Sebuah cerita rahasia tentang seorang gadis desa yang cantik dengan kehidupan yang penuh warna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar hari ke 1
"Fix ini mah mereka pacaran"Kata Rina sambil melihat Ailin dan Jae Hyun.
"Iya pastii ini"(Rahmat)
"Aku gak terima"Subri marah.
"Kalau gak diterima ya udah pergi aja,repot amat"(Rina)
"Tapi neng Ailin itu cintaku"Subri menepuk-nepuk dadanya.
"Tapi kan Ailin gak cinta sama kamu Subriiiiiiiii... Liat tuh dia sukanya sama cowok ganteng"Rina menegaskan.
"Tapi aku kan juga ganteng"Subri sedih.
"Iya kalo diliat dari sedotan dari menara Tokyo sana tuh tuh tuh... "Rina Jengkel.
"Udah-udah teteh kesini tuh, ayo kejar"Rahmat mengejar kakaknya itu.
Ailin berjalan menuju kelasnya.
"Liinn.. "Rina berteriak dari kejauhan dia berlari dengan Rahmat dan Subri.
"Cieeeeeee,selamat yaaa"Rina dan Rahmat berbicara cukup keras.
"Ssssstttt apa atuh ari kalian??Rina mengisyaratkan untuk diam sambil tersipu-sipu.
"Neng Ailin tega pisan lah ka aa"Subri dengan wajah masamnya.
"Udah deh kamu jangan ngambek-ngambek begitu, mending kamu gabung aja sama geng kita,mendukung hubungan Ailin sama aa Jae hyun"Rina bersemangat.
"Aa Jae hyun?"Ailin terbahak.
(Aa itu panggilan untuk laki-laki yang lebih tua dari kita)
"Udah-udah ayo kita masuk kelas"Ailin menggandeng Rina.Disusul Rahmat yang berjalan di belakang.
"Neng gimana ini perasaan aa? "Teriak Subri.
"Udah masuk sana kamu"teriak Rina lagi.
...----------------...
Julian memarkir mobilnya di depan sebuah cafe, dia menemui Fahri yang sedang duduk sendirian.
"Hah"Julian terlihat lelah.
"Kenapa Lo?"(Fahri)
"Gak tau rasanya cape banget, padahal gue engga ngapa-ngapain"(Julian)
"Otak sama hati lo lagi bermasalah tuh"(Fahri)
"Masa?"(Julian)
"Mungkin,oiah lo ngapain ajak gue ketemuan disini? "(Fahri)
"Gue mau cerita sesuatu ke lo"(Ailin)
"Apaan?serius banget keliatannya"
"Gini,Lo inget Ailin kan?"
"Iya, yang lo bilang saudara lo itu kan?"
"Iya, dan coba tebak apa lagi yang bisa bikin lo lebih kaget dari itu?"(Julian)
"Dia adik kandung lo? "Dengan santainya Fahri mengucapkan kalimat itu.
Julian tersentak dan diam.
"Kok lo bisa tau"kata Julian.
Sontak membuat minuman yang baru saja masuk ke dalan mulut Fahri keluar lagi.
"Apaan?"Fahri setengah berteriak.
"kok kaget lo kan udah tau"(Julian)
"Gue kan cuma asal ngomong Jullllll,Jadi itu Bener?"(Fahri)
"Iya"Julian mengangguk.
"Dan orang itu adalah orang yang lo demen?"(Fahri)
"Iya"Julian murung
"Astaga"Fahri menghela nafas.
"Gue kira cuma sodara jauh, taunya begini"(Julian)
"Gimana ceritanya sih?"Fahri kepo.
"Lo inget, gue gak ikut pulang ke Jakarta dari desa?"(Julian)
"Iya"Fahri mengangguk.
"Malem itu gue dihadapkan dengan kenyataan seperti ini, gue bokap nyokap gue datang ke rumah Ailin, dan bicara panjang lebar dan ujung-ujungnya ya ini"(Julian)
"Gila sih,,kok bisa sekebetulan itu sih" Fahri terlihat berfikir.
"Gue gak tau"
Tiba-tiba datang segerombolan orang berjas hitam,kira-kira 7 orang, 2 orang berjalan paling depan salah satunya adalah Jong Hyun.Fahri dan Julian melihat mereka.
"Orang Korea makin banyak di negara kita"Ucap Fahri.
Julian hanya melirik tanpa berkomentar apapun.
Jae Hyun dan beberapa orang itu masuk kesebuah ruangan khusus, disana sudah di siapkan makanan-makanan dan minuman-minuman.Jae hyun mengobrolkan tentang bisnis dengan Kliennya.Mereka makan sambil mengobrol.
"Oiah Ngomong-ngomong sekarang Tuan Kim sangat pandai berbahasa ya"Ucap kliennya.
"Aku berusaha keras pak"Jae tersenyum
"Saya mencurigai itu"Ucap kliennnya lagi sambil tersenyum.
"Mmm... bagaimana yaa pak, kalau bukan karena seseorang, saya tidak akan mau tinggal lebih lama dan membulatkan tekad saya untuk membentuk cabang disini,dan sebenernya saya ini bukan orang yang rajin belajar bahasa, yaaa sebisa-bisa nya saja, tapi kali ini berbeda"Jae hyun semakin tersipu.
"Saya yakin dan berdoa, gadis yang sekarang ada di hati anda,akan menjadi nyonya CEO yang baik dan bisa membuat hati dan perasaan anda selalu tenang dan juga bahagia"(Klien)
"Semoga saja,Ya sudah.. mari kita tanda taanganni kontraknya"(Jae)
"Ohh... iya pak"
Mereka pun saling menandatangani kontrak itu.
...----------------...
Disisi lain Jae Hyun berbohong pada Ailin, dia mengatakan bahwa dia karyawan biasa, padahal dia adalah anak dari pemilik perusahaan besar, dan sekarang memiliki cabang di Jakarta.Dan Ailin juga sama dia tidak bilang kalau dia bukan anak kandung dari emak dan bapaknya sekarang.
...----------------...
Sudah Pukul 2 lebih, Jae hyun masih agak jauh dari desa dia mengemudikan mobilnya agak kencang, dan saat masuk desa.
Cekiiiittttt... Braaaaakkk..
Jae hyun menyenggol seseorang yang sedang bersepeda.
"Ya Tuhaaannn"Jae hyun panik dia keluar mobil.
"Kamu gak Apa-apa?"Tanya Jae.
Seorang gadis sedang membersihkan sikutnya.
"Kalau jalan teh Hati-hati atuh, liat pake mata jangan maem belok aja"cerocos gadis itu sambil menunduk untuk membersih bajunya.
"Iya saya minta maaf, saya bantu berdiri ya"Hae hyun menbantunya berdiri.
"Iya seharusnya tuh.... "Kata-kata gadis itu terhenti melihat wajah Jae yang menawan.
"Maaf ya.. "Jae memberikan senyuma pada gadis itu.
"Iya gak apa-apa aa"Dia senyum-senyum sendiri.
"Gak ada yang luka kan, mm.. gini aja ini kartu nama saya kalau ada apa-apa tolong hubungi saya,saya akan menanggung semua biaya perawatan kamu. ok"Jae menyerahkan kartu namanya.
"Ohh... iya"Gadis itu melihat kartu nama Jae.
"Kalau gitu, saya permisi ya,saya buru-baru ,permisi"Jae hyun pamit dan pergi.
Gadis itu masih terpaku sambil tersipu melihat mobil Jae Hyun pergi menjauh.
"Aduhhh meni ganteng pisan eta Cowok teh,mana bukan orang Indonesia lagi, tipe aku banget"Gadis itu keganjenan.
"Semoga bisa ketemu lagi, aduuhh senengnyaa"dia ketawa-ketiwi sendiri dan dia pun pergi dari tempat itu.
...----------------...
Jae cepat-cepat memarkir mobilnya di depan sekolah saat keluar dari mobil bel pulang pun berbunyi.
"Hah.. aku gak terlambat"dia berdiri melihat sekitar, menunggu kekasihnya.
Lima menit kemudian,dari kejauhan Ailin berjalan bersama Rina dan beberapa temannya sambil tertawa terbahak, entah apa yang mereka obrolkan.Ailin melihat Jae Hyun dan Jae hyun melambai. Ailin membalas lambaian Jae.
"Cieeeeee"Rina dan dua orang temannya meledek Ailin.
"Apaan sih, udah ah...hayu Rin kesana dulu"Ajak Ailin pada Rina.
"Yuk,, ketemu lagi besok ya... daahhh"ucapnya pada teman-teman yang lain.
"Daahh"mereka sambil melambai.
Ailin dan Rina mendekati Jae hyun.
"Udah lama?"Tanya Ailin lembut.
"Baru aja"Jae tersenyum dengan sangat ramah.
"Oiah.. aku mau kenalin kakak ke Rina, kalian udah ketemu beberapa kali kan"(Ailin)
"Halo aku Rina"Rina mengulurkan tangannya.
"Jae Hyun"Jae menjabat tangan Rina.
"Dia sahabat aku kak,dia selalu nemenin aku"Jelas Ailin.
"Terima kasih ya,, sudah menjaga Ailin"(Jae)
"Iyaa..pokoknya sekarang tugas aku berkurang buat jagain dia"Rina tertawa.
"Iya dehh maaf kalo aku suka banget buat kamu repot"Ailin mencubit lengan Rina.
"Ya udah yuk"Ajak Jae
"Ya udah aku juga pamit ya... daahh"Rina pergi.
"Daahhh"Jae dan Ailin melambaikan tangannya.
Jae dan Ailin pun masuk ke mobil.