Indonesia
NovelToon NovelToon
MISTERI RUMAH BARU

MISTERI RUMAH BARU

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lind Setyani

Berawal dari kepindahan Barka dan keluarganya ke rumah baru yang ada di desa Asri. Ia selalu mendapat gangguan di rumah barunya. Apalagi temannya Arini mengatakan jika ia ada yang mengikutinya. Teman-temannya justru yang paling berambisi untuk mengetahui siapa anak laki-laki yang selalu mengikuti Barka.

Akankah semua bisa terpecahkan? Dan apa hubungannya anak laki-laki yang dilihat Arini dengan rumah yang Barka tinggali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lind Setyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINCIN BU DARMI

"Ayo Nay kita balik duluan, sudah hampir jam lima," ajak Arini.

"Eh iya sudah mau jam lima, guys kita pulang duluan ya. " Pamit Naya.

"Tidak mau bareng sama kita sekalian saja Nay, ini juga sudah hampir selesai. " Alex menunjukkan tulisannya yang separuh kertas saja belum ada.

Arini mencibir mendengar ucapan Alex, jelas-jelas mereka baru saja mulai mengerjakan laporan mereka.

"Apanya yang hampir selesai, setengah saja belum ada begitu. " Sengit Arini.

Semuanya nyengir saja karena memang belum lama mulai menulis. Apalagi punya David yang baru beberapa baris saja.

"Yaudah Nay, hati-hati kalian berdua. " Timpal Barka yang menjadi tuan rumah.

Arini dan Naya berdiri lalu berjalan sedikit mendekat ke arah dapur untuk berpamitan juga ke Bu Darmi.

"Bu kita berdua pamit pulang dulu, " ujar Arini yang melihat Bu Darmi sedang memotong sayuran.

"Sudah mau pulang saja, tidak bareng yang lainnya? " Tanya Bu Darmi yang menghentikan sejenak kegiatan memotongnya.

"Tidak Bu, sudah hampir sore nanti takutnya orang rumah nyariin. " Kini giliran Naya yang menjawab.

Setelah berpamitan Naya dan Arini keluar rumah dan menghidupkan sepeda motornya untuk pulang. Sedangkan di ruang tamu yang masih ada empat laki-laki itu tidak terdengar suara apapun selain suara TV yang Barka nyalakan tadi. Mereka sibuk dengan tulisan mereka masing-masing berharap cepat selesai lalu bisa pulang juga.

Dari arah dapur terdengar suara Bu Darmi yang menggerutu sendiri lalu ia terlihat melangkah ke arah ruang tamu.

"Bagas, kamu lihat cincin Ibu tidak, seingat Ibu tadi pagi di taruh di samping wastafel ada tisunya juga. " Panik Bu Darmi seraya menatap Barka yang sedang menulis.

Barka terdiam sebentar sebelum menjawab untuk mengingat apakah ia tadi melihat cincin yang ibunya maksud. Barka yang yakin sama sekali tidak melihatnya hanya menggelengkan kepala saja. Terlihat Bu Darmi yang langsung menuju ke luar rumah menuju ke tempat sampah besar di halaman depan.

Ia terlihat membuka tutup tempat sampah besar berwarna hijau lalu ia mendesah kecewa karena sampah-sampah perumahan biasanya di angkut sekitar jam 9 pagi.

"Sampah depan juga sudah tidak ada Barka. " Bu Darmi kembali ke arah dapur dengan pandangan yang lesu.

Bukan karena seberapa harganya tapi itu adalah cincin pernikahan orang tuanya sehingga Barka tahu betapa berharganya cincin itu.

"Do, kamu tahu kan kemana tempat pembuangan sampah terakhir? " Tanya Barka ke arah Edo yang duduk di sampingnya.

"Jelas tahu, kan dekat sama rumahku, " jawab Edo yang menghentikan kegiatan menulisnya karena ia juga iba melihat Bu Darmi yang masih mencari-cari cincinnya.

"Besok temani aku ya, siapa tahu saja cincinnya ada di kantong sampah, " harap Barka.

"Beres, kalo perlu besok kita habis pulang sekolah cari bareng-bareng. " Edo melihat Alex dan David yang juga menghentikan kegiatan menulisnya.

Mereka mengangguk pertanda setuju untuk membantu Barka mencari cincin Bu Darmi yang hilang. Sedangkan Bu Darmi masih mencoba mencari di sekitar dapur siapa tahu saja ketemu. Setelah sudah cukup mencari di sudut ruangan bahkan sampai kamar tidur juga tapi tetap saja tidak terlihat akhirnya Bu Darmi menyerah ia cuma bisa mengikhlaskan saja.

Alex, Edo dan David baru menyelesaikan tugas mereka hampir jam enam. Mereka bertiga memutuskan langsung pulang saja sebelum azan magrib berkumandang.

Setelah teman-temannya pulang Barka berjalan ke arah dapur untuk melihat Ibunya. Bu Darmi sedang mengaduk kuah kuning dari panci berukuran sedang, dari aromanya sepertinya Bu Darmi sedang membuat kare ayam.

"Sudah mau makan? " Bu Darmi melihat Barka yang duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.

"Nanti saja Bu, Ayah kok belum pulang ya Bu? " Tumben sekali ayahnya belum pulang pikir Barka.

"Ayah lembur, tadi katanya jam enam pulangnya, " Jawab Bu Darmi yang masih sibuk menuang kare ayam ke dalam mangkuk besar.

"Oh iya Bu, Ibu tahu tidak kunci untuk pintu gudang itu? " Barka teringat dengan gudang rumahnya yang tidak memiliki kunci itu.

"Ruangan itu maksudmu, " tunjuk Bu Darmi dengan spatula yang ia buat menggoreng kerupuk.

"Ibu juga tidak tahu, yang punya rumah cuma ngasih kunci kamar sama kunci pintu depan saja, " tambah Bu Darmi.

"Kalau di buat sarang tikus gimana Bu? "

"Nanti saja biar Ibu tanyakan ke Ayah, biar di coba buka paksa. "

Barka manggut-manggut saja karena ia juga takut jika di biarkan tertutup terus bisa menjadi tempat yang lembab dan sarang hewan.

****************

Siang ini semua kelas tidak ada pelajaran, semua murid di minta tetap di dalam kelas karena guru-guru sedang mengadakan rapat.

Sedangkan Barka dan ketiga temannya memilih berada di perpustakaan saja daripada berada di kelas. Ternyata di perpustakaan juga sedikit ramai oleh anak-anak yang memilih menghabiskan waktu jam kosong mereka dengan membaca buku. Rata-rata yang berada di perpustakaan adalah murid perempuan.

Barka, Alex, Edo dan David memilih duduk di pojok perpustakaan dekat dengan jendela yang memperlihatkan lapangan bola basket.

Mereka berempat duduk lesehan di atas karpet hijau dengan meja bundar di tengah-tengahnya. Hanya Bagas saja yang terlihat menekuni buku yang sedang ia baca sedangkan yang lainnya hanya membolak-balikan untuk melihat-lihat gambar.

"Kamu lagi baca buku apa Do? "tanya Alex yang penasaran dengan buku yang sedang di baca oleh Edo.

Buku dengan sampul berwarna coklat dan judul yang bertuliskan 'TENTANG IBLIS' yang di tulis dengan huruf seperti aksara jawab. Edo memang terlihat tertarik dengan buku yang ia ambil secara acak tadi.

Mendengar pertanyaan dari Alex yang duduk di seberangnya ia pun menunjukkan sampul bukunya lalu ia buka di atas meja untuk menunjukkan sebuah gambar makhluk dengan badan yang tinggi besar dengan kepala yang menyerupai banteng.

Mereka berempat saling memperhatikan gambar yang di cetak jelas dengan warna yang jernih di dalam lembar buku itu. Di bawah gambarnya terdapat tulisan keci 'iblis pengorbanan anak' yang di cetak miring tepat di bawah gambar.

"Apa yang seperti ini benar-benar ada? " Tanya David yang mencondongkan badannya ke depan.

"Entahlah mungkin memang ada. " Jawab Alex

Entah mengapa tiba-tiba Barka merasakan mual dan pusing secara bersamaan ketika melihat gambar yang di tunjukkan Alex tadi.

"Aku mau ke toilet dulu, " Barka berdiri dari duduknya.

Sesampainya di toilet Barka kumur di wastafel karena mulutnya terasa asam menahan mual yang tiba-tiba.

Barka melihat pantulan dirinya di cermin entah mengapa ia sekarang malah merasa was-was. Ada perasaan tidak nyaman yang Barka juga tidak tahu apa sebabnya. Barka terus menatap ke arah cermin tiba-tiba ia seperti melihat ada bayangan lain yang berdiri di sampingnya.

Like dan commentnya ya guys, terima kasih.

1
Renji Abarai
Keren banget thor, aku jadi ngerasa jadi bagian dari ceritanya.
Linn: Terima kasih, semoga tetap suka dengan cerita saya☺
total 1 replies
Kieran
Ceritanya menghibur sekali.
Linn: Terima kasih, semoga selalu terhibur☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!