Kisah ini hanya fiktif belaka, silahkan baca cerita ini.
Meyra Artavina adalah seorang anak perempuan yang berusia 12 tahun ia di besarkan oleh panti asuhan harapan kasih, namun ia diasuh oleh ayah dan ibu yang baru. Akan tetapi ayah dan ibu yang baru menyiksa dan menyuruh Meyra untuk bekerja, akankah Meyra bertahan hidup ataukah dirinya harus melarikan diri dari kedua orangtua yang kejam?
Kini kehidupan Meyra jauh lebih damai dan sudah tidak memperdulikan masa lalunya.
Akankah Meyra Artavina menemukan kebahagiaan bersama laki laki yang bisa menerima apa adanya? Ataukah menerima sebuah pinangan dari pilihan orang tua meyra?
Nantikan kisah kehidupan Meyra yang dimana penuh lika liku.
Meyra mencari keberadaan orang tua kandung yang sengaja dibuang oleh mereka berdua.
Akankah orang tua Meyra mengingat anak kedua mereka yang telah mereka titipkan ke panti asuhan harapan kasih? Atau justru mereka berdua tidak mengingat Meyra dan abang Charlie?
HASIL KARYA ORIS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safiranurchasyatil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mereka akhirnya berpacaran.
Beberapa minggu kemudian Meyra dan Adit tersebut itu pun resmi berpacaran dan si Adit tersebut mau menerima meyra apa adanya, mereka main bersama anaknya meyra seperti keluarga kecil istilahnya untuk hal itu.
Adit ingin banget melamar meyra akan tetapi ya gitu sama sama belum siap untuk membina bahtera rumah tangga.
Kita Flashback terlebih dahulu pada waktu adit nembak meyra untuk jadi pacar dia, awalnya adit pernah nembak meyra namun di tolak karena masih belum move on masa lalunya dan yah sekarang Adit akan nembak meyra yang ke dua kalinya melalui via WhatsApp
Meyra cantik ❤️
"Assalamualaikum meyra cantik," Adit pun memberikan salam.
"Wa'alaikumsalam, ya ada apa mas Adit?" Meyra menjawab salamnya Adit.
"Jadi begini, saya ingin bilang kepada dirimu, bahwa aku suka sama kamu semenjak kita saling bertemu satu sama lain. Aku sudah merasakan jatuh cinta kepada dirimu, aku mau bilang kamu mau tidak jadi pacar aku?" Adit akhirnya berani mengungkapkan perasaan kepada meyra.
"Hem, gimana yah aku juga suka kepada dirimu mas sejak awal kita berjumpa dan yah aku sudah merasakan getaran jatuh cinta mas, dan yah sekarang aku harus mencari seorang suami sekaligus ayah buat anak aku. Aku menerima dirimu untuk jadi pacar aku," meyra pun membalas dengan emoticon tersenyum.
"Terimakasih banyak meyra aku akan menjaga dan melindungi kamu sepenuhnya," ucap Adit
"Aku sayang banget sama kamu mas," ucap meyra.
"Aku juga sayang kepadamu meyra yang cantik," adit pun membalasnya juga.
(Kemudian Adit pun memperbaharui nama kontaknya menjadi)
My Honey sweetie ❤️
Keesokan paginya meyra pun di jemput oleh Adit, Adit pun menjemputnya terlihat di halaman rumah ada adek adek meyra yang sedang bermain bersama yang lain.
***
Sesampainya di kantor orang - orang pada melihat meyra, dan yah berbisik bisik antar teman.
"Eh masa sih jadian sama meyra si anak panti asuhan, kan nggak cocok ya kan?" Ucap mbak Tina dengan ekspresi wajah yang begitu menyebalkan.
"Eh iya nih jeng, apa jangan - jangan meyra pakai ilmu pelet lagi untuk menarik perhatian si Adit," sahut mbak tukinem.
Tiba - tiba bos yang mendengarkan apa yang mereka katakan, ketahuan oleh bos mereka dan yah mereka di panggil.
"Hayo lagi pada julid meyra kan? Fitnah meyra tanpa barang bukti kan? Haha kalian berdua ikut saya ke kantor saya," bos dava menyuruh dua orang ke dalam ruangan.
***
Sesampainya di ruangan bos dava mereka pun bertanya kepada bos dava.
"Permisi bos, kenapa bos memanggil kami berdua?" Mbak Tina pun bertanya.
"Iya bos kenapa bos memanggil kami?" Tanya sukinem.
"Mbak mbak sekalian, tadi pada waktu kalian julid kepada meyra saya melihat dan mendengarkan apa yang kalian bicarakan," ucap bos dava.
"Ha? Nggak mungkin, mana buktinya bos jika itu benar kami," ucap mbak Tina.
Kemudian bos dava pun menunjukkan bukti sebuah recording dan video untuk barang bukti dan yah mereka berdua terdiam seribu bahasa.
"Kalian sungguh kejam begini katain temannya begitu, coba kamu bayangin jika kamu adalah meyra sering di omongin dari belakang. Mulai sekarang yah kalian nggak boleh kerja di kantor saya, saya pecat kalian berdua," ucap bos dava
"Nanti kita makan apa bos kalau bos pecat kami berdua," ucap Tina
"Bodoh amat memangnya gue perduli terhadap kalian berdua? Kalian pantas melakukan hal ini," ucap bos dava
***
Kemudian mereka berdua pun di keluarkan oleh bos dava, karena bos dava mementingkan etika dan bos.
***
Kemudian Meyra pun di panggil oleh bos dava dan bertanya kepada bos dava.
"Ada apa bos, memanggil saya?" Meyra pun bertanya kepada bos dava.
"Meyra, sekarang aku naikan pangkat kamu sebagai seorang sekretaris saya tugasnya hanya mencatat semua agenda harian kita...." Ucap bos dava.
"Wah, beneran bos?" Meyra pun nampak kegirangan.
"Iya meyra, kamu naik pangkat yah menjadi sekretaris saya," ucap bos dava.
***
Kemudian meyra pun curhat kepada pacarnya yang bernama Adit, ia sangat senang sekali atas apa yang ia raih.
"Sayang, kamu tahu nggak?" Meyra pun memberikan sebuah kode untuk pacarnya.
"Wah apa itu aku tidak tahu?" Adit pun bertanya.
"Aku naik jabatan menjadi sekretaris senang banget rasanya aku sayang," meyra pun memberitahukan kepada Adit.
"Alhamdulillah kalau begitu, makan makan dong berarti haha canda," Adit pun bercanda gurau.
***
Waktu menunjukkan pukul 19.30 meyra pulang diantar oleh pacarnya sendiri, meyra pun sampai di rumah.
Pada waktu itu Adit sampai di rumah di tanya oleh orang tuanya.
"Kamu sudah ketemu sama meyra nak?" Tanya Ayah.
"Sudah ayah, selanjutnya apa yang perlu kita lakukan ayah?" Tanya Adit.
"Pada waktu minggu ke 3 kamu culik meyra, jangan tiba tiba culik ya kamu seperti biasa kayak anak pacaran pada umumnya kamu kasih obat bius ke dalam air minumnya biar kamu proses untuk membawa ke gudang gampang banget," ayah pun memberitahukan kepada anaknya
"Baik ayah kalau begitu, saya akan menuruti perintah ayah," ucap Adit.
***
Pada waktu itu adit pun istirahat kan tubuhnya untuk lanjutkan besok, di dalam hati dan pikiran selalu terbayang bayang wajah meyra dan ingin mendapatkan meyra selamanya.
"Aduh bagaimana ini kalau aku culik meyra ya kasihan anaknya nanti kalau mencari bundanya," ucap Adit di dalam hatinya.
***
Keesokan harinya meyra pun berolahraga di lapangan ia mengajak anaknya yang masih berusia 5 bulan, berjalan kaki bahkan sampai beli sarapan meskipun ia harus kehilangan masa depan bukan berarti pantang semangat meyra terus tetap semangat.
Meyra dan Adit masih pacaran dan belum ada percekcokan di antara mereka berdua.
***
Beberapa bulan kemudian ada keributan kecil di antara mereka berdua, Meyra merasakan sangat cemburu kepada Adit pacarnya. Pasalnya Adit kepergok jalan berduaan dengan wanita lainnya, adu mulut satu sama lain.
Ternyata Aditya Alistair Weaver adalah seorang anak dari "...."
TO BE CONTINUED