Indonesia
NovelToon NovelToon
The Promish Hyung

The Promish Hyung

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO
Popularitas:49
Nilai: 5
Nama Author: Dewi_BtsOt7

Di mata dunia, Kim Seokjin adalah Devil.
CEO KIMS GROUP. Dingin. Kejam. Tanpa ampun.
Satu keputusannya bisa membuat EX GROUP bangkrut dalam semalam.

Tapi di rumah...
Dia hanya seorang Hyung.

8 tahun lalu dia berjanji pada ayahnya: "Aku akan menjaga Tae."
Sekarang dia menepati janji itu dengan cara yang salah.
Menelan obat di toilet kantor. Menahan darah di balik jas mahal.
Tersenyum untuk 8 orang yang dia sayangi.

Leukimia. Stadium akhir.
Rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Malaikat kecilnya, Taehyung.

Saat EX GROUP mulai mengancam nyawa Tae, Seokjin harus memilih.
Tetap menjadi Devil yang melindungi...
Atau runtuh sebagai Malaikat yang akhirnya butuh dilindungi.

"Di luar aku iblis, Tae. Tapi di depanmu... aku cuma hyungmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi_BtsOt7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Dua hari setelah Jin sadar, suasana di Rumah Sakit St. Mary's tampak tenang dari luar, namun badai sedang berkecamuk di dunia maya.

Pagi itu, Namjoon duduk di sudut ruang tunggu VIP dengan laptop terbuka lebar di pangkuannya. Wajahnya serius, alisnya berkerut dalam saat ia men-scroll feed berita dan media sosial. Di sebelahnya, Yoongi sedang membaca koran fisik, sementara Hoseok mondar-mandir gelisah memegang ponselnya.

"Joon-ah, ada apa?" tanya Hoseok, noticing ketegangan di bahu Namjoon.

Namjoon tidak langsung menjawab. Ia memutar layar laptopnya agar bisa dilihat oleh Yoongi dan Hoseok. Layar itu dipenuhi dengan headline berita sensasional yang baru saja terbit di berbagai portal hiburan dan bisnis terkemuka.

"SKANDAL KORUPSI KIM CORP? CEO KIM SEOKJIN DIDUGA MENYUAP PEJABAT UNTUK PROYEK SEOUL FUTURE CITY!"

"KEBOCORAN DOKUMEN RAHASIA: KONDISI KESEHATAN MENTAL PRESIDEN DIREKTUR DIPERTANYAKAN"

Di bawah judul-judul provokatif itu, beredar foto-foto hasil editan canggih. Ada foto Jin yang tampak sedang berbisik curiga dengan seorang pejabat (yang sebenarnya hanya salam biasa), dan dokumen palsu yang terlihat sangat meyakinkan seolah-olah ditandatangani oleh Jin untuk penggelapan dana.

"Ini... ini fitnah!" seru Yoongi, matanya melebar ngeri. "Foto ini diedit! Dan dokumen itu palsu total!"

"Tapi publik tidak tahu," kata Namjoon dingin, jari-jarinya mengetik cepat mencoba melacak sumber awal penyebaran. "Artikel ini sudah dibagikan ratusan ribu kali dalam dua jam terakhir. Hashtag #KimSeokjinCorrupt sedang trending nomor satu. Saham Kim Corp anjlok 5% sejak pasar buka pagi ini."

Hoseok menghela napas frustrasi. "Ini kerjaan Xiumin dan Chen. Mereka tahu Jin Hyung sedang lemah di rumah sakit, jadi mereka menyerang reputasinya agar dewan direksi menekan Jin Hyung untuk mundur. Licik sekali."

Tepat saat kepanikan mulai merayap, pintu ruang tunggu terbuka. Dua sosok masuk dengan langkah percaya diri. Park Chanyeol dan Jaehwan (Ken).

Chanyeol mengenakan kemeja kasual namun rapi, sementara Ken membawa tablet tebal. Mereka bukan musuh lagi; setelah insiden di klub, Namjoon telah menghubungi mereka secara diam-diam, menjelaskan bahwa Jin adalah korban pemerasan, bukan pelaku korupsi. Sebagai sesama pebisnis yang menjunjung integritas, Chanyeol dan Ken setuju untuk membantu membersihkan nama baik sahabat mereka.

"Kami sudah melihat beritanya," kata Chanyeol tanpa basa-basi, menarik kursi dan duduk di hadapan Namjoon. "Wajah kami juga sempat muncul di beberapa artikel sampingan sebagai 'mitra tersangka'. Jadi, kami punya kepentingan pribadi untuk membereskan ini."

Ken mengangguk, membuka tabletnya. "Tim hukum EXO Entertainment sudah menyiapkan surat klarifikasi resmi. Kami akan merilis pernyataan bahwa semua dokumen tender antara Kim Corp dan EXO Ent adalah sah, transparan, dan diaudit oleh pihak ketiga independen. Itu akan membantah klaim suap."

"Tapi itu belum cukup," kata Namjoon, masih menatap layar laptopnya. "Sumber berita utamanya berasal dari blog anonim yang servernya dilindungi enkripsi tingkat tinggi. Selama sumber aslinya tidak terbongkar, rumor ini akan terus berkembang. Kita butuh seseorang yang bisa menembus firewall itu dan menemukan jejak digital pelaku."

Chanyeol tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang ia tunjukkan. "Kau beruntung, Joon-ah. Aku punya teman yang sangat ahli dalam hal... 'menelusuri' jejak digital yang disembunyikan."

Chanyeol mengangkat ponselnya dan melakukan panggilan video. Beberapa detik kemudian, wajah Do Kyungsoo muncul di layar. Ekspresinya datar, khas Kyungsoo, tapi matanya tajam fokus pada kamera.

"Kyungsoo-hyung," sapa Chanyeol. "Ada masalah besar. Seseorang memanipulasi media untuk menjatuhkan Kim Seokjin. Kami butuh bantuanmu untuk melacak IP address sumber utama kebocoran data palsu itu."

Kyungsoo mengangguk singkat. "Aku sudah menduganya. Sejak kemarin malam, ada aktivitas mencurigakan yang mencoba menyusup ke server internal Kim Corp, tapi gagal karena firewall milik Namjoon terlalu kuat. Jadi mereka beralih ke serangan media. Berikan aku akses ke log server portal berita utama yang memuat artikel fitnah itu. Aku akan menemukan siapa di balik akun anonim tersebut dalam waktu satu jam."

Namjoon segera mengirimkan data yang diminta melalui email terenkripsi. "Terima kasih, Kyungsoo-hyung. Ini sangat berarti bagi kami."

"Simpan terima kasihmu sampai Jin-hyung pulih," jawab Kyungsoo sebelum menutup panggilan.

Sementara Kyungsoo bekerja di dunia maya, Chanyeol dan Ken menangani aspek lain. Chanyeol menghubungi rekan-rekannya di industri hiburan dan media untuk meminta penundaan publikasi berita lebih lanjut sambil menunggu klarifikasi resmi. Ken, dengan jaringan bisnisnya yang luas, mulai menghubungi investor-investor kunci Kim Corp untuk meyakinkan mereka bahwa ini hanyalah sabotase kompetitor, bukan kegagalan manajemen Jin.

Di dalam kamar Jin, suasana jauh lebih hening. Jin terbaring dengan mata tertutup, mendengarkan radio kecil yang disetel pada stasiun musik klasik untuk menenangkan sarafnya. Tae duduk di sampingnya, membaca buku kuliah.

Tiba-tiba, ponsel Tae bergetar keras. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Notifikasi berita bertubi-tubi masuk.

Tae mengambil ponselnya, dan wajahnya berubah pucat. "Hyung..." bisiknya, suaranya gemetar.

Jin membuka matanya, merasakan perubahan suasana. "Ada apa, Tae-ya?"

Tae menunjukkan layar ponselnya pada Jin. Judul berita tentang skandal korupsi itu terpampang jelas.

Jin tertegun. Jantungnya berdegup kencang, memicu denyutan sakit di kepalanya. Ia mengenali gaya serangan ini. Ini bukan sekadar gosip; ini adalah upaya sistematis untuk menghancurkan karir dan hidupnya yang dibangun selama puluhan tahun.

"Xiumin..." geram Jin pelan, tangannya mengepal erat di atas selimut. "Mereka tidak puas hanya membuatku pingsan. Mereka ingin menghancurkanku sepenuhnya."

Tae terlihat bingung dan takut. "Hyung, apakah ini benar? Apakah Hyung melakukan..."

"Tidak!" potong Jin tegas, meski suaranya lemah. "Ini bohong, Tae-ya. Semua ini fitnah. Hyung tidak pernah menyentuh uang perusahaan untuk kepentingan pribadi. Ini permainan kotor mereka."

Pintu kamar terbuka. Yoongi, Hoseok, dan Namjoon masuk dengan wajah serius. Melihat Jin sudah bangun dan melihat berita itu, Namjoon segera mendekat.

"Hyung, jangan panik," kata Namjoon tenang. "Kami sedang menanganinya. Kyungsoo-hyung sedang melacak sumbernya. Chanyeol dan Ken sedang menyiapkan klarifikasi hukum dan meyakinkan investor. Dalam 24 jam, nama baik Hyung akan bersih kembali."

Jin menatap Namjoon, lalu bergantian pada Yoongi dan Hoseok. Ia melihat kelelahan di wajah mereka, tetapi juga tekad yang kuat. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa ia tidak perlu bertarung sendirian lagi. Ada pasukan elit yang siap melindungi punggungnya.

"Kenapa kalian membantu Hyung sebanyak ini?" tanya Jin lirih, suaranya serak karena emosi. "Ini urusan Hyung. Kalian bisa terseret masalah hukum jika terlibat terlalu dalam."

Yoongi tersenyum miring, duduk di tepi tempat tidur Jin. "Karena kau keluarga, Hyung. Dan tidak ada yang boleh menyentuh keluarga kami. Titik."

Hoseok menambahkan, "Selain itu, siapa lagi yang akan mentraktir kita makan enak kalau Hyung dipenjara karena fitnah orang lain? Jadi, tolong sembuh cepat dan kalahkan mereka di pengadilan nanti."

Candaan ringan Hoseok berhasil sedikit meredakan ketegangan. Jin tersenyum tipis, rasa hangat menyebar di dadanya.

Di luar sana, perang sedang berkecamuk. Tapi di dalam kamar ini, ada kekuatan yang lebih besar daripada uang atau kekuasaan: persaudaraan.

Sementara itu, di sebuah apartemen mewah di Gangnam, Xiumin menatap layar komputernya dengan kesal. Berita-berita fitnah yang ia sebarkan mulai ditarik turun satu per satu oleh portal berita besar. Akun anonim yang ia gunakan tiba-tiba diblokir tanpa peringatan.

"Apa-apaan ini?" geram Xiumin, membanting meja.

Chen, yang duduk di sofa, tampak lebih tenang tapi wajahnya pucat. "Sepertinya kita underestimate mereka, Hyung. Ada hacker profesional yang ikut campur. Dan Chanyeol... dia ternyata benar-benar loyal pada Jin."

Xiumin menggeretakkan gigi. "Belum selesai. Jika cara kotor tidak berhasil, kita akan pakai cara yang lebih langsung. Siapkan pertemuan dengan Dewan Direksi Kim Corp besok. Kita akan menuntut audit mendadak dan pencopotan Jin sementara karena 'ketidakstabilan kondisi kesehatan dan mental'."

Chen tersenyum licik. "Ide bagus. Biarkan mereka sibuk membersihkan nama baik, sementara kita mengambil alih kendali dari dalam."

Badai belum berakhir. Bahkan, badai sesungguhnya baru saja dimulai.

1
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku. Di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka...
Dewi_BtsOt7: siap ka nanti aku mampir kalo lagi luang..

aku lagi ngejar up di 3 platfrom🤭
total 1 replies
AntyKa
penasaran😄
Dewi_BtsOt7: di tunggu kelanjutannya ya ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!