Ana merupakan gadis sebatang kara yang tidak mempunyai siapapun di dunia ini kecuali dirinya sendiri, dia gadis yang sangat cantik dan selalu bersemangat untuk apapun itu, meski kehidupannya pas- pasan ia tidak pernah mengeluh dan terkadang ia harus mencari penghidupan di bawah hinaan teman- temannya dengan kedok bercanda, hingga suatu hari ia menghilang tanpa jejak walaupun sering di jadikan sebagai bahan candaan tetapi banyak orang juga yang mencari keberadaannya, bukti bahwa semua orang membutuhkan Ana, Ana hilang di bawa oleh seseorang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifatun Khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB VII Hampir Terbunuh I
Malam ini belum usai tiba – tiba Jhonny yang awalnya menatap Ana pun bangun dari kursinya dan menuju ke arah pintu Jhonny mengunci pintu ruangan, kini hanya Ana dan Jhonny yang berada di dalam ruangan suasana yang begitu mengcekam begitu terasa , begitu pun juga Ana yang lebih banyak merasa tekanannya, Ana bahkan hampir tidak bisa berkutik di hadapan Jhonny yang awalnya benyak bicara, Ana makin menyadari kesalahannya, ia belum paham bahwa yang ia hadapi bukan laki - laki pada umumnya, laki – laki yang ia hadapi sekarang ini mempunyai masalah kesehatan psikologi yang sudah lama dan tidak pernah pernah mengobatinya. Jhonny hanya berjalan santai kesana dan kemari tepat di hadapan Ana, membuat Ana semakin gugup.
Pelayan Ana menyadari mungkin ada yang tidak beres dengan Ana sekarang ini pasalnya Ana belum juga keluar dari ruangan tuannya itu, kemudian pelayan menelepon ibu Jhonny yang kebetulan mereka sudah tidak satu rumah lagi dengan Jhonny , sejak usia Jhonny tujuh belas tahun ia sudah memilih mempunyai hunian sendiri sedangkan ibu serta adiknya tinggal bersama lalu kakek dan neneknya tinggal di daerah yang berbeda, pelayan Ana meminta tolong untuk ibu Jhonny datang menjenguk Jhonny sekarang pelayan pun menceritakan semua kejadian selama satu minggu kepada ibu Jhonny, bahwa ada anak gadis yang tinggal bersama dengan Jhonny, ibu Jhonny yang bingung antara senang atau takut karena, ia tidak mau ada seseorang yang bernasib seperti suaminya ketika Jhonny marah tapi di sisi lainnya ia merasa agak lega karena putranya mungkin sudah mulai membuka pintu hatinya kepada orang lain untuk bersosialisasi.
Ibu Jhonny pun segera bersiap siap untuk datang ke rumah Jhonny, sesampainya di sana pelayan Ana langsung menghampiri ibu Jhonny, dengan muka yang agak panik pasalnya sudah ada hampir satu jam lebih Ana berada di dalam ruangan dan juga belum keluar, di dalam ruangan Jhonny mulai berjalan menyalakan lilin aroma kesukaan Jhonny, ia berjalan mengelilingi ruangan dengan lilin di tangannya lalu ia mendekati Ana sengaja memiringkan lilin ke arah pundak Ana, sambil mempelkan kepala Jhonny ke pipi Ana, Ana yang terkejut ada lelehan lilin yang menetes di pundaknya pun terkejut dan agak berteriak, tapi ia tidak bisa kabur sebab lengan Jhonny merangkul di lehernya.
Ibu Jhonny yang hampir sampai di depan ruangan anaknya itu pun mendengar suara teriakan gadis dari dalam ruangan walaupun tidak terlalu jelas suara teriakan itu, tapi itu cukup meyakinkan ibu Jhonny bahwa di dalam gadis itu sedang tidak aman, walaupun Jhonny begitu Jhonnny bisa saja mencintai dan melukai gadis itu secara bersamaan. Ibu Jhonny langsung mengetuk pintu dan memanggil nama Jhonny, Ana yang terkejut dan Jhonny agak terkejut juga kenapa tiba- tiba ada suara ibunya datang kerumah ini, kemudian ia pun terburu- buru membukakan pintu untuk ibunya
Disini Ana merasa agak lega, tetapi Jhonny dengan agak gugup menjawab bahwa dirinya sedang sibuk dan menyuruh ibunya pergi jangan menganggunya lagi, karena ia sedang bersama seseorang ibunya yang tahu pun langsung memanggil gadis tersebut, tetapi Jhonny dengan cepat - cepat megalihkan dengan berkata dirinya sedang menikmati waktu bersama gadisnya, Ana yang hendak menjawab pun melihat kode tangan dari Jhonny untuk tidak menjawab ibunya dengan begitu Jhonny dengan mudah menjawab, Jhonny menjawab bahwa gadis ku malu ketika saat – saat seperti ini dan meminta ibunya untuk segera pergi dari rumahnya, Jhonny beralasan untuk ibunya segera pulang karena takut adiknya akan mencarinya karena ini sudah malam.
Ibu Jhonny yang tidak dapat membantah lagi pun hendak pergi tetapi ketika hendak pergi ibunya berpesan untuk Jhonny selalu hati - hati terhadap perasaannya itu, Jhonny hanya mengangguk untuk memastikan ibunya sudah pulang ,Jhonny melihatnya di jendela yang ada diruangan yang mengarah pintu gerbang keluarnya, I ketika sudah memastikan ibunya pulang Jhonny melihat - lihat lagi laci sambil meneluarkan pisau kecil, Ana yang melihatnya semakin gugup kalaupun ia teriak tidak akan ada orang yang bisa menolongnya, lalu tangan Ana di tarik dan di bawa keruangan rahasia Jhonny tidak ada seorang pun yang pernah masuk selain Jhonny sendiri, bahkan ia tidak menyuruh pelayan untuk membersihkan ruangan itu ia membersihkannya sendiri di dalamnya terdapat banyak senjata, minuman anggur dan dokumen- dokumen pentin lainnya.
Tidak ada jendela hanya ada kursi hitam panjang , AC, gelas dan baju piyama di tengah tengah semua itu, jika di lihat agak mengerikan ruangan rahasia Jhonny karena semuannya bertema hitam semua dengan lampu kuning. Ana di dorong masuk kedalam lalu Jhonny memeluk Ana dari belakang, Ana yang terkejut dan teringat kejadian yang ia alami di Blue House pun langsung melepaskan pelukan Jhonny dan berjalan mundur.
Jhonny " Kenapa bukan kah kau tadi sudah memanggilku sayang, apa salahnya aku memeluk istriku (smirk menggoda Ana, karena wajah Ana terlihat ketakutan ) "
Ana " Aku bukan istrimu…aku hanya"
Jhonny " ( langsung memotong perkataan Ana, dan melihatnya gemetar ) Kau takut?, pilihlah kau mau berakhir dengan senjata yang mana karena di ruangan ini adalah senjata dengan edisi terbatas, dan dengan kemampuan yang super, jadi tidak akan terlalu sakit "
Jhonny melangkahkan kaki menuju rak minuman anggur, ia memilih anggur keluaran tahun delapan puluhan dimana satu botolnya mempunyai harga yang fantastis, ia menuangkannya di gelas kecil ,ia meminum beberapa tegukan karena Jhonny merupakan peminum yang handal, anggur dengan keluaran tahun berapapun ia punya dan hanya mempunyai sedikit efek untuk Jhonny, kemudian ia menghampiri Ana kembali dan menyodorkan anggur yang ada di tangannya ia menawarkan anggur kepada Ana, tetapi Ana menolak ia berkata tidak bisa minuman keras dan tidak berani untuk minum.
Jhonny yang menginginkan Ana untuk minum di gelas yang sama dengannya, Jhonny kepada Ana pun mulai memasang muka datar dan memaksa Ana untuk minum, tetapi Ana tetap tidak mau dan Ana pun terjatuh kebelakang Jhonny yang melihat Ana terjatuh pun langsung menindih tubuh Ana dan membuka paksa mulut Ana, Ana yang tidak terima dan tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tangan Jhonny, niat Ana hanya melawan saja tetapi saat gelasnya terlempar dan pecah Jhonny pun langsung mengambil botol anggur ia meminum anggur langsung dari botolnya, Ana yang melihat kesempatan itu pun langsung berdiri dan lari dari ruang rahasia, tetapi sialnya ia lupa bahwa pintu ruangannya sudah di kunci oleh Jhonny, Jhonny yang sedikit marah pun langsung mengampiri Ana dan menyodorkan botol anggur itu ke mulut Ana, kali ini Ana tidak bisa melawan lagi karena kedua tangan Jhonny memegang pipinya untuk membuka mulutnya sedangkan tangan yang satunya untuk menuangkan anggur ke mulut Ana, Ana mulai menangis melihat Jhonny seperti itu tetapi di sini Jhonny masih gelap mata ia tidak sadar bahwa Ana sudah menangis karena ia tidak bisa bernafas karena tidak ada waktu jeda minuman anggur masuk kedalam mulutnya…