Indonesia
NovelToon NovelToon
MY ADELINE

MY ADELINE

Status: tamat
Genre:Dosen / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:104k
Nilai: 5
Nama Author: PimCherry

Adeline Zinnia Graham, memilih kuliah di Munich demi mengikuti kekasihnya. Namun, suatu peristiwa membuat Adeline memutuskan berpisah.

Hari hari Adeline kembali diisi dengan kehadiran seorang Reyn Elden Frederick yang merupakan dosen sekaligus anak sahabat ayahnya.

Perlahan tapi pasti, benih cinta itu muncul dan pernikahan keduanya pun terjadi. Kehidupan keduanya sangat bahagia hingga dikaruniai seorang anak. Namun, kehancuran dalam kehidupan Adeline dimulai dari sana, ketika ia harus kehilangan orang yang ia sayangi dan juga kehilangan kepercayaan dirinya.

Mampukah Reyn dan Adeline mempertahankan rumah tangga mereka? atau perpisahan adalah jalan yang terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCURAHKAN ISI HATI

Reyn langsung membawa Adeline ke rumah sakit terdekat. Ia tak ingin terjadi apapun pada gadis itu, tepatnya ia tak mau keluarganya berada dalam masalah.

Reyn meletakkan Adeline di atas brankar dan membiarkan dokter dan perawar bekerja. Ia mengambil ponsel yang sejak tadi bergetar di dalam sakunya.

"Bagaimana?"

"Terima kasih atas laporan anda, Tuan. Ketiga pria tersebut memang menjadi incaran kami karena sebulan belakangan ini kerap mabuk mabukan di jalan serta melakukan balap liar."

"Kalau begitu saya serahkan semuanya pada anda, Sir."

Reyn mematikan sambungan ponselnya dan ingin memasukkannya ke dalam saku. Namun, ponsel itu kembali bergetar dan tertera nama Mom Queen di sana.

"Ya, Mom," Reyn selalu mengangkat panggilan Queen, kecuali jika ia sedang berada dalam situasi yang tak memungkinkan untuk menjawab panggilan tersebut.

"Kamu di mana, Reyn? Mommy kira kamu hanya pergi sebentar."

"Maaf, Mom. Ternyata ada tugas yang belum kuselesaikan."

"Ya sudah kalau begitu, hati hati."

"Okay, Mom. Love you."

Bersamaan dengan selesainya pembicaraan antara Reyn dengan Queen, dokter keluar dari balik tirai. Reyn pun langsung menghampiri.

"Bagaimana?"

"Tak ada luka dalam, hanya luka bagian luar. Namun kita harus memeriksa psikologisnya ketika ia sadar nanti."

"Aku mengerti. Biarlah dia dirawat di sini, aku akan menemaninya," ucap Reyn.

"Aku akan menyiapkan semuanya," ucap Dokter yang bernama Alvaro

"Thank you, Al."

Alvaro menepuk bahu Reyn. Ia adalah salah satu teman Reyn saat mereka sekolah di SMA. Namun saat kuliah mereka mengambil jurusan yang berbeda.

*****

Bughhh

Derby meninju dinding tempat ia berada sekarang. Ya, saat ini ia berada di dalam salah satu sel di sebuah kantor polisi. Ia bersama teman temannya ditangkap karena masalah mabuk dan balapan liar. Namun, Derby tahu bahwa bukan itu sebenarnya alasannya meskipun alasan yang diberikan oleh polisi juga tidak salah. Ia memang mabuk dan balapan liar hingga kadang menimbulkan keributan.

"Aku pasti akan membalas semua ini. Ini semua pasti karena Adeline! Gadis itu pasti yang melaporkanku," ucap Derby kesal. Ia kembali memukul dinding sel tahanan itu hingga tangannya terluka.

"Der, sudah. Jangan kamu teruskan lagi. Lihatlah, kamu sudah terluka."

"Arghhhh!!" teriak Derby.

Kekesalan Derby bertambah ketika pihak kepolisian menghubungi kedua orang tuanya, begitu pula dengan orang tua kedua temannya.

"Mereka akan mengirim kita kembali New York dan kita tak akan bisa keluar dari kota itu karena kita akan menjadi tahanan kota dengan pengawasan dari pihak kepolisian," ucap salah seorang teman Derby.

"Kita akan kehilangan kebebasan kita dan sudah pasti kedua orang tua kita akan menggunakan hal ini untuk terus menekan kita."

"Sialannn!!!" teriak Derby.

"Tapi setidaknya kita tidak dihukum karena kasus pelecehhan. Hukuman itu akan lebih berat dari ini. Bahkan nama keluarga kita akan dipertaruhkan."

Derby terdiam mendengar ucapan temannya itu. Ia menghela nafasnya kasar. Masih ada begitu banyak batu yang rasanya ingin ia keluarkan dan ia lempar ke arah Adeline, seorang gadis munafik menurutnya.

*****

Matahari sudah mulai menampakkan cahayanya. Mata bulat dan cantik milik Adeline kini mengerjap pelan. Ia memindai ke sekeliling dan menyadari bahwa dirinya berada di rumah sakit.

Matanya menangkap sosok seorang pria yang tertidur di atas sofa, "Sir Reyn."

Adeline kembali nengingat apa yang terjadi semalam. Tiba tiba tubuhnya bergetar, ia pun memeluk dirinya sendiri.

"Mengapa kamu melakukan itu, kamu jahat, Der!" gumam Adeline.

Adeline memejamkan matanya. Ia tak mengira Derby berniat mengambil kehormatannya secara paksa, bahkan setelah itu ia akan digilir pada teman temannya. Gila! Ini sungguh gila!

Isakan tangis terdengar, meskipun tak terlalu kencang. Namun hal itu bisa membangunkan Reyn yang tengah terlelap. Ia mengusap matanya, kemudian kembali menggunakan kacamata yang ia letakkan di sebuah meja kecil.

Reyn bangkit dari duduknya kemudian berjalan mendekati Adeline. Tanpa rasa canggung, Reyn langsung memeluk Adeline. Yang ia tahu, seseorang yang sedang terpuruk, tentu memerlukan seseorang sebagai sandaran. Reyn tak ingin Adeline terpuruk karena apa yang terjadi padanya semalam.

"Ini semua kesalahanku. Seharusnya aku memang tak pernah mengikutinya untuk kuliah di sini. Seharusnya aku juga tak mencintainya begitu dalam. Aku juga tak seharusnya membohongi kedua orang tuaku dan juga Uncle Aunty. Ini semua kesalahanku," ucap Adeline masih denahn bulir air yang membasahi pipinya.

Reyn tak menjawab atau membalas ucapan Adeline. Ia hanya mengusap punggung Adeline, menenangkannya. Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk membuat Adeline lebih baik karena sejujurnya, ia tak mengenal Adeline terlalu dekat.

"Sir, maafkan aku. Aku juga terkadang bolos dan terlambat masuk kuliahmu karena mengikuti pria itu. Katakan padaku, aku sangat bodoh kan?" ucap Adeline yang kemudian mendongakkan wajahnya melihat ke arah Reyn.

"Ya, kamu bodoh. Sangat bodoh! Lain kali, jangan mencintai seorang pria terlalu dalam, karena kebahagiaan yang terutama adalah kebahagiaanmu sendiri," ucap Reyn.

Reyn menekan tombol untuk memanggil dokter. Ia ingin Adeline mendapat pemeriksaan sekali lagi.

"Ah kamu sudah sadar," ucap Alvaro yang masuk ke dalam ruangan dengan stetoskop yang masih tergantung di lehernya.

Alvaro mendekati Adeline dan memeriksanya. Matanya tak lepas dari sosok Adeline, apalagi saat melihat mata bulat yang terlihat begitu cantik di wajah Adeline. Reyn yang memperhatikan hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.

"Sebaiknya jaga matamu dan periksa dengan fokus. Jangan sampai salah karena memperhatikan yang lain," ujar Reyn yang justru membuat Alvaro tertawa.

Setelah selesai memeriksa Adeline, Alvaro kembali mengalungkan stetoskop di lehernya. Ia mengambil catatan kesehatan milik Adeline.

"Fisikmu sudah tidak ada masalah, hanya beberapa lebam dan memar saja. Aku akan meresepkan salep untukmu," terang Alvaro.

"Lalu kapan aku bisa pulang?" tanya Adeline.

"Kamu bisa pulang kapan pun kamu mau, tapi tidak boleh stres. Kalau ada sesuatu yang mengganjal dalam hati dan pikiranmu, curahkanlah pada seseorang, jangan kamu pendam sendiri. Mengerti?"

Adeline menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh ke arah Reyn. Adeline tiba tiba merasa aneh karena tadi ia bisa mencurahkan isi hatinya kepada seorang dosen yang ia anggap sangat menyebalkan.

"Ya, Dok. Aku mengerti," jawab Adeline.

Alvaro tersenyum ke arah Adeline, membuat Adeline pun ikut tersenyum meskipun hanya tipis saja.

"Tersenyumlah lebih banyak karena kamu semakin cantik bila tersenyum. Jikalau tak ada tempat untukmu mencurahkan isi hati, datanglah ke sini. Aku akan selalu siap sedia membantumu," ucap Alvaro yang ntah mengapa jadi mendapat tatapan tajam dari seorang Reynzo Elden Frederick.

🧡 🧡 🧡

1
Sri Ariyanti
tq thor
Rita Juwita
luar biasa...
Patrish
Derby... 😡😡😡😡
Patrish
mau.. mau...... ❤❤❤❤
Patrish
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Patrish
lanjuut
Patrish
mantab....
Patrish
naah... pasti pas... 👍🏻👍🏻
Patrish
jangan terlalu permisif Adeline... jadi bumerang nanti
Patrish
saking enak dan nyamannya hidup Adeline...semua serba oke...sampai tidak bisa membedakan mana yang murni mana yang busuk...
Patrish
ngeriii
Patrish
sedang berfikir.... "bagaimana cara menyelamatkan Adeline🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔"
Patrish
kurang ajar si derby... jangan harap ya.... 😡😡😡
Safa Almira
bagus
Anre1201
Ceritanya bagus, tidak bertele-tele dan tidak banyak drama. Aku suka 👏
Arie
Luar biasa
falea sezi
adelin tolollllll mati aja lu jalang benci bgt liat ne cewek
Okta Fhalefhie
cinta boleh... tp jgn bego2 amat Lin... 🙄
Okta Fhalefhie
iyaa katanya ada bodyguard bayangan.... piye tooh.....
Alexa Juliana
Adelin hamil lagi niihh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!