahagiakan orang tuanya,yang nantinya terpaksa menikahi anak dari majikannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan Yang Berlanjut

Selang kurang lebih 10 menit

setelah tuan pergi membeli obat untuk nyonya

Terdengar suara nada dering telfon masuk ke Handphone nyonya

"Farel sayang boleh minta tolong ambilkan mama HP nya mama mau angkat"

"iya mah tunggu farel ambil"

Nyonya sinta pun mengangkatnya

"Halo (terdengar suara laki-laki di balik telfon) Halo apa benar ini dengan keluarga dari bapak yang bernama Budi Hermansyah yang mengendari mobil dengan plat D 1764 "

"Iya pak betul itu suami saya,,kenapa yah pak dengan suami saya" ucap nyonya sinta dengan panik

"Maaf Ibu kami dari pihak kepolisian ingin menginformasikan bahwa Pak budi Hermansyah atau suami ibu itu mengalami kecelakaan "

"Apa" ucap nyonya sinta yang langsung lemas dan menjatuhkan Hp nya

"Mah kenapa mah ada apa dengan ayah? Mah kenapa mah" ucap farel yang juga ikutan panik

Nyonya sinta msih mematung dengan tatapan kosong

Masih syok dengan apa saja yang barusan dia dengar

"Halo"

"Halo"

"Halo"

Terdengar suara laki-laki yang masih berbicara di telfon nyonya sinta

Farel pun langsung mengambil dan mengangkatnya

"Halo iya ini dengan siapa yah"

"Sekarang kami sudah menuju rumah sakit, rumah sakit Nusa Indah yang tidak jauh dari alamat korban mohon untuk keluarga segera datang ke RS karena korban juga sudah di perjalanan menuju Rumah sakit terimakasih" pria itu langsung menutup telfon nya

Tut

Tut

Tut

"Mah kenapa tadi dia membahas rumah sakit siapa yang sakit mah apa hubungan nya dengan papa mah

mah tolong jawab mah"

"Farelll" nyonya sinta menangis terus menangis

"Mah ayah kenapa mah"

"Tadi yang menelfon itu adalah polisi dia mengabarkan kalau ayah kamu, ayah kamu........

"Ayah kamu....."

"Mah ayah kenapa mah? Ucap Farel dengan sangat panik

"Ayah kecelakaan nak"

"Apa!...."

Pecah disitu tangis nyonya sinta lemas sekali

aku dan farel langsung kaget mendengar perkataan nyonya sinta barusan

" Tidak mungkin mah mereka pasti salah orang mah sekarang mana hp nya mah farel mau telfon ayah dulu dia pasti sudah salah orang"

"Farel sayang mending sekarang ayok kita cepat-cepat ke Rumah sakit, Mamah juga tidak tau ayah kamu sekarang di bawah Ke Rumah sakit mana nak"

"Ya Allah ayah" ucap farel dengan menangis seakan tidak percaya semua ini terjadi pada ayah nya

"Ayok farel"

"Mah aku tadi dengar polisinya bilang RS Nusa Indah"

"Oh iya ayok kita kesitu"

"Nyonya saya juga ikut nyonya" ucapku ke nyonya dengan air mata yang sudah tumpah dari tadi di pipiku

"Iya Mbak"

Kami bertiga pun menuju ke Rumah sakit Nusa Indah yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami

Tidak butuh waktu lama kami semua sudah sampai di Rumah sakit

Sesampainya di Rumah sakit

Kulihat sudah ada beberapa polisi dan dia berkata apakah kami keluarga dari korban kecelakaan yang bernama pak Budi Hermansyah

Setelah itu dia berkata lagi

"Maaf ibu ,,dokter sudah menangani pak Budi suami ibu dan saya lihat tadi lukanya cukup parah ,,sebaiknya Ibu berdoa semoga beliau selamat

Mendengar perkataan pak polisi mamah tidak bisa berkata-kata lagi

Kami pun menunggu berharap ada kabar baik dari dokter tentang keadaan suamiku

Kami semua sangat gelisah, saat itu farel yang sesari tadi mondar-mandir mondar-mandir dengan terus melirik ke arah pintu tidak sabar dokter datang memberi kabar tentang kondisi papah nya

"Ya Allah tolong selamatkan Suamiku"

Kurang lebih 20 menit menunggu

Keluarlah dokter, kami semua berdiri

Dengan jantung yang berdebar-debar aku pun mulai berkata

"Dok kenapa dengan suami saya dok dia baik-baik saja kan?? Dia selamat kan dok?

"iya dokter kenapa dengan ayah saya dok dia baik-baik saja kan dok? Lukanya tidak terlalu parah kan dok? Dok katakan sesuatu dok"

"Maaf nak Maaf ibu kami sudah berusaha semaksimal mungkin yang sabar yah bu' nak"

"Maksud dokter?

" Bapak budi atau suami ibu sudah meninggal ibu dan keluarga yang sabar yah bu'

Mendengar itu semua duniaku seakan hancur, dadaku sesak aku kehilangan pujaan hatiku sosok yang sangat baik, yang sangat bertanggung jawab, yang tidak pernah sekalipun membentak ku berkata kasar padaku, yang sangat sayang sama keluarga tidak bisa ku bayangkan bagaimana akan kulewati hari- hari tanpa dirinya

Berharap ini semua hanya mimpi tapi ternyata tidak ini adalah kenyataan suamiku sudah pergi meninggalkan ku

aku lemas tak berdaya hingga akhirnya aku pingsan seakan belum bisa menerima kenyataan yang sebenarnya

" Ya Allah sabarkan hatiku, kuatkan aku, cobaan mu begitu berat ya Allah aku masih sangat membutuhkan suamiku"

Saat aku terbangun dan sadar dari pingsan kulihat di sampingku anakkku farel anak ssmata wayangku yang sangat khawatir akan kondisiku hanya aku satu-satunya yang dia miliki sekarang dia takut aku juga akan pergi menyusul papanya

Aku pun mulai merasa kuat disitu karena aku memikirkan anakku farel , aku memikirkan masa depan nya, aku masih punya farel dia masih sangat membutuhkan ku, aku harus kuat , aku harus bisa jadi ibu yang baik untuk farel

" Mama ,, Alhamdulillah mama sudah sadar, Mama aku takut sekali mama kenapa- kenapa, mama farel janji akan menjaga mama tidak akan buat mama sedih karena ulah farel seperti janji aku ke papa"

Aku mata ku mengalir dengan deras kulihat anakku farel yang sangat menyayangiku yah aku harus kuat demi farel

" iya sayang mama sayang banget sama farel"

"aku juga sayang sekali sama mama"

Kami berdua pun berpelukan

Kulihat mbak mina

Mbak mina yang sedari tadi juga ada di dekat kami yang sampai saat itu juga belum berhenti menangis

Aku langsung meraih tangan mbak mina dan langsung memeluknya

"Mbak, maafin yang mbak kalau suami saya pernah ada salah sama mbak"

"Nyonya, tuan sangat baik nyonya dia tidak pernah memarahiku , nyonya yang sabar yah nyonya sama tuan farel juga mbak janji mbak juga akan selalu bersama nyonya dan tuan farel kalian semua sangat baik walaupun aku hanya pembantu tetapi aku merasa sangat di hormati dan di anggap seperti keluarga "

" Terimakasih banyak mbak, kami juga sayang sama mbak mina"

Aku beruntung sekali bisa kenal sama mbak mina dan dia tinggal bersama kami

10 hari setelah tuan meninggal

Kulihat nyonya masih sering melamun dan terkadang kudapati nyonya menangis jika dia sedang sendiri tapi jika ada aku atau tuan farel dia langsung menghapus air matanya dan langsung kembali ceria

"Nyonya, ayok nyonya makan siang dulu, nyonya belum makan dari tadi pagi, mbak tidak mau nyonya sakit"

" Terimakasih yah mbak,, iya taruh saja dulu mbak aku akan makan sebentar, aku mau sendiri dulu yah mbak "

" Nyonya kalau nyonya sakit bisa nyonya bayangkan betapa sedihnya tuan farel " ucapku membujuk nyonya untuk mau makan

" Iya iya mbak, baik aku akan makan"

Siang itu aku membujuk nyonya untuk makan siang krena biasanya kalau siang dia tunggu tuan farel datang dari sekolah kemudian dia makan bersama-sama tapi hari ini adalah hari Rabu jadwal Privat tuan farel jadi tuan farel pulangnya sore jam 5

"Eh farel mbak aku akan tunggu farel aku mau makan siang sama farel"

"Nyonya lupa yah hari ini jadwalnya tuan farel Privat dia kana pulang sore"

"Oh iya yah mbak aku lupa"

"Iya nyonya"

Setelah nyonya selesai makan dia pun berniat pergi ke toko butiknya

"Mbak aku mau ke butik dulu yah hari ini adalah hari ke 2 butik buka semenjak suami saya meninggal"

"Nyonya sama siapa, nyonya kalau sendiri kesitu sebaiknya jangan karena saya lihat nyonya masih lemas"

" Tidak kok mbak, aku tidak sendiri ke toko, aku akan di antar pak jali"

"Oh seperti itu yah nyonya, tapi nyonya kan masih lemas masih butuh istirahat nyonya"

" Aku baik- baik saja kok mbak lagian kalau aku di rumah terus aku akan terus ingat tuan aku ingin keluar dulu"

" Baik lah nyonya kalau itu kemauan nyonya, tapi tuan farel ?"

" Sampaikan saja sama kalau dia lebih duluan datang sebentar daripada saya katakan kalau saya ke toko butik dulu"

" Oh iya baik nyonya akan saya sampaikan ke tuan farel"

" iya makasih yah mbak aku mau siap- siap dulu"

" iya nyonya"

10 menit berlalu nyonya sinta pun datang dan sudah rapi sudah siap untuk ke toko butiknya

"MasyaAllah nyonya cantik sekali" ucapku memuji nyonya sinta

" Kamu bisa saja mbak buat aku malu saja"

" hehe nyonya aku serius "

" mbak-mbak jadi di hari-hari biasa saya jelek baru kali ini cantik" ucap nyonya dengan tersenyum

" Eh bukan nyonya, maksud saya tidak seperti itu nyonya jangan salah paham , nyonya itu cantik setiap hari kok" balas mbak mina

"hehe iya mbak aku bercanda kok, yah sudah yah mbak aku pergi dulu

Assalamu alaikum

Waalaikumussalam

Hati-hati yah nyonya

"Iya mbak"

1
Aya Natalia
update
Uwais Al Qarni Ramadhana
saya suka saya suka
Hainnie Yunus Yunizan
cerita nya menarik,lanjutkan cerita nya
Theresia Anastasia
t o p
Maria Maria
lanjut thor
Sriyanti Antyy: Iya kak😊
total 1 replies
❤️Reinee❤️
nyimak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!