Kisah seorang wanita sederhana yang mempunyai cinta begitu kuat pada atasannya, tetapi tidak pernah mendapatkan balasan. Namun, saat dia merasa lelah dan mendapatkan perhatian luar biasa dari seorang pria dan membuatnya ingin menjalin hubungan, pria yang pernah dicintainya malah menggoyahkan hatinya.
Siapakah yang akan dia pilih untuk menjadi pasangan hidupnya? Apakah cinta pertamanya? Ataukah pria yang mempunyai cinta begitu besar padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke butik
Arya : "Halo bro, bagaimana keadaanmu di Amerika? Apa kau berencana menetap di Amerika, apa kau tidak rindu dengan tanah kelahiranmu dan juga aku sahabatmu?"
Ravindra : "Halo Arya, tentu saja aku disini sangat merindukanmu tapi sayang aku masih belum bisa kembali ke tanah air karena kau tahu sendiri aku harus memimpin perusahaan yang baru aku dirikan di sini. Mungkin satu tahun lagi aku baru bisa kembali ke Jakarta karena aku masih harus menunggu sampai perusahaan baruku berkembang disini lalu aku akan memilih salah satu orang kepercayaanku untuk menggantikan aku di sini. Oh ya... bagaimana dengan kiriman baju dari butikku, apa kau menyukainya? Baju itu merupakan karya terbaru dari perusahaanku di sini, dan aku telah mengirim sampel di butikku yang ada di Jakarta untuk memproduksi baju itu dan memasarkannya di Jakarta. Kamu merupakan orang pertama yang memakai pakaian hasil desaign ku sendiri."
Arya : "Tentu saja aku sangat suka, kamu selalu memberikan aku baju model terbaru, bahkan lemariku sampai penuh dengan pakaian rancanganmu. Justru itu yang kebetulan ingin aku bahas denganmu, nanti sore aku ingin pergi ke butikmu.kamu tau sendiri kan kalau aku sangat menyukai semua rancanganmu. Apa kau mempunyai rancangan terbaru pakaian kantor untuk wanita, aku akan membawa pegawaiku untuk berbelanja di sana."
Ravindra : "Baju kantor untuk wanita? Apa wanita itu adalah kekasihmu? Aku akan menyuruh staf di butik untuk membawakan koleksi terbaru dari perusahaanku karena kebetulan aku baru mengirim hasil rancanganku satu bulan yang lalu, mungkin ada beberapa diantaranya yang sudah jadi dan sudah di jual di butik."
Arya :"Dia bukan kekasihku, wanita ini sangat kampungan dan juga sangat miskin. Dia baru bekerja dua hari di sini, kau kan tahu aku sangat tidak suka bila ada salah satu pegawaiku yang berpakaian tidak sesuai dengan standartku karena itu akan membuatku malu. Tetapi aku sangat kasihan dengan wanita itu karena itu, aku meminjamkan uang padanya agar dia membeli pakaian yang lebih layak untuk di pakainya bekerja. Tapi apa kamu tahu dia ternyata sangat bodoh karena dari uang dua juta yang aku pinjamkan, dia hanya mengambilnya lima ratus ribu dan mengembalikan sisanya padaku."
"Dia malah mengatakan bisa membeli banyak baju dengan uang lima ratus ribu itu. Lalu aku mengambil kembali semua uangku dan tidak jadi memberinya uang, karena aku yang akan memilih sendiri baju untuknya. Aku tidak percaya dengan seleranya, mungkin nanti dia akan kembali membeli baju murahan dan kampungan. Kalau kamu tahu wajah perempuan itu, mungkin kamu akan langsung terbahak melihat wajah culunnya itu karena dia tidak memakai make up tebal seperti kebanyakan pegawai wanita yang bekerja di perusahaan. Perempuan ini seperti sebuah paket komplit, sudah jelek, kampungan di tambah dia sangat miskin."
Ravindra : "Kau ini ada ada saja, kenapa aku malah merasa sangat penasaran dengan sosok perempuan yang kau ceritakan. Sepertinya dia adalah wanita yang menarik karena bisa membuatmu turun tangan sendiri untuk mengurusnya. Jangan sampai kamu jatuh cinta padanya karena kamu pasti akan menyesali semua perkataanmu yang terus menghinanya seperti itu!"
Arya : "Aku... jatuh cinta padanya? Bahkan bila di dunia ini hanya ada aku dan perempuan kampungan itu, aku lebih memilih untuk tidak menikah seumur hidupku. Melihat penampilannya saja aku sudah merasa ilfiil apalagi sampai jatuh cinta padanya. Itu tidak mungkin dan tidak akan terjadi. Kamu tentu tahu seleraku seperti apa, aku lebih suka wanita yang cantik, seksi dan terlihat modis dalam berpakaian. Dan itu tidak ada sama sekali dari perempuan ini, mungkin kalau kau mau ambil saja!
Ravindra : "Memangnya perempuan itu sebuah barang hingga kamu sampai memberikannya padaku tanpa menanyakan apa keinginannya? Mungkin aku akan mempertimbangkan tawaranmu itu, tapi aku juga akan bertanya kepada perempuan itu apa dia mau mennjadi kekasihku?"
Arya : "Apa kamu gila bro, apa seleramu sekarang sudah mulai turun level hingga kamu tertarik dengan wanita yang aku ceritakan. Lagipula tentu saja dia akan langsung mau denganmu, tidak ada wanita yang mampu menolak pesona seorang Abymana Presiden Direktur dari perusahaan mode yang sangat terkenal di Jakarta. Tapi apa benar kamu tertarik dengan perempuan kampunhan ini, bukankah kamu belum tahu seperti apa wajahnya?
Menurutku kamu akan ilfiil begitu melihatnya karena aku sangat tahu dengan seleramu. Bukankah selera kita tidak jauh berbeda karena kita dulu pernah sama-sama jatuh cinta pada satu wanita dan dengan bodohnya kita sama-sama tertipu karena dia memacari kita berdua. Untung saja persahabatan kita tidak terkena imbasnya!"
Ravindra :"Maksudmu Andara? Tentu saja persahabatan kita lebih berharga daripada wanita murahan seperti dia, dia terlalu serakah ingin mendapatkan kita berdua. Tapi sepertinya kali ini selera kita tidak sama karena hanya mendengar ceritamu saja membuatku sedikit tertarik dengan perempuan itu. Aku jadi penasaran seperti apa dia, dan aku akan mengetahuinya nanti saat kau mengajaknya ke butikku karena aku bisa melihatnya dari CCTV yang ada di sana yang terhubung langsung dengan laptopku. Meskipun aku saat ini berada di Amerika, setiap hari aku masih mengawasi pergerakan bisnis yang ada di jakarta jadi tidak ada orang yang bisa berbuat buruk pada perusahaanku."
Arya : "Kau sepertinya sangat tertarik sekali dengan ceritaku tentang perempuan ini, apa di Amerika tidak ada wanita cantik yang mampu menarik hatimu sampai kau beralih tertarik dengan wanita kampungan yang tadi aku ceritakan?"
Ravindra : "Mungkin karena aku terlalu fokus dengan pekerjaanku, hingga aku tidak sempat memikirkan wanita tapi aku pun tidak mengerti kenapa aku begitu tertarik dengan wanita yang kamu ceritakan. Sepertinya aku sudah tidak sabar ingin melihatnya!"
Arya : "Kamu bisa melihatnya nanti, rencananya aku nanti akan ke butikmu setelah pulang dari kantor. Aku pun sudah menyuruhnya untuk langsung kesana sepulang kerja karena aku sudah mengirimkan alamat butikmu kepadanya."
Ravindra : "Jadi kau tidak akan mengantarnya dan malah menyuruhnya untuk datang sendiri ke butik? Bukankah kalian berdua berada di satu kantor, kenapa kau menyuruhnya untuk berangkat kesana sendirian? Apa kau tidak merasa terlalu kejam memperlakukan seorang wanita?"
Arya : "Kejam?! Aku hanya tidak ingin sampai ada gosip di antara kami, bisa turun nanti levelku bila aku sampai di gosipkan dengan perempuan kampungan itu. Bikin malu saja."
Ravindra : "Ohh...terserah kau sajalah! Nanti aku akan melihat kalian berdua dari sini, aku akan memberi diskon 50% pada wanita itu karena aku pun merasa kasihan padanya setelah mendengar ceritamu itu. Baiklah... kalau begitu selamat bekerja, aku pun ada janji bertemu dengan klien penting sebentar lagi. Jaga dirimu baik-baik!"
Arya : "Oke bro, sampai jumpa di Jakarta. Aku akan menunggu kepulangan mu!"
Arya meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya setelah melakukan panggilan internasional dengan sahabat baiknya berakhir. Kini dirinya kembali berkutat dengan pekerjaan yang mulai menumpuk di mejanya. Begitupun dengan beberapa pegawai yang ada di luar ruangannya, mereka kembali sibuk mengerjakan pekerjaannya setelah dari kantin.
Aqila kini terlihat mondar-mandir melaksanakan perintah dari para senior yang meminta bantuannya. Beberapa jam kemudian tiba saatnya waktu pulang kantor. Seperti biasa, semuanya merapikan meja kerjanya dengan membereskan berkas-berkas yang telah di selesaikannya. Kini satu persatu pegawai meninggalkan perusahaan, Arya pun mulai keluar dari ruangan kerjanya dan melewati meja kerja Aqila. Dia pun memberi kode dengan matanya lalu mengambil ponsel yang ada di sakunya dan menulis pesan pada Aqila.
Aqila menganggukkan kepalanya saat sang manager memberi kode dengan matanya karena dia paham apa maksud dari laki-laki itu. Tak lama setelah itu ponselnya berbunyi menandakan ada satu pesan masuk, dia pun menggeser layar depan untuk membuka ponselnya dan terlihat ada satu pesan masuk dari seseorang yang tadi baru dia beri nama manager dengan simbol hati disebelahnya dan perlahan dia membaca pesan tersebut.
"Jangan membuatku lama menunggu di butik, kamu harus sampai di sana dalam waktu lima belas menit. Kalau kamu tidak mau aku pecat maka datanglah tepat waktu, jangan coba-coba untuk berpikir tidak akan datang kesana!"
Dengan mimik muka terlihat tegang, Aqila buru-buru mengambil tas kerjanya. Dia sedikit berlari memasuki lift sambil tangannya sibuk dengan ponselnya karena dia langsung memesan ojek online, nasib baik ojol yang di pesannya sedang berada tak jauh dari perusahaan. Akhirnya dengan sedikit bernafas lega, dia keluar dari lift dan berjalan keluar dari perusahaan. Kini dia sudah berada di pinggir jalan raya di depan perusahaan dan tak lama kemudian ojol datang menghampirinya.
"Dengan mbak Aqila yang tadi memesan ojek ya?"
"Iya Mas, buruan Mas antarin saya ke alamat yang tadi. Hidup mati saya sekarang ada di tangan Mas, kalau bisa mas ngebut saja agar kita segera sampai di sana!"
Ojol tersebut menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu mendengar perkataan ambigu dari perempuan di depannya. Tanpa bisa menanyakan apa maksud dari ucapan wanita itu, dia pun mulai menghidupkan mesin motornya karena Aqila sudah menaiki motor setelah memakai helm pemberiannya.
Ojol pun menjalankan motornya dengan mengebut sesuai permintaan perempuan yang saat ini terus mengoceh di belakangnya.
"Buruan ya Mas, saya harus segera sampai disana karena bila saya sampai terlambat maka saya akan di pecat oleh manager saya!"
"Iya Mbak, tenang saja karena saya akan mengantarkan Mbak tiba di sana tepat waktu agar mbak tidak di pecat."
"Iya Mas,terima kasih!" Aqila dengan perasaan tak menentu, menatap jalanan ibu kota yang di penuhi lalu lalang kendaraan.
Dan sama seperti yang di janjikan ojol tersebut, Aqila kini telah sampai di depan butik telat waktu. Aqila melihat jam tangannya lalu bernafas lega saat mengetahui bahwasanya dia tidak terlambat dan itu artinya dia tidak jadi di pecat oleh managernya.
"Terima kasih banyak ya Mas! Kalau tidak ada Mas, saya tidak tahu bagaimana nasib saya ke depannya. Ini uangnya Mas, kembaliannya ambil saja sebagai ucapan terima kasih saya karena mas telah menolong saya!"
"Waah... terima kasih banyak Mbak. Itu memang sudah menjadi pekerjaan saya untuk mengantarkan pelanggan tepat waktu. Kalau begitu saya permisi dulu!"
Ojol pun melajukan motornya meninggalkan Aqila yang kini sedang mengarahkan matanya ke kanan dan ke kiri untuk mencari sosok pria yang telah mengancamnya. Namun sosok yang di carinya ternyata memang belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Apa Pak Arya terjebak macet ya?!" Akhirnya Aqila memilih untuk menunggu kedatangan dari pria yang mengancamnya.
di tunggu kelanjutannya yaaaa
semangat💪💪
oiya mom aku aga curiga sm ardhan tunangan zelyn.. jgn" dia tlh brsm wanita lain hemmm lnjutt mba dian
sprtinya gk hdi nikah sm Ardan ... lnjuttt mba.. up yg bnyk hee