Indonesia
NovelToon NovelToon
JODOHKU (Cinta Pertama Yang Belum Kelar)

JODOHKU (Cinta Pertama Yang Belum Kelar)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:98.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Fitri

JODOHKU (Cinta Pertama Yang Belum Kelar)
Setelah sekian lama akhirnya Danisa dipertemukan dengan Bumi di kesempatan yang tak terduga. Danisa dan Bumi dipertemukan dalam perjodohan. Bumi adalah cinta pertama Danisa saat SMA. Lebih tepatnya cinta pertama yang belum kelar, pasalnya saat itu Bumi sudah memiliki pacar. Sehingga Danisa hanya memendam perasaannya dalam hati sampai saat ini pun. hingga pada akhirnya orang tua mereka menjodohkan mereka berdua.

Bagaimana kisah Danisa dan Bumi setelah dijodohkan??
Akankah Bumi memiliki perasaan yang sama pada Danisa??

Jangan lupa ikuti kisahnya ya...
Bantu author dengan like, komen dan vote nya ya...
Terima kasih 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 Kemarahan Dian 2

"Tadi itu seperti bukan Dian." Ucap Rani. "Aku nggak pernah liat dia sekasar itu. Walaupun kami nggak dekat banget tapi aku cukup tahu gimana dia." Rani masih terlihat heran dengan perubahan sikap Dian.

Mungkin karna perjodohanku dengan Bumi. Mungkin Dian merasa aku merebut Bumi darinya. Tapi apakah hal seperti ini bisa di katakan merebut?? Sedangkan perjodohan ini di luar kehendakku. Kalau saja tante Anggun tak sakit parah, aku akan memilih untuk menolaknya.

"Mungkin karna cintanya pada Bumi terlalu besar, Ran. Dan kenyataan bahwa cintanya pada Bumi nggak bisa bersatu. Mungkin karna itu. " Kataku menanggapi.

"Cinta sih cinta tapi nggak gitu juga, Sa." Ucap Rani sembari menerima satu cangkir kopi yang aku buatkan untuknya. "Oh ya, kamu belum cerita, gimana ceritanya kamu dijodohin sama Bumi?" Tanya Rani setelah meneguk kopinya.

"Aku sendiri nggak menyangka, Ran. Semuanya terjadi secara tiba-tiba." Jawabku. Bumi sekeluarga datang kerumah, mamamya Bumi bersikeras ingin menjodohkan kami." Lanjutku. Rani pun tahu selama delapan tahun ini aku menghindari Bumi. Dan menolak bertemu dengannya. Hanya kabarnya saja yang aku dengar tapi aku menghindari pertemuan dengannya. Tapi siapa sangka takdir tetap mempertemukan kami pada akhirnya.

"Emang dasarnya jodoh kalau gitu, Sa." Ucap Rani manggut-manggut. "Waaah, ini kalau sinetron judulnya JODOHKU CINTA PERTAMAKU." lanjutnya sembari tertawa.

"Apaan sih, Ran? Dikasih judul segala, emang kamu pikir sinetron." Kemudian kami tertawa bersama.

Kalau dipikir-pikir ya bisa dikatakan seperti itu. Jodohku, cinta pertamaku. Takdir memang sama sekali tak bisa di tebak. delapan tahun aku menghindarinya tapi tetap di pertemukan.

"Terus gimana rasanya ketemu Bumi setelah sekian lama? Coba deh aku penasaran." Rani sepertinya sedang menggodaku.

"Apa sih, Ran? Udah deh nggak usah ngeledek." Sungutku. Ku jitak kepalanya.

"Cie cie." Walaupun sudah kujitak kepalanya Rani masih saja menggodaku. "Aku tuh nanya serius, Sa. Gimana perasaan kamu setelah sekian lama nggak ketemu Bumi?"

Aku diam sejenak.

"Jujur, aku masih berdebar waktu Bumi ada di dekatku." Jawabku. "Tapi aku nggak mau terlalu banyak berharap. Biar waktu aja yang jawab semuanya." Sambungku.

"Cie cie." Rani menggodaku lagi.

Tawanya semakin keras melihat pipiku bersemu merah karna godaannya. Dia terus saja menggodaku. Sepertinya Rani sangat menikmatinya.

"By the way, kamu nggak cemburu gitu calon suamimu tadi jalan sama perempuan lain? Aku lihat kamu kok biasa-biasa aja." Tanyanya setelah tawanya reda dan setelah puas menggodaku.

"Entahlah, perjodohan ini belum membuatku benar-benar merasa bahagia." Jawabku.

"Kamu nggak bahagia? Bukannya kamu cinta sama, Bumi?" Tanyanya heran.

"Iya, memang seperti itu. Tapii...." Aku menghela napas pelan sebelum melanjutkan ucapanku. "Cinta Bumi hanya untuk Dian. Walaupun aku menikah dengannya aku hanya akan memiliki fisiknya bukan hatinya." Lanjutku.

"Udah nggak usah sedih. Aku yakin suatu saat hati Bumi cuma buat kamu." Rani tersenyum padaku. "Takdir berpihak padamu, Danisa." Kemudian dia memelukku.

"Terima kasih Rani. Kamu yang terbaik." Aku Mencubit kedua pipi Rani setelah melepas pelukan Rani.

"Adu-duh. Sakit tahu! Tadi dijitak sekarang dicubit, demen banget nyiksa sahabat sendiri." Aku tertawa mendengar ocehannya. "Baiklah, malam ini aku ada jadwal terbang, aku pamit ya." Rani kembali memelukku. Berat rasanya ditinggal Rani. Akan sangat lama untuk bertemu lagi.

"Pantes aja kamu nggak mau batalin perjodohan kamu sama Bumi, ternyata kamu cinta sama Bumi?" Tiba-tiba Dian masuk keruang kerjaku. Aku dan Rani tentu saja terkejut. Kami berdua reflek berdiri dari tempat duduk kami. "Aku udah dengar semua yang kalian bicarakan. Kamu, Danisa!" Dian menunjuk ke arahku. "Kamu munafik! Mamanya Bumi kamu jadikan alasan untuk menolak membatalkan perjodohanmu dan Bumi. Munafik kamu!!" Suara Dian menggelegar di ruanganku.

"Di, walaupun Danisa emang cinta sama Bumi, tapi perjodohan ini sama sekali di luar kemauannya." Rani mencoba menjelaskan pada Dian. Sedangkan aku masih diam.

"Diam kamu, Ran!!" Dian membentak Rani. "Aku nggak ada urusan sama kamu!!" Kali ini pandangan Dian beralih menatapku. "Apapun alasannya seharusnya kamu menolak dijodohkan dengan laki-laki yang sudah punya kekasih. Dasar pelakor!!!" PLAK!!! Tanpa disangka-sangka Dian menamparku.

Aku meringis kesakitan. Tak menyangka Dian akan menamparku. Matanya nyalang dan dia benar-benar sangat marah saat ini.

"Di, apa yg kamu lakukan!!" Teriak Rani. Rani berdiri di depanku mencoba melindungiku. "Kenapa kamu jadi kayak gini, Di?" Rani sedih melihat sepupunya jadi seperti ini karna rasa sakit hati.

"Kamu tanya aku kenapa? Ini semua gara-gara temen kamu ini, dia udah merebut kebahagiaanku!" Tatapan Dian nyalang padaku.

"Aku nggak pernah merebut kebahagiaanmu, Di!" Kali ini aku angkat bicara. "Hal ini bukan kemauanku."

"Jelas ini yang kamu harapkan!! Nggak usah munafik!! Hahaha... Bumi cinta pertama kamu, pasti kamu bahagia dijodohkan dengannya."

"Enggak, aku sama sekali enggak pernah berharap." sanggahku. Karna selama ini aku menjauh dari Bumi. Delapan tahun kami tidak pernah bertemu. Delapan tahun aku merasakan ketenangan hidup. Tanpa kecewa seperti waktu itu. Dan juga seperti saat ini. Dijodohkan dengan cinta pertamaku yang tetap saja tak memiliki rasa cinta untukku.

"Percuma apapun yang aku katakan kamu nggak akan percaya. Sekarang aku minta kamu pergi dari sini!" Aku mengusir Dian. Aku berusaha setenang mungkin. Aku tak mau ada keributan di butikku. Aku takut akan ada pelanggan yang mendengar keributan disini.

Dian menghentakkan kakinya. Kemudian keluar dari ruang kerjaku. Setelah Dian hilang dari pandangan aku terduduk tak menyangka hal ini akan terjadi. Tak menyangka perjodohan ini membuat kami saling menyakiti seperti ini.

"Kamu nggak apa-apa, Sa?" Rani mendekat ke arahku kemudian memelukku. Aku hanya diam tak menjawab. "Apa Bumi perlu tahu kejadian ini?" Tanyanya lagi. Dan aku hanya menggelengkan kepalaku.

"Aku jadi nggak tega harus ninggalin kamu, Sa." Ucap Rani setelah melepas pelukannya.

"Nggak apa-apa, Ran. Kamu harus bekerja, kan? Udah sana pulang." Aku tersenyum pada Rani.

"Yakin?"

Aku menggangguk. Kemudian Rani pamit pulang. Dia harus mempersiapkan keperluan untuk terbang nanti malam. Aku mengantarnya sampai ke pelataran butik. Aku masuk kembali ke dalam butik setelah melihat mobil Rani hilang dari pandangan.

"Bu Danisa!" Panggil Rita setelah aku masuk ke dalam butik.

"Ada apa, Rit?" Tanyaku. Kemudian Rita menghampiriku.

"Tadi ada seorang laki-laki yang datang ingin bertemu dengan ibu. Karna saya pikir beliau teman bu Danisa, saya persilahkan langsung ke ruangan Bu Danisa." Jawabnya.

"Teman laki-laki?" Aku mengernyitkan dahi. Aku bingung karna tak ada teman laki-laki yang masuk ke ruanganku. Hanya ada Rani dan Dian saja tadi.

"Iya, bu. Beliau sudah beberapa kali datang ke sini." Jawabnya. "Tapi beliau langsung keluar lagi setelah mendengar keributan tadi, bu." imbuhnya.

Yang beberapa kali datang kesini?

Teman laki-laki yang beberapa kali datang kesini seingatku hanya Abimana dan Bumi saja. Kira-kira siapa yang datang?

Tapi sudah lama Abimana tidak kesini karna dia harus mengurus bisnis kulinernya di Jogja. Ya Abimana adalah salah satu laki-laki yang pernah dekat denganku, tapi hanya sebatas dekat. Sudah beberapa bulan kami tak bertemu karna kesibukannya.

Apakah Bumi??

"Kamu tanya namanya?" Tanyaku.

"Saya lupa, Bu." Rita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya sudah, kalau penting nanti pasti kembali ke sini."

"Maaf, bu kalau saya lancang. Tadi saya dengar diruangan ibu gaduh sekali, apakah ibu tidak apa-apa?" Mungkin Rita juga terkejut dengan kejadian diruanganku tadi. "Perempuan yang terakhir datang tadi tiba-tiba langsung masuk bu, dan dia bilang sudah janjian sama ibu."

"Nggak apa-apa, Rit." Ucapku. "Oh ya, jangan kasih tahu Bunda ya tentang kejadian ini." Pintaku pada Rita dan dia mengangguk. Kemudian aku meninggalkan Rita. Aku merasa lelah sekali. Aku ingin istirahat sebentar diruanganku. "Satu lagi, Rit, aku ingin istirahat sebentar kalau ada yang mau bertemu katakan aku ada meeting dan tak bisa diganggu." Aku menghentikan langkahku dan berpesan pada Rita.

"Baik, Bu." Jawab Danisa.

Aku mengunci pintu ruanganku, kemudian merebahkan tubuhku di sofa. Aku ingin tidur sebentar. Kepalaku pusing sekali. Aku mengatur alarmku agar tak terlalu lama tertidur. Satu jam saja sudah cukup rasanya. Saat ini jam tiga sore, jam empat aku akan pulang. Aku sangat lelah.

1
Ayu Fitri
🤣🤣🤣
Diana M
lanjut toor ja❤❤
Diana M
yehh saaaah 😘😘😘
Diana M
wuih mau apa nih
Diana M
oh dian kenapa kau??
Diana M
😘😘😘
Diana M
👍👍 toor ❤
Diana M
bumi cemburu
Diana M
😥😥😥😥
Diana M
😥😥😥
Diana M
cie danisah 😘😘😘
Diana M
😥
Diana M
😘😘😘
Diana M
bumi misterius 😘
Diana M
😘😘😘😘👍
Ayu Fitri: terima kasih kak sudah mampir🥰🥰🥰
total 1 replies
Halina
tegas atuh danisa jgn ngikutin alur doang ,cinta sih cinta tp kalo apa apa nurut gitu dimana bumi mau usaha ,ga ada usaha sm sekali buat mastiin kamu
Ayu Fitri: terima kasih kak
udah mampiir🥰🥰
total 1 replies
Halina
merka sama sama cinta pertama nya 🤣🤦🏻‍♀️
Ayu Fitri: terima kasih kak sudah mampir🥰
total 1 replies
Ginger CarameLova
baca sambil senyum2 sendiri😍😍😍
Ginger CarameLova
asseekk.. lanjutkan lanjutkan🤣
Ginger CarameLova
Danisa yang di kiss gue yang megap2.. 🥲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!