Indonesia
NovelToon NovelToon
From Gustaaff Willem Baron Van Imhoff To Van Della Leoni

From Gustaaff Willem Baron Van Imhoff To Van Della Leoni

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Naik Kelas / Dunia Masa Depan / Dan budidaya abadi / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Ist_Acacya

Menjalin hubungan dengan Van Della Leoni, membuat Gustaaff Willem Baron van Imhoff sangat senang akhirnya orang yang selama ini dia cintai berhasil didapatkan. Akan tetapi, siapa sangka cinta tak selamanya indah, ia mengalami masalah besar.

Gustaaff mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Van Della. Ia memikirkan seribu cara agar komunikasi berjalan lancar, bahkan melalui surat-surat yang ia titipkan, naas surat itu tak pernah sampai. Orang-orang suruhannya tak pernah kembali untuk memberi kabar. Ia kesulitan menghubungi Van Della. Bagaimana mungkin ia pergi meninggalkan kotanya sendiri dengan aturan yang telah ia buat. Ia tak boleh egois untuk melakukan diluar kendalinya.

Apalagi upaya yang dilakukan Gustaaff demi Van Della? Sebenarnya kenapa suratnya tak pernah sampai kepada pemiliknya? Apa aturan yang dibuatnya yang membuat seorang Gustaaff tak mampu melanggar? Ikuti rahasia dibalik semuanya itu serta apa yang terlahir dari tangan hebat seorang Gustaaff?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist_Acacya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setiap Luka Ada Obatnya

Devans, laki-laki itu kembali mendapat kepercayaan dari Gustaaff untuk mengawasi pembangunan jamban di titik yang sudah tuan mudanya tetapkan.

Kali ini Devans tidak ingin kebobolan lagi memberikan kesempatan bagi pekerja untuk melakukan korupsi. Ia mengakui bahwa ia salah.

Devans juga mengetahui kabar sedih dari para pengawal tentang yang terjadi kemarin pagi. Devans sangat menyayangkan tindakan tuan besarnya itu. Laki-laki itu turut prihatin kepada nyonyanya. Devans tahu bagaimana perlakuan tuan besarnya kepada istrinya.

Padahal Isabella bagi Devans adalah wanita baik, cantik. Waktu tuan besarnya membawa seorang wanita lain istrinya tidak membawa laki-laki lain. Dimana letak kesalahan istrinya? 

Devans geleng kepala mengingat kasarnya ruan besarnya itu.  

“Tolong kerjakan ingat jangan sampai korupsi. Tuan muda pernah mengasingkan orang yang bekerja kepadanya karena korupsi,” tegas Devans kepada orang-orang yang ia percayakan.

Mereka semua serempak mengiyakan perkataan Devans dengan menunduk dua kali.

Devans akan selalu mengawasi mereka. 

Gustaaff masih tetap menunggu ibunya di ruang pengobatan sampai pemuda itu tertidur. Isabella perlahan membuka matanya. Wanita itu meringis pelan. Ia merasakan salah satu tangannya amat sakit.

Hal pertama yang Isabella lihat adalah putranya. Bibir wanita itu melengkung hingga membuat senyuman terbit di wajahnya. 

Tangannya yang tidak sakit mengusap pelan surai Gustaaff. Isabella tahu kemarahan putranya itu kepada suaminya. Wanita itu amat beruntung memiliki putra yang siap membelanya dan menjadi perisai untuknya. 

Gustaaff perlahan membuka matanya saat merasakan usapan lembut di kepalanya.

“Ibu,” kata Gustaaff dengan suara khas bangun tidurnya.

“Tidur lagi Nak, matamu merah dan sembab Nak. Nanti kamu sakit,” ujar Isabella pelan. Ia khawatir dengan kondisi anaknya. Walaupun Isabella tahu tidak ada luka fisik pada Gustaaff, tetapi Isabella tahu betapa sakitnya hati putranya itu.

Gustaaff menggeleng. “Ibu tidak tahu Gustaaff lebih sakit melihat Ibu terbaring lemas. Gustaaff tidak peduli apapun selain Ibu,” balas pemuda itu. “Apakah Ibu membutuhkan sesuatu?”

“Ibu membutuhkan sesuatu,”

“Katakan Bu,”

“Ibu butuh Gustaaff,” ujar Isabella. Ai matanya sudah turun membasahi wajahnya. “Ibu butuh Gustaaff untuk selalu bersama Ibu. Ibu tidak mau apapun selain putra Ibu.”

“Tanpa Ibu katakan Gustaaff akan selalu bersama Ibu,” kata Gustaaff. Tangan pemuda itu menghapus pelan air mata Ibunya dengan usapan lembut.

“Terima kasih Nak, Ibu sangat menyayangimu.”

Kata terakhir sebelum Gustaaff terlelap akibat usapan lembutnya.

Di ruang pengobatan yang lain hanya yang terdiri dari dua orang belum kunjung membuka mata. Rasa sakit yang mereka alami pantas untuk mereka dapatkan. Tidak ada ampunan untuk laki-laki sombong, kasar dan wanita penghancur rumah tangga orang, tukang drama.

Ini pertama kali mereka dibuat tak berdaya oleh seorang pemuda. 

Beberapa menit kemudian wanita yang merasakan sakit di badannya mulai sadar dan meringis pelan. Tubuhnya seakan tidak memiliki tulang sekarang.

Sial pemuda itu berani sekali membuat saya seperti ini. Tunggu pembalasan saya. Batinnya.

Perlahan arah pandangnya berubah ke arah orang lain di sampingnya. Wanita itu merasa kasihan kepada kekasihnya itu. 

Seharusnya kita berdua tinggal di Frieslandia sayang. Di sana tempat ternyaman. Tempat yang hanya aku dan kamu. Istri bodohmu itu dan putramu itu tidak akan bisa mengganggu kita. Batinnya lagi.

“Sayang, Willem.” Madeleine mencoba memanggil Willem, tetapi tak kunjung mendapatkan sahutan.

“Sepertinya dia belum sadar,” gumamnya. Wanita itu akan setia menunggu sampai kekasihnya sadarkan diri.

...***...

“HAMIL? TIDAK AKU TIDAK MAU HAMIL.” Teriak Victorya histeris setelah seorang perempuan tuan menyatakan bahwa ia hamil.

“Lebih baik kamu pergi,” saran Leoni kepada perempuan tua itu.

Victorya meraung-raung sekarang. Ia tidak mau hamil. Ia bahkan sudah memberontak saat Leoni mencoba mengontrol emosinya.

“Tenanglah, tenang kamu tidak akan meninggal hanya karena itu,” ujar Leoni dengan lembut.

“TIDAK AKAN MENINGGAL KAMU KATAKAN. MEMANGNYA KAMU TIDAK TAHU BERAPA BANYAK WANITA MENINGGAL SAAT MELAHIRKAN, HAH?”

Sepertinya Victorya sudah tidak kenal takut lagi dengan Leoni. Lihatnya perempuan yang akan menjadi seorang ibu itu telah berani berteriak di hadapan Leoni.

Leoni mengembuskan napasnya perlahan dan memejamkan matanya sejenak agar ia tidak emosi. Jika ia dan Victorya sama-sama emosi habisnya Victorya.

“Tenanglah, jangan menyakiti dirimu,” kata Leoni penuh pengertian. Leoni melepaskan tangan Victorya saat kekasihnya itu menjambak kuat rambutnya sendiri. Ia juga menghentikan tindakan Victorya yang memukul kuat dadanya.

“AKU AKAN MEMBUAT JANIN INI BERPENYAKITAN AKU AKAN MENGKONSUMSI MAKANAN TERLARANG UNTUK IBU HAMIL LEONI!”

Brak

Leoni menghancurkan meja kayu ketika teriakan Victorya berhasil membuat emosinya meluap. Laki-laki itu mencengkram kuat dagu Victorya. “KAMU MENGATAKAN APA, HAH? KATAKAN SEKALI LAGI!”

“AKU AKAN MEMBUAT JANIN INI BERPENYAKIT SAAT IA SUDAH MENJADI MANUSIA,” teriak Victorya tidak kalah kuat.

Brak

Lagi-lagi benda-benda di sekitar Leoni menjadi sasaran kemarahannya. 

Leoni menetralkan emosinya sebentar lalu memeluk Victorya. Ia menghapus air mata kekasihnya itu. “Saya mohon jangan lakukan itu. Saya sangat mencintai kamu dan calon anak kita.”

Victorya hanya dia ia tidak bereaksi apapun. Kenyataan yang ia alami sangat menyedihkan. Ia bingung kenapa semua ini terjadi padanya. Kesalah apa yang telah ia lakukan dulu. Ia hanya gadis biasa yang tidak tahu apa-apa. Yang menjadi korban dari perbuatan kakaknya dan Willem. Seandainya Willem tidak membawanya ke Batavia ia tidak akan mengalami hal pahit ini.

“Kamu egois Leoni. Kamu tidak tahu apa yang aku alami,” lirih Victorya.

“Katakanlah saya ingin kamu terbuka,” sahut Leoni. Tangan laki-laki itu mengelus pelas surai Victorya.

“Seharusnya aku tidak di sini, aku dibawa oleh seseorang kemari dan menjadikan aku sebagai korban,”

“Saya berjanji saya akan membahagiakan kamu,”

“Bukan kamu orang yang aku cintai Leoni,” ujar Victorya. Ia harus jujur agar Leoni tahu.

“Siapapun laki-laki itu, saya tidak peduli. Saya punya kamu, kamu punya saya sekarang. Kamu bukan untuk laki-laki itu,” jelas Leoni. “Saya harap jika kamu ingin sesuatu katakan kepada saya.”

Victorya terpaksa mengiyakan perkataan Leoni. Ia sudah muak dengan kemarahan laki-laki itu.

“Aku ingin bertanya?”

“Silakan,”

“Apakah kamu mempunyai perempuan lain?” tanyanya dengan pelan.

“Jujur saja banyak perempuan pribumi yang sudah saya lakukan perbuatan bejat saya, tetapi saya tidak sampai membuat mereka sepertimu. Kamu tahu artinya kan? Kamu itu spesial untuk saya,” jelas Leoni.

Siapa juga yang ingin dijadikan spesial oleh laki-laki bejat ini. Jika saja aku mempunya keberanian, aku akan membunuh laki-laki ini sekarang juga. Batin Victorya.

“Apakah kita akan tetap berdiri seperti ini?”

Leoni sesaat tersenyum. “Baiklah mari kita tidur.”

Mereka berdua terlelap. Luka yang dirasakan oleh Victorya dari Leoni disembuhkan Leoni juga. Ya, setiap luka pasti ada obatnya. 

Entahlah rasa sakit yang dirasakan oleh Victorya akankah perlahan berubah menjadi rasa cinta. Perlahan-lahan mencintai laki-laki bejat. Semua itu terserah Victorya.

1
ist_goliteratur
Super
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!