hidup itu tidak tak serumit yang dibayangkan jika kamu menerima pria yang dijodohkan denganya Daniel wiliam pria yang tidak dikenalnya, sekarang telah resmi menjadi suami sah nya.
banyak yang menyukai ana, tapi ia malah melabuhkan hatinya pada suami seperti Daniel, memang daniel laki-laki tampan bertumbuh tinggi, hidung mancung, berkulit putih, bisa dikatakan secara fisik Daniel sempurna. tapu tidak dengah hatinya. yang sama sekali, berbanding balik dengan kesempurnaan fisiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovi Bungsu Umi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penantian
"Penantian ku adalah menanti mu, menanti ras itu hadir dihatimu
~ Anatasya
***
Hari telah berlalu pernikahan daniel dan ana sudah memasuki 6 bulan. pernikahan mereka tidak seperti pernikahan sebagai suami istri semestinya. Perasaan ana tidak bisa dipungkiri lagi, ia mencintai suaminya
Tapi cinta ana tidak akan mungkin terbalas, sifat dingin kasar daniel sudah menjelaskan perasaanya kepada ana. Tanpa harus menanya kan lagi.
banyak yang menyukai ana, tapi ia malah melabuhkan hatinya pada suami seperti daniel. Memang daniel laki- laki yang tampan, putih, bisa dikatakan secara fisik sempurna. Tapi tidak dengan hatinya yang berbanding balik dengan kesempurnaan fisiknya.
ana membulatkan matanya saat menatap jam dinding 8 pagi. mas daniel, ia mandi dengan air apa? Daniel, tidak pernah bisa mandi dengan air dingin. Ya walaupun hari ini hari minggu, daniel tak pernah absen mandi.
Walau setiap pagi ia selalu menyiapkan air panas untuk daniel.
namun difikirkan ana tidak pernah terbesit sedikit pun rencana daniel untuknya.
Daniel sengaja meminta ana untuk memasak air panas untuk dirinya, walaupun didalam kamar mandi tentu saja sudah ada tersedia hot water, tapi daneil tetap melakukan hal itu kepada ana, karena ia ingin membuat ana selayaknya pembantu dirumah ini.
ya, pembantu karena hanya status itu saja yang daniel anggap pantas untuk wanita seperti ana, wanita yang benar- benar sangat merusak kehidupannya.
Lalu setelah daniel berhasil memerintahkan ana setiap pagi pasti daniel akan langsung membuang air tersebut.
Mas....,maaf aku kesiangan, ucap ana sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar daniel namun tidak ada respin darinya.
" aku masak air untuk mas.....
lagi- lagi tidak ada balasan.
maaf, aku lancang masuk kekamar kamu lagi mas. Batin ana
~~ ckleks
ana membuka pintu kamar daniel, tak ada daniel dikamarnya. Dikamar mandi pun rasanya tidak mungkin, mas daniel tidak akan bisa mandi air dingin sepagi ini.
Ana menutup kembali pintu kamar daniel.
sosok tubuh tinggi sekarang berdiri belakang ana. Tidak, lebih tepatnya sekarang didepan ana saat tubuhnya memutar.
Ana meremas pakaiannya ia takut, takut daniel sekarang berada dihadapannya akan marah kepada ana karena sudah berani memasuki kamarnya tanpa siijinnya. Tapi, tidak lihatlah daniel sekarang sudah membersihkan tubuh terlihat dari rambut basah.
" kau.........?
daniel minyingkirkan tubuh ana pelan dari hadapanya.
" maaf, aku.....
" pergi...kembali saja kekamar lalu lanjutkan tidur mu itu". Ucapannya santai tapi masih terdengar datar dan dingin, dengan tangan yang siap membuka kenop pintu.
Ana menebak, sepertinya daniel marah padanya. Tapi tidak mungkin sepertinya marah, ana tak melakukan salah saja selalui ia marahai, apalagi melakukan.
ana melangkah kakinya keluar dari kamar daniel.
" hari ini kau bebas untuk melakukan apa saja." jawabnya datar.
Ana mengernyitkan dahinya "aku?" tanya nya.
daniel tak menjawab dan langsung melogos masuk kekamarnya tanpa berbicara, tak lupa ia menutup pintu.
Ana melangkah kakinya kekamar. Ada apa dengan suaminya? Aneh sekali. Biasanya bila ana bertanya pasti ia akan marah dan membentaknya tapi sekarang? Hanya terdiam dan menjawab tidak menggunakan nada tinggi.
Apa dia sudah berubah dan mulai ada rasa kepada ku? Tidak mungkin, ia berubah secepat itu.
Tapi kalaupun itu benar aku akan sangat bersyukur. Penantian selama ini tidak akan sia- sia, walaupun hanya setitik perasaan cinta itu ada. Aku sudah sangat bersyukur, karena suamiku bisa merasakan apa yang ku rasakan.
Selama menikah ana tak pernah lagi menikmati suasana luar dengan waktu yang cukup dan akhirnya ana dapat kembali menikmati alam yang indah dan ramainya lalu lintas, keramaian masyarakat.
Berkat ke baikan daniel, yang menurutnya sangat aneh tali tidak apa- apa yang terpenting kali ini bisa menikmati suasana yang indah ini.
' Dugh' disaat tengah menikmati suasana yang indah ini, tubuh mungilnya tak sengaja ditabrak seseorang yang kelihatannya sedang buru- buru, takut dan panik.
Belum sempat orang yang menabrak ana meminta maaf, tangan ana sudah lebih dulu ditarik untuk berdiri dan mengikuti langkah kakinya dangan langkah yang cepat.
\*\*\*
Nafas ana terengah- engah, ia tidak mau ditarik pria tak dikenal sampai sejauh ini dan sekarang mereka justru malah beeakhir di restauran.
" kau gila?" nafas ana terengah besar.
" maaf, aku dikejar.~" pria ini menghentikam ucapanya, sejenak ia pandang wajah ana.seperti tidak asing
" ana." ana mengernyitkan dahinya
"kamu, Anatasya kan?"
ana ikut memperhatikan wajah pria ini
" Noven." lirihnya pelan, kamu benar noven?
pria itu menganggukan kepalanya. " iya, aku noven.
Ana dan noven tertawa lepas setelah sekian lama tidak bertemu. Ada pancaran rindu dari mata noven kepada ana.entah apa yamg ia rindukan dari sosok ana.
" kamu sombong sekali noven, setelah lulus tidak pernah mengabari lagi. Ucapan ana sembari mengerucutkan bibirnya.
" maaf ana, aku sibuk harus mengurus kuliyah dijerman. Dan aku juga tidak mau membuat mu sedih....
ucapnya sembari mengelus pelan puncak kepala ana, " sedih karena ditinggalkan ku."
" apa ? Kamu melanjutkan studi dijerman, tapi aku tidak tau sama sekali?" ekspresinya berubah yeekejut, ana rak mengetahuinya sama sekali yang ia tahu noven sudah melupakan ana seiring berjalannya waktu.
" jahat sekali kamu!" ana merajuk.
"aku tak hanya ingin membuat mu sedih,
ana ku.....noven kemudia mencubit gemas hidung mancung ana.
Astaga ana lupa!
******
******
mohon dukungannya,