Indonesia
NovelToon NovelToon
Bestie In Love

Bestie In Love

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: R A

Bestie in Love
Aku dengannya sudah bersahabat dari jaman SMP hingga Kuliah.
Dan dibalik persahabatan kami ada embel-embel "Perjodohan" orangtua yang pada akhirnya membuat kami berdua curi start untuk memutuskan menjadi sepasang kekasih setelah kami menyatakan perasaan masing-masing.
Banyak hal yang kami lalui, hingga bertemu dengan seseorang yang hampir saja mengacaukan hubungan kami.
Bagaimana aku dan dia bisa melewati semua rintangan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 31

Ternyata tempat catering yang kami cari bersebelahan dengan kantor Wibi dan pencarian lokasinya sangat mudah.

"Kenapa aku baru sadar kalo lokasinya dekat sekali dengan kantor" ucap Wibi sembari terkekeh.

"Ya maklum lah Mas, kan tempatnya juga tidak melewati kantor" sambungku dengan kekehan juga.

"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam dulu Sayang" ajak Wibi sembari menggenggam tanganku.

Aku mengangguk dan mengikuti langkah Wibi dari belakang.

Sesampainya di dalam, ternyata disambut hangat oleh pemilik catering tersebut. Kemudian mengajak kami segera masuk ke tempat cateringnya.

"Oh ini ya Mbak Wini sama Mas calonnya yang mau memesan catering untuk acara pernikahan" sapa sang pemilik catering ternama.

Aku dan Wibi mengangguk malu-malu.

"Iya Ibu, Saya tadi pagi yang menghubungi Ibu" ucapku dengan senyuman.

Lalu si pemilik catering tersebut memperkenalkan diri dengan panggilan Ibu Rahma.

Setelah beliau memperkenalkan diri, lalu beliau yang dibantu salah satu karyawannya untuk mengambilkan beberap list menu rekomendasinya disana.

Aku dan Wibi segera berdiskusi untuk menentukan menu yang akan kami sajikan saat acara resepsi nantinya.

Kami memutuskan untuk memilih menu pada paket A yang berisikan menu: paket nasi beserta lauk pauk-nya, beef sukiyaki, supa soup, siomay, jus jeruk, ice lemon tea, dan es krim strawberry dan coklat.

Setelah kami memutuskan untuk memilih menu tersebut, akhirnya memutuskan untuk pulang dan tak lupa berpamitan pada pemilik catering tersebut.

"Lapar nih..." ucapku yang membuat Wibi menoleh kearahku.

Wibi tersenyum, lalu bertanya"Mau makan apa Sayang?"

Aku berpikir sejenak, lalu berseru"Makan ramen dekat kampus kita yuk Mas" usulku yang membuat Wibi tertawa.

"Dasaaar, si maniak ramen" ucap Wibi sembari mengacak rambutku.

"Maaas, yang bener dong. Tadi pagi aku habis keramas. Kamu berantakin rambutku" sungutku yang membuat Wibi semakin tertawa.

"Centilnyaaa" goda Wibi sembari mencubit pipiku,"siapa yang ngajarin coba?" ucap Wibi lagi.

"Ish, sakit dong Mas.." protesku sembari pura-pura memasang wajah galak.

Bahkan Wibi semakin iseng menyubit pipiku lalu tertawa penuh kemenangan.

...****************...

Saat sedang menunggu pesanan ramen kami datang, aku tidak sengaja memergoki Wibi tengah menatapku dengan senyuman. Aku melihat tatapan teduhnya yang tanpa disadari membuat jantungku berdegup kencang.

"Ih, apaan sih Mas...." balasku yang sudah jelas tidak bisa menyembunyikan rasa salah tingkahku.

Wibi masih saja menatapku tanpa berpaling sedikit pun sembari menggenggam tanganku. Lalu menjawab,"Aku masih tidak menyangka bahwa sebentar lagi kita akan menjadi suami istri Sayang."

Aku mengangguk dan merasakan tersipu saat mendengarkan Wibi berkata demikian,"Aku juga masih belum menyangka bahwa seseorang yang ada di depanku kini akan menjadi teman hidupku untuk selama-lama-lamanyaaaa" responku sembari terkekeh.

Wibi mengangguk dan ikut terkekeh juga,"Bahkan ketika aku bertemu kamu untuk pertama kalinya, kita masih memakai seragam SD" kenang Wibi yang membuatku melayang akan ke jaman beberapa tahun yang lalu.

"Siapa sangka dari pertemanan kita waktu SMP, SMA, kuliah di tempat dan jurusan yang sama ternyata menjadi persahabatan untuk seumur hidup bersamamu Mas" kenangku juga.

Wibi tersenyum,"Bahkan bawelmu dari dulu sampe saat ini masih awet ya" ledek Wibi yang membuatku reflek memelototinya.

"Kamu juga Mas, dari awal ketemu di SMP sampai mau jadi suamiku isengnya nggak hilang-hilang" balasku tak mau kalah yang membuat Wibi semakin terpingkal-pingkal.

"Kita harus tetap bahagia bersama ya, apapun nanti rintangannya, Sayang" ucap Wibi lagi.

"Pastinya Mas, kita bisa melewati semua..." anggukku dengan senyuman.

Obrolan kami terhenti saat waiters kedai ramen tersebut menghantarkan pesanan kami.

"Terima kasih Kak..." ucapku pada sang waiters itu.

Tampak sang waiters tersebut membalas dengan senyuman,"Sama-sama Kakak Cantik dan Kakak Ganteng, selamat menikmati" balas sang waiters tersebut sembari kembali melayani pengunjung yang lain.

Aku dan Wibi segera menikmati ramen yang masih hangat sembari membahas gambaran masa depan yang sudah di depan mata.

...****************...

"Win, gimana dengan perkembangan acara pernikahanmu?" tanya Bunda yang membuatku mendongak kearah beliau,"apa perlu Bunda membantu sesuatu untuk yang kurang?" tawar Bunda lagi.

"Kurang 60% lagi Bund. Semuanya hampir selesai. Untuk dekor dan pemesanan Gedung untuk acara resepsi nanti sudah di handle Mas Wibi" terangku pada Bunda.

Bunda tampak manggut-manggut mengerti.

"Untuk persiapan catering dan semuanya bagaimana?"

Kini giliran Papa yang bergantian menanyaiku.

"Sudah Pa, persiapannya juga sebentar lagi mau selesai" jawabku dengan anggukkan mantab.

"Alhamdulillah, nanti kalo masih ada yang kurang jangan sungkan untuk bilang pada kami" ucap Papa penuh senyum.

Aku mengangguk,"Tenang Pa...Bund... selama yang handle Mas Wibi semua akan baik-baik saja. Ini yang mengerjakan Mas Wibi semua" ceritaku meyakinkan kedua orangtuaku.

"Sudahlah Mas, serahkan saja sama Calon Pengantinnya. Kita lihat hasilnya seperti apa nanti" bisik Bunda pada Papa yang membuatku tertawa geli.

"Papa memang tidak salah prediksi kalian ada potensi untuk menjadi jodoh ke depannya" ucap Papa dengan nada sombong yang membuatku dan Bunda tertawa.

"Bukannya ini wasiat almarhumah Nenek Mas Wibi ya Pa?" tanya sembari mengingat kejadian tersebut.

Papa semakin tertawa lalu menceritakan kejadian sebenarnya terkait perjodohanku dengan Wibi padaku dan Bunda.

"Intinya, jangan sekali-kali membantah Wibi ya" ucap Papa lagi.

"Iya Pa, Wini akan berusaha menjadi Istri yang baik untuk Mas Wibi kelak" janjiku pada Papa dan Bunda.

Malam ini banyak hal yang kami bahas untuk mempersiapkan acara pernikahanku dengan Wibi sembari diselingi dengan candaan.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!