Indonesia
NovelToon NovelToon
AWAL MIMPI BURUK AMELIA

AWAL MIMPI BURUK AMELIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Pelakor / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi

Sanjaya penuh amarah menarik paksa tangan Amelia masuk kedalam kamarnya lalu menghempaskan kasar hingga Amelia terjerambat disisi ranjang itu ia hanya mampu tergugu dengan berderai air mata.


"Sekali lagi kau mencampuri urusanku, aku akan menceraikan mu!!" dengan sorot mata tajam Sanjaya berteriak pada Amelia.


"Aku ini istrimu mas, sampai kapanpun kamu tak kan bisa menceraikan ku mas!" Amelia berseru dengan suara yang bergetar.


Sanjaya menatap tajam Amelia sebelum berlalu keluar dari kamar itu meninggalkan istrinya yang menangis pilu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Rasa Yang Hambar

Sore itu Amelia merasa jenuh hanya berada didalam apartemen saja biasanya saat ia masih tinggal dirumah bersama ayahnya Amelia disibukkan dengan membantu pekerjaan ayahnya mengurus pesanan ayam para pelanggan. Ditambah dirinya saat ini mengambil cuti kuliah selama tiga hari lantaran ia menikah Amelia memutuskan untuk menghubungi ayahnya karena ia juga merindukan pria paruh baya itu.

"Iya, nak ada apa kamu telepon ayah Amelia?" ucap Pak Danang dari balik telepon.

"Ayah, Amelia hanya kangen ayah" kata Amelia manja.

"Ayah kira ada apa, pasti kamu jenuh ya ditinggal nak Sanjaya kerja?" tebak Pak Danang dengan terkekeh.

"Kok ayah tau?" Amelia tersenyum mendengar ucapan ayahnya yang seakan tahu isi pikirannya.

"Jelas ayah tau Amelia, nak Sanjaya itu kan Bos perusahaan besar nak. dia orang yang sibuk. kalau Amelia bosan bisa main kerumah tapi ijin dulu sama suami kamu nak" ucap Pak Danang.

"Iya ayah, nanti kalau mas Sanjaya sudah pulang Amelia akan bicara dulu sama mas Sanjaya" kata Amelia.

"Nak sudah dulu ya, ini ayah mau ngantar pesanan ayam pelanggan" ucap Pak Danang kemudian mengakhiri teleponnya.

Amelia menghembuskan nafasnya pelan kemudian meletakkan ponsel dimeja sisi ranjangnya.

"Ayah juga sibuk, terus aku mau ngapain biar tak merasa jenuh.. ?" gumam Amelia menatap sekeliling kamarnya.

Amelia pun beranjak dari kamarnya ia ingin melihat bibi pembantunya sedang melakukan apa juga ingin menjadikan teman mengobrol lantaran ia merasa kesepian dan sangat jenuh.

Saat turun kelantai bawah Amelia tak mendapati pembantunya ia celingak-celinguk mencari wanita paruh baya yang bekerja diapartemennya namun tatap tak ada.

"Dimana ya bibi, kok tidak ada dimana-mana apa dia sedang keluar ya..?" gumam Amelia menatap sekeliling.

Akhirnya Amelia pun menyalakan televisi guna mengurangi rasa jenuhnya namun lama kelamaan rasa kantuk mulai terasa. ia pun merebahkan dirinya di sofa panjang itu matanya perlahan tertutup oleh rasa kantuknya Amelia tertidur didepan televisi yang masih menyala.

Beberapa jam kemudian Sanjaya baru tiba dari kantornya saat masuk kedalam apartemen ia mendapati istri kecilnya sedang tertidur di sofa bahkan televisinya masih menyala. Sanjaya pun mendekati Amelia yang tampak tertidur pulas itu.

"Untuk apa aku peduli padanya" ucap Sanjaya pada diri sendiri memandangi Amelia yang tertidur pulas kemudian meninggalkannya begitu saja.

Sanjaya tak ada niatan untuk memindahkan istrinya ketempat tidurnya justru pria itu acuh padanya lebih memilih segera membersihkan diri dan beristirahat.

Tampak bibi pembantu baru tiba diapartemen dengan membawa sekantong belanjaan. wanita paruh baya itu melihat majikannya yang sedang tertidur di sofa lalu menghampirinya.

"Bu, bu Amelia, bangun bu. ini sudah hampir petang bu" bibi pembantu itu membangunkan majikannya dengan mengguncang pelan tangan Amelia.

Tampak Amelia melenguh perlahan ia berusaha membuka matanya ia tersadar masih berada didepan televisi. Amelia pun bangun lalu mematikan televisi yang masih menyala itu.

"Ya ampun, aku ketiduran" ucap Amelia dengan mengucek matanya perlahan.

"Maaf ya bu saya bangunkan, soalnya ini sudah hampir malam" ucap bibi pembantu itu tersenyum menatap majikannya.

Amelia menatap sekelilingnya mencari jam dinding tampak disampingnya jam dinding sudah menunjukkan pukul tengah enam sore.

"Iya bi, terimakasih kasih sudah bangunkan Amelia. tapi apa suami ku sudah pulang bi?" tanya Amelia menatap bibi pembantu itu.

"Sepertinya sudah bu, itu lihat sepatu pak Sanjaya sudah ada" ucap bibi pembantu dengan menunjuk sepatu kerja Sanjaya yang ada di rak sudut ruangan.

Amelia tampak merasa ada hal yang tak biasa dari sikap suaminya walaupun Amelia juga tahu pernikahannya baru kemarin namun kenapa sikap suaminya seakan tak peduli terhadapnya.

"Kenapa mas Sanjaya tak membangunkan ku..?" gumam Amelia dengan tatapan jauh.

"Iya sudah kalau begitu saya tinggal didapur dulu ya bu, mau memasak buat makan malam nanti" pamit bibi pembantu hendak pergi.

"Tunggu bi!" cegah Amelia membuat bibi pembantu itu tak jadi pergi.

"Iya bu Amelia, apa ada yang bu Amelia butuhkan?" tanya bibi pembantu ramah.

"Tadi waktu aku cari bibi kok tidak ada diapartemen, memangnya bibi kemana?" tanya Amelia menatap bibi pembantu itu.

"Oh, bu Amelia memang tidak diberi tahu oleh pak Sanjaya ya. kalau saya bekerja sesuai jadwal saja" ucap bibi pembantu itu dengan terkekeh kecil.

"Maksudnya bibi?" tanya Amelia bingung.

"Jadi saya bekerja sesuai jadwal pekerjaan saja bu, jika pagi saya akan kemari untuk membuatkan sarapan. lalu siangnya saya juga akan membuat makan siang setelah itu pekerjaan rumah lainnya, kemudian sorenya saya kembali lagi kesini untuk membuat makan malam setelah selesai saya akan kembali lagi kerumah saya bu" jelas Bibi pembantu itu panjang lebar.

"Jadi bibi tak menginap disini?" tanya Amelia lagi.

"Tidak bu, pak Sanjaya kan tidak suka para pekerjanya tinggal diapartemennya" jelas Bibi pembantu lagi.

Amelia seakan baru mengetahui hal itu ia mengira jika pembantunya tinggal bersamanya. namun ternyata suaminya mempekerjakan seorang pembantu pulang pergi.

"Memangnya bibi tak capek ya pulang dan kembali lagi kesini?" tanya Amelia merasa kasihan dengan bibi pembantunya.

"Tidak bu Amelia, rumah saya cuma diseberang apartemen sini saja bu, lagi pula pak Sanjaya juga memberikan gaji besar kepada saya supaya betah bekerja dengannya" ucap bibi pembantu dengan tersenyum.

Tampak Sanjaya turun dari tangga melihat istrinya dan pembantunya sedang mengobrol. Bibi pembantu yang melihat majikannya segera beranjak ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Sanjaya menghampiri Amelia dengan tatapan dingin pria itu pun duduk di sofa singel yang ada disebelah Amelia.

"Mandilah, setelah itu makan malam bersama!" ucap Sanjaya dengan datar menatap Amelia.

Amelia merasa gugup saat bertatapan dengan suaminya tanpa berkata Amelia pun beranjak meninggalkan suaminya.

Kini diruang makan Amelia menikmati makan malamnya bersama suaminya. sejenak ia menatap Sanjaya tampak pria itu hanya terfokus pada makanan di piringnya. Amelia merasa canggung mengajak bicara suaminya ia merasa harus mulai mencairkan hubungannya supaya lebih dekat satu sama lain.

"Emm, mas.. " panggil Amelia takut-takut menatap suaminya yang tengah fokus dengan makanan.

Sanjaya menghentikan suapan ia hanya melirik Amelia sekaan menanti apa yang akan istri kecilnya itu ucapkan.

"Apa, Amelia boleh main kerumah ayah Danang jika Amelia sendirian disini.. ?" lanjut Amelia setengah ragu ia menatap suaminya.

"Terserah kau saja" ucap Sanjaya datar ia pun kembali melanjutkan makannya.

Amelia merasa senang Sanjaya mengijinkan namun kenapa sikapnya tampak seperti tak acuh dalam hati Amelia mulai bertanya-tanya. ini kali pertama mereka makan bersama dimeja makan sebagai suami-istri namun terasa hambar tak ada keharmonisan seperti sepasang pengantin baru. walaupun mereka menikah karena perjodohan namun hati Amelia sudah mulai menerima Sanjaya sebagai suaminya.

1
falea sezi
laki bangke😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!