Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#5

#5

Masih flashback, ya. 

Para Sandera yang berhasil diselamatkan segera dibawa keluar dari dalam gedung, tempat itu kini sangat kacau, kaca jendela pecah berhamburan, kursi meja pun tak kalah mengenaskan. 

Para polisi mulai menyisir lokasi, mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi para sandera keluar dari gedung. 

Sementara para petugas medis amat sibuk menangani para korban yang mengalami luka ringan, atau menangkan mereka yang masih trauma setelah melihat peristiwa yang sangat menegangkan tadi. 

Diantara semua sandera yang berhasil diselamatkan, ada seorang sandera yang kini hanya duduk melamun, di tangannya tertancap jarum infus, namun, kedua matanya tetap jeli mengawasi. 

Beberapa saat kemudian, Zion mendatanginya, namun, bukan untuk bertanya atau berkenalan. “Ups, sorry, aku pikir tempat ini kosong,” katanya, dengan bahasa yang hanya dimengerti orang Indonesia. 

“Tempat ini memang kosong, aku hanya menunggu infus ini habis,” sahut wanita itu, mencoba menahan Zion agar tetap di sini bersamanya. 

Zion kembali berbalik, rupanya wanita itu bisa berbahasa Indonesia. “Bisa bahasa Indonesia.” 

“Hmm, iya, begitulah. Terima kasih untuk yang tadi, Anda benar-benar luar biasa.” 

“Itu tugasku, sekaligus bagian dari pekerjaanku, jangan terlalu dipikirkan.” 

Tak lama kemudian petugas medis mendatangi Zion. “Oh, ada perlu apa, Tuan?” 

“Tolong bersihkan luka di lenganku,” pinta Zion, menyodorkan luka sabetan pisau di lengan kirinya, sepertinya tanpa sengaja tergores pisau saat menghalau serangan anak buah Craigh. 

“Bisakah Anda menunggu sejenak, aku harus menolong wanita di sana,” kata petugas medis itu. 

Karena luka Zion tak terlalu parah, maka pria itu mengangguk, “Biar aku saja, ini bukan pekerjaan sulit.” 

Petugas medis menatap wanita itu dengan tatapan penuh tanya. “Nona, apakah Anda petugas medis juga?” 

“Tidak, tapi aku tahu caranya,” jawab wanita itu, dengan cekatan ia meraih kotak peralatan, kasa lalu cairan alkohol untuk membersihkan luka. Namun, sebelum itu, ia membersihkan kedua tangannya dengan hand sanitizer. 

“Nona, sebelumnya saya ucapkan terima kasih,” ucap sang petugas medis lega, karena tugasnya sedikit ringan. 

Wanita itu mengangguk lalu mulai menggunting lengan pakaian Zion yang telah robek. “Maaf.” 

“It's okay, lagipula aku akan membuang pakaian ini,” jawab Zion. 

Kedua tangan wanita itu amat terampil, sepertinya sudah biasa melakukan pertolongan pertama pada luka. Membersihkan luka, serta area di sekitar luka, setelah itu mengoleskan obat, dan langkah terakhir menutup luka dengan perban dan selotip waterproof agar tidak infeksi. 

Semua ia lakukan dengan cermat tanpa merasa terganggu sedikitpun dengan jarum infus yang menancap di tangannya. 

“Apa kamu bekerja di kedutaan?” 

“Tidak, aku hanya memperpanjang paspor izin tinggal.” 

Zion manggut-manggut, “Sudah lama tinggal disini?” 

“Hmm, iya, sejak kecil, aku diadopsi orang tuaku yang berkewarganegaraan Rusia.” 

“Kenapa tak berganti kewarganegaraan?” 

“Orang tuaku tak mengizinkan, supaya aku bisa kembali pulang ke Indonesia, dan mencari orang tua kandungku.” 

Beberapa saat kemudian, wanita itu pun menyelesaikan pekerjaannya. 

“Mungkin ini akan meninggalkan bekas luka, jadi kau perlu mendatangi rumah sakit besar bila ingin menghilangkan bekas lukanya.” 

“Tak perlu, ini hanya luka kecil, berbekas pun tak jadi masalah bagiku.” 

Zion tiba-tiba mengulurkan tangannya, “Hai, aku Zion,” ucapnya. 

“Oh, aku Lizie, senang bisa mengenalmu.” 

Keduanya saling bersalaman, hingga mengalir obrolan ringan, Zion bertahan di sana hingga botol infus Lizie kosong. 

“Senang mengenalmu, dan terima kasih juga atas aksi heroikmu hari ini,” ucap Lizie sebelum mereka berpisah tujuan. 

“Terima kasih juga untuk ini.” Zion mengangkat lengannya yang berbalut perban. 

Lalu keduanya berpisah jalan, Zion bergabung kembali dengan pasukannya kembali ke markas, dan Lizie pulang ke tempat tinggalnya. 

Hari terus berlalu, ternyata hubungan mereka semakin dekat, pertemuan demi pertemuan tanpa sengaja terus terjadi, seperti sudah diatur secara alami oleh ikatan takdir. 

Hingga hubungan pertemanan berubah menjadi rasa suka tak biasa, yang mengikat mereka hingga ke jenjang pernikahan. 

Mereka menikah usai Zion menyelesaikan tugasnya di Moskow, dan Lizie ikut ke Indonesia karena ingin menelusuri jejak kedua orang tua kandungnya. 

Rentang waktu yang sudah terlalu lama, serta jarak yang sulit di lalui karena situasi, membuat Lizie kehilangan kabar. Karena dulu, sistem adopsi anak tidak selengkap saat ini dokumen serta prosedurnya. 

Kini orang tua angkat yang mengadopsinya telah meninggal, dokumen pribadinya entah ada dimana, hingga akhirnya Lizie hanya bisa menemui orang tua kandungnya di pemakaman. Sebab mereka telah lama meninggal. 

Flashback end. 

•••

Hari itu selepas menyelesaikan pekerjaan rumah, Lizie menemani Mommy Dhera ke supermarket. Seperti biasa belanja kebutuhan rumah, terutama lagi karena malam nanti di rumah beliau akan kedatangan tamu. 

Mereka berjalan santai dan akrab menyusuri lorong di dalam supermarket, “Mom, sepertinya di sana ada diskon.” Lizie berjalan cepat meninggalkan sang mertua yang masih sibuk memilih bumbu-bumbu kering. 

Lizie menghampiri SPG yang membawa tester Nugget produk buatan pabrik mereka. 

“Silahkan, Bu.” SPG tersebut menawarkan potongan sampel nugget yang sudah digoreng, Lizie mencicipinya. 

Mommy Dhera berjalan menghampiri Lizie, “Gimana? Enak?”

Lizie mengangguk, “Pantas saja Zea suka, Mom.” 

“Boronglah, segera borong dagangan mereka, biar mereka lekas pulang ke rumah.” Dengan penuh semangat Mommy Dhera memborong nugget favorit cucu kesayangannya. Dua orang SPG itu tertawa senang, karena dagangan mereka laris manis. 

“Terima kasih, Nyonya,” ucap kedua SPG tersebut. 

Mommy Dhera melengos pergi dengan kesal, “Dasar, wajah-wajah penjilat, tadi menantuku dipanggil ibu, begitu aku borong dengannya, mereka menyebutku Nyonya.” 

“Mom, sudahlah, nggak papa, kok.” Lizie menangkan sang mertua. 

“Ya, memang nggak papa, cuma Mommy kesel aja,” dengus Mommy Dhera. “Lagian kenapa juga aku borong nugget mereka, bukankah aku tinggal menghubungi Aya dan Darren? Dengan senang hati mereka akan mengirim satu truk nugget untuk cucu mereka,” gumam Mommy Dhera, Lizie hanya geleng-geleng kepala mendengar gerutuan sang mertua. 

Kini mereka berada di area seafood dan ikan segar. “Sayang, pilihlah ikan-ikanan, dan seafood, karena Uncle Dean dan Onty Adhis suka ikan bakar,” kata Mommy Dhera meminta menantunya memilih ikan segar terbaik. 

Bukan asal memerintah, tapi sekali lagi, karena Lizie lebih ahli dalam hal ini, benar-benar ibu, istri, dan menantu idaman. Karena semua pemirsa wanita bergaun merah sudah tahu, bahwa Mommy Dhera punya keahlian dibidang lain. 

Mommy Dhera hanya terima beres, karena di rumah sang mertua dulu, hanya Bunda Adhis yang paling ahli mengolah makanan. Apapun yang diolah Bunda Adhis selalu lezat, sementara dirinya dan sang mertua hanya menjadi penikmat saja, begitulah.

Setelah trolley belanjaan penuh, dan merasa tak ada lagi yang di beli, Mereka pun pulang, sebab sudah saatnya menjemput Zea dari daycare. 

Siapa yang mengemudikan mobil? Lizie. Karena Mommy Dhera masih terus mencoba menjadi wanita yang tenang, anggun, termasuk saat ia sendiri mengemudikan mobil. 

#Othor percaya kok, Mom. Tapi sepertinya para netijen nggak percaya. 🤣

•••

Tiba di depan daycare. 

“Zea!” pekik Mommy Dhera, dari seberang jalan, begitu melihat keberadaan cucunya. 

Zea tertawa riang, dan melonjak kegirangan saat melihat kedatangan oma dan mamanya. “Oma! Mama!” 

“Tunggu di situ, ya, Oma akan ke sana.” 

“Oke, Oma.” 

Mommy Dhera dan Lizie menunggu sampai lampu penyeberangan berubah warna, namun, Zea yang tak sabar justru berjalan semakin dekat ke trotoar. 

Beberapa meter dari tempat Zea, seorang pengemudi motor melaju dengan kecepatan tinggi.

“Zea!” pekik Mom Dhera secara reflek, wanita itu berlari kencang, mengabaikan lampu penyeberangan jalan yang masih berwarna merah. 

Namun, tanpa diduga refleknya kalah cepat dengan gerakan Lizie. Sang menantu berlari sepuluh kali lebih cepat, lalu berguling di jalan sambil memeluk Zea. 

Terlambat satu detik saja, mungkin tubuh Zea akan terpental jauh. 

“Hua— Mama—” Zea menangis keras, mungkin karena kaget. Sementara si pengemudi motor terus melaju tanpa menoleh sedikitpun. 

“Tidak apa-apa, Sayang, Mama disini,” bisik Lizie. 

“Tatit, Maa—” adu Zea. 

“Mana yang sakit, Sayang,” tanya Lizie panik, sambil meniup dan mengusap siku zea yang sedikit lecet. “Maafkan Mama, ya,” ucap Lizie dengan suara bergetar karena rasa khawatir. 

Kedua matanya menatap tajam seolah menghafal plat nomor si pengemudi motor yang ugal-ugalan tersebut, ia sangat marah karena putrinya nyaris saja terluka parah. 

“Oma, tatit,” adu Zea pada Mommy Dhera yang masih ngos-ngosan berusaha mengatur nafasnya. 

“Sini, Sayang, Oma lihat.” Kini berganti Mommy Dhera yang memeluk Zea. 

Suasana tenang di depan daycare tiba-tiba berubah panik dan mencekam. 

“Mana security?! Kanapa lalai menjaga anak-anak?!” tanya Mommy Dhera tegas dan sedikit tinggi nada suaranya. Saat ini para guru yang ada di dekat gerbang ikut mengerumuni Zea. 

“Maaf, Oma, dan Mama Zea, kami yang salah karena lalai,” ucap ibu guru, dengan wajah pucat pasi. 

Melihat wajah para ibu guru yang sudah pucat pasi itu, Mommy Dhera jadi urung marah, sebab memahami bahwa situasi sedang tidak bersahabat, karena anak-anak memang tak sabar berlarian keluar dari gerbang daycare saat melihat kedatangan orang tua mereka. 

“Ya, sudah, kali ini tidak apa-apa, tapi jangan harap saya tidak akan memperpanjang masalah bila hal yang sama terulang lagi!” ucap Mommy Dhera, bernada ancaman. 

“Baik, Oma Zea, kami benar-benar mohon maaf atas kelalaian kami,” ucap ibu guru masih dengan wajah pucat pasi. 

Sementara itu, baik Mommy Dhera atau Lizie, sama-sama menyembunyikan perasaan geram, wajah mereka datar, dan biasa saja, namun, diam-diam bersiap membuat perhitungan bila sekali lagi kejadian yang sama terulang. 

Si pengemudi itu belum tahu bahwa ia hampir saja membuat celaka si permata kecil keluarga Geraldy. 

1
Bunda Idza
ya Allah.... deg degan ini....tanda masih hidup ya kan....kenapa bisa kecolongan??? mommy Dhera. Daddy Danesh....😭😭😭 piye Iki.....
moon: sek, belum tahu aja mereka.

edisi salah pilih lawan. 🤭
total 1 replies
Dozky 2 Crazy
hmmmm ternyata siAlan pelakunya
Dozky 2 Crazy: wkwkwk galau kenapa author
total 4 replies
Dozky 2 Crazy
aduh siapeeee nih
Shee_👚
hadeh zea bakalan jadi sandera buat lizie keluar. kalian dah membangunkan singa tidur😏
Shee_👚: gak sabar nungguin para2 macan keluar kandang semua😂
total 2 replies
Dozky 2 Crazy
makanya jgn macem macem yeee😁😁
Dozky 2 Crazy
sama yaa Zea mama sama papa lagi maen tembak tembakan dulu
Shee_👚
betul zion, kamu bawa lizie kembali jangan sampai ramanov menemukannya
Shee_👚
kami sendiri aja ngeri liatnya apa lagi musuh² nya yang dah ketar ketir. kamu beruntung dah nikah sama lizie, tapi jangan sampai kamu berbuat hal² aneh kalau gak mau kena dorr😂
vania larasati
lanjut
Shee_👚
jelas lah, pengawal bukan sembarang pengawal🤣
Dozky 2 Crazy
aseeli kepo 😁😁
octa❤️
🫶🫶🫶🫶
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Thor..ini si mantan cadelita Mak ilang GK bisa ciat ciat beladiri kah??🤭🤭
moon: sek lahaciya 🤭👻
total 1 replies
falea sezi
mertuanya gimana nunggu bocil satu aja g bs 😒 nambahin beban. aja ne katanya bekas mafia 🤣🤣 alah pret
moon: nah, begitulah... mereka boleh para paruh baya, tapi pada jamannya mereka adalah...

ingat kalimat Eyang Juna. keluarga geraldy adalah keluarga dengan spek separuh mafia. 👻👻👻👻
total 3 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up mb moon?
hasana
👍👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
keren 👏🏻👏🏻👏🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah kamar Lizzie 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ngikut dong 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!