Indonesia
NovelToon NovelToon
TIME TRAVEL OF XUN TIAN

TIME TRAVEL OF XUN TIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Dan budidaya abadi / Dendam Kesumat / Chicklit
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Nis Ca

Dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya, Yi Xun pun sudah tak percaya lagi dengan adanya ketulusan dan cinta sejati. Ia sempat berpikir andaikan dia hidup di zaman kuno, akankah dia bertemu dengan seorang pria tulus di sana? Akankah dia bertemu dengan cinta sejatinya?

Namun siapa sangka, angan-angannya mengantarkannya ke tempat yang tidak seharusnya. Yi Xun terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan dari keluarga ternama. Akan tetapi, realita tak sesuai dengan ekspetasinya. Xun Tian, tubuh gadis bangsawan yang disinggahi jiwa Yi Xun adalah seorang gadis buangan yang kerap mendapat perlakuan kasar dan tidak senonoh dari keluarganya sendiri.

Mengapa Yi Xun tiba-tiba terbangun di tubuh Xun Tian?
Akankah dia sanggup menjalani kehidupan yang lebih buruk dari kehidupan sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Nis Ca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTIKAIAN

Hari ini adalah hari pertama Chang Ling mengikuti kelas di akademi milik keluarga kerajaan. Jika di zaman modern, akademi kerajaan merupakan universitas elite yang di mana tak sembarang orang dapat memasukinya. Siapa pun harus memenuhi kualifikasi agar mereka dapat belajar di sana. Rata-rata, hanya keluarga kerajaan dan para bangsawan ternama yang berkesempatan untuk mengikuti kelas di akademi kerajaan.

Sementara itu, tujuan Kaisar memanggil Chang Ling untuk kembali ke istana yakni karena Kaisar ingin agar Chang Ling mendapatkan pendidikan yang lebih layak dari sebelumnya. Karena sebelum itu ketika Chang Ling dalam pengasingan, ia hanya diajarkan oleh seorang guru yang sengaja dipilih oleh Kaisar secara diam-diam. Andaikata perihal itu diketahui oleh para menteri, mereka pasti akan menentangnya. Begitupula ketika para menteri mengetahui bahwa Chang Ling telah datang kembali ke istana.

Hanya beberapa hari saja, sudah ada banyak sekali petisi menumpuk di meja Kaisar, dengan permohonan agar Kaisar kembali mengasingkan Chang Ling ke pengasingan guna menghindari bencana. Namun, kali ini Kaisar berani menentang dengan tegas dan bersikeras mempertahankan Chang Ling di istana. Sekali pun Chang Ling ingin pergi, Kaisar tidak akan mengizinkannya.

"Bukankah dia Pangeran kedua?"

"Tampaknya, rumor yang beredar itu memang benar. Dia memang seorang yang cacat dan tidak berguna."

"Selain itu, apa kalian tahu? Ibunya permaisuri terdahulu adalah seorang pemberontak. Dia beruntung dapat hidup sampai saat ini karena seorang keturunan Kaisar. Jika tidak, dia pasti ... ."

"Tidak perlu mempedulikannya. Meskipun seorang pangeran, dia tidak lebih baik dari seorang budak. Sebaiknya kita menghindarinya. Jangan sampai berhubungan dengannya. Banyak bilang, keturunan seorang penghianat dapat membawa nasib buruk. Ayo pergi."

Perbincangan para anak bangsawan itu terdengar sangat jelas di telinga Chang Ling. Mereka terus berghosip, membicarakan Chang Ling secara terang-terangan tatkala Chang Ling berjalan menuju kelas akademi. Chang Ling hanya bisa berpura-pura tuli karena ia tidak ingin membuat masalah.

'Tidak masalah. Aku bahkan sering mendapatkan perlakuan yang lebih buruk. Ini bukan apa-apa. Ingat tujuan awalmu. Jangan sampai merusak semuanya,' batinnya. Chang Ling berusaha untuk menenangkan dirinya agar tak terpancing emosi.

Chang Ling menebak jika hari-hari baik tidak akan berlangsung lama. Pasti akan ada banyak segala rintangan yang harus dia hadapi saat kembali ke istana. Di dalam istana yang sangat berbahaya, dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk bertahan.

Selama ini, selain Jia Lun yang menjadi teman sekaligus pelindungnya, dia tak memiliki siapa pun lagi. Sayangnya, Jia Lun tak bisa mengikuti Chang Ling ke istana. Selain itu, hanya Xun Tian orang yang bisa diajak bicara. Namun, pembuat onar seperti Xun Tian justru yang harus dilindungi olehnya. Xun Tian tidak dapat diharapkan. Tidak membuat masalah saja sudah untung baginya.

"Yo, siapa ini? Chang Ling, bagaimana kabarmu selama ini? Kenapa kau tidak menyapaku? Tidak sopan sekali. Apa kau sengaja mengacuhkanku?" sindir Chaofeng kala menghadang jalan Chang Ling.

Chang Ling pun reflek menghentikan langkahnya kala Chaofeng menghadang jalannya. Chaofeng tidak sendiri. Dia datang bersama dengan kedua teman bermain yang tampak akrab dengannya.

"Kau ... Siapa?" Chang Ling bertanya demikian karena benar-benar tidak tahu siapa tengah menghadang jalannya kali ini.

"Kalian lihat? Dia sudah sesombong ini. Dia bahkan sengaja tidak mengenaliku. Dia sangat tidak sopan, bukan?" sindir Chaofeng sembari mengajak temannya untuk membantu memprovokasi Chang Ling.

"Pasti karena dia tidak pernah dididik dengan benar. Pangeran kedua, kau tahu sendiri jika dia adalah orang buangan," ujar Tang Lin, teman Chaofeng.

"Ah, benar. Aku sampai lupa. Pasti karena kau sudah lama hidup sebagai orang buangan. Kau pasti tidak tahu yang namanya sopan santun. Orang yang tidak berpendidikan. Baiklah. Akan kumaklumi." Chaofeng tak henti-hentinya merendahkan martabat Chang Ling di hadapan para murid lain.

Murid lain hanya menonton kejadian itu karena mereka merasa seru untuk dilihat. Sementara Chang Ling pun tetap berusaha terlihat setenang mungkin. Jangan sampai ia terpancing perkataan Chaofeng. Karena jika hal itu terjadi, maka dialah yang akan kalah dan semakin dipermalukan semua orang. Chang Ling harus tetap bergantung pada dirinya sendiri.

"Aku sekarang tahu. Apa kau Chaofeng? Maaf karena tidak mengenalimu. Aku kira kau telah berubah. Tapi ternyata ... Yang dirumorkan orang lain memang benar," balas Chang Ling.

Kata "Yang dirumorkan orang lain memang benar" sontak membuat Chaofeng terhasut. Chang Ling berhasil membuat Chaofeng penasaran dengan maksud perkataannya.

"Apa maksudmu?" tanya Chaofeng dengan nada menantang.

"Sebelumnya kau bilang, aku orang tidak berpendidikan. Karena kau orang berpendidikan, kenapa perlu orang tidak berpendidikan sepertiku untuk menjelelaskannya?" balas Chang Ling yang sengaja memutarbalikkan fakta.

"Kau!" Emosi Chaofeng terpancing kala mendapat balasan ucapan Chang Ling.

"Sekarang, bisakah kau menyingkir? Maaf karena sekarang aku tidak bisa menyapa dengan baik. Jika kau keberatan, lain kali aku pasti akan memberi sambutan lebih baik. Geser sedikit. Kau menghalangi jalanku," timpalnya seraya mendorong tubuh Chaofeng agar tak menghalangi jalannya

"Hekh!" Chaofeng menyeringai sembari mendongakkan kepalanya kala menerima perlakuan dari Chang Ling. "Aku tidak percaya ini. Yang benar saja. Hei!" Chaofeng berbalik dan menyerang Chang Ling. Namun, Chaofeng gagal melukainya.

Pendengaran Chang Ling lebih sensitif semenjak dia kehilangan penglihatannya. Ketika menyadari Chaofeng bergerak menyerangnya, ia pun bergegas menghindari serangan dan membuat Chaofeng hampir jatuh tersungkur andai saja temannya Tang Lin tidak menangkapnya. Chang Ling berhasil membuat Chaofeng mempermalukan dirinya sendiri.

Chaofeng melirik ke sekelilingnya, lalu berdiri tegak dan mendorong tubuh Tang Lin yang telah menangkapnya. Chaofeng semakin geram dan merasa malu saat semua murid menyaksikan adegan saat Chaofeng hampir terjatuh. Mereka ingin tertawa, tetapi berusaha untuk menahannya.

"Apa yang kalian lihat?!" Sentakan Chaofeng langsung membuat para murid itu beranjak pergi menjauh.

Chang Ling sama sekali tidak mengharapkan hal itu terjadi. Namun, Chaofeng sendirilah yang mempermalukan dirinya sendiri. Sepertinya, mulai saat ini Chang Ling benar-benar tak bisa menghindari pertikaian antara dia dan Chaofeng. Tidak, kali ini adalah permulaan yang membuka jalan permusuhan antara mereka.

"Kalian berdua, pegangi dia!" perintah Chaofeng kepada kedua temannya.

Tampaknya, Chaofeng benar-benar tidak ingin melepaskan Chang Ling. Ia tampak harus memberi perhitungan terhadap Chang Ling bagaimana pun caranya. Sementara kedua teman Chaofeng pun bergegas untuk menangkap Chang Ling.

Ketika salah satu temannya hampir menangkap Chang Ling, Chang Ling dengan gesit menghindarinya dan membuat teman Chaofeng yang bernama Lou Tan jatuh tersungkur menabrak pagar tanaman. Sementara Tang Lin yang terlalu ceroboh pun ikut terjatuh karena tersandung oleh kaki Chang Ling.

"Tidak berguna! Cepat bangun dan tangkap dia!"

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor ke karyamu
QUEEN: makasih dukungannya😍
total 1 replies
Lady Ev
dh mmpir yh kk
kama
semangat ka author!
QUEEN: ok terimakasih dah mampir
total 1 replies
Zey ✨️
Queen mampir thor, semangat ya
QUEEN: ok kak terimakasih
total 1 replies
QUEEN
Selamat datang di karya receh author 😉 Terimakasih untuk yang setia mengikuti cerita ini. Maaf jika .asih banyak kekurangan dalam alur dan penulisan. Dan mungkin cerita ini terlalu membosankan untuk dibaca. Maklum, author masih penulis amatir. Pokoknya Terimakasih. Dukungan kalian adalah semangat untuk author terus up cerita ini. Kalau kalian suka, jangan lupa tinggalkan komentar, ya😘
Selly Rizki Melina
Next
Selly Rizki Melina
Nextt
Selly Rizki Melina
Next
IndraAsya
jejak 🐾
Nana
🤣🤣🤣🤣🤣
Nightingale Soakage
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
QUEEN: saya lebih suka ngasih tanda cinta sih, daripada tanda tangan 😘
total 1 replies
sunshinegyspy
Lha aku digantung… aku tunggu next chapnya kak!
QUEEN: terimakasih telah membaca 😊
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
kk up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!