Indonesia
NovelToon NovelToon
Jenderal Milliarder

Jenderal Milliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Arthur Summers, mantan Jenderal pasukan elit rahasia, memutuskan pensiun dari dunia pertumpahan darah untuk hidup tenang bersama istrinya, Elena. Ia kembali ke kota metropolis dan mengambil pekerjaan rendah hati sebagai dosen di Universitas St. Jude, tempat Elena bekerja sebagai Dekan.

Namun, kepulangan Arthur disambut dengan kenyataan pahit. Ia memergoki Elena berselingkuh dengan Julian Thorne, putra donatur utama kampus yang arogan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Arthur, apalagi istrinya ternyata lebih memilih bersenang-senang dengan pria lain—sebuah drama pengkhianatan yang mengingatkan pada kekecewaan saat mendengar pasangan bersenang-senang dengan pria bejat di tempat hiburan.

Namun yang lebih buruk, Arthur menyadari bahwa perselingkuhan itu hanyalah puncak gunung es. Julian Thorne ternyata menggunakan universitas tersebut sebagai kedok untuk sindikat kriminal internasional yang berencana mengancam keamanan kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Sambutan Sang Pewaris

Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan Arthur Summers saat helikopter hitamnya mendarat di landasan pacu pribadi di pinggiran kota metropolis. Lampu-lampu kota yang gemerlap di kejauhan tampak seperti lautan bintang yang jatuh ke bumi, sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan medan perang berdarah yang baru saja ia tinggalkan.

Begitu pintu helikopter terbuka, angin malam yang dingin langsung menerpa wajahnya. Arthur melangkah turun dengan tenang. Namun, ia tidak disambut oleh keheningan.

Di area VIP landasan pacu tersebut, lima buah mobil Mercedes-Benz Maybach berwarna hitam pekat terparkir membentuk formasi setengah lingkaran. Di depan mobil utama, berdiri selusin pria berjas hitam dengan postur tegap yang langsung menundukkan kepala mereka dalam-dalam begitu kaki Arthur menyentuh aspal.

Dari balik kerumunan penjaga itu, melangkah maju seorang gadis muda. Tubuhnya dibalut gaun malam berpotongan elegan yang ditutupi oleh mantel bulu mewah berwarna putih. Wajahnya sangat menawan, dengan sorot mata tajam yang biasanya mampu membuat para pengusaha besar di kota ini bertekuk lutut. Dia adalah Mia Zimmer, putri tunggal dan pewaris utama Keluarga Zimmer keluarga konglomerat paling kaya dan paling berpengaruh di wilayah ini.

Namun malam ini, tidak ada arogansi di wajah Mia. Sebaliknya, saat ia berhenti dua langkah di hadapan Arthur, gadis itu membungkuk hormat dengan sangat dalam, sebuah pemandangan yang akan membuat seluruh penduduk kota terperangah jika melihatnya.

"Selamat datang kembali, Tuan Summers," sapa Mia dengan suara lembut namun tegas. "Keluarga Zimmer telah menantikan kedatangan Anda. Ayah saya dan seluruh jajaran direksi siap melayani segala kebutuhan Anda di kota ini, sama seperti Drake Tucker yang pernah menjadi pengikut setia dan siap melayani kapan pun dibutuhkan."

Arthur menatap Mia dengan ekspresi datar. Enam tahun lalu, sebelum ia membangun kekuatan tempurnya dari nol, Arthur pernah menyelamatkan nyawa kakek Mia dari sebuah sindikat pembunuh bayaran. Sebagai balas budi, Keluarga Zimmer telah bersumpah setia untuk menjadi penyokong dana tak terlihat bagi organisasinya.

"Aku sudah bilang pada Silas untuk tidak membuat penyambutan yang mencolok, Mia," tegur Arthur dingin, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel.

Mia tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa gugupnya di bawah tatapan tajam sang Jenderal. "Silas memang sudah memperingatkan kami, Tuan. Namun, Keluarga Zimmer tidak mungkin membiarkan Anda kembali tanpa sambutan yang layak. Kami telah menyiapkan sebuah mansion di distrik elit, beberapa mobil sport, dan posisi dewan direksi di pusat perdagangan internasional yang baru saja kami beli secara khusus untuk memfasilitasi Anda."

Mendengar itu, Arthur mengerutkan kening. Mengapa bawahannya selalu melakukan hal yang berlebihan? "Mia, aku tidak butuh mansion mewah atau pusat perdagangan. Aku kembali untuk mencari istriku dan berencana untuk hidup bahagia selamanya. Aku hanya ingin menjadi pria biasa malam ini."

Ada kilatan kekecewaan yang sangat cepat melintas di mata indah Mia Zimmer saat mendengar kata 'istri'. Sebagai gadis yang memiliki segalanya, Mia selalu memendam kekaguman dan mungkin sedikit perasaan lebih kepada sosok Arthur yang misterius dan perkasa. Namun, ia tahu posisinya.

"Saya mengerti, Tuan," Mia menunduk pelan. "Lalu, kemana Anda ingin saya antar malam ini?"

"Universitas St. Jude. Fakultas Seni," jawab Arthur tanpa ragu. Hatinya tiba-tiba menghangat saat membayangkan wajah Elena. Ia ingin memberikan kejutan, muncul di depan pintu ruang kerja istrinya setelah lima tahun menghilang hanya dengan secarik surat tugas. "Antar aku ke sana secara diam-diam. Gunakan satu mobil saja."

"Baik, Tuan Summers."

Mia membukakan pintu belakang Maybach secara pribadi untuk Arthur. Setelah memastikan sang Jenderal duduk dengan nyaman, Mia mengambil alih kemudi dari sopirnya sebuah penghormatan tertinggi yang hanya ia lakukan untuk Arthur. Mobil mewah itu melesat membelah jalan raya kota yang basah oleh hujan, meninggalkan sisa konvoi di belakang.

Selama perjalanan, suasana di dalam mobil terasa hening. Arthur menatap keluar jendela, melihat gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. Ia mengingat masa lalunya, mengingat bagaimana ia dulu hanyalah seorang pemuda yang berjuang keras demi Elena, sebelum akhirnya terpaksa masuk ke dunia gelap dan menjadi dewa perang. Malam ini, ia akan menebus semua waktu yang hilang.

Tiga puluh menit kemudian, Maybach hitam itu memasuki gerbang Universitas St. Jude yang sepi dan megah. Berkat plat nomor khusus milik Keluarga Zimmer, penjaga gerbang kampus bahkan tidak berani menghentikan mereka dan langsung membukakan palang pintu.

Mia menghentikan mobilnya di dekat gedung Fakultas Seni yang arsitekturnya bergaya klasik. Lampu di lantai tiga ruang dekan masih menyala terang.

"Kita sudah sampai, Tuan. Apakah Anda ingin saya menunggu?" tanya Mia, menoleh ke kursi belakang.

"Tidak perlu. Pulanglah, Mia. Sampaikan salamku untuk kakekmu," ucap Arthur seraya membuka pintu mobil.

"Tuan Summers," panggil Mia ragu-ragu sebelum Arthur menutup pintu. "Jika... jika kehidupan normal yang Anda cari tidak berjalan seperti yang Anda harapkan, ingatlah bahwa Keluarga Zimmer, dan seluruh kota ini, selalu ada di bawah kendali Anda."

Arthur hanya tersenyum tipis sebagai jawaban, lalu menutup pintu. Ia berbalik dan melangkah mantap menembus rintik hujan menuju gedung fakultas. Jantungnya berdebar kencang layaknya remaja yang dimabuk asmara.

Namun, saat Arthur melangkah menyusuri lorong sepi dan hendak menaiki tangga menuju lantai tiga, pendengaran militernya yang sangat tajam menangkap sesuatu. Sayup-sayup, dari arah ruang kerja istrinya di atas, terdengar suara tawa seorang pria yang disusul oleh desahan manja seorang wanita.

Langkah Arthur terhenti. Udara di sekitarnya mendadak terasa membeku. Senyum di wajah sang Jenderal lenyap tak berbekas, digantikan oleh aura membunuh yang jauh lebih mengerikan daripada saat ia berada di medan perang.

1
nanonano
bener2 kalah start arthur
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
nanonano
mantap
nanonano
ternyata lawannya ayahnya sendiri
nanonano
ternyata lawannya keluarga sendiri
nanonano
bukannya arthur lagi gelut sama 7 asasin?
Glastor Roy
update ya torku yang baik hati
nanonano
lawannya kok langsung bisa tahu butuh sumsumnya keluarga zimer padahal belum lihat formulanya
nanonano
byuh kalah sang jendral
Sang_Imajinasi
pialanya sekalian 😄
REY ASMODEUS
aku mampir othor
nanonano
kalah cepat nampaknya si arthur
nanonano
mantap ini
nanonano
perang strategi lebih ngeri
nanonano
mantap
nanonano
tembak aja tadi
Budi Wahyono
ini kalau di wuxiakan
kira2 kultivasi arthur sudah kaisar bumi minimal...
Sang_Imajinasi: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bikin Arthur bantai keluarga volkov
Budi Wahyono
apakah nanti pengkhianatan terbesar justru datang dari silas ?
nanonano
yah kalah transaksi sama pion kecil
REY ASMODEUS: rahasianya di hack dan kelemahannya ada pada informasi dan kepercayaan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!