King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Preman Gadungan.
"Sayang" panggil Kenan pada istrinya.
"Iya By" jawab sang istri.
"Kakak punya sesuatu untuk kamu" kata Kenan.
"Apa?" tanya Alexa.
Kenan memberikan ponselnya pada sang istri.
"Maksudnya?" tanya Alexa lagi.
"Coba buka ponselnya" kata Kenan.
"Hubby selingkuh?"
"Ngaco, kakak itu suami setia" kata Kenan.
"Setiap tikungan ada" kata Alexa.
"Bukan sayang, setia pada satu istri. Coba liat video yang ada di ponsel kakak" kata Kenan sambil membuka ponselnya.
Alexa agak ragu membuka video yang di maksud suaminya.
"Ini nggak video aneh-aneh kan?" tanya Alexa.
" Nggak sayang. Ngapain kakak nyimpen video aneh-aneh di ponsel" jawab Kenan.
Alexa memutar video itu, ia kaget melihat putrinya.
" Anak ini, nggak ada kalem-kalemnya" kata Alexa.
"Keren kan?" kata Kenan dengan bangga.
"Keren, hubby dapat darimana videonya?" tanya Alexa.
"Dari bodyguard" kata Kenan.
" Apa anak-anak tau kalau hubby kirim bodyguard "
" Sepertinya tau. Paling nanti Queen yang protes"
" Kenapa hubby nggak bilang aja sama mereka "
" Sayang kaya nggak tau sifat putri kita aja"
Alexa tersenyum mendengar jawaban suaminya. Queenza memang protes setiap mau di kirim bodyguard. Dia bilang terlalu mencolok.
"Mommy" panggil Queen.
"Baru aja diomongin, nongol dia" kata Kenan.
"Kenapa sayang?" tanya Alexa pada putrinya.
"Daddy suruh bodyguard ngikutin kita ya" kata Queen.
"Daddy nggak suruh ngikutin. Tapi Daddy suruh berjaga-jaga aja" jawab Kenan.
"Sama aja" kata Queen.
"Beda sayang. Lagipula mereka nggak terlalu mencolok pakaiannya" kata Kenan.
"Iya sih" kata Queen.
"Jadi nggak masalah dong. Daddy melakukan itu semua demi keselamatan kalian berdua " kata Kenan.
"Iya sayang, Daddy sama mommy nggak mau kecolongan seperti dulu lagi" kata Alexa.
"Iya Mom, Dad. Queen minta maaf" ucap Queen.
"Daddy sama mommy sudah memaafkan Queen. Daddy juga minta maaf karena nggak ngomong dulu sama Queen "
Orang tua tidak harus gengsi meminta maaf pada anaknya. Kalau salah, kita memang harus meminta maaf. Walaupun posisi kita sebagai orang tua.
"Queen" panggil King.
"Kenapa?" tanya Queen.
"Temenin beli mie ayam" kata King.
"Sejak kapan kamu suka mie ayam?" tanya Queenza.
"Sudah lama" jawab King asal.
"Kamu yang traktir ya" kata Queen.
"Iya buru, nanti keburu magrib" kata King.
"Udah mau magrib pun. Nanti aja belinya habis magrib "
"Nanti aku mau main game "
"Ya udah main game aja "
"Kamu nggak boleh pelit gitu sama aku"
"Pelit sama orang pelit itu pahala "
Alexa dan suaminya menghela nafas. Kalau keduanya sudah kumpul begini, pasti ada saja yang diperdebatkan. Alexa dan suaminya pun pergi meninggalkan twin.
"Gimana?, mau nggak habis magrib?" tanya King lagi.
"Ya udah deh, mau" jawab Queen terpaksa.
Queen heran kenapa tiba-tiba King ingin beli mie ayam. Bukannya dia lebih suka makan bakso.
"Di kelas masih ada yang gangguin kamu, nggak?" tanya King lagi.
"Siapa yang berani ganggu aku" jawab Queen.
"Iya juga sih, kamu kan galak" kata King.
"Aku paling benci sama orang yang pamer harta orang tuanya. Habis itu mereka menindas murid yang lain "
"Kejadian seperti itu sudah biasa. Mungkin sudah tradisi keluarga mereka seperti itu"
"Teman aku sampe takut dikeluarkan dari sekolah. Ya aku bilang aja kalau dia nggak akan dikeluarkan dari sekolah"
"Kamu yakin dia mau berteman tulus sama kamu"
"Ya yakin lha. Dia itu nggak ada wajah-wajah seperti orang bermuka dua"
"Syukurlah kalau gitu. Oh iya, gimana guru baru kamu"
"Ganteng, orangnya juga baik"
"Fokus belajarnya, bukan cuma melihat ketampanan guru aja "
King tau kalau saudara kembarnya suka melihat cowok-cowok tampan. Lihat saja di kamarnya, banyak poster idolanya. Dan yang pasti mereka tampan-tampan di mata Queenza.
"Queen" Panggil King.
"Hhhmmm "
"Gimana kalau ketos itu mencari masalah lagi sama kamu?" tanya King.
"Tinggal aku hajar lagi lha. Cowok manja kaya gitu. Aku heran, siapa yang pilih dia jadi ketos" jawab Queen.
"Paling orang-orang yang memuja dia" kata King
"Nggak ada yang menarik dari dia"
" Mungkin karena dia anak orang kaya "
" Mungkin juga "
" Aku ditunjuk jadi ketua kelas sama teman-teman sekelas ku"
" Bagus dong, berarti mereka percaya sama kamu "
" Aaron jadi sekretaris dan Bagas jadi ketua keamanan "
" Selamat untuk kalian bertiga "
" Kalau kamu gimana?"
" Aku ditunjuk juga, tapi aku nggak mau"
" Bilang aja kamu malas"
" Seratus untuk kamu. Aku malas ngurus hal-hal seperti itu"
King geleng kepala melihat tingkah saudara kembarnya. Dari SMP saudara kembarnya memang tidak mau menjabat jadi sekretaris atau yang lainnya. Dia bilang ribet.
"Astaga" kata Queen.
"Kenapa?" tanya King.
"Aku lupa minta nomor telepon teman aku" jawab Queen.
"Besok kan bisa" kata King.
"Iya sih. Kamu tau nasi uduk buatan ibunya enak" kata Queen.
"Kok kamu tau"
"Tadi dia bagi aku. Terus aku pesan satu untuk makan siang besok "
"Kalau soal makanan pasti nomor satu"
"Iya dong, lidah aku ini kaya chef-chef profesional. Jadi tau mana makanan enak, dan nggak "
King memang tidak meragukan kemampuan Queenza soal makanan. Karena saudara kembarnya itu memang jago milih makanan enak.
Jam sudah menunjukkan pukul enam lewat lima belas menit. King dan Queenza pun pergi keluar untuk membeli mie ayam.
...***...
Suasana di tempat mie ayam sangat ramai sama pembeli. King dan Queenza duduk sambil menunggu antrean mereka.
"Bungkus aja ya" kata Queen.
"Nggak seru lha kalau di bungkus" kata King.
"Sejak kapan kamu suka nongkrong di tempat penjual mie ayam?" tanya Queenza.
"Bukan gitu, suasana di pinggir jalan kaya gini yang bikin seru. Kalau di mansion mah beda lagi rasanya" kata King.
Akhirnya giliran mereka datang juga. King memesan dua mangkok mie ayam. Tak lupa juga ia memesan bakso kecil untuk pelengkap mie ayamnya.
"Tumben mommy nggak mau mie ayam?" tanya King.
"Mommy udah selesai makan, jadi udah kenyang" jawab Queen.
Sedang menunggu pesanan mereka di kagetkan sama suara orang ribut-ribut. Jiwa kepo Queenza pun meronta-ronta.
"Mau kemana?" tanya King.
"Liat ada ribut-ribut apa" jawab Queenza.
"Paling preman sekitar sini" kata King.
"Preman?!" tanya Queen.
"Hhhmmm"
"Nggak boleh dibiarkan, ayo ke sana" kata Queen.
Mau nggak mau King ikut, karena tangannya di tarik sama Queenza.
"Maaf Bang, saya belum dapat pembeli"kata Abang yang jualan gorengan.
"Bohong!, coba sini kotak uangnya" kata Preman itu.
"Jangan bang, i...ini untuk biaya berobat anak saya" kata penjual gorengan dengan suara terbata-bata.
"Sini!" kata preman sambil menarik kotak penyimpan uang dari tangan ibuk penjual gorengan.
Preman itu tertawa saat melihat beberapa lembar uang lima puluh ribu.
"Ini apa, hah!" kata Preman itu sambil melihatkan uang kertas lima puluh ribu.
Queenza mendorong King. Sehingga King berdiri tepat di depan preman itu.
"Mau apa kau anak kecil?!" tanya preman itu.
"Kembalikan uang Abang itu" jawab King.
"Kalau kau berani, ambil aja" tantang preman itu.
Bug.
Aaaawww.
Preman itu kesakitan saat mendapatkan tendangan di perutnya.
"Beraninya kau?!" teriak preman itu.
Preman itu mengeluarkan celurit yang ia selipkan di belakang.
"Mati kau!" kata preman itu sambil mengayunkan celuritnya ke arah King.
King memukul pergelangan tangan preman itu, celurit tadi pun terlempar. King menendang perut buncit preman hingga ia tersungkur ke belakang.
"Sini uangnya " kata King sambil menginjak perut preman itu.
Preman itupun memberikan uang yang ia ambil tadi pada King.
"Badan aja yang gede, habis juga lo" kata King.
"A... ampun, jangan serahkan saya ke polisi" kata preman.
"Lo itu sudah membuat susah pedagang di sini" kata King.
"Saya janji tidak akan memeras pedagang disini lagi"
"Di semua tempat lo nggak boleh malak. Kalau kedapatan lagi, awas aja Lo "
"Ba...baik"
Preman itupun segera pergi dari sana. Ia tidak ingin masuk penjara.
"Ini Bang uangnya" kata King sambil memberikan uang itu pada Abang penjual gorengan.
"Terima kasih" ucap Abang penjual gorengan.
"Sama-sama"
Queenza menepuk-nepuk pundak saudara kembarnya.
"Wih jago bener saudara gue" kata Queen.
"Ck, ayo makan mie ayam" kata King dengan nada kesal.
"Ok"
King sebenarnya malu dipuji seperti itu sama saudara kembarnya. Tapi seharusnya Queen yang menghajar preman itu. Kenapa malah jadi dirinya.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰