Indonesia
NovelToon NovelToon
CINTA Di Ujung PISAU

CINTA Di Ujung PISAU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Rmaa

Elina Widiastuti, seorang gadis dengan rambut sehitam malam yang terurai lembut, hidup dalam kesederhanaan di sebuah rumah kecil yang catnya mulai terkelupas. Dulu, rumah itu dipenuhi tawa dan kehangatan, tempat ia dan adiknya, Sophia, berbagi kebahagiaan meski hidup serba pas-pasan.

Sosok lelaki yang seharusnya menjadi pelindung justru menjelma menjadi sumber penderitaan. Ayah mereka, yang dulu mereka panggil dengan penuh kasih, kini lebih sering datang dengan suara botol beradu dan langkah kaki yang berat. Setiap kepulangannya selalu berarti teror baru bagi Elina dan Sophia.


Namun, penderitaan Elina tidak berhenti di situ. Seakan dunia ingin mengujinya lebih jauh, ia terperangkap dalam sebuah pernikahan yang tidak ia inginkan tapi keterpaksaan.

“Jangan menangis, kau pikir air matamu bisa mengubah keadaan"suara dingin itu menusuk telinga Elina.


selamat membaca,semoga suka dengan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

penglihatan Ratih mulai kabur, ia sudah tak mempunyai banyak kekuatan. lukanya terlalu dalam, sehingga begitu banyak darah yang keluar. hampir dua puluh menit lamanya menunggu akhirnya Elina datang namun Ratih sudah tak sadarkan diri.

"mamaaa" teriak Elina. shok dengan apa yang dilihatnya, Ratih terbaring di depan pintu kamar Sophia dengan berlumuran darah dan juga wajah sangat pucat.

"bangun ma, ma, mamaaa" Elina berusaha menyadarkan mamanya tetapi itu hanya sia sia, tak ada pergerakan sedikit pun yang ditunjukkan oleh Ratih.

Elina mendongakkan kepala nya mencari keberadaan Sophia dan papanya, seingatnya sebelum berangkat kerja Sophia dan papanya berada dirumah.

"sophiaaa, papaaa" teriak Elina keras,ia tidak sanggup mengangkat mamanya sendirian. badannya yang mungil itu tak cukup mempunyai kekuatan.

"bagaimana ini" Elina kebingungan.

ia kemudian berlari keluar untuk meminta pertolongan beruntung ada beberapa tetangga yang mendengar suara teriakan Elina mereka pun segera menolong Elina dan menelpon ambulan.

Elina duduk sendirian di ruang tunggu rumah sakit. matanya yang terus tertuju ke pintu ICU yang terus menerus membuka dan menutup. Ia menunggu kabar tentang kondisi mamanya yang kritis.

Elina mengingat senyum mamanya saat mereka bermain bersama, begitupun pelukan hangatnya saat ia sedih.saat ia dan Sophia masih kecil tangan mungil nya memegang genggaman tangan ibunya saat di tempat tidur.

Elina melihat sekeliling ruangan. ada pasien lain yang juga menunggu, ada yang menangis dan juga ada yang berdoa,ia merasa tidak sendirian. Namun kesabaran Elina mulai menipis ia ingin mamanya sembuh dan pulang bersama.

Kegelisahan Elina mulai reda ketika seorang perawat keluar dari ruangan ICU, Elina melihat dengan harapan.

"bagaimana suster" Elina bertanya. perawat itu memegang pundak nya.

"ibu anda sedang berjuang, tetaplah kuat" Elina mengangguk tetapi air matanya terus saja mengalir. ia memejamkan mata, berdoa dengan tulus, ia masih sedikit lega namun kesabarannya masih di uji.

Elina melihat jam dinding sudah tiga jam ia menunggu. Sophia dan papanya belum juga datang, Elina yakin pasti akan ada tetangga yang akan memberitahu tentang kejadian yang menimpa mamanya. Elina merasa sedikit kesepian, dan mulai mengambil benda pipih yang ada di sakunya lalu membuka beberapa pesan dari temannya.

setelah tiga jam kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan ICU dengan wajah serius. Dokter itu mendekati Elina. sekejap dada nya berdenyut sangat cepat tangannya begitu dingin dan wajah yang pucat pasi.

"dengan berat hati saya menginformasikan bahwa ibu anda telah meninggal, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya namun beliau kehilangan banyak darah" katanya lembut.

Elina terkejut, matanya terbuka lebar , ia tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Elina merasa syok dengan kesedihan yang mendalam, ia menangis keras tidak bisa bicara. dokter itu memeluknya keras berusaha menenangkannya.

"maaf nak, kami sudah berusaha semampu kami. selebihnya itu adalah kuasa sang pencipta" ucap dokter itu lagi.

Elina mengingat kenangan indah bersama mamanya, ia merindukan senyum dan pelukan hangat mamanya. padahal baru kemarin mereka bersama dan tiba tiba saja Tuhan mengambil nya dari dirinya. serasa Elina belum siap kehilangan, kenangan lama kini muncul kembali di ingatannya, dimana ia ditinggal pergi oleh ayahnya.

.

.

.

Dua hari ini Elina hanya berdiam diri dirumah. menunggu kepulangan Sophia yang tak kunjung datang.mata Elina bengkak rambut acak acak kan, wajah yang pucat dan tak terawat. setelah kehilangan ibunya ia tak mau berbicara dengan siapapun, bahkan Elina tak mau mengangkat telepon dari sahabatnya Luna.

mendengar tentang kabar yang dialami Elina, Luna sangat khawatir. ia berniat datang kerumah Elina membawakan bunga dan coklat kesukaan sahabatnya itu, Luna sengaja tidak memberitahu Elina.

"Lin, buka pintunya. ini ini aku Luna" panggil Luna sambil mengetuk pintu. lama menunggu akhirnya Elina membukakan pintu.

"Aku ada disini Lin, aku tidak akan meninggalkanmu" peluk erat Luna. seketika tangis Elina pecah.

"aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, Sophia pergi entah kemana. sekarang aku benar benar sendiri" Elina sesenggukan sambil mengusap air matanya yang terus saja mengalir tanpa henti.

Luna mengeratkan pelukan dan mendengarkan ceritanya. Elina terus saja menangis dan menceritakan perasaan nya. Luna memberikan kata kata penyemangat dan dukungan.

"aku bersyukur memiliki kamu Lun" kata Elina. dan Luna pun tersenyum.

"aku juga Lin, kita akan melalui ini bersama sama"kini persahabatan mereka semakin kuat.

.

.

.

Seminggu kemudian Elina kembali bekerja, perasaan nya telah baik baik saja. support dari sahabatnya sangat luar biasa, ia bersyukur memiliki Luna.

beruntung menejer restoran tempat Elina bekerja sangatlah pengertian, ia bisa memaklumi musibah yang menimpa Elina.

kebetulan hari ini akan ada perayaan ulang tahun yang diadakan di restoran, mereka semua sangat sibuk termaksud Elina.

"Lun, aku tidak mengerti mengapa CEO itu begitu sangat kejam?.selalu marah dan tidak sabar" ucap Elina penasaran, selama ini ia belum pernah melihat bagaimana wajah CEO mereka.

"aku juga penasaran Lin. dengar dengar sih dia memiliki masa lalu yang sulit, mungkin itu yang membuatnya jadi begitu" balas Luna lagi.

"masa lalu yang sulit? apa yang terjadi? " Elina begitu penasaran.

"aku tidak tau pasti, yang aku dengar ayahnya meninggal dunia saat dia masih muda.dia harus mengambil alih perusahaan dan mengalami banyak tekanan " jelas Luna lagi, memang ia sedikit lebih tau dari Elina sebab Luna yang lebih lama bekerja di restoran itu.

"wah menyedihkan juga yah. tapi aku penasaran ada apa dibalik kesan dinginnya itu" ucap nya lagi.

Tiba tiba saja Rian datang mengagetkan keduanya. yang sedari tadi sibuk bergosip.

"Elina, Luna bisa dipercepat dikit kerjanya, aku tidak mau ada kesalahan. tau kan bos kita seperti apa? " kata Rian lembut namun ada sedikit penekanan. lalu pergi.

Setelah menunggu, akhirnya CEO datang dengan menggandeng tunangannya. semuanya memberi hormat, termaksud Elina dan Luna. setelah itu mereka kembali ke belakang.

Rian melambaikan tangan ke Elina agar segera mendekat kearahnya.

"iya pak" jawab Elina.

"tolong kamu siapkan hidangan ke meja CEO, saya akan ada sedikit pertemuan dengannya" ucap Rian segera menyusul CEO ke ruangannya.

"baik pak" patuh Elina

Elina kembali ke belakang dan langsung bercerita ke Luna. namun Luna percaya padannya, meski dengan keraguan Elina mencoba menepis rasa gugupnya itu.

saat mengantarkan hidangan, Elina tidak sengaja terjatuh di lantai yang licin. Hidangan utama jatuh dan menumpahkan saus panas ke gaun mahal tunangan sang CEO. Yah dia Emily windsor seorang model terkenal, seluruh dunia pun mengenalnya.

"kau tidak berhati hati? gaun ini mahal!! "teriak Emily.

"aku tidak percaya kau merusak gaun Favoritku! "

Elina meminta maaf dan berusaha membersihkan noda.

"maaf nyonya aku tidak sengaja, aku akan membantu membersihkannya. " ucap Elina. lagi lagi ia meraih gaun Emily dan mengusap nya pelan.

Emily kesal lalu menampar Elina keras, pipinya memerah lalu terjatuh ke lantai. Emily kemudian mengambil salah satu hidangan dan melemparkannya ke wajah Elina.

Mendengar terjadi keributan CEO keluar dan disusul oleh Rian menejer restoran itu.

.

.

.

.

Lanjut yah

See you😍

1
moon
bagus thor agresif lagi
moon
ya klau boleh kasi agresif aja tu si dias
moon
hadeuh thor jgn berbelit belit dong jgn d ulang ii
moon
Lanjut thor biar axel tau itu mmg elina
moon
Lanjut thor
moon
Gue suka banget ceritanya karakter Axel yg dingin dan elina yg lemah lembut yg sentiasa berjodoh walaupun sempat terpisah. Jujur bru cerita ini yg bkin gue gak nyangka bhwa ryan adalah musuh dlm selimut sihh karna gak bgitu ketara lohh kejahatannya.
moon
Huhu akhirnya ada peningkatan/Sneer/biar Axel tau kelakuan Emily yg sebenar lagi Ryan udah ketahuan
moon
Thor aku suka banget, rajin ya updatenya/Smile/
moon
Thor lama updatenya
Nona Rmaa: maaf kak,akhir akhir ini lagi kurang sehat 🙏asam lambung lagi kumat 😁 insyaAllah sebentar bisa up lagi,ma kasih udah jadi pembaca setiaku ,aku sangat berterima kasih 😊🙏
total 1 replies
Jana
apa yg meninggal Elina palsu?? dan yg bersama Ryan sebenarnya Elina dan masih hidup .. othor selalu penuh teka teki
Jana
😭
Jana
pasti melihat foto USG Elina
Jana
bingung Thor ceritanya... 2thn baru hamil /stlh dr pulau x itu hamil / bagaimana /Shy/
Jana
sadis si Axel
moon
Bagus thor yg ini gue suka banget ceritanya
moon
Thor jgn lama prosesnya/Scowl/
Yurma Walida
mana sambung cerita nya author
Nona Rmaa: tunggu yah kak, insyaAllah malam ni. soalnya beberapa hari ini lagi gak enak badan 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!