Kisah Cinta antara Gadis 18 Tahun yang bernama Najwa dengan seorang Dokter Spesialis Andrologi, yang dijodohkan paksa oleh kedua orang tua mereka.
"Aku tak habis fikir dengankeputuan ibuku yang mengultimatumku, agar segera
minta dilamar oleh kekasihku.
Hingga akhir bulan ini Kalau nak Arif dan keluarganya tidak melamarmu,
berarti ibu akan menerima Lamaran Keluarga Nak Hafis! Katanya lebih tepatnya berupa Ancaman.
Bagaimana Aku harus memaksa kekasihku yang masih kuliah semester Enam itu Untuk Menikahiku secepat itu. Tapi karna cinta Kusampaikan segera Keinginan orang tuaku. Tapi Apa yang terjadi? Aku Kecewa padanya, dia malah menyerah pada takdir. " Mungkin bang Hafis yang terbaik untukmu, adik.
Teriama saja perjodohan itu , katanya santai. Aku benar-benar kecewa dengan keputusannya.Fikiran kotorku menduga, mungkin ia sudah punya yang lain diJawa, hingga dengan mudah melepaskanku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Dua Puluh Tujuh
Sedetik dunia terasa bagiku bagaikan permainan komidi putar,
permainan yang tidak aku sukai, sejak aku masih kecil.
sebentar sedih, sebentar senang, kadang takut, kadang ingin marah,
sebentar lagi berganti kebingungan dan kejutan. Juga ketika pagi ini
aku lihat pamanku ( saudara perempuan ibu ) sibuk membawa setumpuk kertas
yang ia bungkus diplastik transfaran. Setelah datang, ia pergi beberapa jam
kemudian datang lagi. " dari pada penasaran kucoba menanyakan ada
apa gerangan yang ia sibukkan. Secara selama ini, ia terkenal dengan orang yang
paling pelit waktu dipihak keluarga ibu. Justru hari ini sepertinya ia menghabiskan
banyak waktu pulang pergi kerumah.
" Paman sibuk ngurus apa sih, ngak capek ya puasa gini kataku padanya.
" Yang namanya melakukan sesuatu terntulah capek Najwa, apalagi dengan perut kosong seperti ini. Tapi, kerja baik ngk baik ditunda- tunda jawabnya.
" Maksud mamak apa sih kerja baiknya ? tanyaku penasaran
" Maksudnya persiapan pernikahanmu dengan Ananda Hafis Abdullah. Alhamdulillah...
sudah selesai urusan NA, Karna Najwa dan Abdullah dijodohkan, dan Nak Hafis seorang Ahli Andrologi, rangkaian tes dipuskesmas ditiadakan, Selanjutnya nak Hafis sendiri yang akan mengeluarkan surat pemeriksaan atas Najwa.
" Maksudnya apa sih paman, Najwa masih bingung?
" Maksudnya kalian akan dinikahkan pada malam Dua Puluh Tujuh Ramadhan Ini, Dirumah ini,Ba'da taraweh...
" A,,,,A...Apa?
Sedetik dunia terasa berputar bagiku. Bagaimana bisa mereka merencanakan
dan memutuskan peristiwa paling sakral dalam hidupku dengan semudah dan secepat ini tanpa membicarakan dan menanyakan perasaanku??? Ya Tuhan..
Memang kalau dilihat dari pandangan mata biasa aku sangat beruntung dijodohkan dengan seorang Dokter Spesialis yang ganteng itu, apalagi akukan pariban jauh dokter itu,
masih banyak yang lebih dekat dan lebih cantik dari aku diantara paribannya. Beruntung sekali ya, si Najwa itu,
dia cuma tamat SMA dilamar sama orang besar seperti Dr Hafis Abdullah!
begitu yang aku dengar sih dari, orang- orang yang masih sempat menggibah ditempat ibadah.
" Ya, Orang bahkan orang tuaku tak tau bagaimana perasaanku , Belum kering luka dihatiku Karna putus cinta yang terpaksa, sekarang aku akan menikah secepat itu. Tinggal satu minggu
Lagi. andai aku punya mesin waktu seperti dora Emon dan Novita, ingin rasanya aku menghentikan
waktu, atau bahkan kembali kemasa lampau, masa kecil yang bebas penuh canda dan tawa tanpa harus datang kemasa ini.
" Sudah lah Najwa... Kamu siapkan saja dirimu, Masa depan yang lebih baik menantimu..
Bicarakan dengan ibumu, Paman pulang dulu ya, sebentar lagi Zuhur.
diusapnya kepalaku sebelum berlalu.
Setelah zuhur, kusempatkan membuka Hp yang ia berikan. Baru kali ini aku aktifkan HPnya
Ternyata sudah banyak pesan yang ia kirim baik WA ataupun Pesan biasa.
Uih....Minat juga kayaknya dia dijodohin, nih sok baik dan sok sayang sekali dari kata-katanya,
komenku dalam hati begitu membaca semua pesannya.
Malam 27 itupun tiba, aku dan dia akhirnya Resmi menikah, disaksiakn ribuan penduduk kampung.
sedangkan untuk resepsi direncanakan setelah labaran. Orang tua kami terlihat merasa puas,begitu
para saksi menyatakan syah. Sedangkan aku benar-benar masih dalam kebingungan, harus ucap apa
diriku. Sedangkan dia kulihat sangat tenang dengan senyum yang tak hentinya ia pamerkan dari sudut
bibirnya yang... kalau boleh jujur memang ia sempurna untuk ukuran fisik pria dewasa masa kini.
crtanya ini jg spt kisahq dulu..
takdirq tdk brsama kekasihq...
tp alhmdulillah.. walau tak bersamanya tp bhgia.. 😊😊