Indonesia
NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Gelisah sendiri.

"Saya sudah bilang, Dante itu hanya akan gerak kalau dia cemburu. Selama hatinya baik-baik saja, dia nggak peka." Kata Mama Phia.

"Sampai perang Baratayudha lah kalau begini caranya." Gumam Bang Jangkar berucap setelah Mama Phia meliriknya.

Ucapan sang putra seolah menghantam dada Pak Riegan, bagaimana pun juga ada hati perempuan yang harus di jaga.

Tak lama Tian datang menemui kedua orang tuanya. "Ma.. Yah.. Sudah tau apa belum, ada gosip yang bilang kalau Bang Dante maj nikah sama bocah kecil, team relawan. Ayah cepat hentikan rumornya, donk..!! Kemarin Bang Dante kena masalah karena perempuan, masa sekarang mau bermasalah lagi sama perempuan???"

Mama Phia dan Pak Riegan saling lirik. Putri mereka itu memang di kenal tegas dan kaku tak ubahnya sifat Almarhum Hernando dalam versi perempuan.

"Kalau mereka mau memutuskan menikah, biar saja. Lagipula, kejadian kemarin pasti sudah memberi pelajaran berharga untuk Abangmu." Kata Pak Riegan.

"Yaaaah.. Nggak ada kah perempuan yang lebih baik daripada dia??? Dia terlalu muda."

"Beberapa bulan sudah berlalu, biarkan abangmu bahagia, Tian." Ucap Pak Riegan. Agaknya Pak Riegan tau apa yang sedang di rasakan putrinya. Sejak kecil, anak-anak hidup dan tumbuh bersama, namun Tian lebih dekat dengan Dante yang dinilai lebih bisa menjaga wanitanya. "Kamu boleh menyukai laki-laki, tapi jangan Abangmu. Semua ini demi kebaikanmu, kalau saja Abangmu ada rasa untukmu.. Itu baru benar. Masalahnya Abangmu hanya menganggapmu adik dan tidak pernah ada rasa untukmu."

Tian sangat kecewa mendengarnya. Ia menangis dan meninggalkan ruangan tersebut.

"Ayah salah ya, Ma? Ayah hanya takut, Tian menunggu sesuatu yang tidak pasti. Cinta tidak berbalas, rasanya sangat sakit." Gumam Pak Riegan dengan penuh rasa menyesal.

Mama Phia mendekap lengan suaminya. "Mama ngerti, yah. Ayah sudah benar."

***

Pagi ini Bian sudah boleh pulang. Pak Riegan dan Mama sendiri yang menjemputnya. Karena kesibukan yang padat, Pak Riegan dan Mama Phia meninggalkan Bian di rumah di dinas mereka. Para 'sesepuh' itu sama sekali tidak berani meninggalkan Bian di camp relawan.

Tau Bian sudah ada di rumah dan hanya di rumah sendirian, Bang Dante pun ingin menemuinya. Tapi jelas saja semua bukan hal yang mudah.

Akal berputar memenuhi isi kepala, mencari akal agar bisa bicara berdua dengan Bian. Setelah beberapa menit berpikir, ide brilian muncul di kepalanya. Ia mengambil ponselnya.

"Marwan.. Kau kesini sama si Wahyu, jangan lupa bawa................."

...

Bang Dante memandangi wajahnya dari cermin kecil di tangannya.

"Ini kurang ada warna ungu, agak bonyok-bonyok gimana gitu lho, Yuuu.. Kau ini bisa penyamaran nggak sih." Omel Bang Dante.

"Siap, PaSie. Ijin, ini mau pergerakan dimana? Biar kami sesuaikan." Tanya Prada Wahyu yang terbiasa membuat lukisan mural.

"Dii.... Dimana saja yang penting saya senang. Pergerakan operasi itu harus total. Beri efek sempurna, biar lawan percaya." Kata Bang Dante meyakinkan.

"Siap.. Ini kalau mau bonyok, berarti harus sedikit bengkak wajahnya, Ndan. Mulut Komandan harus di sumpel." Ide Prada Marwan.

"Mulutmu yang saya sumpel." Jawab Bang Dante dengan nada tinggi. Tapi beberapa menit kemudian semua berubah. " Ya wes, cepat kau sumpel.. Yang natural, ya..!!"

...

Bang Dante mengintai dari balik tanaman pagar rumah dinas. Wajahnya sudah 'lebam' total.

"Komandan mau ngerampok Irjen???" Tanya Prada Marwan cemas.

"Nggak." Jawab Bang Dante mengintai serius.

"Mau nge_begal ibu????" Sambung Prada Wahyu.

"Kalian ini memang banyak mulut." Bentak Bang Dante setengah menahan suaranya. Tak lama terlihat Bian menyapu halaman depan rumah. "Naah.. Itu target saya." Tunjuk Bang Dante.

"Lho.. Itu kan, mbak Bian."

"Jangan banyak tanya." Geram Bang Dante mendiamkan mulut kedua ajudannya. "Cepat, papah saya..!! Bilang saya baru tabrakan."

~

"Mbak Biaaaann.." Teriak Prada Wahyu sengaja membuat kepanikan.

Mendengar suara teriakan, Bian segera keluar dari dari rumah dengan tergesa-gesa. Sungguh Bian kaget melihat Bang Dante meringis dan di papah dua orang anggota disana.

"Bang Wiraa..!!!! Kenapa ini, Baang..!!!!" Pekik Bian syok melihat wajah lebam pria gagah itu.

"Ini, Mbak.. Komandan, kecelakaan di tikungan." Kata Prada Marwan.

"Nabrak????"

Kedua ajudan yang sedang memapah Bang Dante mengangguk bersamaan.

"Nabrak apa??" Tanya Bian.

"Anjing."

"Babi." Jawab Prada Wahyu.

Kedua ajudan saling pandang lalu meralatnya.

"Anjing." Kata Prada Wahyu.

"Babi." Prada Marwan meneguk salivanya dengan kasar.

Bang Dante meringis memejamkan mata dengan jengkel merasakan tingkah kedua ajudannya yang tidak mendengarkan briefing darinya dengan jelas.

"Yang mana yang benar?????"

Setelah keduanya mengingat, keduanya serentak menjawab.

"Kambing."

Seketika itu Bian melipat kedua tangan di depan dada. "Hewan apa?????"

"Harusnya mnyet nggak sih?" Gumam Prada Marwan.

Bang Dante yang mendengarnya seketika ingin menelan kedua ajudannya bulat-bulat.

.

.

.

.

1
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
Ayu FazRina Satiasari
pasti ulah vivian ini sang provokator
dyah EkaPratiwi
ada aja cobaannya
dyah EkaPratiwi
😄 Alhamdulillah sudah bisa mengungkapkan
Maysuri
patmu ini ibu kandungnya bang sante kah....
Tanti
Bang...mbok yoo diajak kluar dr toilet dl...mosok ngomong kyk gitu didlm toilet🤭
Tanti: Bang Dante emang lain drpd yg lain😂
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
semangat bian
Bojone_Batman: Semangaaat
total 1 replies
Maysuri
y sallam.....ya enggak kuatlah kalau dekatam istri y bang,pasti lah curi " kesempatan😁😁semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!