Indonesia
NovelToon NovelToon
Sesuatu Tentang Kita

Sesuatu Tentang Kita

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shayma Karan/Verena callen

Cinta pertama adalah hal yang paling sulit dilupakan kata orang, apalagi kalau pisahnya tanpa kejelasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shayma Karan/Verena callen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STK 10

"Gimana?" Ibu sedang menebus obat di apotek rumah sakit. Hari ini hari terakhir kontrol sebelum operasi tiga hari lagi.

"Belum bisa." Entah sudah berapa kali aku coba menghubunginya, tapi satupun pesanku tak dibalas. Telpon Pun tak pernah dijawab. Aku mulai tidak mengerti arah hubungan kami.

Iya, sudah sebulan aku dan Sabara menjadi sepasang kekasih sesuai kesepakatan kita. Dan sudah sebulan juga dia di Bali. Hari ini, seminggu sudah aku diabaikan tanpa alasan yang jelas. Padahal aku ingin memberitahunya sesuatu yang penting.

"Nanti dicoba lagi, mungkin dia sibuk." Beberapa obat yang sudah biasa kulihat berada di genggaman ibu, memeriksanya sekilas kemudian dimasukkan ke dalam tas.

"Udah dapet obatnya?"

Aku mengangguk dan berjalan menuju kursi tunggu. Itu Risa, sahabatku sejak kecil. Dia akan menjalani operasi juga sepertiku pada hari yang sama. Entah karena bersahabat rasa saudara kami kompak mengalami sakit yang harus dapat tindakan serius.

"Sabara nggak bisa dihubungi lagi?" Risa duduk memeluk hasil Rontgen yang dia terima minggu lalu.

"Gitu deh. Gue bingung sama dia." Perasaanku memang sudah tidak enak seminggu yang lalu. Entahlah? Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.

"Dia kenapa ya? Setahu gue Sabara itu baik sewaktu dia masih pacaran sama Ratna." Nah ... fakta itu baru ku tahu setelah kami pacaran. Ternyata dulu Sabara pernah berhubungan dengan teman SD ku.

"Kemarin-kemarin dia perhatian sama gue. Tapi seminggu ini berubah nggak jelas."

"Nggak usah suzon dulu sih tapi. Kenapa nggak lo tanya aja sama Eren? Mereka kan satu tempat tinggal."

"Udah, tapi dia nggak pernah jawab juga. Mereka berdua tu aneh!" Ini kenapa aku teringat malam sebulan lalu ya?

"Tanya sama Hera deh, dia kan temenan juga sama Sabara. Apalagi dia juga satu tempat kerja. Mungkin aja lo dapet jawaban." Risa menawari teh kotak yang dia ambil dari lemari pendingin samping kursi tunggu.

Aku menggeleng. "Gue bener-bener dibuat kebingungan sama mereka semua. Gue udah nanya ke macem-macem tapi mereka nggak ada yang ngasih gue jawaban. Bahkan gue beranikan nanya ke Rian tau nggak sih?" Aku menghela napas. Teringat ketika harus terpaksa menghubungi pria itu.

"Seriusan lo nanya dia? Dijawab?"

"Katanya nggak tahu juga." Iya sesingkat itu jawaban Rian ketika ku tanya dengan perasan setengah putus asa.

"Ya kali juga dia mau jawab serius. Lo kayak nggak ngerti aja deh."

"Terserahlah gue males!"

"Dokter Niken katanya mau ketemu sama kamu lagi nanti." Ibu datang dengan rekam medis di tangan sebelah kiri. "Ibu habis dipanggil sama perawat tadi." Dia ikut duduk di sampingku kemudian membuka ponsel. "Fix operasi sama Ametha, Sa?" Ibu melihat ke arah Risa yang masih asyik menyedot teh kotaknya.

"Iya, Tante. Mungkin cuma jam aja sih yang beda?"

"Berarti nanti bisa samaan ya mobilnya biar gak repot?"

"Tergantung mama sih."

Ibu mengangguk pelan. Meskipun berteman sejak mereka masih remaja, bukan jadi alasan ibu dan ibunya Risa akrab. Aku sendiri bingung dengan keduanya, padahal katanya kita masih keluarga dekat. Tapi kadang terasa seperti orang asing.

Beberapa saat menunggu, seorang perawat memanggil namaku dari ruang THT. Aku dan ibu meninggalkan Risa yang sedang menunggu ibunya.

Ketika masuk ke ruangan, dokter spesialis yang selama ini menanganiku meminta kami untuk duduk. Wanita setengah baya itu memberikan sebuah lembaran kepada ibu dalam sebuah map.

"Ini hasil lab darah Ametha. Kondisinya cukup baik untuk operasi, tapi ada satu hal yang saya harus sampaikan kepada ibu. Karena saya ada tugas lusa ke Bali, operasinya kita tunda minggu depan ya? Ametha bisa minum obat yang saya resepkan dulu untuk menekan nyeri."

Aku menghela napas lega. Sejak pemberitahuan jadwal operasi aku sedikit tidak tenang, ditambah masalah dengan Sabara. Sepertinya semua harus diselsaikan terlebih dahulu.

"Iya, Dok. Bagaimana baiknya saja." Ibu menggenggam jemariku. Tangan kami terasa sangat dingin. Ruangan ini adalah tempat yang paling menyeramkan setelah diagnosis penyakitku beberapa waktu lalu. Apalagi kata-kata operasi dan kemungkinan setelahnya yang kubaca, akan menimbulkan hal fatal jika terjadi kesalahan kecil saja.

"Ametha nggak usah takut, ini operasi biasa kok. Resikonya kecil." Kalimat itu tidak bisa membuatku tenang begitu saja. Itu hanya penyemangat. Dokter tidak mungkin mengatakan jika aku akan meregang nyawa setelahnya kan?

"Iya, Dok." Hanya itu yang mampu ku ucapkan. Tak ada kalimat yang cocok juga, karena aku juga tak ingin menanyakan apa-apa untuk memperpanjang diskusi ini. Pikiranku sedang tidak baik, jujur saja.

Ke luar dari ruangan, kami ternyata sudah ditunggu oleh kakaknya ibu. Beliau menghampiri dan meraih lembaran-lembaran yang di tangan ibu. "Kita pulang pakai mobil saja karena udah malem, nggak baik buat kondisi Ametha."

Kami berjalan ke parkiran, sebuah sedan hitam terparkir menghadap jalan. "Itu nggak sekalian pulang  sama Risa?" Om menatapku  dengan espresi penuh isyarat.

"Nggak usah, mereka bawa mobil." Kalimat itu menjadi akhir dari keberadaan kami di rumah sakit. Ibu tidak perduli. Benar-benar tidak perduli pada tatapan teman remajanya itu.

Malam ini entah kenapa terasa begitu dingin? Jalanan juga tampak lengang meski belum tengah malam. Lampu-lampu perumahan padat penduduk juga tak ada yang menyala. Rumah-rumah dengan atap seng itu tampak seperti rumah kosong tak berpenghuni. Seperti kota mati di suatu negara. Sepi.

"Kamu udah ijin ke kampus soal jadwal operasi?" Om menatapku dari spion. Ku jawab anggukan kecil lalu menatap ke arah layar putih ponsel yang menyala.

"Apa kabar?"

1
Verena callen
baca sampai habis ya, biar tau ending ceritanya yang sebenarnya /Smile/
Verena callen
terimakasih udah suka sama cerita aku. jangan lupa tunggu updatenya ya. Ada kemungkinan juga cerita Ametha dan Umair mau diadaptasi jadi film. skrg sdg dalam proses
Mbing
suukaaaa thor karyanya. tapi terus terang masih bingung, masih menduga duga ada apa dg ametha dan umair? setia menunggu thor 🥰🥰
Verena callen: terimakasih sudah suka sama cerita Ametha dan Umair. Ada kemungkinan juga cerita mereka akan diadaptasi jadi film. sedang dalam proses. salam sayang
total 1 replies
Elmi yulia Pratama
yg buat banyak pria langsung nyaman sama meta apa ya
Verena callen: aku juga udah taruh visual mereka di bab ini
total 2 replies
Elmi yulia Pratama
si umair nongol lagi y
jadi penssaran sama visualnya ametha thor
kasih visual ametha dong thor
Verena callen: besok ya aku sertain sama semua visual yang lain
total 1 replies
Elmi yulia Pratama
ini ceritanya gak d lanjut kah thor,,
aku rada bingung rada gak nggeh tapi penasaran sama ametha
kira kira ametha umur berapa,, sama ayit jalan udah lma sampe bertahun tahun ketemu teman masa kecilnya juga terus d deketin sama bara yg cuma bentar aja dan d tinggalin pas mulai sayang eh sekarang duaminya datang tapi ametha sendiri gak tau kpan dia nikah
sungguh bingung aku tapi penasaran
Verena callen: mau di lanjut kok. Carita nya udah ada di draft hehe.
makasih ya udah baca sampai ahir
total 1 replies
Elmi yulia Pratama
laki laki d sekeliling ametha banyak banget y
Elmi yulia Pratama
memang putusnya sama ayit karna apa
Elmi yulia Pratama
danu lagi cari mangsa y pinter bsnet aktingnya
Elmi yulia Pratama
aku kok masih gak nggeh y kaki mksud nya n
Elmi yulia Pratama
aku suka tapi belum terlalu mengerti alur ceritanya
berarti ayit pun orang dari masa lalu bukan yg d gandeng saat ini
Elmi yulia Pratama
terkadangteman chat itu lebih seru untuk berbagi kisah hidup dari pada teman yang nyata d depan mata
Elmi yulia Pratama
aku mampir kesini thor
chat kayak gini ingetin aku sama seseorang
Verena callen
terimakasih /Smile/
Wawan
Hadir .....Semangat ✍️
Tae Kook
Gak sabar nih nunggu kelanjutannya, semangat thor!
Dira Alina
Ayo thor, semangat update! Kami siap menunggu 😍
Viva/Vivian
Terlalu bagus, sampe-sampe aku ingin jadi karakter di dalamnya.
Verena callen: waahhhh terimakasih, semoga ke depannya selalu suka ya. Salam dari Ametha dan Rasya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!