Indonesia
NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi lagi Teror

"Mas...mas bangun mas!" Adel berusaha membangunkan suami nya itu.

"Mas...!! Ih kamu kalau sudah tidur suka susah di bangunin!!" ucap Adel dengan Nada kesal.

Namun Bram masih saja tetap tidur.

Terlintas dalam pikiran Adel, apakah ia harus naik ke lantai atas bergabung dengan anak-anak lain nya.

Namun Adel mengurungkan niat nya, dia memikirkan perjalan menuju lantai atas, apalagi bagian tangga gelap dan seram.

"Yang ada nanti ketemu hantu di tangga atau di lorong lagi" gumam Adel.

Seketika jendela tidak bergerak-gerak lagi, namun Adel belum dulu merasa senang, malah ia merasakan suasana yang lain.

Tercium bau bangkai yang menyengat terbawa angin.

"Bau bangkai dimana ini?" gumam Adel.

Mata Adel memandang ke seluruh kamar, namun Adel tidak melihat apapun.

Adel mengambil kembali ponsel dan membalas chat anak-anak di lantai atas.

"Kalian sudah tidur?" ketik Adel ke Nana.

"Belum kak.." balas Nana secepat kilat.

"Malah kami kira kakak, yang sudah tidur!" ketik Nana pada Adel.

"Maaf tadi aku sedang membereskan laptop" jawab Adel berbohong.

Seketika, bau bangkai kembali melintas di hidung Adel. Ia meletakan ponsel nya, berencana untuk segera tidur, dan membenamkan diri di balik selimut.

Baru saja Adel akan tertidur, samar Adel melihat sesuatu berwarna putih berdiri di pojokan.

Kali ini Adel mengubur rasa penasaran nya, ia memilih menutup mata nya rapat-rapat.

Malam terasa panjang...

Teror tak berhenti disitu saja, tepat pukul tiga pagi Adel terbangun karena mendengar suara seseorang sedang menyapu halaman.

Suara sapu lidi...

"Duh siapa yang nyapu?" gumam Adel sembari mengambil ponsel nya, lalu ia menyalakan layar ponsel dan melihat baru pukul tiga pagi.

"Duh ...ada apa lagi ini? Siapa malam-malam begini yang menyapu halaman!" gumam Adel.

"Sialan, punya suami tidur terus lagi!! Mana susah kalau di bangunin!!" gerutu Adel yang mulai kesal karena ketakutan.

Tak lama...

Terdengar suara keran air terbuka di wastafel, seketika ketakutan Adel sirna.

Adel berpikir kalau salah satu dari Nana dan Moly turun ke dapur untuk mengambil atau mencuci sesuatu. Dan Adel memilih kembali tidur.

Saat pagi hari...

Teriakan menggema di dalam rumah.

"Aaaaaa...." teriakan suara perempuan menggema.

Sontak yang pertama kali bangun dan menghampiri suara teriakan adalah Nana.

Dengan panik Nana menghampiri suara teriakan.

"Ada apa??" tanya Nana sembari mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.

"A...aku, kok ada disini sih!!" sahut Moly keheranan.

belum juga Adel berkata-kata lebih banyak, tiba-tiba muncul Adel dan Bram menghampiri mereka berdua.

"Kalian kenapa?" tanya Bram dengan wajah panik.

"Iya kalian kenapa?" disusul Adel yang mengikuti Bram dari belakang.

Terlihat Moly duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya dengan tangan.

"Moly kamu kenapa?" Adel langsung menghampiri dan berusaha membangunkan Moly.

"Kak..aku?!...aku" dengan tergagap moly menjawab Adel perlahan.

"Iya, kamu kenapa sayang?" tanya Adel dengan Nada lembut.

Terlihat Nana masih berusaha mengumpulkan setengah nyawa nya.

"Iya kamu kenapa sayang? Coba ceritakan pelan-pelan ya" bujuk Adel.

Bram masih berdiri memandangi istri nya yang sedang membujuk Moly.

"Kak aku kan semalam tidur dengan kak Nana, kenapa pagi-pagi aku sudah berada di kamar ini" terang Moly menjelaskan.

Keringat mengucur deras di kening nya Moly, wajah nya terlihat kebingungan, dan ketakutan.

"Mungkin kamu lupa, semalam mungkin ke kamar mandi, terus pulang ke kamar sendiri" sahut Bram menanggapi perkataan nya Moly.

"Enggak kak, aku ingat betul aku gak ke kamar mandi" ucap Moly bersikukuh.

Bram berjalan menuju ke kamar mandi, dengan seksama ia memeriksa keadaan di kamar mandi.

Tidak ada keanehan apapun dikamar mandi saat Bram mengecek nya.

"Iya menurutku sih kamu berjalan sambil tidur, siapa tau pengen pipis terus pulang nya malah balik ke kamar mu" ucap Nana, sependapat dengan Bram.

"Di kamar mandi tidak ada keanehan apapun, sudah ya aku mau ke kantor dulu takut kesiangan hehe" ungkap Bram.

"Mas, kamu berangkat saja dulu ya aku disini dulu, Moly masih ketakutan" sahut Adel menyuruh suami nya berangkat sendiri.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Caandaan Mamanya Adel emang agak-agak nih, ya... 🤣🤣🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Suka sama karakter Adel yang shalihah, dia memilih jalur langit untuk keputusannya pindah ke Bogor atau tetap di kota ini. 🥰🥰🥰
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
So sweeta, sih... 😍😍😍
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waaah... Bogor nih yang jadi latar tempat cerita...
Jadi penasaran sama ceritanya...

Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Maaf baru mampir, hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!