Indonesia
NovelToon NovelToon
Putri Mawar Yang Dirindukan

Putri Mawar Yang Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: Only'Rra

Gadis kecil Ella yang hidup di sebuah panti asuhan pinggiran kota yang berada di ujung kekaisaran Reis yang megah, hanya bermimpi untuk lepas dari segala kesakitan dan perundungan yang ia alami di panti.

Kehidupan yang dihantui ketakutan, kelaparan, membuatnya terus bermimpi akan sebuah kangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar. Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.

Akankah keluar dari kegelapan lama menuju kegelapan baru di depannya akan lebih baik? Atau justru, kegelapan di binar yang menyimpan keinginan untuk hidup di mata Ella, justru jauh lebih pekat dibanding yang ia tinggalkan?


♡♡♡♡♡

Jadwal Up:
Senin s/d Sabtu - Jam 20.00
Minggu - Double Up; 08.00 & 20.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Maaf, Sampai Mati

"Tak apa," potong Aghasa

Aghasa mengelus kepala gadis kecil yang setengah bersembunyi di belakang dirinya. "Tuan Putri hanya sedikit terkejut dengan suara kalian yang tiba-tiba. Jadikan ini sebagai pelajaran kedepannya," ujar Aghasa kepada seluruh pelayan kediaman Luelle.

Aghasa tidak merasa marah saat ini, entah kenapa. Mungkin karena ia merasa dirinya kini dapat diandalkan saat melihat Ella yang sudah berani mendekat ke arahnya dan memilih berlindung ke arah dirinya saat gadis kecil itu merasa takut.

"Apa kamar yang kusuruh kau siapkan sudah selesai?"

"Sudah Tuan, mari saya antar," balas Elios yang dengan sigap memandu jalan ke dalam kediaman yang sudah ia siapkan sebaik mungkin sejak mengetahui kepala keluarga Luelle akan singgah untuk menghadiri malam puncak festival, serta membawa tamu yang sangat penting bagi kekaisaran.

...****************...

"Waah ... "

Ella tidak berhenti mengangumi ruangan yang mereka sebut 'kamar' ini begitu megah dengan dekorasi serta furniture serba bewarna pink pastel yang lembut di depannya ini.

"Ini adalah tempat untuk kamu beristirahat sampai menjelang pesta nanti malam oke? Dan jangan lagi merasa tidak enak untuk tidur di atas kasur ya, Ella." Aghasa dengan lembut memberi arahan kepada gadis kecil di depannya.

Ella mengangguk patuh dengan senyum di wajahnya. Tersadar sesuatu, ia berbalik ke arah pintu kamar yang dimana Elios serta beberapa pelayan kediaman sedang menunggu.

Ella lantas menundukkan kepalanya pelan. "Te-terima kasih banyak."

Elios serta beberapa pelayan lain sontak panik saat atasan mereka, ah tidak! anggota inti kekaisaran reis menundukkan kepala kepada mereka yang bernotabene hanya sebagai pelayan.

Mereka sontak membungkukkan badan. "Sudah menjadi tugas kami, Tuan Putri. Suatu kehormatan bisa melayani anda hari ini."

Ella tersenyum, binar di matanya perlahan mulai menghapus aura keruh yang menutupi betapa agungnya warna emas dari Reis.

'Dari awal, memang seluruh kebahagiaan yang hanya kamu dapatkan Ella.'  batin Aghasa yang menyadari perubahan warna netra gadis itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Kamu memesan banyak sekali lilin aroma vanilla, Luna."

Calliope menghampiri istrinya yang tengah sibuk mendekorasi tampilan lilin aroma sembari duduk di sofa dalam kamar mereka.

"Putri kecilku menyukai aroma vanilla." Alcaluna von Reis bergumam pelan.

Wanita yang masa mudanya terkenal dengan julukan 'Ksatria Bunga Mawar dari Reis yang menghiasi medan perang dengan darah'  kini dengan sangat teliti memasangkan pita bewarna merah muda di setiap wadah berukiran mawar yang menampung setiap lilin, dengan sendu.

"Lalu kenapa kamu tidak tersenyum?"

Alcaluna menatap pria disebelahnya yang memasang raut wajah sedih.

Alcaluna Luelle, dari semasa dirinya masih menyandang nama 'Luelle' ia sudah dikenal tidak memiliki hati karena dirinya yang tidak bisa mengekspresikan bahkan merasakan perasaannya dengan baik.

"Maafkan aku."

Calliope menggeleng cepat. "Aku tidak ingin mendengar kalimat maaf dari dirimu, Luna. Aku yang seharusnya meminta maaf karena gagal menjaga senyumanmu dan berhasil membiarkan ia dibawa pergi darimu."

"Aku yang seharusnya meminta maaf karena gagal menjaga senyumanmu dan berhasil membiarkan ia dibawa pergi darimu."

Alcaluna menggeleng pelan. Wanita itu meletakkan lilin yang tengah ia hias, lalu menyentuh kedua tangan suaminya lembut.

"Mereka yang membawa malaikat kecil kita pergi. Mereka yang seharusnya meminta maaf ... sampai mati," ucapnya rendah.

Calliope menatap pandangan mata istri tercintanya yang nampak kosong. "Pasti."

Kilatan emas dari netra Calliope yang kini terlihat haus akan kematian seseorang yang telah berani meremehkan kekuasaannya, menghantarkan perasaan tenang di hati Alcaluna.

Calliope mengecup punggung tangan Alcaluna. "Aku akan menyeret mereka ke kakimu dan membiarkanmu memenggal kepala mereka, sayang."

1
Jer
Apa apaan sistemnya serakah gini
Alia Chans
keren
mary dice
😱😱😱 serem
mary dice
kembali ke tempat tidurmu Ella , Ksatria itu pasti tidak mau kamu jatuh sakit hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!