Indonesia
NovelToon NovelToon
Bintang Alaska

Bintang Alaska

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: rnsa

Kematian sang kakak tercinta membuat Alaska sangat terpuruk di tambah pertengkaran rumah tangga kedua orang tuanya setelah kepergian sang kakak.

Suatu hari Alaska balap liar di kalahkan oleh seorang wanita cantik yang bernama Aline. Alaska tertarik dengan Aline, ia berusaha untuk mendapatkan Aline. Akankah Alaska berhasil?

Kejanggalan kematian kakaknya, Alaska pun menyelidikinya dan berhasil menemukan pelakunya yang ternyata ada hubungannya dengan keluarga Aline.

Ada dendam apa di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di kalahkan wanita

Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, terik panasnya matahari yang semakin tinggi membuat orang yang berada di lapangan berhamburan untuk mencari tempat naungan.

Saat ini Alaska dan Zen sedang duduk di bawah pohon yang tidak terlalu besar sambil minum-minuman dingin menunggu jadwal ospek selanjutnya. Beberapa orang yang melewati mereka menegur sapa tetapi Alaska menghiraukan mereka.

“Gila mataharinya panas banget.” Keluh Zen.

“Ya gimana lagi, orang kita berteduhnya di bawah pohon kecil begini.”

Terlihat Carlos dan Vino berlari ke arah mereka lalu duduk di sana dengan wajah mereka yang sudah kelelahan.

“Gimana kalau ospek selanjutnya kita gak ikut?” ucap Vino.

“Sumpah gue capek banget.”

Carlos menghabiskan minumannya lalu melempar ke tempat sampah yang ada di dekat Zen tetapi malah lepas hingga terkena Zen.

Zen ingin melempar lagi kaleng minuman itu kepada Carlos.

“Gue gak sengaja.” Carlos nyengir. “Jangan di lempar ke gue.”

Sesaat Alaska melihat ke arah Aline yang sedang berjalan. “Gak, gue mau ikut ospek sampai selesai.”

Vino terkekeh kecil sambil merangkul Alaska. “Sejak kapan lo menjadi rajin begini?”

“Kelompok kami seru, makanya Alaska betah ospek.”

“Anjir lah, kelompok gue kayak kuburan.” Sahut Carlos.

“Kelompok gue juga tapi masih ada penghuninya sedikit, ah membosankan.” Ucap Vino.

Begitulah mereka kalau tidak 1 kelompok ya terbagi-bagi, padahal Vino sangat berharap bisa 1 kelompok dengan Alaska. Masing-masing kelompok pasti ada sunyi, ramai, bahkan sangat ramai. Dan kelompok Alaska termasuk yang sangat ramai karena di sana ada Alaska yang membuat ramai.

Tiba-tiba Alaska melihat Aline di ganggu oleh panitia wanita hanya karena kesalahpahaman di antara mereka. Alaska yang melihat itu pun menghampiri Aline sambil membawa 1 botol minum air putih yang dingin.

“Di mau kemana?” tanya Carlos kepada Zen.

Zen mengangkat kedua bahunya.

Terlihat Aline sedang berdebat dengan 3 wanita, Alaska berdiri di samping Aline dengan wajah tengilnya.

“Ceritanya main keroyok?” ucap Alaska.

Aline menoleh. “Kenapa lo ada di sini? Pergilah, ini urusan gue! Lo gak usah ikut campur dengan masalah gue.”

“Gue gak akan pergi.” Menaikkan sebelah alis.

“Siapa yang main keroyok? Dia duluan yang menumpahkan minuman ke baju gue.” Lisa memperlihatkan bajunya yang basah kepada Alaska.

“Kami hanya menyuruhnya minta maaf, tapi dia malah gak mau minta maaf.” Sahut Bery.

“Karena gue gak merasa salah.” Jawab Aline dengan santai.

“Apa susahnya meminta maaf?”

Tea teman Lisa mulai kesal dengan Aline karena dari tadi jawabannya seolah-olah ingin menantang mereka. Aline merasa tidak bersalah karena yang duluan menabraknya adalah Lisa jadi seharusnya yang meminta maaf adalah Lisa bukan Aline.

“Yang menabrak duluan gue atau lo?” tanya Aline kepada Lisa.

Alaska menatap Lisa. “Dia.”

“Diam!” bentak Lisa.

“Gue tadi duduk di sana.” Menunjuk pohon yang tadi tempatnya bersantai. “Gue melihat dia yang menabrak duluan.”

Lisa mengepalkan satu tangannya lalu beranjak pergi diikuti teman-temannya yang lain. Alaska menarik ujung bibirnya melihat kepergian Lisa.

“Gue pikir ada masalah apa, ternyata hanya masalah sepele.” Ucap Alaska.

“Gue gak menyuruh lo ikut campur.”

“Tapi gue kasihan melihat lo di keroyok mereka.”

“Siapa bilang gue di keroyok hah? Apa lo gak lihat tadi gue membela diri?”

Alaska meraih tangan Aline lalu meletakkan botol minum dingin di tangan Aline. “Minumlah, tenggorokan lo pasti haus.” Beranjak pergi.

Begitulah Alaska jika melihat kebenaran maka dia harus membantu untuk meluruskan agar tidak terjadi yang namanya perkelahian apalagi wanita dengan wanita. Menurut Alaska sangat sangat tidak cocok jika masalah sepele menjadi masalah besar.

.

.

.

Di sisi lain, ketiga panitia tadi memperhatikan gerak-gerik Aline dengan wajah mereka yang sangat kesal.

“Siapa cowok tadi?” tanya Bery.

“Gak tahu.” Jawab Lisa dengan cuek.

“Dia anak kelompok 4.” Sahut Tea. “Namanya Alaska, dia sangat terkenal di kelompok itu.”

“Wajar, karena wajahnya tampan.”

Lisa melihat-lihat sekitar mencari keberadaan Alaska, sama sekali tidak terlihat batang hidung Alaska.

“Lo mencari siapa?” tanya Bery.

“Alaska.”

“Kenapa? Lo naksir sama dia?” Tea membuka botol minumnya. “Yang benar saja.” Ledeknya.

“Gak, siapa yang naksir dia?” bantah Lisa.

“Sudahlah sudahlah, kayaknya cewek tadi dekat sama Alaska.” Berry memulai gosip.

“Gue gak mau bahas cewek itu!” kesal Lisa.

.

.

.

Ospek selanjutnya pun di mulai lagi, semua mahasiswa baru di suruh masuk ke dalam aula fakultas untuk mendengar pidato dari Dekan. Mereka semua duduk sesuai dengan kelompok mereka agar terlihat rapi, sebelum itu ketua panitia menyuruh mereka untuk menyanyikan lagu mars mahasiswa.

“Lo hapal gak?” tanya Zen.

“Gak, gue diam aja.”

“Liriknya ada di depan jadi tinggal di ikuti.” Ucap salah satu panitia.

“Tapi gak tahu nadanya.” Sahut Alaska.

Zen menyenggol lengan Alaska sambil menggeleng pelan. “Lo nyanyi aja pelan, dari pada kita di hukum.” Merayu Alaska. “Lo lihat deh di luar, panas.”

Sesaat Alaska menoleh ke belakang, terlihat matahari yang sangat panas membuatnya mengangguk. Sebenarnya Alaska paling antri yang namanya nyanyi apalagi Alaska tidak tahu nadanya.

“Nih buat lo.” Aline menyerahkan selembar kertas yang berisi lirik mars Mahasiswa. “Takutnya lo gak bisa lihat ke depan karena jauh.”

“Terus lo gimana?” tanya Alaska.

“Gue hafal kok liriknya.”

Zen berdehem, Alaska pun mengambil lembaran lirik Mars Mahasiswa dari tangan Aline lalu melihatnya.

“Terima kasih.” Ucap Alaskan.

“Sama-sama.” Aline memberikan senyuman tipisnya.

“Berdua.” Pinta Zen.

“Gak, gue sendiri.” Tolak Alaska.

“Pelit banget lo, gue gak hafal.”

“Bukan urusan gue.”

Semua Mahasiswa pun mulai menyanyikan Mars Mahasiswa sebanyak 3 kali membuat Alaska menjadi hafal dengan nadanya. Suara Alaska terdengar sangat nyaring menyanyikannya membuat Aline tersenyum mendengarnya karena lumayan merdu.

.

.

.

Saat ini Elang sedang berada di ruang tengah untuk makan malam bersama, mereka baru saja pulang dari kampus dengan wajah mereka yang sudah sangat kelelahan akibat ospek pun. Untungnya ospek hanya di laksana selama 1 hari, itu adalah peraturan terbaru dari kampus.

Vino berbaring di lantai. “Argh badan gue rasanya kayak patah-patah.”

“Jangan alay lo.” Zen melempar bantal sofa ke wajah Vino.

“Eh hari ini tanggal berapa?” tanya Carlos.

Seketika mereka yang tadi lemah tidak berdaya langsung menatap ke arah Carlos secara bersamaan.

“4.” Jawab Alaska.

“Astaga malam ini ada pertandingan balap liar di jalan Abima.”

Vino yang tadi berbaring langsung merubah posisinya menjadi duduk. “Gas.” Penuh semangat.

Zen dan Carlos pun melihat ke arah Alaska yang sedang fokus main game online nya. Salah satu dari mereka berusaha memberanikan diri untuuk bertanya kepada Alaska, karena Alaska sudah tidak tidak pernah ikut lagi yang namanya balap liar bahkan tidak pernah bertanya atau membahas tentang balap liar.

“Kenapa kalian menatap gue seperti itu?” Alaska menyadari mereka yang sedang melihat ke arahnya. “Tenang aja, gue ikut.”

Seketika wajah mereka berubah menjadi bahagia mendengar jawaban Alaska karena sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

“Gue pikir lo gak mau ikut.” Ucap Carlos.

“Baguslah, gue jadi semangat mau ikut juga.” Sahut Vino.

“Apa lo yakin?” tanya Alaska. “Bukannya kaki lo sakit?”

“Gak, gue bukan orang yang lemah.”

“Jam berapa acaranya?” tanya Zen.

“Jam 12.” Jawab Carlos.

.

.

.

Saat ini Elang dan beberapa anak Redwolf sedang berbaris di garis start. Terlihat ada peserta yang lainnya juga yang akan ikut tanding malam ini bersama mereka.

“Jangan sampai kita kalah.” Ucap Vino.

“Gak bakal, selama ada Alaska pasti menang.” Sahut Carlos.

“Ka?” panggil Zen.

Alaska hanya mengangguk memberikan isyarat bahwa semuanya baik-baik saja. Sebenarnya mereka juga mengkhawatirkan Alaska, takutnya di tengah pertandingan Alaska tiba-tiba teringat kejadian waktu itu. Walaupun tempat pertandingannya berbeda tapi sama saja yang namanya tanding balap liar.

Prittt….

Semua motor langsung melaju keluar dari garis start, terlihat motor Alaska paling depan hingga di susul anak Elang juga peserta yang lainnya. Di tengah jalan kecepatan motor Alaska tiba-tiba melambat, benar saja Alaska teringat dengan kejadian Gevan waktu itu tetapi dengan cepat Alaska sadar dan bersemangat.

Brueemmm….

Alaska melajukan motornya lagi dengan kecepatan yang sangat tinggi menyusul motor yang ada di paling depan. Tetapi malah tidak bisa di kejar, motor yang ada di depan sangat ngebut membuat Alaska tertinggal hingga mereka pun tiba di garis finish, juara 1 malam ini adalah seorang wanita yang berambut panjang. Tetapi wajanya tertutup helm membuat Elang tidak bisa melihat wajahnya.

“Ah gila, bisa-bisanya gue kalah dengan cewek.”

Alaska mengacak-acak rambutnya tidak terima jika di kalahkan oleh seseorang apalagi yang mengalahkannya adalah hanya seorang wanita yang tidak ada apa-apanya di banding dirinya.

“Kenapa motor lo tadi melambat?” Vino memastikan bahwa Alaska baik-baik saja.

“Apa lo ke ingat kejadian waktu itu?” tanya Zen.

Alaska mengangguk sambil melepaskan helm nya lalu meletakkan di depannya. “Makanya gue jadi gak fokus.”

“Sudahlah, nanti tanding lagi.” Sahut Carlos.

Alaska melihat wanita itu. “Siapa dia?” batinnya.

...Bersambung…......

1
Butterfly
Setia dengan Elang 🥳
Army
Aku suka, semangat kakak 🌹
Butterfly
hahaha ada-ada aja 🤣
Army
semangat kak, aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!