Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membosankan
"Benar-benar untung sekali" ucap Elisa Su yang kini telah kembali ke kamarnya sendiri, lalu dia pun segera masuk keruang ajaibnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya "Host apakah kau akan melakukan sesuatu disaat pernikahan adik tirimu besok" ucap Coco dengan rasa penasaran, mendengar itu Elisa Su pun hanya menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, biarkan saja pernikahan itu berlangsung karena cepat atau lambat mereka juga akan segera berkonflik, pertama tentu saja karena harta bawaan ibuku yang tidak jatuh ke tangan adik tiriku sedangkan pangeran ketiga sangat memerlukan harta itu untuk memperkuat posisinya, lalu menurut mu apa yang terjadi jika pangeran ketiga mengetahui kebenarannya, lalu yang kedua tentu saja karena nona kelima kediaman perdana menteri kiri Hu itu, dengan kondisi keluarganya yang sudah kacau mana mungkin dia akan berdiam diri saja dikediaman pangeran ketiga nanti pasti dia akan melakukan segala cara untuk mempertahankan posisinya dan yang terakhir jangan lupa kalau pangeran ketiga itu adalah laki-laki berengsek, cepat atau lambat pasti wanita di kediamannya akan terus bertambah" ucap Elisa Su menebak apa yang akan terjadi kedepannya.
"Host bukankah dicerita asli pangeran ketiga terkenal dengan kesetiaannya kepada adik tiri host karena dia hanya memiliki satu orang istri saja sampai dia menjadi kaisar bahkan hingga dia meninggal dunia, lalu kenapa host bisa berkata seperti itu" ucap Coco yang kembali teringat dengan alur cerita aslinya, mendengar itu Elisa Su pun tertawa "Hahaha, siapa bilang dia laki-laki yang setia jika memang begitu mana mungkin ada begitu banyak pelayan muda juga berparas cantik yang selalu melayaninya, namun karena dia membutuhkan bantuan dari adik tiriku makanya dia tak berani mengambil satu pun selir karena jika itu terjadi dia yakin jika adik tiriku tak akan mau lagi membantunya, asal kau tau Coco adik tiriku juga tau jika pangeran ketiga itu laki-laki yang berengsek namun dia tak pernah ambil pusing karena dia tau wanita-wanita itu hanya mainan saja dan tak ada satu pun yang diangkat menjadi selirnya, namun sekarang bukankah sudah berbeda" ucap Elisa Su lalu menghela napasnya "Dan sekarang harta yang dapat membantu pangeran ketiga untuk menjadi kaisar sudah tidak ada, menurutmu apakah pangeran ketiga masih akan menghormati adik tiriku seperti dulu" ucap kembali Elisa Su, mendengar itu Coco pun menganggukkan kepalanya paham.
Berbeda dengan Coco, tiga orang lainnya yang mendengar ucapan keduanya pun memiliki ekspresi yang beragam, jenderal Su dengan kemarahannya karena mas kawin milik istrinya yang seharusnya menjadi milik putrinya malah digunakan oleh orang lain, pangeran mahkota dengan keterkejutannya karena tak menyangka jika pangeran ketigalah yang akhirnya akan menjadi kaisa, dan Harun Li yang terdiam sesaat karena memikirkan kemungkinan terburuk yang nantinya akan terjadi jika pangeran ketiga yang akan menjadi kaisar "Sialan ini tidak boleh terjadi" ucap ketiganya secara bersamaan di dalam hati mereka masing-masing sembari mengepalkan tangan dengan kuat.
Hari ini tibalah hari dimana Neli Su adik tiri dari Elisa su menikah dengan pangeran ketiga, terlihat para pelayan yang ada kediaman jenderal Su tengah sibuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan "Ibu, bagaimana penampilan ku saat ini" ucap Neli Su kepada ibunya, mendengar itu Ira Su pun tersenyum lembut ke arah anaknya itu "Tentu saja penampilan putriku sangat memukau hari ini" ucap Ira Su yang kemudian memakaikan kain penutup kepala kepada anaknya itu "Ingat, saat dikediaman pangeran ketiga jangan terlalu bermurah hati bahkan juga kepada pangeran ketiga, selain itu jaga baik-baik mas kawinmu jangan sampai kau berikan kepada siapapun karena ibu menduga jika pangeran ketiga nanti akan memanfaatkan mas kawinmu itu" ucap Neli Su kembali kali ini dengan cara berbisik ditelinga putrinya itu agar tidak ada yang mendengar ucapannya, Ira Su memikirkan hal itu setelah melihat tindakan pangeran ketiga yang begitu gigih untuk menjadikan anaknya permaisuri dikediamannya bahkan sampai menentukan hari pernikahan yang begitu cepat padahal pangeran ketiga juga akan segera menikah dengan wanita lainnya sehingga membuat Ira Su pun mau tak mau menjadi sangat waspada karena bagaimana pun Neli Su adalah putri satu-satunya sehingga dia harus memastikan keamanannya.
"Baik bu aku pasti akan mengingat pesan ibu" ucap Neli Su dengan penuh tekad karena dia yakin jika ibunya tidak akan berbicara sembarangan apalagi jika itu menyangkut kehidupannya, tak berselang lama acara pernikahan pun telah dimulai terlihat banyak pejabat yang datang menghadiri pernikahan tersebut, begitu juga dengan Elisa Su yang ikut menyaksikan pernikahan tersebut melalui video real time "Ck ck ck, benar-benar sangat ramai" ucap Elisa Su setelah melihat begitu banyaknya tamu undangan yang hadir.
"Host host, apakah host tidak mau melihat pernikahan itu secara langsung" tanya Coco yang penasaran karena tak menyangka jika hostnya hanya akan duduk dengan santai saja menyaksikan pernikahan tersebut, mendengar itu Elisa Su pun menguap pelan sembari menutupi mulutnya "Untuk apa menyaksikan pernikahan itu secara langsung, benar-benar hanya membuang-buang tenaga dan waktuku saja" ucap Elisa Su yang kemudian langsung memilih untuk tidur dari pada menyaksikan pesta pernikahan yang membosankan itu, melihat hostnya sudah tertidur dengan lelap Coco pun hanya dapat menggelengkan kepalanya lalu juga ikut merebahkan tubuhnya disamping hostnya itu.
Setelah melalui waktu yang panjang akhirnya acara pernikahan itu pun telah selesai diadakan dan kini Neli Su telah berada dikediaman pangeran ketiga "Istriku terimakasih karena sudah mau menjadi permaisuriku" ucap pangeran ketiga dengan lembut sembari memegang wajah Neli Su, mendengar itu Neli Su pun tersenyum manis ke arah pangeran ketiga "Tentu saja aku juga harus berterimakasih kepada suamiku karena telah mencintaiku" ucap Neli Su, mendengar ucapan Neli Su itu pangeran ketiga pun tersenyum licik sembari memeluk tubuh Neli Su lalu membawanya ke atas tempat tidur untuk melanjutkan apa yang biasanya dilakukan oleh orang yang baru saja menikah.
"Houmm, Coco sepertinya aku tertidur cukup lama" ucap Elisa Su yang terbangun jam tiga pagi, mendengar itu Coco pun ikut terbangun juga dari tidurnya "Benar apa yang host katakan, host memang sudah tertidur cukup lama" ucap Coco yang menyetujui ucapan hostnya itu, setelah mendengar itu Elisa Su pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya lalu dia pun mengambil dua cup mie instan dari lemari penyimpanannya juga beberapa telur dan sosis dengan segera dia pun memasukkan air panas ke dalam dua cup mie instan tersebut lalu menutupnya, setelah itu dia pun menggoreng telur juga sosis yang kemudian langsung dimasukkan ke dalam cup mie instan tesebut setelah selesai dia pun segera memakannya bersama dengan Coco.