Indonesia
NovelToon NovelToon
SERAT-SERAT CINTA

SERAT-SERAT CINTA

Status: sedang berlangsung
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Imam Robiansyah

SERAT-SERAT CINTA
DUA kakak ber adik Imam Baskoro dan Dadang Baskoro kalau dipandang dari segi pemikatnya,pasti akan banyak yang sepakat tampanan Imam kakaknya. Tapi setelah mengalami kecelakaan saat sedang berlatih menyetir mobil dengan tunangannya yang mengakibatkan salah satu anggota tubuhnya menjadi cacat, pamor Imam sebagai lelaki idaman para mojang dan gadis menjadi turun drastis. Bahkan belakangan sudah banyak yang menyebutnya pemuda jomlo kepada Imam. Sedangkan Dadang sang adik janjinya kepada diri sendiri,sampai kapanpun ia tidak akan mau menikah kalau kakaknya belum menikah.
Atas musibah yang menimpa Imam,Pak Burhan ayahnya Vera tunangan Imam, jadi merasa terpanggil untuk memulihka refutasi seorang pemuda, yang semasa hidupnya putrinya begitu mencintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Robiansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara Bagian Ke 1

BU Jubaidah istri pak Burhan dari tadi malam banyak

mengangis. Sekarang sudah siang tidak keluar-keluar dari kamarnya. Tapi

istrinya yang seperti ini bagi pak Burhan tidak membuatnya cemas berlebih

karena dua tahun belakangan istrinya suka sepeti itu kalau ke inginannya tidak

terpenuhi. Dan karena ini hari minggu pak Burhan tidak ngantor, istrinya kini

dihampiri. Pertanyaan yang lirih dari sang suami, ternyata membuat Bu Jubaidah

merasa diperhatikan.

“Mama ini kenapa lagi hm…? Cobalah jangan membuat papa

khawatir…”

Pak Burhan duduk di pinggir tempat tidur sambil memegangi

tangan istrinya.

“Setelah menikah, Imam jadi tidak pernah lagi menemui Vera

pah…” Bu Jubaidah mengutarakan yang membuatnya sedih.

Pak Burhan langsung memejamkan matanya.” Ternyata ini

penyebabnya…?” gumamnya didalam hati.

“Jadi sekarang mama ingin Imam kesini ?”

“Iya pah…Imam jangan mentang-mentang dia sudah punya istri,

kemudian jadi lupa kepada Vera..”

“Kalau begitu sekarang papa akan menelpon Imam supaya dia

kesini, tapi mama nya harus berhenti menangis dan harus bergembira”

“Jadi sekarang papa mau nelpon Imam…? Kalau begitu mama akan

persiapkan makanan untuknya dan uang untuknya yang banyak “

Setelah mendengar suaminya mau menelpon Imam supaya datang

kemari, ternyata bu Jubaidah langsung bangkit. Pertama yang dilakukannya bu

Jubaidah langsung membuka lemari. Kotak penyimpanan uang diambil. Setelah

mengambil beberapa juta, kotaknya ditutup lagi. Begitu juga lemarinya.

“Pah ? Punya amplop tidak…?”

“Ada di ruang kerja…”

“Mama mau minta satu ya…?”  Bu Jubaidah tidak menunggu jawaban. Melihat istrinya rurusuhan mau ke

ruang kerjanya, Pak Burhan geleng-geleng kepala. Sedangkan hatinya sedih dan

prihatin bukan kepalang, kenapa istrinya jadi seperti itu ? pikirnya.

Sebelum istrinya kembali, pak Burhan menelpon Imam.

Kring…

“Sayang tolong ambilkan HP ku ya bunyi…”   Ketika HP nya yang disimpan di kamar

berbunyi, Imam sudah di meja makan. Tapi Amel masih mengambi makanannya dari

dapur.

“Dari papa Burhan ternyata mas…?” Amel yang sudah mengambil

HP suaminya celoteh.

“Mau apa ya papa…?”  Dari kursi Imam berdiri. “ Sayang…? Aku mau menerimanya dulu disana ya

?”

Imam memutuskan menerima teleponnya di tempat lain, karena

takut Amel mendengar pembicaraannya dengan pak Burhan.

“Usahakan jangan lama-lma nelponnya “

“Iya sayang…”  Jawab

Imam sambil berjalan menuju ruang tamu.

“Asalamualikum pah…?”  Di ruang tamu, Imam membuka kontak.

“Wa’alaikumussalam…Mam kamu sedang apa disana…?”

“Kebetulan barusan mau makan pagi…Papa nelpon aku ada  apa ya…?”

“Biasa mama Mam…Kamu mengerti kan…? Jadi papa harap kamu

bisa datang kesini sekarang juga “

“Kalau saya makan dulu boleh kan pah…? Soalnya barusan Amel

sudah mempersiapkan…?”

“Boleh, boleh…Yang penting hari ini kamu harus ke rumah

papa…Tapi istri kamu jangan sampai tahu tujuannya “

“Baik pah…Kalau begitu HP nya mau aku tutup dulu ya…?

Soalnya Amel sudah menunggu di meja makan..”

“Iya, iya Mam…Kamu tidak perlu rurusuhan…Nyantai saja

seperti biasanya kalau sedang makan dengan istri kamu…”

“Iya pah…Asalamualaikum…”

“Wa’alaikumussalam…”

“Mau apa barusan papa mas…?”   Setelah Imam kembali Amel bertanya.

Sebelum menjawab Imam duduk dulu yang nyaman. “Aku disuruh

kesana…”

“Hari ini…?”

“Iya…Kamu nggak apa-apa kan kalau aku tinggal dulu ?”

“Nggak apa-apa mas, asal kamu jangan nginap…Soalnya aku

takut kalau dirumah sendirian”

“Iya, paling telat nanti aku pulang jam lima sore…Ayo sekarang

beri dulu nasinya…” Imam menyodorkan piring kosong. Ternyata oleh Amel langsung

dialas nasi.

“Lauknya mau dengan apa saja mas…?”

“Ayam aja dan tempe…Lalu beri sambal sedikit “

“Segini cukup…?”  Amel

nyedok sambel.

“Ya, cukup “

Pasangan ini akhirnya makan sambil diselingi obrolah seputar

rumah tangganya dan kuliah Amel. Soal pak Burhan menyuruh Imam datang, tidak

disinggung. Selesai makan Imam buu-buru ke kamar air. Bukan mau mandi tapi

hanya nyikat gigi dan kumur-kumur.

Pukul setengah sembilan Imam sudah menghampiri mobilnya.

Amel mengantarkan kedepan ketika Imam mau berangkat.

“Sayang, aku berangkat dulu ya…?” Sebelum masuk kedalam

mobil Imam memberikan tangannya dulu kepada Amel. Setelah oleh sang istri

diciumnya, Imam lalu masuk ke mobilnya. Sebelum mobilnya melaju, Imam melambai

lagi. Dari luar Amel membalas. Setelah mobil suaminya tidak ada, baru Amel

masuk lagi kedalam. Dan mengunci dulu pintu setelah benar-benar dirumah hanya akan

sendirian.

“Setelah aku dan mas Imam menikah, baru kali papa Burhan

menyuruhnya kesana…? Aku juga untuk pertamakalinya dirumah sendirian…? Ternyata

tanpa mas Imam dirumah sepi…? Apakah perasaan ini berarti aku sudah

mencintainya seratus persen ?”

“Ach, aku tidak tahu….?”  Amel menggaris bawahi lagi pikirannya sendiri. Setelah dalam kesendirian

ternyata yang terjadi kemarin melintas lagi dalam benaknya.

“Selam ini kamu itu berpacaran dengan Dadang…! Tapi

tiba-tiba kamu memutuskan menikah dengan kakaknya…! Hati kamu sebenarnya dimana

Mel ?! Setelah kamu memutuskan menikah dengan kakaknya, Dadang itu selalu

rmurung, tahu nggak…?! Kalau di kantin duduknya itu selalu terpisah tidak mau

bergabung dengan kita...! Dan semua itu gara-gara kamu yang matre mata

duitan…!”

“Kalau tidak kujelaskan, selamanya mereka akan terus

menganggapku rendahan…Disisi lain aku tidak bisa terima…Tapi Dadang pasti tidak

akan seperti mereka, karena dia tahu semuanya…Dadang juga sangat sayang kepada

kakaknya…Dadang orangnya pengertian…Dadang juga suka peduli sama aku...”

Dadang, Dadang dan Dadang. Ahirnya Amel ketiduran di sofa.

Kedua tangannya mendekap bantalan kursi yang diletakkan di atas dadanya.

Tidurnya Amel di sofa terlentang dan lumayan lelap.

1
Aprilia
Semangatt thor, izin mampir🤙
Siti Aisyah
luar biasa
Siti Mariyam
Silaturahminya jangan diputus ya..?
Iki nurjaman
Punya dua papa mama dan bunda yang semuanya baik, Egi pasti bahagia
Siti Mariyam
Orang-orang disekitar perduli kepada papa yang sudah tidak muda...? Hehe...Terimakasih
The Gamer
saudara yang akur,, patut di contoh
Asvi Raisa
Paapa....? Bunda...? Aku akan selalu merindukan
ilmi maulida
Papa Imam mohon jangan ngsih adik kepada si kembar ! Dua anak cukup .KB . Dan kini sudah di brojolkan langsung dua-dianya
The Gamer
Harus kuat💪💪💪 buat cucu dan anak/Drool//Drool//Drool/
Siti Aisyah
semangat
The Gamer
papa Dadang masih deg deg ser ya... takut bundanya di ambil/Curse//Curse//Curse//Curse/
Iki nurjaman
Smangat
The Gamer
alhamdulillah,,, bunda Amel udah sembuh
The Gamer
yang sabar semuanya/Determined//Determined//Determined/
ilmi maulida
Bun banyak yg mendo'kan. Cempat sembuh ya?
Siti Mariyam
Begitu Mam harus bisa move on
The Gamer
berjuang buat kesembuhan Amel semuanya
The Gamer
Bunda kalian pasti cepat sembuh
The Gamer
semoga mama Amel cepet sembuh
Iki nurjaman
Smangat




Smangat
Semang4
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!