Novel ini lanjutan dari novel "TOUCH YOUR HEART" jadi jika ingin nyambung, bisa mampir dulu ke novel Author yang itu.
Nizar adalah seorang pilot muda yang tampan, kehidupan Nizar seakan kiamat kala melihat kedua orang tuanya meninggal secara bersamaan. Hidup Nizar seakan hampa bahkan sifat Nizar pun berubah menjadi dingin, cuek, dan juga galak.
Nizar dan adiknya Haidar harus melanjutkan hidup meskipun terasa sangat sulit tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Hingga pada akhirnya, seorang wanita cantik tiba-tiba hadir di kehidupan Nizar dan memporak-porandakan perasaan Nizar.
Siapakah wanita cantik itu? apakah wanita itu mampu mengembalikan semangat hidup Nizar atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 Mulai Merasa Kagum
"Berani sekali kamu mengacau di acara keluarga saya!" bentak Papa Dewa.
"Maaf Tuan, saya cuma hanya ingin mengingatkan kalau anak kandung Tuan itu saat ini menghilang apa tidak khawatir?" tanya Nizar dengan santainya.
"Itu bukan urusan kamu, lebih baik sekarang kamu pergi sebelum saya buat kamu semakin miskin lagi," ancam Papa Dewa.
"Sopir saja belagu, berani sekali kamu datang ke restoran mewah seperti ini, memangnya kamu mampu membayar makanan di sini?" ledek Virlo.
"Oh jelas mampu, bahkan aku mampu membayarnya dengan uang aku sendiri hasil kerja aku sendiri, bukan hasil minta dari orang tua," sahut Nizar.
"Kurang ajar." Virlo hendak melayangkan pukulannya tapi Nizar dengan cepat menahan tangan Virlo.
"Berani kamu menyentuhku sedikit saja, hancur masa depanmu. Mereka sudah mengakui kalau kamu menyuruh mereka untuk menculik Binar namun mereka bilang jika Binar terpeleset dan jatuh ke sungai, bahkan kamu juga berencana mau melenyapkan Tante Yulia supaya harta kekayaan milik Binar dan Tante Yulia jatuh ke tangan kalian bertiga. Menjijikan sekali cara kalian, demi harta kalian mampu melakukan segala macam cara," ucap Nizar dengan menghempaskan tangan Virlo.
"Apa kamu bilang? maksud kamu siapa yang menyuruh menculik Binar?" tanya Papa Dewa tidak percaya.
"Siapa lagi kalau bukan dia," tunjuk Nizar.
"Jangan sembarangan kalau ngomong, memangnya kamu punya bukti?" bentak Virlo.
"Yakin kamu butuh bukti?" tanya Nizar dengan senyumannya.
"Mana keluarkan, aku yakin jika aku memang tidak melakukannya," sahut Virlo gugup.
Nizar memberikan isyarat dengan cara bertepuk tangan, hingga dalam sebuah mobil ketiga pria keluar dan itu membuat Virlo membelalakkan matanya. Nizar semakin bersemangat, dia tersenyum penuh kemenangan.
"Bagaimana, apa kamu kenal dengan mereka?" tanya Nizar.
"Kurang ajar, dari mana dia tahu?" batin Virlo kesal.
"Tuan Dewa, mereka adalah orang-orang yang disuruh anak tiri anda untuk menculik Binar," ucap Nizar.
"Virlo, katakan apa semua ini benar!" bentak Papa Dewa dengan mencengkram baju Virlo.
"Dengarkan dulu penjelasan aku, Pa," sahut Virlo gugup.
"Kurang ajar." Dewa memukul Virlo membuat Virlo tersungkur.
"Pa, ini semua fitnah. Papa harus dengarkan dulu penjelasan Virlo," ucap Virlo memohon.
"Tuan, dia membayar kami untuk menculik anak anda. Namun anak anda kabur lalu dia terpeleset dan jatuh ke sungai," ucap Pria 1.
Dewa semakin kaget dibuatnya, dia mengepalkan kedua tangannya lalu kembali memukuli Virlo. "Anak kurang ajar, berani sekali kamu mencelakakan Binar!" bentak Papa Dewa.
"Pa, aku mohon dengarkan dulu penjelasan Virlo," ucap Virlo memelas.
Veronika dan Dona berlari ke luar saat mendengar kegaduhan, begitu pun dengan Atta dan kedua orang tuanya. Sedangkan Nizar berdiri dengan santainya sembari menyandar ke mobilnya melihat Virlo dipukuli oleh Dewa tanpa berniat memisahkan.
"Astaga Papa, kenapa Papa memukuli Virlo!" pekik Mama Dona.
"Anak tidak tahu diri, sudah diberikan kemewahan malah ingin melenyapkan putri saya!" bentak Papa Dewa penuh amarah.
Atta menghampiri Nizar dan mencengkram baju Nizar. "Apa yang sudah kamu katakan kepada Om Dewa?" geram Atta.
Nizar menghempaskan tangan Atta. "Jangan sentuh aku, kita tidak punya urusan apa-apa. Sekarang kamu pikirkan saja, apa kamu masih mau menikah dengan wanita itu? karena sebentar lagi kakaknya akan masuk penjara. Kamu tahu 'kan kekuatan netizen seperti apa, nanti akan muncul berita calon kakak ipar Dr.Atta masuk penjara dalam kasus penculikan. Semoga kamu bisa menerima wanita itu apa adanya," ucap Nizar sembari merapikan jas Atta.
Setelah itu, Nizar pun segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana. Atta terdiam dan berpikir, hatinya mulai goyah dan memikirkan apa yang barusan Nizar ucapkan.
"Benar juga, aku 'kan seorang dokter bahkan saat ini aku seorang pemilik sebuah rumah sakit mana bisa aku menikah dengan adik seorang penjahat, mau ditaro di mana wajah dan harga diri orang tuaku," batin Atta.
Atta segera menghampiri kedua orang tuanya dan mengajak mereka untuk pulang. "Mas, kamu mau ke mana?" tanya Veronika gelisah.
"Maaf Vero, sepertinya pernikahan kita aku batalkan," sahut Atta.
"Apa? kenapa?" tanya Veronika kaget.
"Aku tidak mau punya kakak ipar penjahat, harga diri dan keluargaku yang akan menjadi taruhannya jadi daripada keluargaku menanggung malu, lebih baik aku batalkan sekarang," sahut Atta.
"Mas, kamu tidak bisa melakukan semua ini," rengek Veronika sembari memegang tangan Atta.
"Maaf Vero, aku tidak bisa melanjutkannya." Atta pun mengajak kedua orang tuanya untuk pergi dari sana.
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan keadaan Dona dan kedua anaknya. Dewa dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan disusul oleh Dona dan kedua anaknya. Dewa sangat geram, bahkan tiba-tiba saja bayangan dulu dia memarahi sampai menampar Binar berseliweran di otaknya.
"Maafkan Papa, sayang," batin Papa Dewa.
Sementara itu di rumah Yulia, sudah beberapa hari ini Yulia sakit dan yang merawat Yulia adalah Suga. Suga benar-benar orang yang tulus, dia merawat Yulia dengan penuh perhatian membuat Yulia sedikit demi sedikit mulai kagum kepada sosok pengawal pribadi putrinya itu.
"Pak Suga, ini sudah malam lebih baik kamu istirahat, saya sudah tidak apa-apa dan sudah baikan juga," ucap Mama Yulia.
"Tidak Nyonya, saya akan menjaga Nyonya di sini takutnya nanti Nyonya butuh sesuatu," sahut Pak Suga.
"Pak Suga, apa saya boleh bertanya?" tanya Mama Yulia.
"Nyonya mau bertanya apa kepada saya?"
"Kenapa kamu begitu baik kepada saya dan Binar, bahkan kamu rela mengorbankan nyawa kamu sendiri demi kami? padahal kami bukan keluarga kamu," ucap Mama Yulia.
"Nyonya dan Nona sudah menjadi bagian dalam hidup saya, saya sudah cukup lama bersama kalian dan itu membuat saya mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kalian. Apalagi sekarang kalian sudah tidak punya siapa-siapa lagi, dan saya berjanji akan menjaga dan mengabdi kepada kalian sampai usia saya habis," sahut Pak Suga.
Untuk sesaat keduanya saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya Suga pun menundukkan kepalanya. Begitu pun dengan Yulia yang menjadi salah tingkah.
"Istirahatlah, Nyonya. Saya akan menjaga Nyonya di sini," ucap Pak Suga gugup.
Yulia menganggukkan kepalanya, dan mulai memejamkan matanya. Sementara itu di rumah Riki, Binar tidak henti-hentinya menangis. Sampai malam pun Riki tidak melepaskan ikatan Binar membuat tangan Binar memerah bahkan sampai berdarah saking kuatnya ikatan itu.
"Ya Allah, kenapa Engkau pertemukan aku dengan orang gila seperti dia. Mas Nizar, tolong aku, aku yakin Mas bisa menemukan aku dan datang untuk menolongku," batin Binar dengan deraian air matanya.
ngakak banget ya ampun sama nasibnya si Dewa 😂😂