Marisa Caca Abimana atau yang sering dipanggil caca cewek cantik yang selalu menjadi idola kampus, banyak lelaki yang ingin menjadikan ia pacar namun semua lelaki akan mundur ketika ia menggunakan mantra ajaibnya
" ngak usah sok pacaran segala kalo berani halalin gue " mantra itu yang selalu di dengar para lelaki bahkan ia tak segan berucap di depan banyak orang
namun mantra itulah yang akhirnya menjerat caca dengan lelaki yang bernama Arga ALbara putra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LMH 31
." Gue kan ngak bisa ngontrol caca 24 jam fan, nanti gue bilangin ama caca ok" Defan menganguk
" Gue cuma ngak mau mama kecewa lagi loe tau kan gimana eksaited nya mama denger caca hamil "
"maudi udah ngak bisa kasih mama cucu lagi cuma loe harapan kita " defan menepuk pundak iparnya itu
ketika melahirkan dania maudi 2 kali mengalami ke guguran hingga rahimnya harus di angkat
dimas adalah anak dari panti asuhan yang sengaja Linda dan Ardi adopsi karna maudi mengalami ngaguan kejiwaan
beruntung semenjak hadirnya dimas maudi kembali seperti dulu dan Arga sangat berterimakasih pada defan karna tidak perna meninggalkan maudi hingga kini
"maafin gue fan" defan menganguk dengan membuka vidio dimas dan dania
Arga melihat defan dengan senyum beruntung maudi memiliki defan lelaki yang amat mencintai nya
seketika Arga menyesal ia telah gagal menjalankan kewajibannya sebagai anak dan sebagai suami
"Arga pastiin ma jika caca akan hamil anak Arga"
.
.
.
.
.
"Ga Arga temenin gue ke supermarket depan" teriak caca dari dapur
arga yang mendengar teriakan caca hanya mengeleng tak habis pikir dengan caca namun arga masih setia dengen leptop di pangkuannya
"ga " panggil caca dengan duduk di samping arga namun arga masih tak bereming engan menyahuti ucapan caca
caca yang geram akhirnya mengambil leptop di pangkuan arga "denger ngak si di panggilin dari tadi" Keluh caca dengan merajuk
Arga langsung menyentil bibir caca dengan jarinya " Biasain panggil mas ca jangan Arga Arga lagi"
Kini giliran Arga yang menarik leptop di tanggan caca
"Kenapasi kan biasa juga mangilnya gitu.? " Sahut caca dengan mengusap bibirnya
"Sekarang ganti ok istriku yang baik " Arga beranjak masuk ke kamar meninggalkan caca
"Loe salah makan ya ga.? " Teriak caca agar Arga mendengar ucapannya
"Aneh banget depan keluarga mah iya la ini kan cuma bedua "
"Caca ganti baju ayo" Caca langsung beranjak ketika mendengar panggilan Arga dari kamar
Di sinilah keduanya membeli bahan makanan mulai dari roti susu sayur hingga buah membuat Arga geleng geleng sangking banyaknya belajaan caca
Bayangin aja troli udah hampir penuh padahal yang makan cuma Arga dan caca aja
" Udah.? " Tanya arga
Caca menganguk "udah kayaknya"
"Pastiin lagi ca " Caca melihat troli dengan meringis "kebanyakan ya "
Arga mengeleng "kan kamu yang makan "
Caca mendengus kesal " aneh banget sih " keluh caca lalu menuju ke kasir
" Em ca " Caca melihat ke belakang ketika di panggil arga
Arga memasukan hpnya ke saku " Adrian nyuru ke rumahnya kamu mau ikut atau pulang.? "
"Pulang aja capek" Arga menganguk
Setelah mengantar caca Arga langsung pergi dan disinilah caca merapikan belanjaan nya di dapur
Ting tung.....
Bel rumah berbunyi menghentikan kegiatan caca ia bergegas ke pintu depan
"ya sebentar "
"Ada ap.. Bang" Seorang lelaki itu tersenyum melihat caca
"Sore dek" Sapa bara
"Sore, Masuk bang "
"Ada apa.? " Tanya caca ketika keduanya duduk di kursi tamu
Bara melihat ke sekeliling " Arga ngak di rumah.? " tanya bara
Caca menganguk "barusan pergi"
Bara menganguk " dek bisa abang minta tolong.? " Caca mengernyit binggung
"Gini abang ngak tau lagi musti gimana abang ada masalah sama Arga abang ngak tau harus mulai dari mana abang udah sering jelasin tapi ya arga ngak perna mau dengar"
"Apa yang adek bisa bantu" Caca melihat bara binggung apa iya bisa bantu bara atau tidak
"Abang mohon adek bantu abang ya " Caca akhirnya pasrah
Caca menganguk membuat bara tersenyum
"Bisa abang ceritain masalahnya.? " Tanya caca
Bara menganguk "tapi abang mohon adek jangan kecewa ini masa lalu Arga sama abang cuma masa lalu "
.
.
.
.
.
Flashback
Bara menatap malas kedua orang di hadapannya ini tak habis pikir dengan pemikiran kedua sahabat nya ini
" Gue mohon ra cuma ini satu satunya cara " ucap devin dengan mondar mandir
"Kenapa musti gue.?" Tanya bara
"Biar loe bisa ngelupain risa bar, kita ngak mau loe larut terus sama cewek itu" Sahut devin yang di anguki revan
bara menatap malas kedua temannya sampai kapanpun ia tidak akan perna melupakan risa wanita yang sekian lama menempati hatinya
"Loe kan bisa van" tunjuk bara pada revan
"Apa Arga akan percaya.?" Bara mengusap kepalanya
"Arga ngak akan ngelepasin sila kalo gue yang deketin sila loe tau jika Arga ngak akan mudah di tipu sama gue" sahut revan yang tau watak Arga
"makin bucin ia tu Arga"
setelah melalui perdebatan akhirnya bara menyetujui untuk membuka kedok sila yang berselingkuh dengan pria lain
Bara pura pura mendekati sila mengajak sila keluar makan nonton hal yang di lakukan sepasang kekasih hingga bara devin dan revan mendapat bukti jika sila hanya memanfaatkan Arga sebagai mesin ATM nya
bahkan Adrian kakaknya sila juga ikut tertipu akan kelicikan adik beda ibunya itu
Namun sayang belum sempat ketiganya membongkar kebusukan sila, Arga memergoki bara dan sila yang jalan berdua
Arga begitu marah pada bara dan sila yang menghianati nya Arga memukuli bara babak belur hingga bara harus di larikan di rumah sakit
namun Arga tidak perna mau mendengar penjelasan bara bahkan bara juga tau jika bayi yang di kandung sila adalah anak selingkuhan sila dengan lelaki lain
Tapi tidak dengan Arga ia percaya jika bayi yang di kandung sila adalah anak bara
Semenjak itu Arga tidak perna kontak lagi dengan bara
.
.
.
.
"Sampai sekarang semua buktinya masih tersimpan rapi di apartemen devin"
"Kenapa ngak di kasih ke Arga langsung.? " Tanya caca
"Sudah bahkan dua kali gue nemuin Arga dua kali juga gue dapet tonjokan " sahut bara
" Satu huruf pun Arga ngak mau dengar kata kata dari gue" Sambung bara lagi
Caca melihat bara jujur ia cemburu jika Arga masih memikirkan masa lalunya " Apa segitu sayangnya Arga sama sila.? " Pertayaan caca membuat bara sadar jika wanita itu menyimpan rasa untuk arga
Bara mengeleng " Abang ngak tau besok devin sama revan mau ke sini abang harus secepatnya menyelesaikan masalah ini abang ngak mau kehilangannya wanita yang berharga bagi abang lagi"
"Maksud abang.? " Tanya caca
"Winanti beberapa bulan ini winanti sudah bikin abang menjadi lelaki yang sesungguhnya, abang ingin melamar winanti "
Caca tersenyum " Mba win wanita yang baik " Bara menganguk
"Abang harus ngelurusi masalah dengan Arga dulu biar abang tenang sama winanti" Caca menganguk
"Abang pulang pikirkan jika adek siap bantu abang, abang sangat seneng dek " Caca menganguk mengantar bara hingga pintu
lanjut aah
my brother is my husband
apa yang kamu bayangkan ketika mengetahui jika yang menghamilimu adalah sodarah tirimu sendiri ?
gita merasa dirinya sangat tidak beruntung, setelah percintaannya kandas hidupnya hancur karna kehamilan dan sekarang ayah dari anaknya adalah sodara tirinya sendiri, bagaimana kisahnya ikuti ceritanya