Kisah cinta antara manusia dan bangsa vampir membuat keduanya selalu dalam bahaya dalam melangsungkan hidup yang bahagia.
Claudia Mirae merupakan gadis yang memiliki darah keturunan yang unik sebab terlahir dari rahim manusia dan berdarah manusia namun memiliki ayah yang merupakan raja dari bangsa vampir.
Sejak terlahir ke dunia ia bahkan otomatis harus kehilangan ayah serta ibunya sebab diburu oleh bangsa vampir yang enggan memiliki hubungan baik dengan bangsa manusia seperti ibunya.
Claudia bahkan mendapatkan prilaku buruk dari orang tua angkat serta teman teman disekolahnya hingga membuatnya harus tersesat di hutan yang merupakan tempat tinggal bangsa vampir terbesar.
Takdir menuntunnya harus bertemu dengan seorang kesatrian vampir bernama Kevin Willson yang tak lain adalah putra semata wayang dari raja vampir yang dulu membuat ibu serta ayahnya terbunuh secara sadis.
Akankah Claudia dan Kevin bisa membuat dinding permusuhan antara manusia dan vampir runtuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sari Nurdiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahu
Claudia menatap sendu pada pria paruh baya di depannya. Kakinya gemetar serta keringat dari tubuhnya mulai mengalir dengan deras. Ia benar benar ketakutan ketika melihat sosok Xander sang raja vampir yang baru saja tiba di gerbang kastil.
Raja yang baru saja tahu bahwa ada seorang manusia kini tinggal didalam kastilnya segera memanggil Kevin untuk menjelaskan asal usul manusia yang ia bawa. Namun belum sempat ia memanggil sang putra, Claudia dengan spontan malah bertanya hal yang cukup membuat Xander tersenyum. Matanya kini tepat mengarah pada liontin yang Claudia kenakan.
"App...ap..apakah tuan se..seorang vam"
"Benar. Aku vampir dan kau adalah putriku"
Mata Claudia membulat sempurna. Ucapan dari raja vampir itu benar benar membuatnya mati kutu dan terkejut setengah mati. Apa yang diucapkan Xander padanya sungguh membuat Claudia membelalak.
"Put..putri"
"Ya, kau putriku. Kau putri sahabat baikku"
"Maksud anda?" Claudia kembali bertanya dengan rasa penasarannya.
"Sudahlah nanti akan aku ceritakan semuanya. Sekarang kau ikut saja denganku dan akan ku pastikan kau aman" Xander menatap liontin biru yang Claudia kenakan.
Xander bahkan tampak senang ketika melihat liontin biru yang dikenakan Claudia di lehernya sebab selama ini ia telah mencari gadis yang merupakan anak dari raja terdahulu dengan ciri kalung tersebut.
Kalung liontin yang digunakan Claudia bukanlah kalung biasa. Namun, liontin itu dapat mengeluarkan kekuatan yang dahsyat jika pemiliknya itu mampu mengendalikan kekuatan yang ia miliki.
Dengan sekali tatapan saja Xander sudah tahu bahwa Claudia adalah anak dari Raja Vallen dan seorang manusia bernama Ivana.
Dan inilah kesempatan emas yang selama ini di nantikan oleh Xander. Menemukan liontin biru dengan kekuatan yang dahsyat untuk dijadikan sebagai senjata perangnya bersama bangsa vampir dari daerah sebrang.
Xander yang memiliki ambisi bisa menguasai seluruh bangsa vampir dari penjuru dunia, tahu bahwa liontin yang di miliki Raja Vallen adalah liontin yang sangat kuat. Liontin itu mampu menghancurkan benda dari jarak dekat dan mampu memancarkan sinar yang sangat ditakuti bangsa vampir itu sendiri.
Raja Xander tampak senang dan menggenggam tangan Claudia dengan sangat erat. Ia bahkan tak membiarkan gadis itu mengatakan apapun dan anehnya Claudia seolah terhipnotis oleh sang raja sehingga dirinya menurut dan berjalan beriringan dengannya.
Claudia kembali masuk kedalam kastil dan seluruh vampir kini tunduk memberi hormat pada raja yang berada di sampingnya. Bahkan saat Kevin yang baru saja ingin mencari Claudia, berdiri mematung kala melihat sang gadis saat ini malah bersama ayahnya sendiri.
Kevin membungkukan badan dan kembali menatap Claudia dengan penuh kemarahan. Gadis itu benar benar membuat Kevin kesusuhan sebab kabur dari ruang bawah tanah yang aman untuknya. Sama halnya dengan William yang terpaku menatap Claudia yang kini tengah di pegang erat oleh raja vampir.
"Kau ikut aku ke ruang atas" Xander memberi perintah pada Kevin yang hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja.
Xander berjalan menaiki tangga dengan Claudia yang masih mengikutinya di belakang. Raut wajah bahagia serta senang dari Xander mampu membuat Claudia tak merasakan ketakutan.
"Kau tenanglah sayang. Kau takan pernah terluka jika berada di dekat Kevin. Dia adalah putraku satu satunya dan dia akan menjagamu untukku"
"Ta..tapi bagaimana mungkin dia takan menyakitiku? kalian adalah bangsa.."
"Vampir. Aku tahu itu dan kau tak usah mengingatkan kami"
Claudia tertegun kala masuk kedalam ruangan serba putih yang cukup indah dan menangkan. Ruangan ini benar benar sangat bersih, berbeda dengan ruangan ruangan sebelumnya yang ia masuki di dalam kastil tersebut.
"Selamat datang di kerajaan vampir Claudia Mirae"
Gadis itu tersenyum sekaligus terkejut dengan ucapan sang raja yang mengetahui nama lengkap dari Claudia. Raja Xander memiliki kekuatan pikiran hingga ia pun mampu menebak nama serta umur seseorang walaupun hanya dari wajahnya saja.
Kevin yang baru tiba di ruangan tersebut tampak heran dengan ekspresi yang ayahnya perlihatkan. Ia benar benar bingung dengan apa yang sebenarnya ayahnya rencanakan.
"Ini dia putraku, putra semata wayangku" Xander merangkul tubuh Kevin yang tampak lebih tinggi darinya.
Pria itu menatap Claudia dengan tatapan kebencian serta kemarahan sebab dirinya telah membuat Kevin kelimpungan mencari Claudia yang kabur sejak tadi.
"Ayah menemukan makanan ini darimana? Aku sudah mencarinya sejak tadi karena kabur dari tahanan dan aku yang sengaja yang membawanya untuk makanan istimewa ayah"
"Hahahahah kau ini sangat lucu nak. Gadis secantik dia bukanlah makanan. Dia adalah tamu istimewa sekaligus putri mahkota dari raja vampir terdahulu"
"Maksudmu apa?" Kevin mengerutkan kening, tak mengerti apa yang ayahnya katakan.
Claudia bahkan masih bingung dengan apa yang ia alami saat ini dan sekarang ia ditambah bingung dengan ucapan Xander tentang dirinya yang seorang putri mahkota.
"Dia adalah anak dari Raja Vallen, Kevin"
"Oh, jadi dia putri si penghianat itu" Kevin mulai mendekat ke arah Claudia dan menatapnya penuh dengan kebencian.
Xander yang tahu putranya sangat membenci Vallen sebab di hasut olehnya kini mulai berusaha menjauhkan tubuh putranya dari Claudia. Xander benera benar ingin Claudia teyap hidup sebab kalung liontin di lehernya mampu membuat kerajaannya disegani oleh bangsa vampir lainnya.
"Tenangkan dirimu. Aku akan memberitahu sesuatu padamu nanti" Xander berbisik di telinga Kevin.
Ia kemudian tersenyum pada Claudia dan menyuruhnya untuk hidup dengan nyaman di lastil tersebut.
"Kau tinggalah disini. Aku akan memastikan kau aman dan tetap hidup sebagai manusia biasa. Tak akan ada yang berani menyentuhmu sebab Kevin akan selalu mengawasimu. Benarkan Kevin?" Xander menatap putranya yang hanya diam saja.
"Ini adalah perintah seorang raja, jadi aku akan berusaha menurutinya" Kevin mulai berjalan menuju Claudia.
Ia bahkan menarik lengan gadis itu dengan kasar dan menyeret tubuh Claudia kembali ke kamar di ruang bawah tanah. Tak sekalipun Kevin mengajak Claudia berbicara. Ia benar benar tak menyukai gadis yang keras kepala apalagi wanita itu sangat membuatnya kesusahan dan selalu dalam masalah.
Hingga saat ia sampai di kamar dengan pintu yang sudah di rusak Claudia sebelumnya, Kevin langsung mendorong tubuh mungil Claudia sampai tersungkur di atas ranjang tempat tidur.
"Kau diam disini dan jangan lakukan apapun. Aku sudah di perintah oleh raja untuk menjagamu dan kau pun harus tahu tentang kewajibanmu sekarang! Aku tak meminta banyak hal padamu. Ku ingin kau kabur lagi dan segera di habisi oleh bangsa vampir yang ada disini agar aku bisa terbebas dari beban sepertimu"
"Tapi aku tak menginginkan tinggal disini! Kau sendiri yang membawaku ke sini! Dan sekarang kau yang harus bertanggung jawab atas diriku!"
Kevin mulai mencengkram kuat tangan Claudia dan menatap wajahnya dari jarak dekat. Kevin tersenyum menyeringai pada Claudia.
"Aku menyelamatkanmu karena kau menganggu waktu berburuku di hutan. Kau berteriak seperti orang gila meminta pertolongan agar tak dimangsa oleh srigala itu. Oh ya, aku akan bertanggung jawab atas dirimu dan kau pun harus memberikan bayaran yang sepadan untukku"
Claudia terdiam. Apa yang harus ia berikan pada Kevin untuk membayar semua pertolongannya. Liontin di lehernya cukup berharga baginya dan ia pun tak rela jika memberikan kung tersebut.
"App...apa yang harus ku berikan padamu?" Teriak Claudia dengan kencang.
"Berikan aku ini" Kevin mengelus pelan bibir Claudia dengan lembut hingga sang pemiliknya pun menatap tajam penuh kemarahan.