Erin, seorang janda yang mencoba bertahan seorang diri dengan luka yang mendalam karna terhianati oleh suami yang melepaskannya demi wanita laen..
Yoan, pria berumur yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada pekerjanya disalah satu cafe miliknya.
mampukah Yoan memluluhkan hati seorang Erin yang terlanjur meredup dan tak mau berharap....?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Mimpi itu lagi
Erin memasuki kamar costnya.
Ya kamar berukuran minim 3m x 4m. Tersedia satu kamar mandi, satu tempat tidur tiga kaki, dan satu lemari kecil untuk pakain.
Erin sengaja meletak sebuah kompor mini dikamar itu untuk memasak air panas atau sekedar membuat sarapan pagi.
Karna makan siang dan malam bisa makan di cafe, cafe menggeratiskan pekerja makan dengan sekedarnya.
Itu knapa Erin memilih bertahan kerja di cafe Y O milik Yoan.
Selain bisa berhemat dia juga tidak perlu repot memikir kan biaya makannya sehari - hari.
Bukan dia wanita yang tidak punya pendidikan dan lulusan.
Erin salah satu lulusan ternama di kotanya.
Dia seorang Sarjana Pendidikan Matematika.
Tetapai Erin sadar diri diusianya yang sudah 34 tahun akan sulit membagi waktu dan gaji honorer yang tidak seberapa.
Semua salah sibajingan itu, seandainya dia tidak melarang Erin untuk bekerja dengan dalih Erin harus menjadi istri yang setia menunggu suami dirumah.
Sudah pasti Erin masih bekerja dan menjadi PNS.
Nasi sudah menjadi bubur.
Erin menghela nafasnya kasar. Setelah membersihkan diri dan berganti pakain, dia merebahkan tubuhnya.
Mencoba memejamkan matanya, lambat laun Erin menuju alam mimpinya.
Hick.... hick.... hick...
Huu... huu....
Kamu jahat mas...
Kamu tega banget nipu aku sampai segininya!!
Apa salah dan kurang aku sama kamu.?!?!
Apa salah aku sama kalian?
Hatiku sakit sekali...
Kembalikan anakku...
Kembalikan?
Lulu anakku..jangan bawa dia.
Ibu....Ayah... Percaya padaku mereka menipuku....
Ibu... Ayah...
Jangan tinggal kan Erin....
TIDAK..........
Houshhh...houssshhh...
Erin tersadar dari tidurnya dan terduduk.
Keringat dingin bercucuran, matanya menggenang dan tumpahlah.
Air mata itu mengalir tanpa bisa di bendung lagi.
Mimpi itu datang lagi...
Lulu...Mama rindu..hick... hick... hick...
Mama rindu lulu...
Tapi kenapa takdir berkata lain?!
Kenapa mereka melalukan ini?!
memanipulasi keadaan.
Kenapa mereka bilang bukan mama yang melahirkan kamu?
Lalu kenapa mereka enggak bilang kalau anak mama meninggal?
mereka jahat hick... hick... hick..
Mama kangen anak mama...huuu...hhu...hu...
Kenapa kamu terlahir dari rahim selingkuhan papa kamu?
Kalau gini mama bisa apa?!
hick ...hick ...
Sedih author nulisnya... Gak sanggup...😭😭
Erin mencoba menetralkan hatinya dan berjalan kekamar mandi guna membersihkan wajahnya.
Erin melihat jam masih jam 03.00 WIB pagi. Ia beralih mengambil wudhu dan melaksanakan tahajud.
Meminta pada Sang KHALIK yang maha KUASA, agar dilapangkan hatinya dan terbebas dari rasa terpuruk.
Meminta petunjukNya agar diberi jalan terbaik.
Erin terlelap diatas sajadahnya dengan sisa buliran air mata yang mengering.
Jam weaker berdering kencang, menunjukan pukul 05.30 WIB pagi.
Erin membuka matanya, mematikan jam weaker.
Dia bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.
Setelah itu ia menunaikan sholat subuh.
Selesai sholat Erin merapihkan kamar dan membuat sarapan paginya. Walau hanya telur mata sapi sambal merah, nasi putih dan segelas air putih hangat.
Itu tetap nikmat.
Walau sederhana cukup untuk membuat perut Erin kenyang dan nyaman ketika brangkat kerja.
Erin menatap wajahnya di cermin, matanya sedikit bengkak.
dia mencoba memoles tipis wajahnya menyamarkan mata pandanya sehabis menangis semalaman.
Cukup..... Begini saja sederhana lebih baik.
itulah hasil dari dandanan Erin hari ni.
Polesan slow dengan lipstik merah delima dan atasan tunic diatas lutut berwarna putih tulang dan celana katun pas body berwarna hitam serta selendang berwarna biru langit.
Tak lupa flat shoes hitam.
Ini penampakan Erin hari ni, sangat manis..😘
aw aw aw....
author suka sama kakak ini manis dan teduh liat wajahnya..
Jangan lupa tinggalin jejak y akak n abang...
Xera