Kehidupan yang semula biasa - biasa saja berubah ketika desi bertemu dengan ceo itu...
Dia yang berusaha bekerja keras untuk bisa menjadi pegawai tetap sepertinya akan sia - sia....
gumana kelanjutan nya....
Baca yuuk gUys....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAREDH_EV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KESEMPATAN TERAKHIR
Hal itu lagi yang dia inginkan hingga aku terpojokan.
" sudah jangan mengungkit masalah itu lagi, saya tidak tau dan sama sekali tidak mau tau tentang itu.!! " kerasku menjawab nya
Dengan kerasnya dia memegang lenganku dan berkata ini yang terakhir, ini ku beri kesempatan yang terakhir kalinya untuk kau benar - benar memikirkan apa jawaban nya, yang terakhir ini. Dia menggoncangkan tubuhku seakan dia kecewa terhadapku. Aku akan menunggu jawabanmu setelah selesai makan malam ini.
Dan jika jawabanmu masih salah, Besuk pagi nantikan hukumanku untukmu di depan kantor agar semua pegawai tau bahwa kau menciumku di depan kantor,"
Apa, harus ku jawab malam ini juga setelah selesai makan malam. Dia melepaskan genggaman nya dan beranjak pergi.
"Jangan pernah meremehkan aku, karena aku mampu berbuat lebih dengan mu untuk jawaban salahmu nanti, jadi pikirkan lagi dengan benar - benar. Dan ingat aku adalah orang yang memegang omonganku, jadi persiapkan dengan benar jawabanmu."
Kembali ke ruangan makan malam, semua kembali seperti semula, suasanya yang wajar ketika makan malam karyawan terjadi. Obrolan mereka yang terlihat sudah terbiasa mengobrol dengan ceo menambah asik nya malam ini bagi mereka, namun tidak untuku. Aku yang termenung sendirian di sebelah persis ceo meneguk terus minuman yang di jajakan di atas meja. Padahal aku tahu batas kemampuanku untuk minum, tapi karena ulah nya yang membuatku frustasi hingga mengharuskanku minum melebihi batas kemampuanku.
Teringat Ria yang akan memarahiku ketika dia tau aku minum lebih dari kemampuanku, sudah terbayang jelas dia akan memarahiku. Apalagi ini jadwal nya untuk dia tidur dirumahku.
Tenggorokanku terasa kering bila ku ingat tadi.
" bila kau tidak bisa menjawab "
Pertanyaan itu membuatku haus dan merinding setiap mengingatnya. Jantungku berdetak dengan cepat, apa perlu aku sampai begini.? Cukup malam ini minum yang banyak - banyak hingga aku mati. In semua akan cepat berlalu jika aku mati karena kelebihan minum malam ini.
Minum, minum, dan minum saja untuk malam ini.
Sampai pada gelas terakhirku, namun ada tangan ceo yang menghentikan gelas yang akan aku angkat ini, tiba - tiba dia mengambil gelas itu dari genggamanku. Tak kusangka dia meminum gelas terakhirku, glek... glek.... dan tak_ suara gelas yang di taruh nya di atas meja sedikit menyadarkanku dari lamunanku.
" mari kita pulang, ini sudah larut malam. " ajaknya untuk kembali kerumah masing - masing.
" biarkan aku yang menraktir kalian semua,"
Akhirnya gelas terakhir tak bisa ku minum, tak bisa aku mati malam ini. Dan tiba - tiba dia mengeluarkan kartu black diamon milik nya yang tanpa unlimited, kartu itu sanggup membuat mata semua karyawan terbelalak hanya dengan melihat nya, ya mereka semua pastinya tau kegunaan dari kartu itu. Kartu hitam yang tidak ada batas atau tidak ad limit nya, bisa untuk membeli gedung tinggi. Rasa terimakasih yang mereka ucapkan berulang kali, dan ya mereka bisa memanfaatkan kesempatan untuk menjilat ceo.
Kami pun berbondong - bondong keluar, sesampainya di luar dengan aku yang berjalan bergelak gelok karena rasa pusing yang bersarang pada kepalaku. Ceo bertanya padaku dimana rumahku, padahal sudah jelas dia tau alamat rumahku. Dia memaksa untuk pulang bareng dengan nya karena searah jalan pulang nya, tapi sepertinya itu hanya alasan nya untuk lebih menindasku lagi, menolak pun percuma karena dia memaksaku dengan mengancamku. Meski aku beralasan masih ada bis terakhir yang jalan dia tetap saja mengancamku akan melakukan hal itu sekarang. Dengan karyawan - karyawan yang lain yang tidak sedang menghiraukan kamu berdua, mereka semua sibuk dengan memanggil taxi online. Untung nya mereka semua setengah sadar, karena tiba - tiba ceo menarik tanganku dan memaksaku untuk masuk ke dalam mobil.
Sebelum akhirnya kita berpisah dan berpencar untuk pulang kerumah masing - masing, ada ucapan terimakasih ceo telah menraktir kita malam ini. Dan dia menjawab nya dengan senyuman manis berkata iya sampai ketemu hari senin..."
Entah ada yang sadar atau tidak kami bergandengan tangan dan pergi menjauh dari kerumunan mereka kearah parkiran mobil.
Selama perjalanan menuju mobilnya tak sepatah katapun dia ucapkan padaku hingga tepat di depan mobil dia berkata " urusan kita belum selesai " seringai an nya..
" cepat masuk kemobil " suruh nya
Dan aku masih belum sadar benar sampai - sampai aku mengatakan hal yang sedikit kurang ajar padanya.
" tuan saya benar - benar tak tau jawaban nya, saya sudah capek berfikir yang bahkan saya tidak tahu jawaban nya, terserah anda mau menghukum saya seperti apa besuk, jawaban saya tetap sama tidak tahu.!!!!" aku berteriak di depanya.
" baiklah tak perlu kamu untuk menjawabnya, jadi dengarkanlah perkataanku ini. " tegas nya
" apa yang dikatakan. ?"
" karena desi sampai akhirpun tak tahu jawaban nya jadi aku sendiri yang akan memberi tahu mu jawaban nya, jadi cepatlah masuk mobil" sambil membukakan pintu mobil nya.
Akhirnya aku duduk di dalam mobil dengan dia yang duduk di kursi supir, dia yang mengemudi sungguh membuatku terpesona. Ah, apa sih yang ada dibenaku saat ini..! Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
" Baiklah dengarkan dan jawab pertanyaanku, apa kau pernah merasa kesal dengan seseorang.. ? " wajahnya serius bertanya tapi matanya fokus kearah depan untuk mengemudi.
" iya, pernah.." singkat ku jawab
" Apa kau pernah disakiti atau dihianati pacarmu sebelum nya. ? " pertanyaan nya seperti sedang mengujiku.
" saya belum pernah pacaran tuan. " renungku
" itu aku pun tahu, tapi pastinya kamu pernah menyukai seseorang kan.. ?"
" pernah ada tuan "
" tuh kan ada, siapa ? kau begitu menyukainya. ?"
" maaf tuan, saya sama sekali tidak ingin membicarakan nya, "
" kenapa ?"
" karena semua lelaki yang aku sukai hanya akan memanfaatkanku, dan pada akhirnya aku yang akan tersakiti. "
" aku percaya bahwa pasti akan ada yang menyukaiku dengan tulus, namun apa semuanya palsu, mereka hanya ber akting di depanku untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan."
Bila ku ingat kembali masa - masa itu aku merasa kesal sekaligus sedih, jadi selama in aku tak pernah mengungkitnya kembali, tapi dia bertanya padaku tentang masalah ini, ini membuatku mengingat rasa sakit yang pernah ku alami dulu, hingga sekarang aku masih teringat betapa semua rasa itu hanya sia - sia dan bodoh. Dan akhirnya aku menceritakan semuanya malam ini pada ceo.
" ada seorang lelaki yang mendekatiku hanya untuk membuat rumor dan agar mengalihkan gosip dari nya dan pacar selingkuhan nya, padahal aku berharap lebih padanya "
" apa masih ada lagi. ?"
" ada, dia juga yang pernah dekat denganku tapi hanya menjadikan ku jalan cinta untuk nya dan temanku berkencan, dan itu terasa sakit ketika melihat orang yang kau cintai mencintai sahabatmu sendiri.. hix hix hi" tak terasa air mata ini mengalir begitu saja, karena selama ini aku hanya memendam perasaan ini....
#####BERSAMBUNG......
terus baca yaaa, dan maaf kan apa bila masih banyak kesalahan, masih tahap belajar..
jangan lupa like, komen dan vote nya..
trimakasih,