Indonesia
NovelToon NovelToon
Randu

Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Duda / Rumahhantu / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Flaseona

Randu itu teman, penolong setia untuk Gladio Lusnent dalam masalah kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaseona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

...----------------...

Gladio menghela nafas begitu panjang. Menggambarkan bahwa gadis itu sedang banyak pikiran. Dengan renungan malam yang Gladio bawa menuju balkon kamar, matanya sibuk mengamati hamparan rumah-rumah yang berjajar rapi. Perumahan elit yang biasanya hanya Gladio lewati kini dirinya tempati.

Sudah dua hari sejak kejadian yang menimpa toko Gladio, tetapi polisi masih belum bisa menangkap siapa pelaku sebenarnya. Padahal mereka sudah di bantu oleh orang yang di utus Jolan untuk mendampingi kasus itu agar terselesaikan dengan cepat.

Kekhawatiran akan siapa yang berani memanggil sekumpulan preman untuk menyerang aset Gladio, ia merasakan jika pelaku tidak sedang dalam lingkup bercanda. Toko yang Gladio rahasiakan dari lama begitu mudah pelaku temukan. Apa yang pelaku tersebut inginkan dari Gladio?

“Hei, Sayang. Kakak kira kamu di kamar Alana.”

Jolan baru saja selesai dari kamar mandi, pria tersebut pulang larut karena banyak pekerjaan yang harus di urus. Pertama kalinya Jolan lembur setelah menikah. Di ruangannya, Jolan tidak bisa untuk terus fokus pada pekerjaannya. Sering sekali melihat ponselnya demi mengetahui kabar sang istri sebab Jolan harus pulang terlambat.

Bahkan makan siang yang biasanya selalu Jolan sempatkan untuk bersama, ia terpaksa melewatinya hari ini.

“Kenapa, Sayang? Ada yang ganggu pikiran kamu? Mau cerita sama Kakak?”

Gladio menoleh ke samping setelah Jolan berhasil berdiri di sampingnya. “Ih, ngapain coba keramas malem-malem, Kak? Gak baik buat tubuh tahu. Ayo masuk ke dalem, aku bantu keringin rambutmu.”

Jolan di suruh menempati kursi di depan meja rias yang biasa Gladio gunakan sebelum tidur. Jajaran barang kecantikan milik istrinya menjadi pemandang Jolan sebelum mengalihkan pandangannya pada cermin.

Setelah mengambil hair dryer dan menyalakannya, Gladio mengeringkan rambut Jolan bak seorang penata rambut profesional. “Ngapain lihat-lihat?” tanya Gladio sewot.

Jolan terkekeh melihat ekspresi galak dari wajah istrinya. “Cantik.” Pujinya singkat.

“Kak,” panggil Gladio menggantung, berusaha menahan rona yang akan memenuhi pipi dan telinganya.

“Ya, Sayang? Kayaknya sudah kering rambut Kakak.” Ujar Jolan, lalu membantu Gladio melepas kabel hair dryer.

“Sebenernya ada satu orang yang aku curigai di balik aksi preman kemarin.”

Jolan menatap Gladio, kemudian mengangguk mengerti jika arah pembicaraan kali ini sedang serius. “Ayo duduk di kasur, biar nyaman ngobrolnya.” Ajak Jolan sembari menarik pergelangan tangan Gladio.

Keduanya duduk berhadapan di atas ranjang. Tangan Gladio dan Jolan pun saling berpegangan.

“Jadi, aku curiga itu ulah Valerie.”

Jolan mengangkat kedua alisnya otomatis, “kenapa dia, Sayang? Dia sudah Kakak pecat. Tidak mungkin berulah lagi.” Kata Jolan masih berpikir positif.

Gladio menggaruk lehernya meskipun tidak terasa gatal. “Sebenernya setelah Kakak pecat dia, aku usil sedikit.”

Mata kiri Jolan tiba-tiba berkedut. “Usil sedikit, ya? Kayak gimana, Sayang?” tanya Jolan penasaran.

“Kasih kejutan ulang tahun aja. Dia beneran kaget kok waktu itu. Tapi kue ulang tahunnya ada efek samping buat perut, hehehe.” Jelas Gladio tanpa berdosa sedikit pun.

Sedangkan Jolan merasa gemas akan penjelasan dari istrinya. Bagaimana Gladio menamai hal itu dengan usil sedikit? Bahkan karena keusilan Gladio itu, mantan sekretarisnya sampai mengirim sekelompok preman untuk menghancurkan aset Gladio. Untung bukan pemiliknya yang dicelakai, jika iya, Jolan harus melakukan apa?

“Dia sangat berbahaya, Sayang. Biarkan Kakak yang mengurus setelah ini. Kamu tidak perlu ikut campur.”

Gladio menggeleng, “ini ‘kan masalahku, Kak. Aku juga mau kasih dia pelajaran lagi.”

“Sayang...” Jolan mengecup kedua tangan Gladio. “Kakak bersyukur banget karena bukan kamu yang di celakai. Tidak apa-apa, ya? Mereka biar jadi urusan Kakak dan kamu bisa fokus memperbaiki toko bunganya.” Pinta Jolan.

“Tapi dia bikin ulah lagi. Harusnya kalau dia tahu diri juga, keusilanku kemarin itu impas.” Gladio masih keras kepala.

“Itu juga belum pasti ‘kan, Sayang? Dia masih orang yang kamu curigai dan belum terbukti. Nanti Kakak kasih tahu polisinya tentang dia. Biar di usut apa benar dia pelakunya. Dan kalau ternyata terbukti, boleh Kakak saja yang urus, ya.” Jolan memberi pengertian pada Gladio sepelan dan selembut mungkin.

Dan akhirnya membuahkan hasil yang Jolan inginkan. Gladio mengangguk patuh.

“Tapi aku di ceritain ya nanti gimana perkembangannya? Aku gak mau Kakak sembunyiin sesuatu dariku.” Ucap orang yang sudah dua kali menyembunyikan hal besar di belakang Jolan.

Dan Gladio pertama kali melihat Jolan mendengus. “Ih, Kakak! Iya-iya aku minta maaf. Kata Kakak gapapa tuh kalau semua orang punya rahasia, yang penting mereka cerita kalau udah ada waktu yang tepat. Nih sekarang aku lagi praktek tentang itu.” Ujarnya membela diri.

Mulutmu harimaumu, peribahasa yang harus di ingat Jolan mulai detik ini. Padahal Jolan mengatakan itu agar Gladio tidak merasa bersalah, apalagi mengira dirinya kecewa karena Jolan tidak di beritahu tentang itu. Tetapi kenapa hari ini justru menjadi senjata bagi Gladio untuk menyerangnya?

“Iya, Sayang. Kakak tidak akan menyembunyikan apapun, kalau ada perkembangan Kakak langsung cerita sama kamu. Tapi juga berlaku sebaliknya, kamu juga harus janji sama Kakak. Apapun yang mau kamu lakukan, beritahu Kakak dulu, ya?”

Gladio mengangguk patuh lagi, Jolan seperti tukang hipnotis, apapun yang pria tersebut katakan si korban akan mengiyakan dengan mudah.

“Sebisa mungkin hindari keusilan yang akibatnya bisa membahayakan kamu. Ya, Sayang? Kalau memang mau berbuat sesuatu seperti itu lagi, jangan pakai tangan sendiri. Kasih tahu Kakak biar Kakak cari orang buat bantu kamu. Ya, Sayang?”

Gladio mengangguk lagi, “ya, Sayang.” Jawabnya otomatis mengikuti cara bicara Jolan.

“Benar tidak ini? Dengar semua perkataan Kakak, ‘kan?”

Jolan mengapit kedua pipi Gladio dengan telapak tangannya. Menekan sampai bibir istrinya mengerucut, lalu di berikan beberapa kecupan sampai si empunya merengek ingin lepas.

“Sudah tidak ada yang mengganjal pikiranmu ‘kan, Sayang?”

“Gak kok, aku cuma mikirin itu aja. Rasanya mau aku cari sendiri soalnya polisi itu lelet banget. Tapi karena Kakak gak tahu apa yang terjadi sebelumnya antara aku sama nenek lampir itu. Jadinya aku tahan-tahan deh.” Jelas Gladio panjang lebar.

“Terus kenapa akhirnya ngaku?”

“Aku minta saran sama Randu, katanya mending kamu sekalian tahu. Ketakutan Randu sama kayak kamu deh, Kak. Takut aku-nya yang kenapa-napa. Alana juga bilang, kalau Kakak marah karena pengakuanku ya tinggal di dengerin aja. Tapi ternyata enggak ih. Suamiku ini baik hati banget lho.”

Gladio terkikik geli saat Jolan memberikan kecupan brutal pada seluruh wajahnya.

“Istri Kakak ini gemas banget lho. Suaminya mana bisa marah begitu sih.” Ujar Jolan membalik ucapan Gladio.

“Emang pesonaku gak kaleng-kaleng sih, Kak.” Sombongnya.

...----------------...

1
Hanii
ditunggu kelanjutannya
miilieaa
randu/Drool//Drool/
Hanii
Ayo kak, update! Mau lihat Alana punya adek/Smile/
ᴬᵖᵖˡᵉᴿʸᵘ
Peluk aku aja sini
ᴬᵖᵖˡᵉᴿʸᵘ
Jolan peluk pohon pisang aja
ᴬᵖᵖˡᵉᴿʸᵘ
wkwkwkw
ᴬᵖᵖˡᵉᴿʸᵘ
Randu pasti buat nyaman, soalnya Randu kan pohon kapuk yang bisa dibuat bantal, hehehe /Joyful/ Gladio aku kira lakii loooh /Cry/
Kustri
part unfaedah nih
bikin bosen
kirain ada masalah besar yg hrs dihadapi gladio & randu😩
ona: /Silent//Silent//Silent/
total 1 replies
Kustri
eh, randu kelaparan? 🤔kamu mau makan apa randu😁
Kustri
hahahaa
Kustri
dongeng menjelang tidur
Kustri
randu... randu tinggal kibas anjing'a jg takut

alana indigo?
Kustri
kirain gladio laki

emg g bs kontrak sendiri yaa kan ada penghasilan, apamsh krg

tulisan'a enak dibaca
Cherlys_lyn
hati Gladio tergempa-gempa nih 😭😭😭
Cherlys_lyn
baru pertama kali tau kalo hantu takut sama anjing, menarik nih 🤔
Cherlys_lyn
waduh, ini temannya aga beda. bukan beda karakter, tapi beda alamm 😭😭
Hai kak🤗 semangat nulis nya.
keren banget cerita nya🔥🔥🔥🔥
Hanii
Seru bangett, sering-sering update ya kak😍🙏
Achakajayes
boom like nih😍 yuk semangat terus, dtunggu kelanjutan ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!