Indonesia
NovelToon NovelToon
ARKANAISHA

ARKANAISHA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Istri ideal
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Avocado

Bagaimana jika jodoh mu adalah tetangga mu sendiri?
Ya, seperti Arkana, ia menyukai seorang gadis cantik dan juga sholehah. Bagaimana sikap Arkana? tentu saja jahil!
Aisha itu gadis lumpuh, ia hanya lumpuh sementara akibat kecelakaan waktu itu bersama dengan keluarganya.

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? ikuti cerita ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avocado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 8

Hari Selasa kini telah tiba. Malam ini, Aisha bersama dengan kakek Husain dan juga Romi tengah bersiap untuk acara pertunangan. Sedangkan Wati dan Mira pergi sendiri, tidak mau ikut serta dalam acara pertunangan itu.

Tadi pagi, Husain menyuruh Romi untuk membawa pergi Wati, Mira, Hari, dan juga Maryam untuk keluar dari rumah. Pasalnya, Husain tidak mau acara pertunangan cucunya di hadiri oleh istri barunya Romi. Maka dari itu, Romi memberi uang kepada Wati agar Wati pergi dari rumah dan mengajak jalan-jalan orang tua beserta anaknya.

"Aisha sudah siap?" tanya Romi kepada putrinya. Sederhana, namun hal itu membuat Aisha merasa bahagia.

"Sudah, Ayah. Mau berangkat sekarang?" tanya Aisha kepada ayahnya.

"Nunggu kakek kamu dulu," jawab Romi sembari membenarkan jas berwarna hitam yang sudah terpasang rapi di tubuhnya.

Aisha diam, ia tidak bisa menahan rasa senangnya. Hari ini adalah hari pertunangannya dengan Arkana dan hari ini Aisha mendapatkan kebahagiaan karena ayahnya bertanya dengan dirinya dengan nada yang halus, tidak seperti biasanya selalu berkata kasar.

"Ayo berangkat sekarang," ajak kakek Husain yang sudah siap.

Pertunangan Arkana dan Aisha di adakan di sebuah cafe. Cafe yang sudah di sewa oleh Arkana untuk acara pertunangan.

"Ayo kakek," kata Aisha. Mereka bertiga keluar dari rumah, di rumah hanya ada asisten rumah tangga dan juga satpam yang menjaga keamanan rumah.

Husain mendorong kursi roda yang di duduki Aisha. Husain merasa senang dengan pertunangan cucunya.

...***...

Arkana kini sudah berada di sebuah cafe yang ia sewa untuk acara pertunangannya, cafe cemara. Arkana tidak bisa untuk tidak tersenyum.

Arkana selalu saja terbayang wajah Aisha. "Astagfirullahalazim," gumam Arkana dengan kepalanya yang sedikit ia tundukkan.

Sarah yang mendengar gumaman anaknya, maka dengan rasa penasaran bertanya, "Kenapa kamu?" tanya Sarah kepada anaknya.

"Bun, Kalau nikahnya malam ini saja bisa?" tanya Arkana dengan wajah memelas.

Mata Taufik melotot, apa tadi telinganya salah mendengar? Telinga Taufik menangkap ucapan jika Arkana menginginkan langsung menikah malam ini juga.

"Kamu ini ada-ada saja, malam ini kamu baru mau tunangan!" kata Taufik.

"Memang benar ya, Ayah. Mata bisa menyebabkan dosa," kata Arkana tiba-tiba.

"Kesambet apa ini anakku?" tanya Sarah.

"Arkana terpana dengan kecantikan dan kebaikan hati Aisha," kata Arkana seraya menatap lurus pandangan di depannya yang menampakkan sosok Aisha.

"Istighfar!! Istighfar!! Dosa!!" kata Taufik meraup wajah anaknya. Sikap Arkana memang menurun dari Sarah, terlalu bar - bar.

"Assalamu'alaikum" ucap Husain, Romi dan juga Aisha.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab semua keluarga Taufik.

Arkana tersenyum lalu menundukkan pandangannya ketika melihat Aisha. MasyaAllah, Batin Arkana ketika melihat kecantikan wajah Aisha.

"Mari duduk, lalu kita mulai acara pertunangan putra - putri kita," kata Taufik.

Semua duduk di bangku cafe tersebut. Arkana memesan cafe yang ruangannya private, sehingga acaranya hanya keluarga mereka saja yang menyaksikan.

"Bisa di mulai acaranya?" tanya Rama. Rama adalah kakak sepupu Aisha. Ibunya Rama bernama Dewi. Dewi merupakan anak dari Husain, yang berarti Dewi juga bersaudara dengan Romi.

"Bisa dong!" seru Sarah. Sarah memang orang yang tidak sabaran. Taufik menggelengkan kepalanya seraya mengelus pelan pucuk kepala Sarah yang tertutupi oleh hijab syar'i.

"Di mulai saja, Rama. Sepertinya, Arkana sudah tidak sabar untuk memulai acara pertunangannya," kata Husain. Laki-laki paruh baya itu juga jagonya untuk menggoda Arkana.

Arkana menanggapinya dengan senyum tipis, ia juga mengigit pipi bagian dalam untuk melampiaskan rasa salah tingkahnya.

"Baik, saya akan memulainya," kata Rama.

Rama di perintahkan oleh kakek Husain untuk menjadi pembawa acara. Rama dengan senang hati menuruti apa perintah dari kakeknya itu.

Pertama-tama, Rama mengucapkan salam lalu memberikan sambutan kepada kedua keluarga yang hadir di acara tersebut. Hingga pada akhirnya, acara tukar cincin di mulai.

Romi membantu berdiri putrinya. Aisha memegang lengan ayahnya. Aisha dan Arkana berdiri berdampingan.

"Eh ya nggak boleh sampingan dong! Di tengah-tengah kalian ya harus ada bunda!" kata Sarah. Senyum yang sedari tadi Arkana tahan, ternyata senyum tersebut tidak jadi di tampakkan karena adanya Sarah yang menjadi jarak di antara Arkana dan juga Aisha.

"Ayo sekarang pasangkan cincin di jari Arkana dan juga Aisha!" perintah Husain. Husain sangat senang, kesenangannya sangat luar biasa. Rama melihat kakeknya senang, Rama juga ikut senang. Akhirnya, adik perempuan satu satunya itu akan segera menikah. Sekarang Aisha sudah berada di tahap awal, yaitu tahap pertunangan.

"Baik, bunda akan memasangkan cincin di jari manis kedua anakku," kata Sarah seraya membuka sebuah wadah berbentuk love berwarna merah, di bukanya wadah tersebut.

"MasyaAllah, coba lihat ini Aisha! Bukankah bagus?" ujar Sarah kepada Aisha.

"Sangat bagus," jawab Aisha tersipu malu.

"Bunda pasangkan cincinnya di jari siapa dulu?" tanya Sarah kepada Arkana dan Aisha.

"Arkana," kata Aisha.

"Aisha," kata Arkana.

Dua orang itu menjawab secara bersamaan, hal itu membuat semua orang yang berada di ruangan tertawa geli, termasuk juga Romi ikut tertawa.

"Wah!! Sudah kompak, bagaimana kalau kita percepat saja pernikahannya?" Taufik memberi ide tersebut agar secepatnya Arkana dan Aisha menikah.

"Setuju!" seru Husain.

"Aduh aduh!!! Ini siapa dulu? Arkana dulu aja ya? Kan Arkana laki-laki, bukankah seorang laki-laki itu harus menjadi imam yang baik untuk keluarganya?" kata Sarah dengan menaikkan kedua alisnya bermaksud untuk menggoda putranya.

Aisha menundukkan kepalanya, ia tidak tahu lagi, jam berapa acara ini akan berakhir.

"Jangan begitu istriku, lihatlah, Aisha menahan malu," kata Taufik.

Semua hanya tertawa, Rama memotret momen tersebut. Rama juga ahli dalam memotret, dan hasilnya juga sangat bagus.

"Aisha tahan berdiri?" tanya Arkana pelan saat semua orang tertawa menggoda Arkana dan Aisha.

Di tengah-tengah ada Sarah, namun Arkana berusaha menanyakan kondisi gadis tersebut lewat belakang punggung bundanya.

"Bunda, pasangin cincinnya," kata Arakan kepada Sarah. Untungnya disebelah Aisha ada Romi yang mendampingi putrinya.

Sarah mengangguk, ia memasangkan cincin di jari Arkana. Lalu, kini Sarah memasangkan cincin di jari Aisha.

Semua tersenyum senang, Rama memotret sepasang tunangan yang baru saja melingkarkan cincin di masing-masing jarinya.

"Arkana senyumnya kurang lebar," kata Rama yang tak suka jika melihat senyum hanya setengah-setengah.

Aisha melihat ke arah Arkana, "Senyumnya yang ikhlas ya," kata Aisha lalu menghadap ke arah kamera. Arkana justru malah melihat ke arah Aisha, padahal Aisha tengah tersenyum menghadap ke arah kamera. Rama memotret Arkana dan Aisha, hasilnya pun sangat bagus.

...***...

Di tempat lain, kini Wati beserta dengan orang tuanya dan putrinya tengah menghabiskan waktu berjam-jam untuk berfoya-foya. Untung saja Romi memberikan uang kepada Wati, jika tidak nanti Wati pasti akan ikut ke acara pertunangan dan hal itu pasti tidak di sukai oleh Sarah.

"Ayah sama Ibu, silahkan pilih barang yang kalian sukai, biar nanti Wati yang akan bayar," kata Wati.

"Wahhh beneran!!??" kata Maryam semangat.

"Beneran dong!" kata Wati meyakinkan kedua orang tuanya.

Hari dan Maryam bergegas memilih barang-barang branded. Mereka berdua tidak akan menolak selagi gratis.

"Bundaaa," Mira merengek. Dari tadi, ia di diamkan oleh Wati. Padahal kan Mira juga pengen beli ini-itu.

"Kenapa sayang?"

"Mira nggak di suruh beli ini-itu juga? Mira juga mauuu," kata Mira.

"Tinggal pilih aja, semua kemauan kamu pasti akan bunda turuti," kata Wati kepada anaknya.

Mira mencium pipi bundanya, rasanya ia sangat senang sekali. Selama ini hidupnya pas-pasan, tapi setelah Wati menikah dengan Romi, kehidupan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Bagaimana tidak? Romi saja memberikan harta kekayaan terhadap istri keduanya. Mereka menikah sejak Romi masih menjadi suami Ela, pernikahan mereka hanyalah nikah sirih dan saat kemarin mereka meresmikan pernikahannya secara agama dan secara hukum.

Ela bahkan tidak tahu jika suaminya menikah lagi, itu karena Romi sangat pintar untuk mengelabuhi Ela.

Hari dan Maryam kembali dengan tangan-tangan mereka yang penuh dengan barang-barang. Begitu pula dengan Mira yang juga membawa Barang-barang sangat banyak.

"Udah semua?" tanya Wati kepada orang tua dan juga anaknya.

"Udah nak, habis ini kita pulang saja," kata Maryam.

Wati nggak salah milih suami, kalau begini kan tiap hari bisa belanja terus, batin Maryam.

"Kita ke kasir dan membayarnya lalu kita pulang, kasihan pak supir yang nungguin kita kelamaan," ujar Wati.

"Iya ayo," jawab Hari.

Mereka berempat berada di tempat pembayaran atau seringkali kita sebut kasir.

"Permisi mbak, mau bayar barang-barang yang telah kita beli semuanya," kata Wati seraya mengeluarkan uang yang telah di beri Romi.

Kasir tersebut menghitung total pengeluaran yang harus di bayar. "Totalnya lima puluh juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah, Mbak," kata kasir tersebut.

Gilaa!! Habis banyak banget, batin Mira.

Wati mengeluarkan uang tersebut dan menyerang kepada kasir. Setelah selesai berbelanja, mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.

1
Al Fatih
kan tinggal bilang saja kalo Arkana sudah nikah mama Sarah.....
Al Fatih
waduh,, berantakan dong acara nikahannya 🤭😅
Al Fatih
mampir Kaka,, slalu tertarik kalo ad tokoh yg bernama arka....,, keren gt ya
Vina Handayani: kakkkk, makasih yaa😁
total 1 replies
Cappucino
ceritanya seru kakkkk🥰🥰
Vina Handayani: thankyou kakkkkk😁
total 1 replies
Cappucino
wadoh torr , visualnya jaemin bojoku 🫣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!