Indonesia
NovelToon NovelToon
Lucy, Tuan Muda & Getaran Cinta

Lucy, Tuan Muda & Getaran Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / Teen / Pembantu / Persahabatan / Romansa / Cintapertama / Kaya Raya
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kana Rui

Lucy alana Kristian, adalah putri dari salah satu keluarga tersohor di Inggris, sejak kecil orang tuanya meninggal dan dia hidup bersama dengan kakaknya yang bernama Theo geovan Kristian. seorang kakak yang sangat mencintai pekerjaannya dan membuat adiknya kesepian, tiba-tiba berniat menjodohkan nya dengan salah satu koleganya. Perjodohan sepihak yang dilakukan kakaknya tanpa persetujuannya menambah keinginan nya untuk meninggalkan rumahnya. saat rencananya terwujud Lucy tak menyangka perjalanan membawanya secara tidak sengaja bertemu dengan 2 sahabat karib yang bernama Ryu dan Leon. Leon sang ketua basket populer sekolah dan Ryu ketua osis yang dingin. Karena beberapa alasan Leon memaksa Lucy tinggal di kediaman Ryu, penawarannya membuat lucy menerima tawaran itu karena itu juga salah satu cara agar dia tetap bersembunyi dari kakaknya yang terus menerus memaksanya bertunangan. Dari sinilah awal perjalanan lucy menemukan kisah kisah cinta yang tak hanya berwarna tapi juga penuh luka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kana Rui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran

Ryu memijat dahinya berharap sakit di kepalanya berkurang. Beberapa hari ini dia kurang tidur karena bergadang untuk mempersiapkan laporan pertanggungjawaban dari hasil kegiatan Studytour antar sekolah. dia melepaskan kacamatanya dan meletakkannya di atas meja belajarnya.

Dia melirik jam beker berwarna biru metalik di mejanya, jam sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi. Dengan sedikit menghela nafas Ryu berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Dengan malas dia membuka kulkas dan segera memuaskan dahaganya dengan mereguk sebotol air dingin di tangannya.

Saat hendak berjalan menaiki tangga dia sekilas melihat seseorang tengah berada di teras taman dan menengadahkan wajahnya ke langit malam, helaian rambutnya tertiup angin namun gadis itu tidak sedikitpun bergeming dari sana padahal waktunya sudah larut.

"Lucy? Apa yang dia lakukan tengah malam seperti ini? ", Tanya Ryu sedikit menyipitkan matanya. Dia melangkahkan kakinya pelan untuk melihat lebih jelas gadis yang tengah memandang langit malam itu.

Saat sudah berada di sampingnya Ryu duduk di sebelahnya dan membuat Lucy sedikit kaget,

"Apa yang membuatmu masih terjaga selarut ini? ". Tanya Ryu pada Lucy, Ryu duduk dengan santai di sebelah gadis itu ikut memandang apa yang gadis itu lihat.

Lucy menujuk ke langit diikuti dengan pandangan Ryu, dia bisa mengetahui mengapa gadis itu tetap enggan meninggalkan tempat itu meski malam sudah sangat larut, langit malam itu menyajikan bintang-bintang yang bersinar dengan indah.

Ryu tersenyum singkat, senyuman yang masih dapat di tangkap oleh mata karamel dari Lucy. Dia tak pernah menyangka jika dia bisa sangat tertarik pada pemuda yang ada di sampingnya ini.

"Aku akan segera kembali". Kata Ryu singkat. Lucy mengangguk singkat dan kembali melihat bintang. Beberapa menit kemudian pemuda itu kembali dengan 2 cangkir Milk Tea hangat, dia menyerahkan satu cangkirnya untuk Lucy dan satu cangkirnya lagi dia letakan di meja. Pemuda itu kemudian duduk kembali di sofa tepat di samping Lucy membuat Lucy sedikit canggung.

"Secangkir Milk tea dapat membuat tidurmu lebih baik". Kata Ryu singkat, dia ikut kembali memandang bintang bersama gadis yang ada di sampingnya.

"Tapi aku tidak mau tertidur, langitnya sangat indah". keluh Lucy, dia meminum secangkir Milk tea yang dibuat oleh Ryu.

Lama tidak ada pembicaraan di antara keduanya, mereka berdua sama-sama diam dengan pikirannya masing-masing.

"Hei, Ryu... ", Sela Lucy memecah kesunyian malam, Lalu hanya di jawab dengan deheman kecil oleh Ryu.

"Terima kasih telah menerimaku di rumah ini, terima kasih telah melindungiku, Terima kasih karena telah melakukan semuanya untukku". kata Lucy lagi, nada tulusnya mengalir begitu saja.

Mata Ryu meredup dan menoleh pada gadis yang ada di sampingnya, sebuah senyuman kembali terukir di wajahnya mencetak jelas ketampanannya,

Entah sejak kapan rasanya Ryu menerima kehadiran gadis ini di rumahnya & entah sejak kapan juga gadis ini mampu mendobrak pintu hatinya dan mengobrak abriknya seenaknya. Yang dia inginkan saat ini adalah terus membuat gadis ini membutuhkannya dan bergantung padanya, membuat gadis ini terus berada di sisinya.

"Bolehkah aku se egois ini? ". tanya Ryu pada dirinya sendiri,

Saat sedang bergumul dengan pikirannya sendiri kepala Lucy sedikit menyentuh ujung bahu Ryu, Ryu menoleh mendapati gadis itu telah jatuh terlelap. Enggan membangunkannya membuat Ryu membiarkan Lucy menyenderkan kepalanya pada bahu Ryu.

"Setidaknya untuk malam ini, izinkan aku bersamamu seperti ini, Lucy". kata Ryu pelan sambil melihat langit dan mengusap kepala Lucy pelan.

Ryu lalu melihat wajah tenang Lucy yang tengah tertidur di sampingnya, diusapnya pelan wajah gadis itu, beralih ke matanya, hidungnya dan terakhir mengarah kepada bibir Lucy, dengan sedikit berani Ryu memberikan kecupan malam pada bibir gadis itu. Rasanya lebih manis dari yang Ryu pikirkan namun sesaat sebelum dia bertindak lebih jauh kewarasan memaksanya kembali ke alam sadarnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Lucy terbangun di pagi hari saat sinar matahari sudah dengan jelas masuk melalui celah-celah gorden kamarnya, dia menyadari sesuatu. Semalam dia tidak berada di kamarnya, melainkan di balkon taman bersama Ryu,

Selesai membersihkan diri dia segera berlari ke dapur untuk mempersiapkan sarapan, saat sudah sampai di dapur dia melihat ada sajian 2 piring French toast dan 2 gelas susu. Tentu saja Tuan mudanya sudah duduk dan sedang makan dengan santai saat derit langkah Lucy mengganggu indranya.

Ryu melihatnya dan menyuruhnya untuk duduk tepat berhadapan dengan kursi miliknya. Dengan wajah bingung Lucy duduk dan melihat 1 piring roti yang tersaji cukup menggugah selera makannya, perutnya sudah sangat lapar.

"makanlah". kata Ryu singkat, sesaat setelah melihat pemuda itu makan Lucy ikut memakan sarapan yang dibuat oleh Tuan mudanya itu untuknya,

"semalam, maaf aku tertidur". kata Lucy membuka obrolan.

"cukup berat membawamu ke kamarmu, jadi jangan ulangi lagi perbuatanmu itu". kata Ryu sambil meletakan piringnya yang telah kosong ke wastafel.

" Maaf". kata Lucy singkat, Ucapan Ryu membuat gadis itu sedikit enggan untuk melanjutkan pembicaraan.

Dapat dua lihat pemuda itu membuka kembali laptopnya di ruang tamu dan sedang sibuk menatap layar saat sebuah ponsel berdering sedangkan Ryu hanya memandangnya saja tanpa mengangkat panggilan itu.

Untuk kedua kalinya ponsel itu berdering dengan nama yang sama namun Ryu masih enggan menanggapi, dia terus mengabaikan deringan itu.

Deringan ketiga cukup mengganggu konsentrasinya saat matanya melihat layar laptopnya hingga membuat pemuda itu mengangkat panggilan itu,

"Ya, ada apa? ". jawab Ryu singkat.

"Apa? Bagaimana bisa? ". Tanya Ryu khawatir, membuat Lucy sedikit menoleh pada Ryu yang tiba-tiba saja berdiri dari duduknya.

"Ada apa, Ryu?", Tanya Lucy penasaran.

" Pak tua itu...mengalami kecelakaan ", Kata Ryu sedikit tak percaya dengan kabar yang baru saja dia terima, ponselnya terjatuh dari tangannya menghantam lantai dengan sempurna saat menerima kabar berita itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Saat Ryu datang, koridor rumah sakit dihiasi dengan tangis sedih dari beberapa orang, di sana ada Romeo dan juga ibunya. Saat Ryu memanggil mereka Romeo menghampiri Ryu dan kembali menangis di pelukan Ryu.

"Ayah kesakitan, dia sedang dioperasi", Kata Romeo sedih. Lucy mengambil alih dengan menggendong Romeo dari pelukan Ryu agar Ryu bisa berbicara dengan ibunya.

Lucy mengajak Romeo menuju kantin rumah sakit dan mengajaknya membeli makanan yang lezat sementara Ryu berdiri dan berjalan pelan menghampiri ibu tirinya yang selama ini dia benci.

"Ayahmu mengalami kecelakaan mobil & dokter sedang melakukan operasi untuk menyelamatkannya". Lirih ibu tiri Ryu sedih.

"Jangan khawatir, pak tua itu tidak akan menyerah semudah itu". Kata Ryu menenangkan ibu tirinya,

Ryu memandang kamar operasi dengan sedikit tatapan khawatir,

"Benarkan ayah? katakan padaku bahwa kau tidak akan menyerah semudah ini? ". Tanya Ryu dalam hati.

1
falea sezi
liz ini. pengacau bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!