Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Sisi lain Gun
Sukma duduk terdiam dalam kandang kaca yang telah dibuat oleh Purnama, ini bukan hanya kandang kaca biasa tapi juga memiliki sesuatu yang tidak biasa di dalam sana. ini bukan penjara bawah tanah, sebab bila Dia memasukkan Sukma ke dalam penjara bawah tanah maka nanti yang ada iblis yang tidak akan percaya bahwa gadis ini sudah mendapat hukuman.
Sengaja Purnama meletakkan kandang kaca itu di tengah hutan alam gaib Sehingga siapa saja yang datang bisa melihat sendiri bagaimana keadaan Sukma di dalam sana, banyak orang iblis lainnya mendekati kandang tersebut karena mereka penasaran Apakah memang Sukma tidak bisa keluar dari dalam tempat itu.
Rumit dan juga mengerikan karena di atas kandang ada ular berwarna putih besar dengan mata merah, tentu itu adalah ular dari suruhan Purnama sendiri untuk menjaga kandang kaca tersebut sehingga bahkan para iblis selain tidak berani untuk mendekati terlalu jelas karena mereka semua merasa takut dengan keberadaan ular putih itu.
Sukma juga tidak banyak melawan karena menurut dia mau dihukum di mana saja itu tidak masalah, Sebab Dia merasa tidak bersalah dengan kejadian yang telah menimpa Desa Ujung Pandang tersebut, sehingga dirinya membuktikan kepada seluruh iblis bahwa malam kejadian dia tidak akan ada di sana dan biar saja saat para iblis masih menaruh rasa curiga.
''Jadi dia memang mendapat hukuman di dalam kandang itu?'' pocong bertanya kepada yang lain.
''Kan aku sudah mengatakan kepada kalian bahwa Purnama pasti membuktikan bahwa dia tidak bersalah.'' Aksara yang menjawab.
''Tapi tadi malam memang tidak terjadi pembunuhan di desa atau di alam gaib.'' genderuwo langsung membantah.
''Lalu kalian tetap tidak percaya kalau dia bukan pelaku?'' Aksara lama-lama kesal juga.
''Ya kalau dia dikurung dan tidak terjadi pembunuhan maka sudah pasti dia memang pelaku.'' pocong juga setuju dengan ucapan genderuwo.
''Heh bangsat, enak sekali kau menyimpulkan seperti itu!'' bentak Aksara langsung marah.
''Yang aku katakan ini memang benar dan aku yakin bahwa dia masihlah pelaku utama!'' genderuwo tetap saja keras kepala.
''Jangan kira karena kamu memiliki badan sebesar seperti itu maka aku memiliki rasa takut kepada dirimu!'' Aksara langsung menarik pedang.
''Sudah lah, Aksara! mereka sudah sangat yakin dan mau bukti menunjukkan bagaimana juga mereka akan tetap menuduh bahwa aku adalah pelaku.'' Sukma mencegah pergerakan pendekar Pedang emas itu.
Sebab Sukma sudah sadar bahwa mau bagaimana juga mereka menjelaskan dan bukti Sebesar apa yang akan ditunjukkan oleh ratu ular, mereka tetap saja tidak peduli karena yang ada di dalam pikiran mereka saat ini Sukma adalah pelaku dan Sukma yang telah membantai manusia serta rombongan para iblis di alam gaib, jadi percuma saja untuk membuktikan bahwa Sukma ini tidak bersalah dalam kasus keracunan yang sedang melanda dunia.
''Kau tidak perlu merasa memelas seperti itu!'' Parakang membentak Sukma.
''Pakai dulu tubuhmu itu agar bisa berbicara dengan aku.'' Sukma membuang muka karena yang ada di depan dia hanya kepala dan organ tubuh.
''Sialan, member Purnama memang angkuh semua!'' geram Parakang.
''Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari Sukma sehingga tetap menuduh bahwa dia adalah pelaku?!'' Gun datang dan berteriak keras kepada mereka semua.
''Baby!'' Sukma langsung bangkit di dalam kotak kaca itu setelah melihat kedatangan sang kekasih.
''Astaga, geli pula aku mendengar panggilan mereka berdua ini.'' Aksara berusaha keras menahan tawa.
''Aku ada di sini untuk menemani kamu, tapi tadi malam tidak berani mendekat karena aku takut dengan ular putih itu.'' Gun berdiri di seberang kota kaca.
Sukma mengangguk sambil menangis karena dia begitu terharu akan perhatian dari sang kekasih yang tetap setia kepada dirinya, Gun berusaha membela mati-matian di depan semua orang bahwa Sukma tidak bersalah Dan ini semua hanya fitnah belaka dari iblis lain yang ingin menjebak Sukma serta agensi yang ratu ular ini memiliki.
''Dia tidak bersalah, sudah terbukti bahwa dia bukan pelaku namun kalian masih tetap saja menuduh dia!'' Gun berteriak marah kepada semua yang ada di sana.
''Hei bencong, mau kau membela bagaimana juga maka dia adalah pelaku!'' genderuwo berkata dengan angkuh.
''Kau sedang mengatai aku ya sekarang!'' Gun memberikan tatapan marah.
''Good job Gun!'' dewa iblis tersenyum di atas pohon karena melihat kemarahan itu.
Gun terlihat begitu berbeda sekali sehingga membuat Siapa saja yang ada di sana menjadi bingung akan perubahan itu, Sebab Dia juga sudah merasa muak dengan apa yang telah terjadi serta hinaan yang terus berlangsung untuk dirinya dan juga Sukma yang tidak bersalah.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
Jleeeep.
Jleeeep.
''Gun!'' Sukma tegang karena dia tidak menyangka bahwa Gun melakukan perbuatan seperti itu.
Jleeeep.
Jleeeep.
Braaaaaakk.
''Makan serangan ku ini, bangsat!'' Gun berteriak marah dan terus menusuk tepat pada bagian mata.
Genderuwo tadi sama sekali tidak bisa melawan karena yang ada saat ini kekuatan tabib begitu luar biasa sekali, hanya dalam sekejap saja mampu membuat tubuh genderuwo itu tumbang di atas tanah dan gun masih saja tetapi tidak merasa puas sehingga dia menghujani dengan begitu brutal sekali, sungguh sangat mengerikan sehingga siapa saja yang melihat akan merasa ketakutan dengan emosi tersebut.
''Ayo Siapa lagi yang akan maju karena tidak percaya bahwa dia bukan pelaku!'' Gun memberikan tantangan kepada mereka semua.
''Gila, dia bisa juga kejam seperti itu ketika sudah emosi.'' pendekar Pedang emas tertegun.
''Jangan remehkan dia ketika diam karena itu hanya akan membuat jiwa iblis yang ada di dalam dirinya segera keluar, terlebih lagi ini adalah urusan dari orang yang dia cintai.'' Xavier berkata yakin.
''Lagi Pula para iblis ini sungguh keras kepala karena tetap menuduh bahwa Sukma adalah pelaku.'' Aksara jadi kesal sendiri.
Xavier hanya tersenyum saja karena dia sudah tahu bahwa Gun memiliki sisi seperti ini dan sudah tidak bisa diganggu gugat bila dia terlanjur emosi, sebab dirinya berusaha keras untuk menahan itu semua ketika menjadi tabib dan sekarang justru dipancing karena para iblis menuduh bahwa Sukma adalah pelaku dari kejahatan.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua bercerita autor Novita Jungkook ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻