Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Sebuah Rumah

Rahasia Di Sebuah Rumah

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Wanita Karir / Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: fianaqila

Reta dan Qila selalu saja di ganggu hidupnya oleh tantenya, kakak dari mamanya. Tantenya itu selalu saja mengusik kehidupan Reta dan juga Qila. Tiada hari tanpa di ganggu oleh keluarga tantenya itu.
Selain itu Ruri istri Seno pemilik dari sebuah perusahaan membeli kembali rumah itu dari Reta. Sebenarnya awalnnya bukanlah pemilik Pertama rumah itu melainkan mereka juga membelinya namun tidak lama mereka menjual kembali rumah itu.
Seiring berjalannya waktu Seno mengetahui bahwa ada sebuah rahasia besar dari rumah itu yang bisa membuat kehidupan mereka lebih kaya lagi. Tapi jika orang lain yang mengetahui rahasia itu mereka bisa di penjara.
Sebenarnya rahasia apa yang tersimpan di rumah itu?
Apakah Pemilik pertama mengetahui tentang Seno atau pemilik rumah itu menyimpan banyak harta dan juga rahasia di rumah itu?
Apakah Qila dan Reta mengetahui dari rahasia dari rumah itu?
Serta mampukah Reta dan Qila menghadapi tantenya yang selalu menganggu kehidupan mereka?
Yuk ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Qila dan Reta sudah sampai di rumah Ningrum. Mereka sudah tidak mau lagi merahasiakan soal ini kepada Ningrum.

Dis saat Reta ingin mengetuk pintu, Ningrum terlebih dahulu keluar dari rumah.

“Qila, Reta?” Kaget Ningrum yang melihat keponakannya datang.

“Ayo masuk nak.” Ajak Ningrum kepada kedua keponakannya.

Di ruangan tamu ada Dira dan juga Raka.

“Tumben kalian datang ke sini? Mau mengajak kita jalan-jalan?” Tanya Raka.

“Kita mau bicara serius sama kalian.” Ucap Reta dengan wajah seriusnya.

Ningrum melihat tatapan serius Reta mengajak mereka ke tempat yang aman dan pastinya tidak akan ada yang mendengar pembicaraan mereka.

“Kalian mau bicara apa?” tanya Ningrum.

Qila mulai memberitahukan kepada Ningrum, Dira dan Raka. Mereka bertiga yang mendengar itu saling pandang dan berpikir sudah waktunya untuk mereka bergabung dan Qila serta Reta sudah waktunya bertemu dengan anak Salma.

“Ok begini saja, kalian ikut tante. Tante akan mempertemukan kalian dengan beberapa orang.

“Siapa tante?” tanya Reta.

“Nanti kalian juga akan tahu.” Ucap Ningrum.

Mereka tidak lagi meminta Ningrum untuk memberitahukan siapa saja orang itu, Reta dan Qila mengikuti Ningrum, Raka dan Dira ke suatu tempat.

. . .

“Jadi mama akan kesana lagi?” Tanya Rani.

“Ya iyalah, mama sudah terlanjur bilang sama ibu-ibu kalau rumah itu milik kita, Reta sama Qila itu Cuma numpang tinggal saja karena sudah sudah tidak punya rumah lagi.” Ucap Alika.

Pada saat Alika sedang mengobrol dengan temannya, sampai lah mereka membahas soal rumah Reta itu. Alika yang tidak mau di anggap miskin pun mengakui bahwa rumah itu miliknya. Dirinya hanya mengizinkan Qila dan Reta tinggal di sana untuk sementara waktu sampai mereka dapat kontrakan baru.

Makanya Reta begitu berambisi untuk mengambil rumah Reta secepatnya. Ia tidak mau malu dan ketahuan bahwa dirinya berbohong.

“Iya, papa juga bilang ke teman kantor papa bahwa papa memiliki rumah baru, ya meskipun papa tidak bilang kalau rumah Reta itu milik papa, tapi buat cari rumah baru untuk menunjukkan ke teman papa juga tidak mudah, makanya papa mau kalian secepatnya mendapatkan rumah itu secepatnya agar papa bisa menunjukkan kepada teman-teman papa.” Ucap Piko.

Kelakuan Piko dan Alika tidak jauh berbeda, sama sombong dan sok kaya dihadapan teman-temannya. Bahkan anak mereka juga seperti itu.

“Kalau misalnya, Qila sama Reta tidak mengizinkan mama tinggal di sana gimana?” tanya Tika.

“Kalau Qila mungkin, tapi Reta pasti akan kasihan dan mengizinkan mama tinggal di sana. Sedangkan Qila pasti akan menurut dengan Reta kakaknya.” Ucap Alika.

“Ya sudah ayo papa antar mama ke rumah Reta.” Ucap Piko.

“Ya sudah ayo pa.” Ucap Alika.

“Kita tidak ikut ya ma, malas banget harus ketemu dengan mereka berdua itu.” Ucap Rani.

“Ya sudah kalian tidak usah ikut.” Ucap Alika.

Piko dan Alika pergi lagi ke rumah Reta untuk bisa tinggal disana dan perlahan akan merebut rumah itu.

. . .

“Randi gimana kalau Lo ajak Reta pergi jalan-jalan.” Ucap Rindu.

“Malas gue, tidak selevel.” Ucap Randi.

“Sekarang ini Lo tidak usah pikirkan itu dulu, lagian kalau Lo ajak Reta jalan-jalan Lo bisa cari tahu lebih lagi, gue merasa Reta dan Qila tahu dimana Sersan.” Ucap Rindu.

“Dari mana kamu tahu Reta sudah bertemu dengan Sersan?” tanya Runi.

“Gue tebak saja, dulu Reta itu berteman dengan Sersan, aku yakin Reta itu tahu dimana keberadaan Sersan.” Ucap Rindu.

“Kemungkinan itu bisa saja ada, Randi coba kamu ajak Reta jalan-jalan. Lagi pula kamu tidak akan malu jalan-jalan dengan Reta, papa lihat gayanya tidak kampungan kok.” Ucap Seno.

Randi setuju, Randi akan mengajak Reta untuk pergi jalan-jalan. Namun sayang Reta menolak karena ia ada urusan.

“Reta tidak bisa, dia bilang lagi ada urusan.” Ucap Randi.

“Sayang banget, padahal ini kesempatan bangus.” Ucap Sasya.

“Apa mungkin Reta dan Qila menemui Anak Salma.” Tebak Runi.

“Mendingan sekarang kita cari tahu dimana Reta dan Qila. Jangan menyia-nyiakan kesempatan.” Ucap Rindu.

Keluarga Aditama itu mulai bergerak mencari keberadaan Reta dan Qila saat ini, mereka yakin Reta dan Qila pasti sedang menemui Sersan, anak Salma.

Mereka mengerahkan anak buahnya untuk mencari kebenaran Reta dan Qila saat ini.

. . .

“Reta, Qila!” Teriak Alika dari luar. Kondisi Alika masih seperti semalam dipenuhi dengan perban.

“Eh ada jeng Alika, jeng kenapa kok banyak perban seperti itu?” tanya salah satu tetangga yang mengenal Alika.

“Eh ada ibu-ibu. Saya habis kecelakaan.” Bohong Alika.

“Ya kami ke sini mau menempati rumah ini karena kami ini butuh biaya untuk b jadi rumah lama mau saya jual.” Ucap Piko.

Tetangga itu merasa heran, yang mereka tahu rumah itu milik Reta dan juga Qila.

“Bukannya ini rumah Reta ya.” Ucap ibu-ibu itu.

Alika mulai mengarang cerita, Alika mengatakan bahwa sebenarnya rumah itu milik mereka namun Qila dan Reta mengakui bahwa rumah itu milik mereka.

Mereka berakting sebaik mungkin untuk membuat ibu-ibu itu percaya akan ucapan mereka.

“Tidak usah mengaku-ngaku deh buk, saya tahu rumah ini itu sudah lama di bangun oleh adik kamu itu dan Reta melanjutkan membangun rumah itu.” Ucap salah satu ibu-ibu.

“Saya ini bicara jujur, saya tidak bohong.” Ucap Alika.

“Dia bohong ibu-ibu, suami saya yang menjadi mandornya, jadi saya tahu siapa yang kasih uang untuk bayar tukang-tukang bekerja ini, dia sama sekali tidak ada mengurus soal pembangunan rumah itu.” Ucap salah satu ibu-ibu.

“Kamu itu tidak usah sok tahu. Lagian dapat uang dari mana Reta melanjutkan membangun rumah ini, kalau bukan uangnya dari saya.” Ucap Alika sombong.

“Ya elah buk Alika, kita semuanya juga tahu Reta itu bekerja, gajinya gede, wajar kalau Reta bisa melanjutkan membangun rumah ini, lagi pula Reta saja sering berhenti membangun rumah ini karena biaya. Jadi buk Alika tidak usah bohong deh.” Ucap salah satu ibu yang lainnya yang mendengar cerita dari anaknya yang bekerja satu kantor dengan Reta.

Mereka saling beradu mulut yang berakhir dengan Jambak menjambak, Piko yang melihat itu berusaha memisahkan mereka. Namun sayang Piko malah terjatuh karena di dorong oleh ibu-ibu.

“Pergi sana, dasar tukang mengaku, jangan-jangan situ yang miskin.” Ucap salah satu ibu-ibu yang tidak suka dengan Alika.

Ibu-ibu bahkan sekarang sudah mengetahui bahwa Alika itu hanya pura-pura terluka saja, sekarang ibu-ibu itu tidak ada yang percaya dengan Alika bahkan ada yang menyumpah Alika dan Piko itu benar-benar kecelakaan agar mereka benar-benar merasakan bagaimana rasanya kecelakaan beneran.

Alika pergi dari rumah Reta membawa kekesalan, bukannya dirinya berhasil menempati rumah milik Reta namun dirinya malah ribut dengan ibu-ibu yang lewat.

1
Kanza Qila
alika jahat banget sama keponakannya
Kanza Qila
bagus bagus ceritanya
fianaqila: terimakasih
total 1 replies
Mari_Mar
luar biasa
fianaqila: terima kasih, semoga suka ya kak sama novelnya
total 2 replies
cputrii
bagus ihh.. paling gereget kalo ada yang bully gini
✿🅼🅾🅼 🅼🅴🅳🆄🆂🅰✿
hadir thor/Smile/...
Mari_Mar
aku mampir thor, semangat/Determined//Determined/
jangan lupa mampir ya?
fianaqila: ok thor
total 1 replies
Florist
si tante yg merawat anak salma kayanya ningrum, dan anak salma kemungkinan sersan
Florist
ni mc Reta apa Neta, masa typo hampir 1 bab
fianaqila: Reta kak, maaf ya, terima kasih komentarnya
total 1 replies
Mari_Mar
Alika perlu di tenggelamkan, yang berhutang lebih galak Ama yang nagih
Sefira Arrum
Semangat/Smile//Smile/
fianaqila: ok kak
total 1 replies
piyo lika pelicia
mampir juga yuk ke serigala
piyo lika pelicia
1 iklan untuk kamu
piyo lika pelicia: mampir juga yuk ke serigala
total 2 replies
piyo lika pelicia
suami istri sama saja
piyo lika pelicia
"Kakak
piyo lika pelicia
hih pengen gue cekik tu Tante 😡🔪🔪
piyo lika pelicia
"Kakak
piyo lika pelicia
hidih Tante gak tau malu 😝
piyo lika pelicia
minta itu bukan minjam dasar gak tau malu 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!