Indonesia
NovelToon NovelToon
Kado Untuk Aldo

Kado Untuk Aldo

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Seorang bad boy bernama Aldo ditemukan pingsan oleh gadis berhijab. Ketika sadar Aldo sudah jatuh cinta padanya. Aldo tak ingin perkenalannya menjadi buruk. Ia menyembunyikan identitasnya sebagai geng motor. Apakah Aldo menemukan cinta pada gadis berhijab tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Tuan Samuel!" seru mereka setengah kaget.

Samuel yang sengaja berkunjung ke sana mendengar semua yang Rebecca bicarakan mengenai putrinya.

"Mampus gue!" batin Rebecca ketakutan. Ia sontak membungkukkan badan. Kedua tangannya mengatup rapat. "Maafkan saya Tuan. Mulut saya terlalu lancang bicara. Tolong jangan pecat saya. Saya menjadi tulang punggung keluarga. Jika saya dipecat, keluarga saya makan apa, Tuan," ujarnya panjang lebar seraya mengiba.

"Ya makan nasi," sahut Samuel enteng. Awalnya ia sempat mendidih mendengar orang lain membicarakan putrinya. Namun, mengingat semasa hidup pernah berada di bawah ia pun mengabaikan rasa marahnya.

Mendengar sahutan Samuel, Rebecca mendongak menatap atasannya tak percaya. Ia tak ingin bermasalah. Lalu berkata lagi, "Maafkan saya Tuan, saya janji tidak akan membicarakan lagi tentang nona Shiren.",

Samuel menarik sudut bibirnya dan bicara dengan enteng. "Tak apa jika kamu membicarakan tentang putriku. Ayo, ikut aku!"

Rebecca meluruskan punggungnya. Membungkuk terlalu lama membuat sendi - sendinya sakit. "Hah, kemana Tuan?"

"Kamu masih ingin bekerja di sini bukan?" tegas Samuel.

Rebecca mengangguk pasti. "Masih Tuan."

"Ikut aku!" ajak Samuel.

Hidup Rebecca seperti di ujung tanduk rasanya. Ia ketar - ketir jika dipecat dari kerja nya. Ia pun segera bergegas menyusul Samuel dengan sedikit berlari.

Langkah Samuel membawa bawahannya yang banyak bicara itu memasuki ruangan CEO.

Rebecca hampir pingsan saja setelah tahu ia dibawa ke mana.

Samuel masuk lalu mempersilahkan Rebecca untuk duduk. Suasana tegang membuat Rebecca berkeringat dingin.

Samuel tak berkata sepatah kata pun dan hanya memperhatikan Rebecca yang sudah tak karuan lagi ketakutannya.

"Tuan, sebenarnya ada apa saya di ajak ke sini?" Rebecca memberanikan diri bertanya setelah lima belas menit didiamkan.

"Kamu akan tahu. Sabarlah barang semenit pun."

Rebecca tak berani menjawab dan hanya mengangguk sebagai isyarat mengerti.

Rebecca sangat gugup. Sudah sekian kali ia memelintir ujung kemejanya hingga lecek bentuknya.

Pintu ruangan terbuka diiringi suara dua pasang kaki memasuki ruangan.

"Papa!" seru gadis berhijab lalu menyalami Samuel dengan penuh khidmat.

"Tumben, Papa kemari?" tanya Shiren lalu bola matanya memindai ke arah Rebecca yang menundukkan wajahnya menghadap lantai.

Aldo mengikuti pergerakan Shiren. "Tuan Samuel sudah lama berada di sini?" tanya Aldo setelah salim.

Samuel bangkit dari posisi duduknya lalu meregangkan otot pinggangnya. "Tidak juga, mungkin saat kalian sedang makan siang."

"Itu mah lama namanya, Pa." Shiren merasa tak enak hati karena tak tahu jika papanya akan berkunjung.

"Rebecca, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tahta Aldo yang sejak tadi ingin bertanya.

Rebecca masih menunduk dan bahkan sekarang matanya terasa panas.

"Justru itu yang ingin aku sampaikan pada kalian berdua. Salah satu karyawan di sini sangat mengidolakan kalian berdua, hingga memuji setiap apa yang kalian berdua kerjakan." sengaja Samuel merubah gaya bicaranya.

Mendengar itu Re sangat takut jika di pecat. Ia segera beranjak lalu berlutut di depan kaki Shiren.

Shiren yang tahu menahu berusaha menahan Re agar tak bertindak demikian.

"Maafkan aku, Nona Shiren! Tolong Pak Aldo jangan pecat saya, saya masih betah bekerja di tempat ini!" Re berpindah ke arah Aldo.

Aldo dan Shiren saling melempar pandang, lalu kompak menoleh ke arah Samuel untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Samuel menatap ke arah Re, "Katakan apa yang sedang kamu bicarakan tadi bersama temanmu."

Re berbalik menghadap Samuel, mengangguk takut. "Saya, saya membicarakan Non Shiren bersama Pak Aldo."

"Terus?" Samuel mengimidasi. Sementara Aldo dan Shiren menunggu kelanjutan penjelasan Re.

"Saya merasa ada hubungan lebih sekedar atasan dan bawahan diantara Non Shiren dengan Pak Aldo." Re menundukkan kepalanya. Kini ia pasrah dengan keputusan sang atasan.

"Kami akan menikah." Aldo menarik bahu Shiren agar lebih dekat dengannya.

Mata Shiren membola dibuatnya. Ingin memberontak tapi kok aneh, nggak mau nolak.

Re mengangkat kepalanya. "Hah!"

Samuel menambahkan tapi terkesan memberi penekanan. "Apa yang diucapkan Aldo benar. Silahkan jika kamu ingin mengobral kejadian setelah apa yang kamu lihat ini." Tentu saja Re tahu maksud dari ucapan Samuel itu hanya sebagai pemanis saja.

"Tidak akan Tuan. Saya berjanji tidak akan banyak bicara lagi." Re memberi syarat dengan tangannya mengunci mulutnya.

Sebenernya tak masalah bagi Aldo hal seperti ini. Tapi ya sebuah hubungan pasti ada saja orang yang akan membicarakan.

Samuel mengerti lalu mempersilahkan Rebecca untuk meninggalkan mereka.

Samuel mengajak bicara Aldo tentang hubungan mereka.

"Kapan kamu akan melamar putriku?"

Shiren yang menjadi bahan pembicaraan menanti jawaban Aldo.

"Mungkin akhir Desember." sahut Aldo agak ragu. Yang pastinya ia akan menikahi Shiren. Untuk masalah waktu, sebenarnya ia belum tahu kapan. Jabatan CEO yang ia sandang sebenernya amat lah berat. Apa nanti kata orang jika baru menjabat ia langsung menikah. Terlebih yang dinikahi adalah anak pemilik perusahaan. Sudah pasti namanya akan menjadi obrolan banyak publik.

Sebenernya, Aldo ingin sukses dengan caranya sendiri. Menjadi CEO bukanlah mimpinya.

1
vi
karyanya bagus
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending ya Kk
See You Next Again
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semoga mereka bs berkumpul menjadi satu keluarga
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Alhamdulillah Andra dan Aldo sudah kompak dan akur ngurus mama nya
DinDut Itu Pacarku mampir
Diah Darmawati
lnjuttt 😭😭🥰🥰
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Sheran keren mah
DinDut Itu Pacarku mampir
Ig : Author_fanie.liem
bagaimana kalau teriak PDA rumput yg bergoyang wkwkw
Ig : Author_fanie.liem
Hmmm penasaran ni sama cerita ini
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semoga Aldo dan Andre bertemu mama secepatnya
DinDut Itu Pacarku Mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Aldo dan Andra itu saudara
DinDut Itu Pacarku Mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semangat Kk
DinDut Itu Pacarku mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semangat Kk
DinDut Itu Pacarku Mampir
Diah Darmawati
up dong
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Kk
DinDut Itu Pacarku mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Kk
DinDut Itu Pacarku Mampir
IndChris
Next! Ditunggu!
IndChris: ga hiatus kak cuma blm bisa up setiap hari lg.. lg sibuk di real life.. 🤭🤭
total 2 replies
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Kk
DinDut Itu Pacarku Mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semangat Kk
DinDut Itu PacarKu Mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Wah selamat Ya Aldo di kasih tanggungjawab oleh Camer
PaMud mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Kk
PaMud Mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!